INFEKSI TALI PUSAT, PENYEBAB, PERJALANAN PENYAKIT DAN PENGOBATANNYA

Infeksi Tali Pusat, penyebab infeksi tali pusat, gangguan infeksi tali pusat, omphalitis, ICD-10  : P38 Omphalitis of newborn with or without mild  haemorrhage.
 
Masalah Kesehatan
Tali pusat biasanya lepas pada hari ke-7 setelah lahir dan luka baru sembuh pada hari ke-15. Infeksi pada tali pusat atau jaringan kulit di sekitar perlu dikenali secara dini dalam rangka mencegah sepsis.
 
Hasil Anamnesis(Subjective)
Keluhan Panas, rewel, tidak mau menyusu.
Faktor Risiko 1. Imunitas seluler dan humoral belum sempurna 2. Luka umbilikus 3. Kulit tipis sehingga mudah lecet
Faktor Predisposisi Pemotongan dan perawatan tali pusat yang tidak steril
 
Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana(Objective)
Pemeriksaan Fisik

  1. Ada tanda tanda infeksi di sekitar tali pusat seperti kemerahan, panas, bengkak, nyeri,  dan mengeluarkan pus yang berbau busuk. 
  2. Infeksi tali pusat lokal atau terbatas: bila kemerahan dan bengkak terbatas pada daerah kurang dari 1cm di sekitar pangkal tali pusat. 
  3. Infeksi tali pusat berat atau meluas: bila kemerahan atau bengkak pada tali pusat meluas melebihi area 1 cm atau kulit di sekitar tali pusat bayi mengeras dan memerah serta bayi mengalami pembengkakan perut.
  4. Tanda sistemik: demam, takikardia, hipotensi, letargi, somnolen, ikterus

Penegakan Diagnostik(Assessment)
Diagnosis Klinis Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Adanya tanda-tanda infeksi di sekitar umblikus seperti bengkak, kemerahan dan kekakuan. Pada keadaan tertentu ada lesi berbentuk impetigo bullosa.

Diagnosis Banding

  1. Tali pusat normal dengan akumulasi cairan berbau busuk, tidak ada tanda tanda infeksi (pengobatan cukup dibersihkan dengan alkohol)
  2. Granuloma-delayed epithelialization / Granuloma keterlambatan proses epitelisasi karena kauterisasi

Komplikasi

  1. Necrotizing fasciitis dengan tanda-tanda: edema, kulit tampak seperti jeruk (peau d’orange appearance) di sekitar tempat infeksi, progresivitas cepat dan dapat menyebabkan kematian maka kemungkinan menderita 
  2. Peritonitis
  3. Trombosis vena porta
  4. Abses

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)
Penatalaksanaan

1. Perawatan lokal a. Pembersihan tali pusat dengan menggunakan larutan antiseptik (Klorheksidin atau iodium povidon 2,5%) dengan kain kasa yang bersih delapan kali sehari sampai tidak ada nanah lagi pada tali pusat.  b. Setelah dibersihkan, tali pusat dioleskan dengan salep antibiotik 3-4 kali sehari.

2. Perawatan sistemik Bila tanpa gejala sistemik, pasien diberikan antibiotik seperti kloksasilin oral selama lima hari. Bila anak tampak sakit, harus dicek dahulu ada tidaknya tanda-tanda sepsis. Anak dapat diberikan antibiotik kombinasi dengan aminoglikosida. Bila tidak ada perbaikan, pertimbangkan kemungkinan Meticillin Resistance Staphylococcus aureus (MRSA).
Kontrol kembali bila tidak ada perbaikan atau ada perluasan tanda-tanda infeksi dan komplikasi seperti bayi panas, rewel dan mulai tak mau makan.

Rencana tindak lanjut: –

Kriteria Rujukan 1. Bila intake tidak mencukupi dan anak mulai tampak tanda dehidrasi 2. Terdapat tanda komplikasi sepsis  
 
Peralatan
Tidak diperlukan peralatan khusus untuk mendiagnosis penyakit infeksi pada umbilikus.
 
Prognosis
Prognosis jika pasien tidak mengalami komplikasi umumnya dubia ad bonam.
 
Referensi

  1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2003. Infeksi Tali Pusat dalam Panduan Manajemen Masalah Bayi Baru Lahir. Jakarta. Departemen Kesehatan RI.  (Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2003)
  2. Peadiatrics Clerkship University. The University of Chicago.

Sumber: Panduan Praktik Klinis BAGI DOKTER  DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN PRIMER Edisi Revisi Tahun 2014

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*