Jodha Akbar Episode 109, Kumpulan Foto Jodha Akbar

Jodha Akbar Episode 109, Kumpulan Foto Jodha Akbar, Sinopsis Jodha Akbar Terbaru, Cerita Jodha Akbar Terbaru, Foto Pemain Jodha Akbar

Jalal bersama Ratu Salima berusaha mengungkap kasus ini. Mereka mendatangi tabib yang tempo hari memeriksa Jodha dan mengatakan bahwa Jodha sedang hamil. Jalal yang melihat wajah sang tabib langsung memarahinya. Sang tabib pun menanyakan kesalahannya kepada Jalal. Jalal mengatakan bahwa kesalahan dari si tabib adalah memvonis Jodha sedang hamil padahal Jalal sendiri mengaku bahwa ia tidak pernah berhubungan dengan Jodha sehingga Jalal menuduh Jodha berselingkuh dengan pria lain. Namun ternyata reaksi yang ditampilkan Jodha sangat bertolak belakang dari yang diperkirakannya. Jodha sangat marah kepada Jalal sekaligus rasa terpukulnya atas tuduhan yang dilayangkan kepadanya. Dan menurut Jalal, masalah ini sangat menyiksa dirinya dan juga Jodha. Jalal pun menuduh sang tabib telah berbohong dan telah menerima suap untuk memfitnah Jodha.

Sang tabib pun menjelaskan kepada Jalal dan Ratu Salima bahwa dirinya tidak berbohong dan tidak ada seorang pun yang menyuap dirinya. Tabib menyimpulkan kehamilan Jodha dari gejala dan kondisi fisik yang dialami Jodha. Ia juga yakin jika melihat fenomena ini maka tabib lain pun akan memiliki kesimpulan yang sama dengan dirinya. Namun sang tabib juga mengatakan bahwa mengingat Jodha adalah keluarga kerajaan, jadi bisa saja ada seseorang yang berniat jahat dengan mencampurkan sesuatu racun kedalam makanan yang dimakan Jodha sehingga membuat Jodha seolah-olah tengah hamil. Tabib pun teringat akan kasus serupa yang ia tangani pada rakyat biasa. Dimana seorang wanita memakan campuran daun pisang dan akar sehingga wanita itu menunjukkan gejala seperti orang hamil.

Lalu Jalal menanyakan obat penawar dari racun ini. Tabib pun memberikan obat penawar dari racun ini dan meminta Jalal untuk meminumkannya pada Jodha. Jika dalam empat jam setelah Jodha meminum penawar ini ia memuntahkan cairan berwarna biru, maka itu berarti Jodha tidak hamil. Ratu Salima pun bersedia untuk membantu Jalal untuk meminumkannya pada Jodha.

Ratu Hamida masih saja menanyakan perihal ayah dari bayi yang dikandung kepada Jodha. Ratu Hamida yang sangat marah besar terus saja memojokkan Jodha kenapa Jodha bisa setega ini berselingkuh dengan lelaki lain. Selain itu Ratu Hamida berniat untuk mengusir Jodha dari istana karena telah melakukan perbuatan yang tidak senonoh. Mendengar hal ini Maham Anga pun tersenyum bahagia, ia yakin jika tidak lama lagi Jodha akan dikeluarkan dari Agra sehingga tidak ada pengganggu lagi bagi dirinya untuk merebut tahta Jalal.

Mendengar keributan ini, Jalal pun datang dan langsung mengatakan kepada ibunya bahwa ia pernah berhubungan dengan Jodha. Semua orang pun bingung dengan perkataan Jalal ini. Maham Anga yang terlihat paling menentang pernyataan Jalal, ia yakin jika Jalal mengatakan hal demikian hanya untuk melindungi Jodha. Jalal menyangkal tuduhan Maham Anga. Ia mengatakan bahwa memang benar dirinya lah ayah dari bayi yang dikandung Jodha. Maham Anga pun tidak terima dengan penyangkalan Jalal ini. Maham Anga terus menanyakan pernyataan kepada Jalal, kalau memang itu adalah anak Jalal lantas mengapa Jalal pernah meragukan anak yang ada di kandungan Jodha. Jalal pun menjelaskan bahwa saat itu ia tidak menyangka jika hubungan badan yang hanya berlangsung satu kali itu bisa langsung menyebabkan Jodha hamil.

Mendengar hal ini Jodha pun semakin bingung dan sangat marah. Ia merasa Jalal telah mempermainkannya. Di depan semua orang Jodha mengatakan bahwa ia sangat membenci nasibnya yang telah menikah dengan seseorang seperti Jalal. Di satu waktu Jalal mengatakan bahwa ia tidak pernah berhubungan dengannya, namun di lain waktu Jalal mengatakan bahwa ia pernah berhubungan dengannya. Tempo hari Jalal menanyakan siapa ayah dari bayi yang dikandungnya, dan sekarang dihadapan semua orang Jalal mengaku bahwa ia adalah ayah dari bayi ini. Dengan geram Jodha juga menanyakan apa sebenarnya yang Jalal mau darinya, apakah dirinya hanyalah permainan semata bagi Jalal. Di depan semua orang Jodha pun mengungkapkan isi hatinya bahwa ia sangat membenci Jalal sejak mereka menikah, dan ia pun membenci malam dimana ia harus berhubungan dengan Jalal tanpa ia sadar, dan bahkan ia sangat benci anak yang saat ini ada di dalam rahimnya.

Mendengar hal ini Ratu Hamida pun menanyakan alasan Jalal kenapa ia meragukan bayi yang dikandung Jodha bukanlah anaknya. Dengan santai Jalal menjawab bahwa ia hanya ingin mengetes Jodha apakah Jodha pernah berselingkuh dengan pria lain karena dirinya tidak dapat membuktikan kesucian dari Jodha. Ratu Hamida begitu murka mendengar jawaban Jalal ini sampai-sampai ia mengarahkan tangannya ke atas untuk menampar Jalal. Suasana pun terasa sangat tegang. Namun Ratu Hamida menghentikan niatnya karena ia datang kesini adalah sebagai Mariam Makani, jika saja ia datang kesini sebagai ibunda Jalal maka sudah dari tadi ia menampar Jalal. Ratu Hamida pun mengusir Jalal keluar dari kamar Jodha.

Ratu Hamida pun menyesal telah menuduh menantu kesayangannya ini. Ia meminta maaf kepada Jodha dan meminta Jodha untuk menghukumnya. Jodha yang murah hati segera memaafkan ibu mertuanya ini dan mengatakan bahwa sudah sewajarnya jika sang ibu meragukannya. Yang Jodha sesalkan adalah sikap Jalal yang merendahkan kehormatan dan kesucian seorang wanita. Lalu Jodha dan Ratu Hamida pun saling berpelukan.

Ruqaiya datang menemui Jalal dengan muka penuh amarah. Ia menanyakan sebenarnya permainan apa yang sedang dimainkan oleh Jalal. Awalnya Jalal berkata bahwa ia tidak pernah berhubungan dengan Jodha, lalu di lain waktu Jalal mengatakan bahwa ia pernah menyentuh Jodha. Kemudian Jalal meragukan bahwa anak yang dikandung Jodha bukanlah anaknya, namun sekarang Jalal mengakui bahwa anak tersebut adalah anaknya. Jalal tidak menjelaskan apa-apa, ia hanya mengatakan bahwa Ruqaiya hanya perlu bersabar, karena kebenaran suatu saat pasti terungkap.

Ratu Salima menemui Jodha di kamarnya. Ia membawakan segelas air mawar yang telah ia campur dengan obat penawar. Melihat kesedihan di wajah Jodha, Ratu Salima meminta Jodha untuk tidak menahan tangisnya, dan Jodha bisa menumpahkan air matanya di hadapannya. Selesai puas menangis, Ratu Salima pun menenangkan Jodha dengan memberikannya segelas air mawar kepada Jodha. Awalnya Jodha menolak dengan mengatakan bahwa ia sedang tidak ingin minum apapun, namun Ratu Salima terus membujuk Jodha sehingga Jodha pun meminum air mawar tersebut untuk menghargai Ratu Salima.

Di kamarnya, Ratu Salima terus bertanya-tanya siapa yang saat ini tengah berusaha untuk merusak hubungan antara Jodha dan Jalal. Tiba-tiba ia dikejutkan dengan kedatangan Rahim yang memberikan perhatian dengan menyuruhnya meminum obat. Betapa bahagianya Ratu Salima melihat perhatian anak semata wayangnya ini. Lalu datanglah Ruqaiya menemui Ratu Salima. Maksud kedatangan Ruqaiya ini ternyata untuk menanyakan sikap Jalal yang berubah. Biasanya Jalal selalu menceritakan setiap masalah kepada dirinya, namun sekarang Jalal lebih memilih untuk bertukar pikiran pada Ratu Salima. Ruqaiya juga mengungkapkan keyakinannya jika sesungguhnya Jodha tengah berselingkuh. Tapi Ratu Salima mengingatkan Ruqaiya agar tidak mencurigai Jodha.

Jalal yang tengah galau berdiri di depan timbangan besar. Jalal sudah tidak sabar untuk memecahkan masalah kehamilan Jodha ini. Ia ingin segera mengetahui apa yang sebenarnya tengah terjadi. Tiba-tiba Jodha datang dengan wajah penuh amarah. Seperti biasa Jodha terus mengungkapkan kebenciannya pada Jalal. Ia juga terus memojokkan Jalal dengan kata-kata yang menyakitkan. Namun Jalal hanya diam, ia tidak menanggapi satu pun hinaan Jodha. Setelah Jodha puas memaki Jalal, ia pun pergi meninggalkan Jalal sendiri. Setelah Jodha pergi, di dalam hati Jalal berkata bahwa semua yang dilakukannya tadi hanyalah untuk menyelamatkan Jodha agar tidak dibenci oleh semua orang walaupun ia harus berbohong untuk yang pertama kalinya di hadapan semua orang. Tak mengapa jika semua yang dilakukannya ini membuat Jodha sangat membencinya.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Kumpulan Foto Jodha Akbar (1)

Kumpulan Foto Jodha Akbar (2)

Kumpulan Foto Jodha Akbar (3)

Kumpulan Foto Jodha Akbar (4)

Kumpulan Foto Jodha Akbar (5)

Kumpulan Foto Jodha Akbar (6)

Kumpulan Foto Jodha Akbar (7)

Kumpulan Foto Jodha Akbar (8)

Kumpulan Foto Jodha Akbar (9)

Kumpulan Foto Jodha Akbar (10)

Kumpulan Foto Jodha Akbar (11)

Kumpulan Foto Jodha Akbar (12)

Kumpulan Foto Jodha Akbar (13)

Kumpulan Foto Jodha Akbar (14)

Kumpulan Foto Jodha Akbar (15)

Kumpulan Foto Jodha Akbar (16)

Kumpulan Foto Jodha Akbar (17)

Kumpulan Foto Jodha Akbar (18)

Kumpulan Foto Jodha Akbar (19)

Kumpulan Foto Jodha Akbar (20)

Kumpulan Foto Jodha Akbar (21)

Kumpulan Foto Jodha Akbar (22)

Kumpulan Foto Jodha Akbar (23)

Kumpulan Foto Jodha Akbar (24)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*