Jodha Akbar Episode 154, Sinopsis Jodha Akbar

Jodha Akbar Episode 154, Sinopsis Jodha Akbar, Kisah Jodha Akbar, Foto Jodha Akbar, Foto Pemain Jodha Akbar

Jalal mendatangi kamar Mirza Hakim yang saat ini tertidur dengan lelapnya setelah letih menangis semalaman. Mirza Hakim yang tidur dengan menggunakan pakaian pengantinnya terlihat begitu sedih, karena masih ada sisa air mata di bantalnya. Jalal berusaha melepaskan sepatu Mirza Hakim. Lalu Jalal memerintahkan pelayan untuk mengambilkan selimut untuk Mirza Hakim.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

 

Sinopsis Jodha Akbar (1)

Sinopsis Jodha Akbar (2)

Melihat kehadiran Jodha yang membawa selimut, Jalal langsung mengambil selimut tersebut dari tangan Jodha dan segera menyelimutkannya di tubuh adiknya tersebut. Tanpa menoleh ke arah Jodha, Jalal langsung pergi keluar dari kamar. Melihat hal ini Jodha pun langsung menyusul Jalal.

Sinopsis Jodha Akbar (3)

Sinopsis Jodha Akbar (4)

Jalal menatap Jodha dengan tajam. Kemudian Jalal memulai pembicaraan dengan mengatakan bahwa diam dapat menghancurkan seseorang. Menurut Jalal, selama menunggu kehadiran Shivani, Mirza hanya diam. Setelah mengetahui Shivani kabur dengan seseorang, Mirza pun hanya diam dan sampai saat ini Mirza hanya diam. Jalal melanjutkan bahwa ia bisa merasakan bahwa dalam tidurnya Mirza masih merasakan sakit yang teramat hingga tanpa sengaja jalal merasakan air mata menetes di pipi Mirza. Menurut Jalal sebagai seorang kakak, ia bisa merasakan penderitaan adiknya itu.

Jalal memegang tangan Jodha dan mengatakan bahwa ia tidak perlu meminta izin pada Jodha untuk menghukum seseorang. Karena saat ini Jalal berncana untuk menghukum Shivani dan Tejwan. Menurut Jalal, akibat perbuatan mereka lah Mirza hakim menjadi menderita seperti ini. Ia telah mengutus pasukan untuk mengejar mereka dan membawa mereka di hadapan Jalal segera. Mendengar hal ini Jodha berusaha menghentikan niat Jalal. Seketika amarah Jalal memuncak, ia pun megacungkan jarinya di muka Jodha. Namun tiba-tiba amarahnya langsung mereda saat ia teringat kata-kata Mirza Hakim yang mengatakan bahwa inilah cinta sebenarnya ketika kita tidak bisa seseorang walaupun kita begitu ingin menyakitinya. Jalal pun hanya mengatakan bahwa hendaknya Jodha selalu mengingat bahwa diam dapat menghancurkan seseorang dari dalam. Jodha pun hanya bisa terdiam ketika Jalal akhirnya meninggalkannya sendiri.

Sinopsis Jodha Akbar (5)

Sinopsis Jodha Akbar (6)

Sinopsis Jodha Akbar (7)

Seorang prajurit yang bernama Gulfam menemui Sharifuddin yang saat ini masih berada di penjara bawah tanah. Gulfam menyampaikan informasi bahwa ia telah mengetahui siapa penyusup yang ditugaskan Abu Mali untuk membunuh Jalal. Setelah mendengar cerita dari Gulfam, Sharifuddin pun meminta kertas dan pena padanya. Sharifuddin menulis sepucuk surat dan memerintahkan Gulfam untuk memberikan surat ini kepada Jodha. Gulfam pun segera melaksanakan perintah Sharifuddin. Sharifuddin pun tersenyum lebar, ia menganggap bahwa surat tersebut dapat menjadi tiket baginya untuk keluar dari penjara.

Sinopsis Jodha Akbar (8)

Sinopsis Jodha Akbar (9)

Saat menuju kamar Benazir, Zakira terlihat begitu panik. Menurutnya saat ini ia tidak lagi memiliki persedian ular. Ia pun takut jika sampai Benazir mengetahui hal ini. Betapa terkejutnya Zakira saat melihat Benazir yang sedang muntah-muntah di dalam kamarnya. Zakira pun menanyakan kenapa Benazir membuang-buang racunnya padahal persedian racun sudah tidak ada lagi.

Mendengar hal ini Benazir pun marah-marah kepada Zakira dan mengatakan jika ia selalu membutuhkan bisa ular dalam dosis tinggi dan jika tidak tersedia maka dirinya akan gelisah. Zakira pun meminta Benazir untuk memelankan suaranya agar tidak ada orang yang mendengarna. Benazir yang panik tidak bisa mengendalikan dirinya. Ia terus saja marah dengan intonasi tinggi dan khawatir jika Abu Mali akan membunuhnya karena tidak berhasil membunuh Jalal.

Sinopsis Jodha Akbar (10)

Sinopsis Jodha Akbar (11)

Tanpa sengaja Jodha lewat di depan kamar Benazir dan mendengarkan semua perkataan Benazir. Tiba-tiba Mothi muncul dan segera memanggil Jodha. Mothi mengatakan bahwa Jodha mendapat surat dari Sharifuddin yang mengabarkan bahwa ia telah mengetahui siapa orang yang ditugaskan untuk membunuh Jalal. Jodha pun berniat untuk segera menemui Sharifuddin, Mothi berusaha mencegah Jodha. Karena menurutnya bisa saja ini hanyalah jebakan untuk Jodha. Namun Jodha tetap bersikeras untuk menemui Sharifuddin. Menurut Jodha sebagai seorang istri dirinya tidak bisa berpangku tangan jika menyangkut keselamatan suaminya.

Sinopsis Jodha Akbar (12)

Sinopsis Jodha Akbar (13)

Sinopsis Jodha Akbar (14)

Maham Anga mencoba mempengaruhi Ruqaiya. Maham Anga mengatakan bahwa keputusan Jalal sangatlah tidak adil karena telah membebaskan Raja Bharmal atas kesalahan anaknya dan mengizinkannya kembali ke Amer. Dan menurut Maham Anga semua ini terjadi karena kedekatan antara Jodha dan Jalal. Maham Anga member nasihat kepada Ruqaiya untuk menggunakan Benazir agar hubungan antara Jodha dan Jalal semakin renggang.

Lalu perbincangan mereka terhenti saat Resham masuk dan mengatakan jika pelayan-pelayan Jodha ingin bertemu dengannya. Awalnya Maham Anga menolak karena saat ini ia sedang berbincang dengan Ratu Ruqaiya. Namun Ruqaiya malah mempersilahkan mereka untuk masuk dan ia pun segera pamit dari hadapan Maham Anga dengan mengatakan bahwa dirinya akan memikirkan kata-kata Maham Anga.

Sinopsis Jodha Akbar (15)

Sinopsis Jodha Akbar (16)

Sinopsis Jodha Akbar (17)

Setelah bertemu dengan seorang Maham Anga, para pelayan Jodha meminta izin untuk menghadiri perayaan Savitri karena mereka telah diundang oleh Jodha. Tapi Maham Anga menolak keinginan mereka dengan keras dan memerintahkan mereka untuk segera pergi dari ruangan ini.

Dalam hati Maham Anga berkata bahwa hari-hari Jodha di Agra akan segera berakhir dan orang yang akan mengalahkannya adalah Benazir.

Sinopsis Jodha Akbar (18)

Sinopsis Jodha Akbar (19)

Sinopsis Jodha Akbar (20)

Sambil menutupi tubuhnya dengan sebuah jubah, Jodha menemui Sharifuddin di penjara dan memastikan bahwa tidak ada yang melihatnya. Sharifuddin menceritakan bahwa Benazir lah yang diutus Abu Mali untuk membunuh Jalal. Selama ini Abu Mali telah memanfaatkan Benazir untuk membunuh banyak orang.

Sinopsis Jodha Akbar (21)

Sinopsis Jodha Akbar (22)

Sinopsis Jodha Akbar (23)

Jodha segera menemui Mothi dan menceritakan semua informasi yang ia dapatkan dari Sharifuddin. Namun sekali lagi Mothi meminta Jodha untuk tidak percaya begitu saja pada Sharifuddin karena bagaimanapun Sharifuddin adalah seorang pengkhianat yang pernah ingin mencelakai hubungan Jodha dan Jalal. Namun Jodha tetap percaya pada perkataan Sharifuddin. Dirinya sangat yakin jika Benazir adalah seorang yang diutus untuk membunuh Jalal. Lalu tiba-tiba datanglah seorang pelayan yang mengatakan bahwa mereka diminta untuk berkumpul karena Jalal ingin menyatakan perang. Jodha dan Mothi pun terkejut, mereka pun bertanya-tanya Mughal akan berperang dengan siapa.

Sinopsis Jodha Akbar (24)

Semua orang telah berkumpul di tempat yang telah ditentukan. Menurut Jalal saat ini terdapat pemberontak yang ingin mengganggu kerajaan Mughal. Ia pun menunjuk Mirza Hakim untuk memimpin pasukan. Walaupun beberapa orang tidak sependapat dengan keputusan Jalal, namun Jalal sangat yakin jika Mirza Hakim dengan umur yang sangat muda mampu memikul tanggung jawab ini. Jalal pun memerintahkan Man Singh untuk turut serta dalam peperangan ini. Dengan penuh percaya diri, Man Singh menerima tanggung jawab ini. Namun sebelum ia pergi, Man Singh meminta ijin untuk menemui bibinya untuk meminta restu padanya. Jalal pun mengizinkannya.

Sinopsis Jodha Akbar (25)

Sinopsis Jodha Akbar (26)

Man Singh segera menghampiri Jodha dan memegang kakinya untuk meminta restu kepadanya. Jodha pun memberikan restunya dan memberikan sedikit nasihat jika Baghwan Das telah melaksanakan tugasnya untuk melindungi Raja, dan sekarang Man Singh harus membuktikan kesetiaanya dengan melindungi Mirza Hakim. Man Singh meyakinkan Jodha bahwa ia akan selalu berusaha menjaga nama baik Rajput. Jodha pun mendoakan keselamatan Man Singh.

Sinopsis Jodha Akbar (27)

Sinopsis Jodha Akbar (28)

Sinopsis Jodha Akbar (29)

Ratu Hamida menanyakan alasan Jalal kenapa ia tidak memerintahkan Adham Khan untuk memimpin pasukan namun malah memerintahkan Mirza Hakim. Padahal suasana hati Mirza saat ini sangatlah tidak baik. Jalal menjawab bahwa bagaimanapun Mirza adalah bagian dari Mughal dan ia tidak ingin jika Mirza terlalu larut dalam masalah percintaannya.

Sinopsis Jodha Akbar (30)

Sinopsis Jodha Akbar (31)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*