Jodha Akbar Episode 111, Kisah Jodha Akbar Terbaru

Jodha Akbar Episode 111, Kisah Jodha Akbar Terbaru, Foto Pemeran Jodha, Sinopsis Jodha Akbar ANTV, Foto Pemain Jodha

Sang tabib sadar bahwa dirinya tengah dalam bahaya. Oleh karena itu ia menulis sebuah surat untuk Jalal yang menginformasikan bahwa pelakunya adalah seorang wanita bercadar hitam yang memakai gelang tangan berwarna hijau, benang suci, juga memakai gelang kaki. Agar suratnya ini sampai di tangan Jalal maka sang tabib menguburnya di sebuah pot di dalam ruangan obat tersebut. Tiba-tiba prajurit pun menemukan keberadaan sang tabib dan langsung membunuhnya.

Ratu Salima mendatangi ruang obat sang tabib. Beberapa kali Ratu Salima memanggil tabib namun tidak ada sahutan. Betapa terkejutnya ia saat melihat sesosok mayat yang tergeletak di ruang obat. Mayat tersebut adalah mayat dari tabib. Ratu Salima pun langsung menemui Jalal.

Jalal sedang berbincang dengan Afghah Khan. Di dalam pembicaraannya, Jalal mengungkapkan kejadian yang sebenarnya pada Afghah Khan. Jalal juga mengatakan bahwa saat ini ada seseorang yang sengaja memfitnah Jodha. Lalu Afghah Khan menanyakan jika memang Jalal tahu bahwa Jodha tidak hamil lantas mengapa Jalal tidak menghentikan perayaan ini. Jalal mengatakan bahwa ia tidak ingin si pelaku menyadari bahwa Jalal telah mengetahui hal yang sebenarnya. Ia tetap merencanakan mengadakan perayaan kehamilan Jodha. Lalu tiba-tiba datanglah Ratu Salima yang mengabarkan bahwa tabib telah terbunuh di ruangannya. Jalal dan Afghah Khan langsung menuju kesana.

Melihat mayat sang tabib, Jalal sangat marah. Ia tidak menyangka bagaimana bisa seseorang begitu tega membunuh orang yang telah banyak berjasa menyelamatkan orang. Sebagai bentuk penghargaannya, Jalal memerintahkan prajurit untuk mengeluarkan mayat tersebut melalui jalan rahasia dan kubur mayat dengan layak. Jalal juga memerintahkan untuk memenuhi semua kebutuhan keluarga sang tabib dengan layak. Jalal pun penasaran siapa pelaku dibalik ini semua.

Sewaktu para prajurit mengangkat mayat sang tabib, tiba-tiba Jalal melihat ada keganjilan pada kuku sang tabib. Ia heran kenapa kuku si mayat sangat kotor dipenuhi bekas tanah. Jalal pun mengamati sekali lagi mayat sang tabib. Lalu Jalal bergegas menuju pot-pot besar di ruangan obat tersebut. Ratu Salima yang melihat tingkah Jalal ini langsung mengikuti Jalal. Lalu Jalal semakin curiga saat melihat ceceran tanah di salah satu pot besar. Ia pun segera menggali tanah di dalam pot tersebut. Betapa terkejutnya ia saat menemukan secarik kertas. Lalu ia pun menyerahkan kertas itu kepada Ratu Salima dan memintanya untuk membacakannya.

Di dalam suratnya sang tabib menceritakan mengenai ciri-ciri orang yang telah meracuni Jodha. Betapa terkejutnya Ratu Salima setelah mengetahui bahwa ciri-ciri orang yang meracuni Jodha sama dengan ciri-ciri orang yang dilihatnya di dapur tempo hari. Jalal pun memuji kesetiaan sang tabib. Ia tidak menyangka di akhir hayatnya, sang tabib masih tetap menunjukkan kesetiaannya pada kerajaan. Jalal pun akhirnya menyadari bahwa pelaku sebenarnya adalah orang di dalam kerajaan hingga pengawasannya pun berkurang. Ia pun tidak sabar untuk segera menemukan wanita bercadar yang dimaksud tanpa wanita tersebut menyadari jika ia sedang diintai. Jalal juga ingin mengetahui motif sebenarnya dari sang pelaku yang sebenarnya. Jalal mengira bahwa si pelaku pasti ingin agar Jalal dan Jodha berselisih paham sehingga Jalal akan membunuh Jodha atau bisa jadi orang tersebut berniat agar Jalal mengirim Jodha pergi dari Agra dengan rasa malu. Jalal tetap ingin melanjutkan acara perayaan. Ia berharap agar di perayaan tersebut ia dapat menemukan wanita yang memiliki ciri-ciri seperti yang diterangkan di dalam surat sang tabib.

Kedua orang prajurit memberi kabar kepada seorang pria yang berdiri dalam gelap bahwa mereka telah berhasil membunuh sang tabib. Tetapi mereka belum berhasil menyingkirkan mayat sang tabib dikarenakan penjagaan yang begitu ketat. Sang pria yang berdiri di bawah gelap mengatakan bahwa hal ini tidak menjadi masalah karena ia begitu yakin jika Jalal tidak akan mencurigai hal ini. Mereka pun akan menyelesaikan hal ini sampai perayaan ini selesai dan wanita yang bercadar tersebut menyelesaikan tugasnya.

Adham Khan menceritakan kepada Maham Anga bahwa saat ini mereka memiliki orang kepercayaan yang baru. Bila Maham Anga memiliki Bahadur Khan sebagai kaki tangannya, sekarang Adham Khan memiliki Munim Khan sebaagi orang kepercayaannya. Namun ternyata Maham Anga mencemaskan hal lain. Ia cemas jika nantinya Jalal mengangkat Afghah Khan sebagai perdana menteri. Tetapi Adham Khan meminta ibunya untuk tidak memikirkan hal ini. Ia mengatakan sebaiknya mereka memikirkan mengenai pewaris tahta Mughal yang saat ini sedang dikandung Jodha. Maham Anga heran jika memang Jalal meragukan bayi yang dikandung Jodha, mengapa Jalal masih tetap memutuskan untuk tetap melangsungkan perayaan ini. Tetapi Maham Anga tidak mau ambil pusing tentang keputusan Jalal ini. Yang ia tunggu adalah hari dimana Jodha keluar dari Agra dengan menanggung rasa malu yang teramat besar.

Hosyiar menceritakan rahasia pada Resham bahwa majikannya tidak akan datang ke perayaan karena saat ini ia sedang berpura-pura sakit. Saking pintarnya Ruqaiya berakting bahkan sang tabib pun tidak dapat membedakan apakah Ruqaiya benar-benar sakit atau tidak. Saat sedang asik bercerita, tiba-tiba Hosyiar mendengar teriakan Ruqaiya. Ia pun segera menemui Ruqaiya. Ruqaiya pun menanyakan gaun yang disiapkan untuknya pergi ke perayaan. Hosyiar menunjukkan sebuah gaun merah. Betapa marahnya Ruqaiya melihat gaun yang disiapkan Hosyiar. Ia memerintahkan Hosyiar untuk membawa seluruh gaun miliknya dan ia sendirilah yang akan memutuskan gaun terbaik yang akan dipakainya.

Jodha sedang bersiap-siap untuk menghadiri perayaan dibantu oleh Mothi. Jodha menunjukkan rasa enggannya untuk hadir ke acara tersebut. Melihat hal ini Mothi mencoba menenangkan Jodha dengan mengatakan bahwa sebaiknya Jodha hanya memikirkan anak yang dikandungnya saja sebagai pewaris tahta kerajaan Mughal. Lalu datanglah Jalal untuk menjemput Jodha. Mendengar nama Jalal tiba-tiba sakit yang ia rasakan bertambah pedih dirasakannya. Dengan berat hati Jodha membalikkan badan ke arah Jalal. Jodha pun menceritakan keengganannya menghadiri perayaan tersebut. Ternyata Jalal juga sependapat dengan Jodha, tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa mengingat hal ini adalah permintaan sang ibunda. Jalal pun keluar dari kamar Jodha dan menunggu Jodha diluar.

Jodha dan Jalal berjalan menuju aula tempat perayaan berlangsung. Di perjalanan dengan tegas Jodha mengatakan bahwa setelah anak ini lahir maka ia akan menyerahkan bayi ini pada Jalal dan ia sendiri akan pergi meninggalkan Agra. Jalal tak menyahut kata-kata Jodha dan hanya menatap Jodha. Di dalam hati ia bergumam bahwa semua hal yang dikatakan Jodha tidak akan terjadi karena saat ini Jodha sedang tidak hamil. Melihat dirinya diperhatikan membuat Jodha salah tingkah. Jodha sekali lagi menegaskan bahwa ia tidak ingin menyakiti anak yang tak berdoasa. Ia sekali lagi menegaskan bahwa ia tidak akan mengubah keputusan ini walaupun nyawa sebagai taruhannya.

Jalal tidak menanggapi ucapan Jodha. Ia hanya menyebutkan satu nama “Salim”. Jodha pun menanyakan siapa itu Salim. Jalal pun menjelaskan bahwa jika nanti anak ini lahir maka ia akan memberi nama anak ini dengan nama Salim. Jalal begitu mengagumi Syeikh Salim Christi. Dan jika anak yang dilahirkan ini adalah perempuan, maka ia akan memberi nama Khanam Sultan. Jodha pun geram mendengar rencana Jalal akan nama anak yang sedang ia rencanakan. Ia tak habis pikir bagaimana Jalal seolah-olah tidak menyadari bahwa kata-katanya itu telah menyakiti dirinya.

Di perayaan, Ratu Salima dan Afghah Khan terus mengamati semua orang yang hadir, terutama wanita yang memakai gelang berwarna hijau yang dicurigai sebagai pelaku yang mencampurkan racun ke dalam makanan Jodha. Namun sayangnya sampai acara akan dimulai, mereka belum menemukan wanita yang dimaksud.

Lagi-lagi Adham Khan berbuat ulah. Sewaktu dirinya berbincang dengan Sharifuddin, tiba-tiba matanya tertaut pada sesosok gadis kecil yang cantik yang menggunakan gaun berwarna merah muda. Ia pun penasaran dan memanggil sang gadis. Ternyata sang gadis adalah anak dari seorang pelayan yang tengah membantu ibunya saat ini. Lalu dengan alasan meminta diambilkan segelas jus, mata Adham Khan semakin liar menatap kecantikan sang gadis.

Jodha yang masih tidak percaya akan kehamilannya ini terus saja menyalahkan Jalal. Jodha senantiasa mengucapkan kata-kata kasar kepada Jalal. Namun Jalal hanya menanggapinya dengan dingin. Jalal mengatakan bahwa yang terpenting saat ini adalah ia memiliki calon pewaris tahta. Jalal pun terus memperolok-olok Jodha dengan menceritakan kejadian di malam yang tak bisa dilupakannya itu, dimana ia mengatakan bahwa Jodha lah yang merayu dirinya, memeluk, bahkan meminta Jalal untuk bercinta dengannya. Jodha pun semakin kesal dan marah kepada Jalal, ia pun melanjutkan langkahnya menuju aula dan meninggalkan Jalal yang masih tersenyum puas telah berhasil mempermainkan Jodha.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Kisah Jodha Akbar Terbaru (1)

Kisah Jodha Akbar Terbaru (2)

Kisah Jodha Akbar Terbaru (3)

Kisah Jodha Akbar Terbaru (4)

Kisah Jodha Akbar Terbaru (5)

Kisah Jodha Akbar Terbaru (6)

Kisah Jodha Akbar Terbaru (7)

Kisah Jodha Akbar Terbaru (8)

Kisah Jodha Akbar Terbaru (9)

Kisah Jodha Akbar Terbaru (10)

Kisah Jodha Akbar Terbaru (11)

Kisah Jodha Akbar Terbaru (12)

Kisah Jodha Akbar Terbaru (13)

Kisah Jodha Akbar Terbaru (14)

Kisah Jodha Akbar Terbaru (15)

Kisah Jodha Akbar Terbaru (16)

Kisah Jodha Akbar Terbaru (17)

Kisah Jodha Akbar Terbaru (18)

Kisah Jodha Akbar Terbaru (19)

Kisah Jodha Akbar Terbaru (20)

Kisah Jodha Akbar Terbaru (21)

Kisah Jodha Akbar Terbaru (22)

Kisah Jodha Akbar Terbaru (23)

Kisah Jodha Akbar Terbaru (24)

Kisah Jodha Akbar Terbaru (25)

Kisah Jodha Akbar Terbaru (26)

Kisah Jodha Akbar Terbaru (27)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*