Jodha Akbar Episode 147, Sinopsis Jodha Akbar

Jodha Akbar Episode 147, Sinopsis Jodha Akbar, Kisah Jodha Akbar, Foto Pemain Jodha Akbar, Foto Pemeran Jodha Akbar, Kumpulan Foto Jodha Akbar

Jodha tahu jika alasan Jalal memanggil Benazir adalah untuk menghindari dirinya. Jalal pun penasaran kenapa Jodha bisa memiliki pemikiran sama seperti yang ia pikirkan. Jalal mengatakan bahwa saat ini ia memiliki pekerjaan khusus bersama Benazir. Dengan nada sinis Jodha mengatakan jika “pekerjaan khusus” yang dimaksud oleh Jalal adalah karena Jalal tidak menyentuh Benazir semalam. Jalal pun kembali penasaran bagaimana Jodha bisa mengetahui jika ia tidak menyentuh Benazir tadi malam.

Kemudian Jalal menanyakan maksud kedatangan Jodha menemui dirinya. Jodha pun menjawab bahwa saat ini sepertinya Mirza Hakim mulai menyukai adiknya Shivani. Jodha mengaku bila dirinya tidak keberatan jika Mirza Hakim mendekati adiknya karena menurutnya Mirza Hakim adalah seorang pria yang baik dan dengan nada menyindir Jodha mengatakan bahwa Mirza Hakim tidak suka memiliki banyak wanita. Jalal yang tidak mau kalah mengatakan bahwa dirinya juga memiliki kualitas yang lebih dibandingkan Mirza Hakim dan ia pun bertanya apakah Jodha tidak melihat hal ini dari pria lain.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

 

 

sinopsis Jodha akbar (1)

sinopsis Jodha akbar (2)

Dengan sikap acuh tak acuh Jodha menjawab pertanyaan Jalal kemudian berniat pergi meninggalkan Jalal. Namun langkahnya terhenti saat Jalal memegang tangannya. Jalal pun bertanya kalau mereka sama-sama peduli pada Mughal namun mengapa cinta mereka berdua berbeda. Dengan nada menyindir Jodha menjawab bahwa semua ini karena Jalal memiliki banyak perempuan disekitarnya.

Kemudian Benazir datang ke kamar Jalal. Melihat hal ini Jodha pun langsung pergi keluar. Setelah Jodha pergi, Benazir pun langsung mendekati Jalal dan memijat bahu Jalal. Jalal pun meminta maaf kepada Benazir karena telah mendorongnya pada perayaan tadi malam. Benazir menjawab bahwa Jalal tidak perlu meminta maaf karena bagaimanapun dirinya hanyalah pelayan disini. Setelah selesai, Jalal menyuruh Benazir untuk pergi dari kamarnya. Melihat sikap Jalal ini membuat Benazir menjadi kesal. Dia pun menyadari bahwa dirinya hanya digunakan sebagai alat untuk membuat Jodha cemburu.

Setelah Benazir pergi, Jalal kembali memikirkan kembali kata-kata Jodha mengenai hubungan Mirza Hakim dan Shivani. Ia pun senang akan hal ini karena dengan pernikahan ini maka hubungannya dengan bangsa Rajput akan semakin kuat.

sinopsis Jodha akbar (3)

sinopsis Jodha akbar (4)

sinopsis Jodha akbar (5)

sinopsis Jodha akbar (6)

Pengawal setia Sharifuddin memberikan informasi kepada Sharifuddin bahwa saat ini Abu Mali berada di Agra. Mendengar hal ini Sharifuddin pun menjadi senang karena menurutnya pekerjaannya akan semakin mudah.

sinopsis Jodha akbar (7)

sinopsis Jodha akbar (8)

Diam-diam Benazir menemui Abu Mali yang saat ini berada di Agra. Abu Mali menanyakan kenapa lama sekali Benazir membunuh Jalal. Benazir menjawab bahwa Jalal dilindungi oleh doa istrinya. Namun ia meminta kesempatan sekali lagi untuk menyelesaikan tugasnya membunuh Jalal. Abu Mali memberikan kesempatan sekali lagi kepada Benazir. Ia pun mengingatkan Benazir bahwa jika dirinya berhasil melaksanakan misi ini maka ia akan menjadi ratu india.

sinopsis Jodha akbar (9)

sinopsis Jodha akbar (10)

sinopsis Jodha akbar (11)

Keluarga Raja Bharmal datang ke Agra untuk membicarakan pernikahan antara Shivani dan Mirza Hakim. Semua orang senang akan berita ini terutama Jodha, Jalal dan Ratu Hamida. Bahkan Ibunda Jodha yakin jika Shivani akan merasa bahagia tinggal di Agra, sebagaimana dengan Jodha sekarang. Raja Bharmal mengakui bahwa pada awalnya dirinya mendapatkan banyak tekanan saat melepas Jodha menikah dengan Jalal. Dirinya pun bertanya-tanya apakah tindakannya menikahkan Jodha dengan Jalal adalah suatu tindakan yang benar. Namun sekarang Raja Bharmal sangat yakin jika keputusan ini adalah keputusan yang benar. Ia pun senang karena pernikahan antara Shivani dan Mirza Hakim dapat memperkuat hubungan antara Amer dan Mughal.

Mengetahui rencana pernikahan antara Shivani dan Mirza hakim membuat Maham Anga menjadi kesal karena akan bertambah satu putri Amer yang akan tinggal di Agra.

sinopsis Jodha akbar (12)

sinopsis Jodha akbar (13)

sinopsis Jodha akbar (14)

sinopsis Jodha akbar (15)

sinopsis Jodha akbar (16)

sinopsis Jodha akbar (17)

Di dalam kamarnya Shivani sedang sendiri sambil memikirkan kekasihnya Tajwen. Kemudian Jodha pun datang dan membawa kabar bahwa ayah, ibu, dan kakak-kakak mereka sedang berada di Agra. Sesaat Shivani pun panik dan menanyakan maksud kedatangan keluarganya kesini. Jodha menjelaskan bahwa mereka datang ke Agra untuk membahas pernikahan antara Shivani dan Mirza hakim. Jodha pun senang jika nantinya ia akan mendapatkan adik ipar sebaik Mirza Hakim. Mendengar hal ini Shivani pun bersedih karena saat ini dirinya mencintai pria lain.

sinopsis Jodha akbar (18)

sinopsis Jodha akbar (19)

sinopsis Jodha akbar (20)

Diam-diam Tejwaan yang saat ini sudah berada di Agra menemui Shivani di dalam kamarnya. Menyadari kedatangan Tejwan, Shivani pun terkejut dan menanyakan maksud kedatangannya. Tejwan menjelaskan bahwa ia sudah berjanji pada Shivani untuk mengajaknya menikah. Tiba-tiba Jodha datang dengan membawa beberapa kalung yang ia dapatkan dari Ratu Hamida. Sesaat Jodha curiga jika saat ini ada orang lain di kamar ini. Jodha pun mengecek beberapa tempat namun dirinya langsung pergi saat mendapat kabar bahwa Jalal sedang memanggilnya.

Setelah Jodha pergi, Shivani segera menemui Tejwan yang sedang bersembunyi. Sekali lagi Tejwan menanyakan apakah Shivani masih mencintai dirinya. Shivani menyatakan bahwa dirinya hanya akan bahagia jika dirinya bisa hidup bersama Tejwan. Tejwan pun senang akan jawaban Shivani dan mengatakan jika mereka akan pergi bersama.

sinopsis Jodha akbar (21)

sinopsis Jodha akbar (22)

sinopsis Jodha akbar (23)

sinopsis Jodha akbar (24)

sinopsis Jodha akbar (25)

sinopsis Jodha akbar (26)

Jalal memanggil Jodha untuk menanyakan bagaimana perasaan Shivani terhadap Mirza Hakim. Apakah Shivani benar-benar siap menikah dengan Mirza Hakim. Dengan penuh percaya diri Jodha mengatakan bahwa adiknya itu sudah siap untuk menikah. Lalu Jalal memutuskan bahwa pernikahan Shivani dan Mirza Hakim akan digelar dengan adat Mughal-adat Hindu. Namun Jodha tak sependapat, menurutya pernikahan ini harus dilakukan sesuai adat Amer. Kemudian Jalal bertanya mengapa saat mereka menikah, Jodha mau menikah dengan adat Mughal. Dengan nada sinis, Jodha mengatakan bahwa itu adalah simbol kebencian dirinya terhadap Jalal. Kemudian Jodha mengatakan bahwa keadaan pernikahan mereka tempo hari sangat berbeda dengan pernikahan Shivani dan Mirza Hakim. Menurut Jodha perbedaannya adalah pria yang ia nikahi bukanlah orang yang baik, sedangkan calon suami yang akan dinikahi Shivani adalah orang yang sangat baik.

sinopsis Jodha akbar (27)

sinopsis Jodha akbar (28)

Shivani menulis surat untuk Tejwan yang mengatakan bahwa ia sangat mencintai Tejwan dan kawin lari adalah pilihan terakhir mereka untuk bersatu. Ia berjanji akan menemui Tejwan di Mandir kemudian mereka akan pergi meninggalkan Agra untuk pergi ke Amer. Dan disana ia akan menikah dengan Tejwan.

Maham Anga yang melihat Shivani sedang menulis surat menjadi penasaran, untuk siapa Shivani menulis surat tersebut. Kemudian Shivani meninggalkan suratnya begitu saja setelah Mothi memanggilnya. Maham Anga pun segera mengambil kesempatan ini. Ia pun membaca isi surat tersebut. Dengan senyuman licik, Maham Anga pun memiliki ide jahat di kepalanya.

sinopsis Jodha akbar (29)

sinopsis Jodha akbar (30)

sinopsis Jodha akbar (31)

sinopsis Jodha akbar (32)

sinopsis Jodha akbar (33)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*