Jodha Akbar Episode 113, Sinopsis Jodha Akbar ANTV

Jodha Akbar Episode 113, Sinopsis Jodha Akbar ANTV, Kumpulan Foto Jodha Akbar, Foto Pemeran Jodha Akbar, Sinopsis Jodha Akbar Terbaru

Jodha masih terkejut dengan perkataan Jalal sehingga dirinya tak sanggup berkata apa-apa dan hanya membiarkan Jalal keluar dari kamarnya. Jodha terdiam terpaku melihat kepergian Jalal sehingga dirinya tidak menyadari jika sedari tadi Bakshi terus memohon ampun pada Jodha. Jodha pun meminta Bakshi untuk meninggalkannya sendiri.

Jodha duduk sendiri di dalam kamarnya sambil menangis. Ia begitu menyesal akan semua hal yang terjadi. Bukan karena perlakuan Bakshi yang telah menyakitinya, tetapi karena perbuatannya yang telah menyakiti hati Jalal. Mulai dari kata-kata kasar, tuduhan hingga penghinaan yang pernah ia lontarkan kepada Jalal tiba-tiba berputar kembali di benaknya. Jodha hanya bisa menyesalinya sambil menangis.

Berita mengenai pemberontakan yang telah dilakukan Sharifuddin telah sampai ke telinga Ruqaiya. Ruqaiya menanyakan kebenarannya kepada Hosyiar. Hosyiar mengiyakan pertanyaan majikannya ini. Ruqaiya marah kenapa masalah sebesar ini tidak ada seorangpun yang menyadarinya. Namun dibalik kemarahannya, Ruqaiya merasa senang karena kenyataan yang sebenarnya bahwa memang Jalal dan Jodha tidak pernah berhubungan. Dia pun merasa senang karena Jodha tidak mengambil Jalal darinya. Namun Hosyiar berpikir sebaliknya. Ia mengatakan bahwa hubungan yang terjadi antara Jodha dan Jalal adalah hubungan kepercayaan. Bahkan Jalal yang telah mengetahui masalah ini dari awal tetap melindungi kehormatan Jodha. Hosyiar menduga bahwa Jalal telah mulai menyukai Jodha. Mendengar perkataan Hosyiar membuat Ruqaiya marah. Ia tetap yakin bahwa tidak ada seorang pun yang akan merebut Jalal darinya.

Resham yang penasaran menanyakan kepada Maham Anga kira-kira hukuman apa yang akan diberikan Jalal kepada Bakshi Bano. Maham Anga mengatakan bahwa hanya Jalal lah yang tahu hukuman apa yang pantas untuk Bakshi. Mengingat Bakshi adalah adik kesayangan Jalal dan pastilah sulit untuk Jalal menetapkan hukuman untuk saudara perempuannya itu. Tiba-tiba Jalal datang ke kamar Maham Anga. Menyadari kehadiran Jalal, Resham pun pamit keluar dari kamar. Bukannya langsung masuk, Jalal hanya berdiri di depan kamar Maham Anga. Melihat keadaan Jalal membuat Maham Anga menjadi resah. Ia pun menghampiri Jalal dan membimbingnya duduk di sofa.

Kemudian Jalal pun menceritakan semua kekecewaannya kepada Maham Anga sambil menangis. Maham Anga mencoba menenangkan Jalal dengan menghapus air mata di pipi Jalal. Jalal menanyakan kenapa orang terdekatnya sendiri lah yang tega mengkhianatinya. Awalnya Abdul Mali, lalu Sharifuddin, dan sekarang Bakshi Bano. Maham Anga mengingatkan Jalal bahwa seorang raja tidak pernah memiliki teman, mereka hanya memiliki musuh. Kemudian Jalal mengatakan kenapa mereka semua pura-pura peduli padanya. Maham Anga pun ikut menangis dan merasakan duka di dalam diri Jalal. Ia yakin jika saat ini di dalam diri Jalal sedang terjadi pertentangan batin, Jalal sebagai seorang raja dan sebagai seorang kakak. Lalu Maham Anga memeluk Jalal.

Jiji Anga dan Gulbadan menemani Ratu Hamida yang ingin menemui Bakshi di kamarnya. Bakshi yang menyesali perbuatannya terkejut melihat kedatangan ibundanya. Tanpa berkata sepatah katapun, tiba-tiba Ratu Hamida menampar Bakshi. Bakshi mencoba menjelaskan permasalahan ini kepada ibunya. Tetapi bukannya mendengarkan, Ratu Hamida malah terus menampar Bakshi beberapa kali. Melihat emosi Ratu Hamida yang tak terkendali membuat Gulbadan segera menjauhkan Bakshi. Gulbadan meminta Ratu Hamida untuk mengontrol emosinya dan tidak berlaku kasar pada puterinya sendiri. Ratu Hamida yang sangat kecewa akan tindakan Bakshi mengatakan bahwa Bakshi tidak pantas menjadi putrinya. Kasih sayang yang diberikan Jalal kepada Bakshi malah dibalas Bakshi sebagai bentuk penghianatan. Ratu Hamida berteriak kepada Gulbadan bahwa Bakshi bukanlah putrinya, menurut Ratu Hamida sikap seorang putri mestinya seperti sikap yang ditampilkan Jodha. Saking emosinya, Ratu Hamida sempat mencekik Bakshi, namun untunglah Ratu Hamida cepat tersadar. Bakshi terus menerus meminta maaf kepada ibunya, namun Ratu Hamida tidak mengubrisnya. Ia mengatakan bahwa perbuatan Bakshi ini tidak bisa dimaafkan dan dirinya pun memutuskan bahwa ia tidak ingin melihat wajah Bakshi sampai Jalal memutuskan hukuman yang pantas untuk Bakshi. Ratu Hamida pun segera meninggalkan kamar Bakshi. Gulbadan mencoba menenangkan Bakshi yang masih terus menangis.

Jodha menemui Ratu Salima yang baru saja selesai sholat. Jodha mengucapkan terima kasih kepada Ratu Salima yang telah bersikap bijak dengan membantunya memecahkan masalah ini. Ratu Salima mengatakan bahwa semua ini dilakukannya karena ia yakin akan kesetiaan Jodha pada Jalal. Begitupun dengan Jalal. Ratu Salima mengatakan bahwa Jalal tidak hanya percaya kepada Jodha tetapi juga sangat menjaga kehormatan Jodha. Dengan rasa penuh penyesalan Jodha pun mengungkapkan rasa sesalnya yang telah bersikap kasar dan tidak adil pada Jalal. Ratu Salima meminta Jodha agar kedepannya ia lebih mendengarkan kata hatinya dan tidak membuat kesalahan ini lagi. Ratu Salima juga yakin bahwa Jodha akan menjadi istri yang baik bagi Jalal. Jodha pun mengucapkan rasa terima kasihnya sambil memeluk Ratu Salima dan kemudian pergi menemui Jalal. Ratu Salima pun mendoakan kebahagiaan Jodha dan Jalal.

Jodha menemui Jalal di kamarnya. Jalal yang saat itu hanya duduk diam terpaku sambil merenungi semua yang telah terjadi. Sambil menatap Jalal dengan perasaan bersalah, Jodha mengucapkan salam. Sebelum Jodha sempat mengucapkan sepatah kata, Jalal tiba-tiba meminta maaf kepada Jodha atas perlakuan Bakshi Bano yang telah menghina dirinya. Namun Jodha berpendapat bahwa dirinya lah yang harus minta maaf kepada Jalal karena selain telah salah paham kepada Jalal, Jodha juga telah menghina Jalal dengan kata-kata kasar. Berulang kali Jodha menyebut Jalal sebagai seorang manusia yang kejam padahal ia sendiri belum memahami siapa sebenarnya Jalal. Namun Jalal membenarkan semua kata-kata Jodha. Dirinya telah berperang sejak umurnya 14 tahun, dan semenjak saat itu ia menjadi orang yang sangat kejam dan tidak percaya kepada siapapun. Namun entah mengapa hari ini Jalal mengakui bahwa ia mulai percaya pada Jodha dan bahkan sangat menghormati Jodha. Jodha pun semakin kagum pada Jalal. Walau dirinya telah sangat menghina Jalal namun Jalal masih tetap mengerti sikap yang ditunjukkan oleh Jodha ini. Sebelum Jodha pergi, Jalal meminta dirinya agar tidak salah paham dengan semua tindakan yang dilakukannya. Jalal menegaskan bahwa ia melakukan ini semua bukan berarti ia mencintai Jodha. Jalal hanya tidak mau jika orang lain tidak menghormati istrinya. Mendengar hal ini mata Jodha pun berkaca-kaca. Jodha semakin bersyukur dan sekali lagi ia mengucapkan terima kasih kepada Jalal.

Dari kejauhan Jodha memperhatikan Bakshi Bano yang tidak mau makan walau pelayan telah berusaha membujuknya. Jodha pun datang menemui Bakshi. Lalu Jodha menanyakan kenapa seorang wanita yang berbudi luhur seperti Bakshi sampai tega melakukan hal serendah ini. Bakhsi mengatakan bahwa semua yang dilakukannya ini adalah bentuk rasa kesetiaanya kepada orang yang dicintainya. Bahkan Bakshi menegaskan bahwa ia rela kehilangan nyawa dan bahkan membunuh orang untuk membuktikan rasa cintanya. Jodha pun tak habis pikir kenapa cinta bisa membuat orang menjadi buta. Bakshi menjelaskan bahwa Jodha tidak akan mengerti perasaanya karena ia tidak mencintai Jalal. Menurut Bakshi semuanya benar dalam cinta dan dia sendiri pun tidak menyadari dampak yang akan dia terima dari perbuatannya ini.

Jalal yang masih tak habis pikir dengan pemikiran Bakshi segera menemui Ratu Salima. Jodha menanyakan bagaimana cinta bisa membuat seseorang tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar. Ratu Salima menjelaskan bahwa sebuah kejahatan bisa saja dilakukan oleh orang yang baik. Saat seseorang yang sudah jatuh cinta maka ia dihadapkan pilihan antara cinta dan etika. Ketika seseorang memilih cinta maka mereka akan sulit hidup tanpa orang yang ia cintai.

Lalu Jodha meminta bimbingan Ratu Salima bagaimana caranya agar ia bisa menyelamatkan Bakshi Bano. Ratu Salima menjawab bahwa hanya Jalal lah yang dapat menyelamatkan adiknya tersebut dan Jalal juga lah yang akan memutuskan hukuman untuk Bakshi. Saat mereka sedang asyik berbincang, datanglah seorang pelayan yang memberi kabar bahwa Jalal meminta mereka berdua untuk datang ke ruang sidang karena sebentar lagi hukuman Bakshi Bano akan segera diputuskan.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (1)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (2)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (3)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (4)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (5)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (6)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (7)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (8)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (9)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (10)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (11)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (12)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (13)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (14)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (15)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (16)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (17)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (18)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (19)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (20)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (21)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (22)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (23)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (24)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (25)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (26)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (27)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (28)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (29)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*