HARGA JUAL KEMBALI : HAL YANG DIPIKIRKAN ORANG INDONESIA SAAT BELI MOBIL

Dalam membeli sebuah kendaraan misalnya saja mobil, tentu banyak hal yang menjadi bahan pertimbangan. Hal umum yang menjadi faktor yang memengaruhi seseorang dalam membeli mobil adalah warna, fitur yang ditawarkan, tahun produksi, hingga warna. Warna yang paling digemari menurut survey adalah merah, hitam, dan silver.

Akan tetapi di pasar Indonesia ada hal lain yang juga menjadi bahan pertimbangan dalam membeli mobil. Kebanyakan orang Indonesia memikirkan harga jual kembali dari mobil tersebut. Menurut sebagian orang hal ini sah sah saja untuk dilakukan, jika memang sudah punya rencana untuk menjual kembali mobil tersebut dan menggantinya dengan yang baru. Namun apakah pertimbangan semacam ini sudah benar?

Hal ini sama dengan yang diungkapkan oleh kata Brand Development General Manager Kia Mobil Indonesia, Harry Yanto. Beliau berkata “Orang di Indonesia beli mobil udah mikir buat dijual, nih kalau dijual lagi harganya berapa padahal belum dibeli”.

Biasanya mobil di Indonesia yang memiliki harga jual kembali yang tinggi adalah mobil produksi Jepang. Oleh sebab itulah mobil buatan negeri Sakura ini cukup laku keras di Tanah Air. Ini juga yang pada akhirnya menyebabkan mobil yang diproduksi oleh negara di luar Jepang misalnya Kia, kesulitan untuk menjual mobilnya di Indonesia.

Dan ini juga yang menjadi penyebab merek mobil bukan produksi Jepang, harganya jatuh. Namun bicara soal kualitas, mobil-mobil tersebut mampu bersaing dan tidak menutup kemungkinan bahwa kualitas yang ditawarkan akan lebih baik. Jika melihat hal ini maka akan lebih baik jika saat memilih mobil, kita melihat spesifikasinya secara terperinci. Akan tetapi bukan berarti mobil buatan Jepang dipastikan memiliki kualitas yang buruk. Hanya saja para konsumen harus lebih jeli, mobil yang bagaimana yang cocok untuk mereka.

Kalau melihat data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) jualan Kia di Indonesia memang tak secemerlang merek Jepang lain. Sepanjang Januari hingga Agustus tahun ini Kia berhasil menjual sebanyak 661 unit. Sementara merek Jepang seperti Toyota pada periode Januari hingga Agustus menjual 261.599 unit mobilnya di Tanah Air.

Dengan demikian sebenarnya kebijakan dari para konsumen yang paling menentukan dan berpengaruh pada kasus seperti ini. Dan kembali lagi kepada pribadi masing-masing akan memilih mobil yang seperti apa, speknya bagaimana, dan pertimbangan untuk kedepannya.

Berikut ini adalah komentar para Netizen :

  • komentar naif utk seorang yang levelnya GM, sampeyan itu surveynya sampai 100% orng Indonesia yg bilang beli mobil utk mikir jual lagi ga??? hmmm.. kasian KIA milih orng begini utk ngomong ke publik.
  • Masa abis beli mobil dipake 5 tahun kalo bosen di buang, pasti di jual lagi lah.. bohong banget kalo mau ganti mobil terus ga mikir gimana jual mobil lamanya, mending buat sy aja sini daripada mobil di buang2..
  • kalu mau harga jual tinggi jgn beli mobil beli tanah aja pasti untung …mobil bukan tujuan utama untk investasi pola pikir yg salah …ditanamkan merek tertentu pdhl konsmya gk sdar beli 2005 harga 85 jt ..dan stlah 5 thn kemudia harga mobil itu sdh dinaikan perlhan2 menjadi 180 jt …dijual thn ke 6 ..ya wajar jdi harga seken nya jdi 80 jt kenpa karna harga baru udh 180 jt ..yg pinter siapaaaaaa ? mbok ya sadarrr ..mbil yg lain 5 thn naik paling 12 jt mobil otoyta ..5 thn mejdi 170 jt …FAKTA….ADA YG MENYANGKAL….
  • Ya iya lah siapa mau produk yg stlh dipake mau dijual susah minta ampun. Gw terakhir ambil crv ketimbang cx5 atau captiva, salah satunya ya pengalaman bokap dl mau jual captiva susahnya dan hrg nyungsep
  • klo org indo kbnykan pstinya bgtu, ga peduli nyaman, enak dipakai & safety. klo udh berfikir lbh maju pastinya spt di eropa, mobil eropa lbh laku krn mrka invest di Keselamatan, Kenyamanan & Keamanan bkn mikirin hrg Jual kmbali. susah maju sebagian besar org kita dlm berfikir ttg mobil.
  • pemikiran orang kuno.. Demi memikirkan harga jual kembali… banyak yg menjual nyawa keluarganya.. udah banyak bukti Mobil pilihan org2 Indonesia yg mengutamakan brand jepang yg sbenarnya Tidak ada fitur safety Sama sekali… harga beli pertama yg Jelas2 lebih Mahal & Di tipu mentah2 oleh brand jepang… Mobil adalah benda Bergerak..sudah Pasti harga jual akan jatuh…karena adanya pemakaian berkala…kondisi yg berubah Tidak akan semulus seperti Baru lagi..cerdaslah wahai org Indo…move on Dari produk penjajah…
  • Ya iyalah, istilah di luar negeri itu cost of ownership, diperhitungkan harga beli, pemeliharaan dan perbaikan kemudian harga jual kembali, mobil jepang skor-nya di atas mobil Korea, Amerika dan Eropa. Soal keandalan juga masih kalah jauh, gue pernah punya mobil korea, payah.
  • Ya iyalah… ngapain beli mbl yg resales valuenya jelek. Sayang uangnya om… dapet berkat dan hikmat dari Tuhan harus dimanfaatkan sebaik baiknya. Brand non Jepang seperti MB & Bmw resales valuenya jg bagus kok..
Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*