Jodha Akbar Episode 112, Foto Pemeran Jodha Akbar

Jodha Akbar Episode 112, Foto Pemeran Jodha Akbar, Sinopsis Jodha Akbar ANTV, Kisah Jodha AKbar Terbaru, Kumpulan Foto Pemeran Jodha

Jodha dan Jalal tiba di tempat perayaan. Semua orang menyambut kedatangan mereka dengan penuh suka cita. Acara pun dimulai. Seorang pemuka agama mendoakan agar mereka berdua selalu bersama dan diberikan anugerah oleh Allah. Kemudian datanglah seorang wanita yang membawa nampan seraya berkata bahwa awalnya ia mengira Jodha dan Jalal tidak akan cocok, namun sepertinya cinta Jalal pada Jodha sudah jelas terlihat. Jalal pun tersenyum mendengar perkataan wanita tersebut, namun tidak dengan Jodha. Ia hanya menatap Jalal dengan wajah amarah.

Semua orang yang hadir diliputi rasa bahagia, kecuali Ruqaiya tentunya. Dia melihat Jodha dan Jalal duduk bersama dengan perasaan berkecamuk di dalam dadanya. Hosyiar yang sangat setia kepada Ruqaiya menanyakan kondisi majikannya ini apakah ia baik-baik saja. Ruqaiya tak kuasa meneteskan air mata, ia sendiri pun tak tahu apakah ini adalah air mata bahagia atau air mata penderitaan. Yang ia tahu sekarang bahwa walaupun ia tidak bisa memberikan kebahagiaan kepada Jalal namun ia bahagia melihat Jalal bahagia meski kebahagiaan itu didapat melalui Jodha.

Semua anggota keluarga Jalal bergantian memberikan hadiah kepada Jodha. Jalal pun melihat ke arah Ratu Salima dan Afghah Khan sambil memberi isyarat apakah mereka telah menemukan wanita yang bergelang hijau yang dimaksud oleh sang tabib. Keduanya sama-sama menggelengkan kepala pertanda bahwa mereka belum menemukan wanita yang dimaksud.

Sekarang giliran Ruqaiya memberikan hadiah untuk Jodha. Ia memberikan Jodha segelas kesar (air kunyit). Sebelum diberikan kepada Jodha, Ruqaiya mengaduknya dan hendak meminumnya terlebih dahulu. Namun Jodha mencegahnya sambil berkata bahwa Ruqaiya pasti akan menganggap anaknya ini sebagai anaknya sendiri. Ruqaiya pun terharu melihat kebaikan Jodha. Jalal yang melihat hal ini hanya bisa terdiam dan tak mampu melihat wajah Ruqaiya yang bersedih.

Kemudian pemuka agama menyuruh Jodha dan Jalal berdiri di bawah kain suci. Yang mengejutkan adalah pemuka agama juga meminta Ruqaiya untuk memegang salah satu ujung kain suci tersebut. Dengan berat hati, Ruqaiya pun memenuhi permintaan pemuka agama. Ruqaiya pun memegang salah satu ujung kain suci dengan perasaan berkecamuk. Setelah pemuka agama membacakan doa untuk Jodha dan Jalal, Ruqaiya tak kuasa menahan tangis sambil berlari ke luar ruangan. Melihat hal ini Jalal pun mengejar Ruqaiya dan menemui Ruqaiya yang berdiri di luar. Jalal mencoba menenangkan Ruqaiya sambil memegang pundaknya. Tak kuasa menahan kesedihannya, Ruqaiya pun mengatakan bahwa ini semua salahnya yang tidak bisa memberikan anak pertama untuk Jalal. Tapi bagaimanapun Ruqaiya mengucapkan selamat kepada Jalal atas kebahagiaannya. Lalu Ruqaiya menyuruh Jalal untuk kembali masuk ke dalam ruangan untuk melanjutkan perayaan.

Ratu Salima yang berusaha membantu Jalal mengungkapkan kasus ini terus berharap bahwa ia dapat menemukan wanita yang bergelang hijau. Tak disangka beberapa saat kemudian tanpa disengaja lewatlah seorang pelayan yang memegang nampan memakai gelang berwarna hijau persis dengan yang digambarkan oleh mendiang tabib. Jalal yang juga tak sengaja melihat pelayan ini menanyakan kepada Ratu Salima melalui isyarat. Ratu Salima pun menganggukkan kepala. Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi,diam-diam Jalal memerintahkan seorang prajurit untuk menangkap pelayan tersebut. Jodha yang melihat tingkah aneh Jalal ini langsung menuduh Jalal yang sering memperlakukan pelayan secara semena-mena. Jalal tidak menjelaskan tindakannya ini kepada Jodha. Dia langsung meninggalkan Jodha di perayaan. Melihat tindakan Jalal ini membuat Jodha semakin kesal padanya.

Di suatu ruangan Jalal menginterogasi si pelayan. Ia menanyakan kepada pelayan kenapa si pelayan tidak memakai benang suci di tangannya. Si pelayan menjawab bahwa ia memang tidak memakai benang suci di tangannya. Untuk meyakinkan Jalal, si pelayan mengangkat lengan bajunya hingga hanya tampak sederet gelang berwarna hijau. Pelayan menjelaskan bahwa sebenarnya gelang hijau yang mahal ini adalah kepunyaan Bakshi Bano. Ia mendapatkan gelang ini sebagai hadiah dari Bakshi yang merasa puas atas kerja si pelayan yang telah membantu Bakshi berhias. Lalu Jalal menyuruh si pelayan untuk keluar dan memanggil Bakshi menemuinya.

Bakshi yang diliputi rasa cemas menuju kamar Jalal sambil dikawal oleh dua orang prajurit. Melihat istrinya dibawa oleh prajurit untuk menemui Jalal, membuat Sharifuddin merasa cemas. Ia khawatir jika Jalal telah mengetahui semuanya.

Setelah sampai di kamar Jalal, Bakshi memberikan salam kepada Jalal. Jalal pun langsung menghampiri adik satu-satunya itu. Jalal memandang Bakshi Bano dengan lekat sambil mengelus kepalanya dan mencium kening Bakshi dengan penuh kasih sayang. Dengan nada pelan, Jalal bertanya kepada Bakshi apakah ia yang telah mencampurkan racun itu kedalam minuman Jodha. Mendengar pertanyaan ini Bakshi pun kaget sambil mengatakan maaf. Jalal mengatakan bahwa ia tidak ingin mendengar penjelasan apa-apa dari Bakshi. Ia hanya ingin tahu kenapa Bakshi begitu membenci Jodha hingga tega melakukan hal ini kepadanya. Apa yang sebenarnya diinginkan Bakshi dari dirinya. Apakah Bakshi menginginkan Jalal untuk berpikir kalau Jodha adalah seorang penghianat atau Bakshi ingin agar Jodha pergi dari Agra. Mengapa Bakshi begitu tega menyakiti hati seorang wanita yang suci. Padahal ia sendiri tahu bahwa Jalal dan Jodha tidak pernah berhubungan. Dan ketika mendengar kabar kehamilan Jodha, Jalal menanggung rasa sakit hati yang luar biasa dan bahkan dirinya harus menanggung rasa benci Jodha yang begitu dalam.

Dan sekarang Jalal meminta penjelasan kepada Bakshi, bagaimana dirinya bisa menyampaikan kepada Jodha bahwa sebenarnya Jodha tidak hamil. Kalau sebenarnya adik kandungnya lah yang meracuni Jodha untuk merusak harga dirinya. Jalal mengatakan bahwa memang benar jika dirinya begitu memimpikan anak, tetapo Bakshi telah merusak semua impiannya. Dan bahkan untuk menutupi kejahatannya ini Bakshi tega membunuh sang tabib. Dengan cepat Bakshi mengelak tuduhan Jalal yang satu ini. Bakshi mengakui bahwa dirinya lah yang menaburkan racun pada minuman Jodha namun ia sendiri baru tahu bahwa tabib tersebut telah tewas. Bakshi mengakui bahwa semua yang dilakukannya ini adalah atas perintah dari seseorang. Bakshi juga menegaskan bahwa Allah tahu kalau ia sangat menghormati Jodha, namun ia sendiri tidak habis pikir kenapa orang tersebut ingin memisahkan dan merusak hubungan antara Jodha dan Jalal. Jalal pun bertanya siapa yang telah berani memerintahkan adiknya berbuat hal sekeji ini. Dengan tegas Bakshi mengatakan bahwa suaminya, Sharifuddin lah yang memerintahkan ia melakukan hal ini. Jalal sangat kaget mendengar pengakuan Bakshi. Sharifuddin yang diam-diam menguping pembicaraan Bakshi dan Jalal juga merasa kaget dan cemas saat namanya disebutkan.

Jalal pun menanyakan alasan Sharifuddin melakukan hal ini kepada Bakshi. Bakshi mengaku bahwa ia tidak mengetahui alasan Sharifuddin. Lalu Bakhsi menceritakan kejadian yang sebenarnya dari awal dimana Sharifuddin mengancam akan menceraikan dirinya jika ia tidak mau menuruti perintah Sharifuddin. Hingga suatu hari ia menceritakan kepada Sharifuddin jika tabib telah mencurigainya sewaktu ia meminta ramuan kepada tabib saat ia memecahkan botol racun. Setelah kejadian tersebut ia tidak mengetahui apa-apa lagi. Jalal yang mendengar cerita Bakshi Bano, Jalal menyimpulkan bahwa hal ini bukan hanya suatu konspirasi tetapi merupakan pemberontakan. Dan tidak ada hukuman yang layak bagi seorang pemberontak selain kematian ditambah lagi Sharifuddin telah membunuh tabib. Dan sesuai hukum agama, nyawa harus dibalas dengan nyawa. Tanpa pikir panjang, Jalal pun mengeluarkan pedangnya dan memutuskan untuk membunuh Sharifuddin saat itu juga. Melihat suaminya sedang dalam bahaya, Bakshi meminta Jalal untuk menghentikan niatnya. Ia meminta pengampunan dari Jalal atas tindakan suaminya. Karena ia begitu mencintai suaminya dan ia tidak ingin menjadi janda sekali lagi. Jalal yang masih diliputi amarah mengatakan agar sebaiknya Bakshi tidak menghalanginya dan ia juga mengatakan bahwa besok ia akan memutuskan hukuman untuk Bakshi. Tapi Bakshi tidak menyerah. Ia terus memohon kepada Jalal hingga akhirnya Jalal pun luluh pada adiknya ini.

Jalal pun memanggil seorang prajurit untuk memanggil Sharifuddin. Betapa terkejutnya mereka saat prajurit tersebut menyampaikan bahwa Sharifuddin telah meninggalkan kerajaan tanpa alasan. Mendengar hal ini Jalal mengatakan pada Bakshi bahwa jika mau ia bisa mengejar Sharifuddin saat ini juga, namun ia pikir hal ini bisa diselesaikannya nanti. Dan ia pikir bahwa saat ini ia harus menyelesaikan hal yang lebih penting lagi. Ia pun menarik tangan Bakshi dan membawanya menuju suatu tempat.

Di dalam kamarnya Jodha masih dirundung gelisah. Ia masih memikirkan hal apa yang akan dilakukan Jalal terhadap pelayan yang dipanggilnya tadi. Tiba-tiba datanglah Jalal dan Bakshi Bano. Dengan penuh emosi Jalal mendorong tubuh Bakshi ke sofa. Jodha tak terima melihat perlakuan kasar Jalal terhadap Bakshi. Jodha pun memarahi Jalal dan mengatakan bahwa Bakshi bukanlah seorang pelayan hingga Jalal memperlakukannya seperti itu. Jalal yang tidak sabar mengungkapkan kebenaran, langsung mengatakan kepada Jodha bahwa sebenarnya Jodha tidak hamil. Jodha pun kaget dan menatap Jalal dan Bakshi secara bergantian. Jalal mengatakan bahwa Bakshi akan menceritakan semuanya. Sambil menangis Bakshi meminta maaf kepada Jodha karena telah melakukan kesalahan yang begitu besar padanya. Bakshi menceritakan bahwa dirinya telah sengaja menjebak Jodha. Sebenarnya Jodha tidak hamil. Mendengar hal ini Jodha begitu terpukul dan menatap Jalal sambil berkaca-kaca. Dia tidak menyesali semua perbuatan Bakshi, tetapi dia menyesali semua perlakuan kasar dan tuduhan yang selama ini ia layangkan kepada Jalal. Tanpa berkata apa-apa Jalal meninggalkan Jodha dan Bakshi Bano. Jodha pun hanya terdiam terpaku.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Foto Pemeran Jodha Akbar (1)

Foto Pemeran Jodha Akbar (2)

Foto Pemeran Jodha Akbar (3)

Foto Pemeran Jodha Akbar (4)

Foto Pemeran Jodha Akbar (5)

Foto Pemeran Jodha Akbar (6)

Foto Pemeran Jodha Akbar (7)

Foto Pemeran Jodha Akbar (8)

Foto Pemeran Jodha Akbar (9)

Foto Pemeran Jodha Akbar (10)

Foto Pemeran Jodha Akbar (11)

Foto Pemeran Jodha Akbar (12)

Foto Pemeran Jodha Akbar (13)

Foto Pemeran Jodha Akbar (14)

Foto Pemeran Jodha Akbar (15)

Foto Pemeran Jodha Akbar (16)

Foto Pemeran Jodha Akbar (17)

Foto Pemeran Jodha Akbar (18)

Foto Pemeran Jodha Akbar (19)

Foto Pemeran Jodha Akbar (20)

Foto Pemeran Jodha Akbar (21)

Foto Pemeran Jodha Akbar (22)

Foto Pemeran Jodha Akbar (23)

Foto Pemeran Jodha Akbar (24)

Foto Pemeran Jodha Akbar (25)

Foto Pemeran Jodha Akbar (26)

Foto Pemeran Jodha Akbar (27)

Foto Pemeran Jodha Akbar (28)

Foto Pemeran Jodha Akbar (29)

Foto Pemeran Jodha Akbar (30)

Foto Pemeran Jodha Akbar (31)

Foto Pemeran Jodha Akbar (32)

Foto Pemeran Jodha Akbar (33)

Foto Pemeran Jodha Akbar (34)

Foto Pemeran Jodha Akbar (35)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*