Jodha Akbar Episode 137, Kumpulan Kisah Jodha Akbar

Jodha Akbar Episode 137, Kumpulan Kisah Jodha Akbar, Kumpulan Foto Pemain Jodha Akbar, Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar, Kumpulan Cerita Jodha Akbar

Sepulang dari Meena Bazar, Jodha meceritakan kekecewaannya terhadap Jalal yang telah berlaku tidak hal. Menurut Jodha hal ini berbanding terbalik dengan sikap mertuanya yang selalu mendukung dirinya. Mothi yang sedang menyusiri rambut Jodha menanggapinya dengan mengatakan bahwa Jalal adalah seorang raja dan ia bisa melakukan apapun yang ia mau.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

 

 

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (1)

Jalal yang hendak tidur berbaring di kasurnya sambil dibantu oleh Ratu Salima. Setelah selesai membantu Jalal memakai selimut, Ratu Salima pun segera keluar dari kamar Jalal. Kemudian Jalal memandang wajahnya di cermin. Sambil tersenyum, ia mengatakan bahwa dirinya merasa puas telah membuat Jodha merasa cemburu terhadap Benazir walaupun Jalal harus bersikap tidak adil padanya. Jalal pun penasaran apa yang akan dilakukan Jodha nanti.

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (2)

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (3)

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (4)

Maham Anga menemui Ruqaiya yang sedang menghisap hookah di kamarnya. Maham Anga ingin meracuni pikiran Ruqaiya dengan mengatakan bahwa saat ini Ratu Hamida lebih saying kepada Jodha ketimbang Ruqaiya. Menurut Maham Anga sangatlah tidak adil jika Ratu Hamida memberikan kalung pusaka kepada Jodha dihadapan semua orang. Sedangkan Ruqaiya sampai saat ini tidak pernah diberikan sesuatu yang berharga apapun. Padahal menurut Maham Anga Ruqaia adalah kepala ratu disini dan ia berhak menerima sesuatu yang berharga disbanding siapapun di Harem.

Ruqaiya menanggapi pemikiran Maham Anga dengan enteng. Baginya, Jodha bukanlah ancaman. Ia memperingatkan Maham Anga agar sebaiknya lebih memikirkan masalah administrasi kerajaan ketimbang kehidupan pribadinya. Maham Anga tidak gentar, ia mengatakan jika dirinya adalah pendukung Ruqaiya dan ia tdak mau jika ada seseorang yang berada di tengah-tengah Ruqaiya dan Jalal. Sejenak Ruqaiya memikirkan perkataan Maham Anga. Setelah Maham Anga menyelesaikan perkataannya, ia pun pamit keluar.

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (5)

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (6)

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (7)

Ruqaiya masih memikirkan perkataan Maham Anga. Kemudian Hosyiar menenangkan Ruqaiya bahwa semua orang di istana sudah melihat keretakan antara Jodha dan Jalal. Dan apa yang dilakukan Ratu Hamida tadi adalah upaya agar menutupi keretakan ini dan agar harga diri Jodha tidak semakin terinjak. Namun menurut Ruqaiya, Jodha kehilangan pengaruhnya karena kehadiran Benazir bahkan Jalal memberikannya julukan koohinor. Namun bagaimanapun Benazir adalah seorang pelayan dan sampai kapanpun ia tidak akan bisa memberikan putera mahkota. Menurut Ruqaiya ia tidak mau terlibat pada masalah ini. Karena baginya Maham Anga terlihat begitu bernapsu merendahkan Jodha sebagai balas dendamnya terhadap Adham Khan. Ruqaiya mengatakan bahwa ia hanya akan menonton saja mereka berkelahi.

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (8)

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (9)

Di dalam kamarnya Jodha dan Mothi masih membahas Jalal dan Benazir. Mothi memuji-muji kelebihan yang ada pada Benazir bahkan pelayan di Harem menganggap Benazir adalah orang yang baik. Mendengar hal ini Jodha pun meminta Mothi untuk berhenti memuji Benazir. Menurut Jodha, Jalal sangat berlebihan karena telah memberikan julukan koohinor pada Benazir. Jodha yakin jika semua ini dilakukan Jalal untuk membuat dirinya merasa iri dan terpengaruh dengan ini semua. Mothi membenarkan, ia mengatakan bahwa walaupun Benazir telah diberikan permata, namun Jodha diberikan kalung pusaka kerajaan. Dan menurut Mothi hal itu lebih membanggakan untuk Jodha.

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (10)

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (11)

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (12)

Jodha yang sudah mengantuk dan telah berbaring di kasurnya, tetap tidak bisa tidur. Pikirannya masih terus melayang di kejadian Meena Bazar tadi. Ia pun bingung kenapa dirinya begitu gelisah.

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (13)

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (14)

Di dalam kamarnya, Benazir mengamati koohinor yang tadi ia terima dari Jalal. Dia yakin jika Jalal mulai menyukainya karena diantara para ratunya, Jalal malah memberikan benda yang begitu berharga seperti ini kepadanya. Namun Zakira mengingatkan Benazir bahwa perjalanan mereka masih panjang untuk menyelesaikan tugas mereka.

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (15)

Kemudian Maham Anga menemui Benazir di kamarnya. Maham Anga mengingatkan Benazir bahwa sebuah permata dan julukan koohinor yang diberikan Jalal pada Benazir tidaklah berharga. Menurut Maham Anga, selama Jodha masih berada di kehidupan Jalal maka sampai kapanpun Benazir hanyalah seorang pelayan. Maham anga memerintahkan Benazir agar berlaku licik seolah-olah Benazir selalu membutuhkan perlindungan Jalal. Selain itu Maham Anga mengingatkan Benazir bahwa Jalal adalah orang yang tidak memiliki perasaan, namun ia memiliki otak. Dan hendaknya Benazir dapat mengetahui jalan pikiran Jalal. Menurut Maham Anga, Benazir harus mematuhi semua perintahnya agar selain memastikan Benazir akan menjadi kesayangan Jalal, hal ini juga memastikan catatan baiknya.

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (16)

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (17)

Setelah Maham Anga pergi, Benazir mengatakan pada Zakira bahwa Maham Anga sangat menginginkan dirinya sebagai pion dalam permainannya. Zakira pun tersenyum dan mengatakan bahwa saat Maham Anga menyadari bahwa sesungguhnya dirinya lah pion dalam permainan Benazir maka semuanya sudah terlambat.

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (18)

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (19)

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (20)

Maham Anga menemui Jalal yang masih terjaga. Maham ANga mengatakan bahwa ia tidak terima dengan sikap Jodha yang telah berani menghina Jalal dengan memberikan Jalal sebuah ayunan di acara Meena Bazar tadi. Menurut Maham Anga, Jodha telah mempertanyakan kejantanan Jalal karena sampai sekarang Jalal belum memiliki pewaris tahta. Jalal pun termakan omongan Maham Anga. Ia berjanji pada Maham ANga akan mengambil sikap dan tidak akan membiarkan hal ini terjadi. Mendengar hal ini Maham ANga puas, di dalam hati ia berujar bahwa ia akan selalu memanfaatkan kesempatan sebagai kesayangan Jalal.

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (21)

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (22)

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (23)

Keesokan paginya, Afghah Khan memberi kabar politik terbaru kepada Jalal. Namun tampaknya Jalal sedang tidak berkonsentrasi apalagi saat melihat Jodha dari kejauhan. Kemudian Jalal menyuruh Afghah Khan untuk membicarakannya nanti.

Jalal kemudian mencari-cari keberadaan Jodha, betapa terkejutnya ia saat menyadari Jodha telah berada di sampingnya. Kemudian Jodha memberikan Jalal sebuah prasat. Awalnya Jalal menolak, namun akhirnya Jalal menerimanya saat Jodha mengatakan bahwa tidak baik menolak sebuah prasat.

Kemudian Jalal mulai membahas mengenai ayunan yang Jodha berikan padanya kemarin. Menurut Jalal hal ini adalah sebuah ejekan karena sampai saat ini Jalal belum memiliki seorang anak. Namun menurut Jodha sudut pandang Jalal lah yang salah karena menganggap harapannya diartikan sebagai sebuah ejekan. Tapi Jalal tetap pada pendiriannya. Menurutnya Jodha harus memikirkan kembali kesalahannya sebelum dirinya mengkritiknya. Ketika Jodha hendak menjelaskan sesuatu, Jalal memberikan isyarat agar Jodha segera pergi. Dengan penuh kekesalan, Jodha pun pergi meninggalkan Jalal.

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (24)

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (25)

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (26)

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (27)

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (28)

Mothi Bai datang menemui Jodha yang duduk sendiri di kamarnya. Jodha menanyakan apakah Benazir secantik itu. Menurut Mothi Benazir memang cantik tapi penampilan yang cantik tidaklah cukup. Buktinya yang mendapatkan kalung pusaka adalah Jodha bukan Benazir. Jodha pun membenarkan, namun dirinya masih merasa sedih karena Jalal memberikan permata itu kepada Benazir. Jodha mengatakan bahwa ia harus segera meminta maaf dan berbicara kepada Jalal. Karena ia merasa jika beberapa hal yang ia lakukan kemungkinan membuat Jalal menjadi salah paham. Namun sayangnya saat ini ia belum bisa berbicara pada Jalal. Menurut Mothi Jodha kurang keras berusaha. Ia pun menasehati Jodha agar fokus pada Jalal dan tidak terlalu memikirkan Benazir.

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (29)

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (30)

Kumpulan Sinopsis Jodha Akbar (31)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*