Jodha Akbar Episode 114, Sinopsis Jodha Akbar ANTV

Jodha Akbar Episode 114, Sinopsis Jodha Akbar ANTV, Kisah Jodha Akbar ANTV, Foto Pemeran Jodha Akbar, Foto Pemain Jodha Akbar

Sidang dewan pun dilaksanakan. Semua orang berkumpul menantikan Jalal untuk mengetahui hukuman apa yang akan dijatuhkan Jalal kepada Bakshi Bano, adiknya. Jalal masuk ke dalam ruangan dengan wajah murung. Ratu Hamida memperhatikan hal ini. Dengan rasa cemas, Ratu Hamida berkata kepada Jiji Anga dan Gulbadan bahwa saat ini hanya Jalal sendiri lah yang mengetahi keadaannya dan hari ini ia akan mengambil keputusan tersulit di dalam hidupnya. Dimana ia akan mengumumkan hukuman yang akan ia jatuhkan kepada adik kesayangannya, Bakshi Bano.

Dengan wajah murung, Jalal mengumumkan kepada semua orang alasan kenapa mereka semua dikumpulkan di sini. Jalal juga menjelaskan dari awal bagaimana Bakshi Bano memberikan racun kepada Jodha sehingga Jodha menunjukkan gejala seperti orang hamil. Padahal Jodha sendiri sebenarnya tidak hamil. Jalal mengatakan bahwa mendapatkan seorang anak adalah keinginannya sejak lama, namun tampaknya saat ini Jalal masih harus memendam keinginannya itu.

Jalal menambahkan bahwa saat ini ia memiliki tugas yang lebih penting yaitu memutuskan hukuman yang pantas untuk Bakshi Bano. Menurut Jalal, sebagai seorang raja Jalal ingin berlaku adil walaupun kepada adiknya sendiri. Bagi Jalal ini adalah keputusan yang sulit baginya dan dia tidak ingin mengambil keputusan yang menyimpang dari peraturan kerajaan. Oleh karena itu Jalal menyerahkan kepada Jodha untuk memutuskan hukuman yang pantas untuk Bakshi Bano. Mengingat Jodha adalah korban dari permasalahan ini. Jodha sangat terkejut mendengar perkataan Jalal. Bukan hanya Jodha, namun semua orang yang ada disana termasuk Maham Anga, Bakshi Bano, dan Ratu Hamida. Ratu Hamida mengerti kenapa anaknya Jalal mengambil keputusan ini karena Ratu Hamida menyadari jika Jalal pasti tidak tega memutuskan hukuman untuk adiknya sendiri.

Jodha pun menuju ke depan persidangan, diikuti oleh Bakshi Bano. Beberapa saat Jodha terdiam dan memandang ke arah Bakshi Bano yang terus menangis. Lalu Jodha berkata bahwa ia tidak menyangka jika akan mendapat tanggung jawab yang begitu besar dengan memutuskan hukuman yang layak bagi Bakshi Bano. Menurut Jodha dengan tidak menghukum Bakshi sama saja halnya ia membenarkan kejahatan yang dilakukan Bakshi terhadap dirinya. Jodha menambahkan bahwa perbuatan Bakshi telah sangat merugikan dirinya, Jalal, dan bahka Ratu Hamida. Oleh karena itu Jodha memutuskan bahwa dirinya telah menetapkan hukuman yang layak untuk Bakshi. Suasana persidangan pun semakin tegang. Lalu Jodha mengumumkan bahwa hukuman yang ia berikan kepada Bakshi Bano adalah dengan memaafkannya. Menurut Jodha tidak ada hukuman yang lebih baik daripada memaafkan. Karena dengan begitu Jodha yakin jika Bakshi akan selalu ingat kesalahannya ini. Setelah tugasnya selesai, Jodha pun kembali menegaskan kepada Jalal bahwa ia telah menetapkan keputusannya dengan memaafkan Bakshi. Jodha pun kembali ke tempat duduknya.

Mendengar keputusan Jodha, Jalal terdiam beberapa saat. Kemudian Jalal mengatakan bahwa ia menerima semua keputusan Jodha. Tetapi menurut Jalal, Bakshi tidak hanya bersalah pada Jodha tetapi juga pada dirinya. Oleh karena itu ia menambahkan hukuman untuk Bakshi yaitu tidak akan menganggap Bakshi sebagai adiknya lagi. Semua orang terkejut mendengar keputusan ini. Terutama Bakshi Bano, ia tidak menyangka akibat perbuatannya ia mendapat hukuman yang sangat berat. Jalal pun memerintahkan prajurit untuk menyingkirkan Bakshi dari hadapannya. Sidang dibubarkan dan Jalal keluar dengan kepala tertunduk. Jodha yang melihat hal ini berkata di dalam hati bahwa keputusan ini tidaklah adil dimana hubungan antar saudara menjadi rusak. Dan menurutnya hukuman ini lebih berat dan lebih menyakitkan dari hukum mati.

Mothi Bai masuk ke kamar Jodha dengan napas terengah-engah. Melihat hal ini Jodha menayakan ada apa gerangan. Sebelum berkata apa-apa, Mothi pun menelungkupkan kedua tangannya dan berterima kasih kepada Dewa. Dengan wajah penuh bahagia Mothi menceritakan kepada Jodha bahwa saat ini semua orang di istana menceritakan kehebatan dan kebaikan Jodha. Jodha pun ikut bahagia mendengar kabar ini. Tak lupa Jodha mengucapkan syukurnya kepada Dewa.

Kemudian datanglah Jalal menemui Jodha. Melihat kehadiran Jalal, Mothi Bai pun memutuskan untuk keluar dan membiarkan Jodha dan Jalal berbicara berdua. Tanpa panjang lebar, Jalal menanyakan keputusan Jodha di persidangan tadi, kenapa dirinya memaafkan Bakshi padahal jelas-jelas ia telah menyakiti Jodha. Lalu Jodha pun menjelaskan bahwa tidak semua kejahatan harus dihukum. Dan menurut Jodha semua yang dilakukan Bakhsi karena cintanya kepada Sharifuddin. Sharifuddin lah yang telah merencanakan niat jahat ini. Sehingga dalam kasus ini yang bersalah adalah Sharifuddin dan ia pantas dihukum karena telah memanfaatkan cinta Bakshi. Jodha menambahkan bahwa sebenarnya Bakshi sendiri sudah sangat menderita karena harus terpisah dari kakaknya dan suaminya sendiri telah melarikan diri.

Tapi menurut Jalal, keadilan tidak boleh dikaitkan dnegan hubungan persaudaraan. Ia tidak ingin Jodha memaafkan Bakshi hanya karena Bakshi adalah adiknya. Namun Jodha bersikeras walau bagaimanapun Bakshi adalah adik iparnya. Jika ia bisa memaafkan Bakshi kenapa Jalal tidak. Jodha pun memohon kepada Jalal agar ia memaafkan Bakshi. Namun Jalal menolak dan berkata bahwa ia adalah orang yang tidak memiliki hati dan ia telah memutuskan untuk mengakhiri hubungan persaudaraan dengan Bakshi. Tapi Jodha tetap bersikeras bahwa jika kata-kata bisa memutuskan hubungan maka tentunya hubungan antara dirinya dan Jalal sudah berakhir. Tapi pada kenyataannya hubungan antara dirinya dan Jalal masih terus berlanjut dan bagaimana hubungan darah bisa berakhir begitu saja. Jalal pun memalingkan wajahnya untuk menutupi kesedihannya. Tetapi tanpa disengaja Jodha melihat air mata di sudut mata Jalal. Jodha mengatakan bahwa air mata itu telah menjawab betapa sayangnya Jalal pada Bakshi. Tanpa berkata apa-apa Jalal keluar dari kamar Jodha.

Ratu Hamida memanggil semuar orang penting yang tinggal di Harem. Dengan tegas Ratu Hamida memerintahkan agar permasalahan di persidangan tadi tidak dibicarakan lagi dan jangan sampai rakyat mengetahui hal ini. Ratu Hamida menunjuk Maham Anga yang bertanggung jawab atas perintahnya ini. Maham Anga pun menerima tanggung jawab ini. Namun ada satu hal yang ia ragukan yaitu rakyat masih terus saja mempertanyakan masalah pewaris tahta Mughal. Tiba-tiba datanglah Jalal menemui mereka. Dengan tegas Jalal mengatakan bahwa dirinya yang akan menjawab semua pertanyaan dari rakyatnya tentang pewaris tahta Mughal. Maham Anga mencoba menghentikan niat Jalal ini karen hal ini akan membuat Jalal menjadi malu di depan rakyatnya. Namun Jalal tetap bersikeras bahwa ia tidak perlu malu berkata jujur di depan rakyatnya karena ia tidak melakukan kejahatan. Yang dia lakukan adalah ingin membuka kebenaran.

Di suatu malam, rakyat telah berkumpul untuk mendengarkan berita dari Jalal. Sambil didampingi Afgah Khan, Maham Anga, dan anggota kerajaan lainnya, Jalal pun keluar menemui rakyatnya. Ratu Hamida, Ruqaiya, Jodha dan Mothi juga menyaksikan peristiwa ini. Di hadapan rakyatnya, Jalal mengatakan bahwa sekali lagi dirinya tidak akan menjadi seorang ayah karena saat ini tidak ada istrinya yang sedang hamil. Jalal melanjutkan bahwa apa pentingnya menjadi seorang ayah karena menurut Jalal rakyatnya bagaikan anak-anaknya sendiri. Jika ia sendiri pun tidak kecewa maka ia meminta rakyatnya untuk tidak bersedih dan kecewa. Semua orang yang hadir disana merasakan kesedihan Jalal dan semua orang meneteskan air mata mendengar kata-kata Jalal. Terutama Jodha, dirinya begitu terenyuh mendengar kata-kata Jalal.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar sinopsis Jodha Akbar ANTV (1) sinopsis Jodha Akbar ANTV (2) sinopsis Jodha Akbar ANTV (3) sinopsis Jodha Akbar ANTV (4) sinopsis Jodha Akbar ANTV (5) sinopsis Jodha Akbar ANTV (6) sinopsis Jodha Akbar ANTV (7) sinopsis Jodha Akbar ANTV (8) sinopsis Jodha Akbar ANTV (9) sinopsis Jodha Akbar ANTV (10) sinopsis Jodha Akbar ANTV (11) sinopsis Jodha Akbar ANTV (12) sinopsis Jodha Akbar ANTV (13) sinopsis Jodha Akbar ANTV (14) sinopsis Jodha Akbar ANTV (15) sinopsis Jodha Akbar ANTV (16) sinopsis Jodha Akbar ANTV (17) sinopsis Jodha Akbar ANTV (18) sinopsis Jodha Akbar ANTV (19) sinopsis Jodha Akbar ANTV (20) sinopsis Jodha Akbar ANTV (21) sinopsis Jodha Akbar ANTV (22)

sinopsis Jodha Akbar ANTV (23)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*