MUI AKAN KEMBALI MELAKUKAN PENCEKALAN TERHADAP PENYANYI DANGDUT

Genre musik dangdut sejak dulu sudah menjadi salah satu genre musik yang sangat digemari di Indonesia. Itulah mengapa negara Indonesia indentik sekali dengan musik dangdut. Dan seperti yang kita ketahui bahwa musik dangdut tidak lengkap kalau tidak di iringi dengan goyangan dangdut seperti penggalan lagu Inul yang mengatakan “ada yang bilang dangdut tak goyang bagai sayur kurang garam, kurang enak, kurang sedap”.

Mungkin memang benar begitu, namun berbagai kontroversi selalu melekat dengan adanya goyangan-goyangan tersebut. Berbagai pihak mulai melakukan protes terhadap hal itu. Mereka merasa goyangan yang ditampilkan oleh penyanyi tersebut terlalu heboh dan mengundang maksiat.  Pencekalan terhadap pedangdut sudah sering kali dilakukan. Tidak MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan pemerintah daerah saja tapi si Raja dangdut Rhoma Irama pun pernah melakukan pencekalan terhadap penyanyi. Sederet pedangdut yang pernah mengalami pencekalan adalah Inul Daratista, Dewi Persik, Julia Perez, Nita Thalia, Trio Macan dan lain sebagainya. GOYANG

Kini beberapa nama tersebut serta beberapa nama baru dikabarkan akan kembali mendapat pencekalan dari MUI. Berbagai komentar kembali keluar dari mulut para pedangdut. Seperti Dewi Persik yang mengatakan bahwa apa yang telah ia lakukan (goyangan dangdut) adalah hal wajar dan itu adalah seni. Julia Perez pun tak ambil diam Ia mengungkapkan bahwa ia masih dalam tahap belajar untuk meningkatkan di dunia tarik suara, dia mengatakan bahwa ini butuh proses dan dia nantinya akan memberikan hal yang berbeda.

Namun lain halnya dengan Inul Daratista dan Nita Talia, mereka berdua yang dahulu pernah mendapat teguran serupa, mengambil hikmah dan pelajaran dari teguran keras tersebut apalagi telah sampai di cekal. Seakan tidak ingin mengulang peristiwa yang sampai saat ini menyisahkan pedih dihatinya. Inul mengatakan kini musik dangdut harus dibawakan dengan cerdik, mulai dari pakaian yang sopan dan cantik. Penampilan cantik dan tentu saja kualitas suara juga harus lebih cantik. Begitu juga dengan Nita Talia yang mendapat kecaman  beberapa tahun silam, kini menyiasati dengan mengandeng para beberapi penari latar untuk berkoreo dan kualitas suara tetap ia tingkatkan.

MUI yang kembali akan memberikan teguran maupun pencekalan kepada penyanyi dangdut baru-baru ini memiliki alasan yang kuat. Karena dangdut memang sejatinya menjadi kebanggaan namun jangan sampai menjatuhkan martabat negara Indonesia dengan cara pakaian seronok goyangan yang mengumbar aurat tentu dapat merusak citra negara Indonesia. Apalagi sejak tahun 2013 dangdut kembali menyemarak  dengan genre baru koplo yang tentu semakin merusak dangdut itu sendiri bukan lagu atau nyanyiannya tapi goyangannya yang tak layak di tonton anak-anak atau pun kaum pria.

Mui tidak melarang pedangdut untuk bergoyang. mereka hanya memberikan peringatan bagi para seniman dangdut itu bergoyang dengan batasan yang sesuai dengan norma di Indonesia. Kita rasa prestasi bisa didapatkan dengan kerja keras bukan dengan goyangan yang tidak bermoral. Bagitu juga yang di ungkapkan penyanyi dangdut Cici Paramida, Ia memberikan pesan untuk para juniornya di industri musik dangdut ini yang terpenting adalah kualitas vocal yang di utamakan dari pada goyangan agar citra musik dangdut semakin baik dan berkualitas.

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*