Jodha Akbar Episode 103, Kisah Jodha Akbar ANTV

Jodha Akbar Episode 103, Kisah Jodha Akbar ANTV, Foto Pemeran Jodha, Foto Jodha Akbar, Kumpulan Foto Jodha Akbar

Ratu Hamida mengundang Jodha ke kamarnya. Kemudian Ratu Hamida menghidangkan Jodha segelas jus lavender. Betapa bahagianya Jodha dan tak menyangka jika ibu mertuanya itu mengetahui bahwa jus lavender adalah minuman favoritnya.

Lalu Ratu Hamida mengungkapkan maksudnya dengan mengundang Jodha. Ia mengatakan bahwa ia akan mengetes Jodha dengan menanyakan pendapat Jodha mengenai keputusan yang telah diambil Jalal pada sidang hari ini. Ratu Hamida berpendapat bahwa Jodha adalah seorang istri Jalal sekaligus ratu dari kerajaan Mughal. Oleh karena itu sudah sepantasnya jika Jodha mengimbangi Jalal sebagai seorang raja.

Jodha yang cerdas pun dengan cepat menjawab pertanyaan Ratu Hamida. Ia mengatakan bahwa keputusan Jalal telah benar dengan menghukum orang yang melanggar norma-norma agama. Tetapi menurut Jodha, Jalal juga telah melakukan kesalahan karena sebelum mengambil keputusan Jalal tidak berdiskusi terlebih dahulu kepada orang-orang yang penting di istana, seperti Ratu Hamida, Afghah Khan dan anggota-anggota dewan lainnya. Jodha berharap agar kedepannya sebelum mengambil keputusan, hendaknya Jalal meminta nasehat kepada orang-orang yang dipercayanya ini. Karena kalau Jalal selalu mengambil keputusan sendiri maka rakyat akan menilai Jalal sebagai seorang raja yang otoriter. Ratu Hamida sangat puas mendengar penjelasan Jodha. Ia tak menyangka jika pemikiran Jodha sampai sedetail ini.

Ketika hendak ke kamarnya, Jodha bertemu dengan Ruqaiya. Lalu Ruqaiya menyindir Jodha dengan mengatakan bahwa semalam Jodha telah merampas haknya. Karena semalam harusnya dirinyalah yang bersama Jalal, bukan Jodha. Namun kenyataannya Jodha telah merampas kesempatan ini darinya. Dengan sengaja Jodha memanasi Ruqaiya dengan mengatakan bahwa ia tidak hanya semalam menghabiskan malam bersama Jalal, namun Jodha mengaku bahwa selama di Amer ia selalu menghabiskan malam bersama Jalal. Tapi Ruqaiya berusaha menutupi amarahnya dengan kembali menyindir Jodha yang sepanjang hidupnya selalu mengagungkan keperawanannya, namun hanya karena semalam bersama Jalal, Jodha sudah melupakan semua prinsipnya.

Jodha tidak gentar menghadapi Ruqaiya dengan mengatakan bahwa sesungguhnya Jalal masih menyembunyikan sesuatu dari Ruqaiya. Lalu Jodha menjelaskan bahwa di malam itu tidak terjadi apa-apa antara dirinya dan Jalal. Bahkan sampai hari ini Jalal masih terus memegang janjinya. Dan mengenai kejadian semalam, Jodha mengaku bahwa bukan dirinya yang meminta Jalal untuk menemaninya, melainkan Jalal sendiri lah yang memutuskan untuk menghabiskan malam bersamanya. Lalu Jodha melanjutkan bahwa jika saja malam itu ia tahu kalau Jalal telah berjanji kepada Ruqaiya maka pastilah ia menyuruh Jalal untuk menemui Ruqaiya. Dan Jodha menjelaskan bahwa ia tidak ingin memisahkan Jalal dan Ruqaiya.

Di malam hari ketika Jodha bersiap-siap untuk beristirahat, datanglah seorang pelayan yang mengatakan bahwa Jalal ingin bertemu dirinya. Namun Jodha menolak keinginan Jalal. Mendengar hal ini Mothi mengatakan bahwa tindakan Jodha ini salah karena telah menolak panggilan suaminya sendiri. Lalu Jodha menjelaskan bahwa ia tidak ingin jika Ruqaiya menyalahkannya lagi, jadi sebaiknya malam ini ia tidak menemui Jalal dengan harapan agar Jalal datang menemui Ruqaiya.

Jalal pun datang ke kamar Jodha dan langsung menanyakan alasan Jodha yang menolak undangan dirinya. Lalu Jodha menjelaskan bahwa ia ingin segera istirahat karena dari semalam dirinya kurang tidur. Tapi Jalal tidak mau menerima penjelasan Jodha. Ia mengatakan bahwa tidak salah jika Jodha ingin istirahat tapi ia hanya ingin mengajak Jodha bermain catur. Jodha pun mengatakan bahwa seharusnya Jalal mengajak Ruqaiya bermain catur bukan dirinya, karena selama ini juga begitu. Jodha pun mengatakan bahwa ia tidak ingin merampas hak Ruqaiya.

Akhirnya Jalal mengerti alasan Jodha yang sesungguhnya. Jalal mengetahui bahwa Ruqaiya telah melampiaskan kemarahannya pada Jodha. Walau Jodha berusaha menutupinya, namun Jalal tetap yakin jika Ruqaiya telah memarahi Jodha. Jalal pun menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat menggantikan posisi Ruqaiya, apalagi jika hanya dengan bermain catur.

Karena Jodha tidak menuruti perintah Jalal, maka Jodha bersedia untuk menerima hukuman dari Jalal. Kemudian Jalal meminta Jodha untuk menyanyikan sebuah lagu untukknya sekarang juga. Awalnya Jodha menolak karena malam sudah larut. Tapi Jalal tetap memaksa. Jodha pun tak bisa lagi menolak. Ia pun menyanyikan sebuah lagu untuk Jalal. Jalal menikmati alunan suara merdu Jodha.

Selesai Shalat, datanglah Afghah Khan yang memberi kabar kepada Jalal bahwa Abdul Mali tengah menyusun rencana menyerang Mughal. Abdul Mali adalah sepupu Jalal yang berusaha merebut kedudukan Jalal sebagai seorang kaisar. Lalu Jalal memerintahkan Afghah Khan untuk mengirim pasukan untuk menghancurkan Abdul Mali sebelum ia menyerang Mughal.

Jalal yang sedang membaca buku di kamarnya tiba-tiba dikejutkan dengan kehadiran Jalal. Jodha menyangka jika Jalal masih ingin menghukumnya dengan bernyanyi lagi di pagi ini. Tapi Jodha salah, Jalal hanya ingin mengambil pisau yang ia tinggalkan di kamar Jodha semalam. Lalu Jalal menyadari jika Jodha sangat hobi membaca. Jalal berjanji suatu hari ia akan mengajari Jodha.

Jodha bertemu dengan Mothi di taman.Mothi mengingatkan Jodha jika hari ini adalah hari ulang tahun Jodha. Mothi berniat untuk merayakan ulang tahun Jodha, tapi Jodha memerintahkan Mothi berjanji untuk tidak memberitahukan hal ini kepada siapa-siapa, termasuk kepada Jalal. Mengingat semua hal yang sudah terjadi, Jodha tidak ingin menambah masalah lagi di Agra.

Ternyata tak jauh dari Jodha dan Mothi, ada si lucu Rahim yang tak sengaja mendengar percakapan mereka berdua. Lalu Rahim pun tersenyum dan memiliki suatu rencana. Ia pun bergegas berlari hingga saat bertemu Jalal, Rahim tidak mengucapkan salam. Melihat hal ini Jalal pun menanyakan kepada Rahim apa yang tengah terjadi. Rahim tidak mau mengatakan apa-apa kepada Jalal dengan alasan bahwa ia tidak dekat dengan ibu Jodha seperti dirinya. Rahim pun keceplosan dengan mengatakan bahwa hanya orang-orang dekat saja yang bisa memberi hadiah ulang tahun.

Akhirnya Jalal tahu bahwa hari ini Jodha tengah berulang tahun. Rahim mengatakan bahwa Jodha tidak ingin orang lain tahu bahwa dirinya tengah berulang tahun, bahkan kepada dirinya pun tidak. Lalu Rahim segera pamit kepada Jalal dan mengatakan bahwa saat ini ia harus berpikir hadiah apa yang dapat membuat Jodha bahagia. Namun sebelum pergi, Rahim mengingatkan Jalal agar tidak memberitahukan hal ini kepada siapapun.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Kisah Jodha Akbar  ANTV (2)

Kisah Jodha Akbar  ANTV (3)

Kisah Jodha Akbar  ANTV (4)

Kisah Jodha Akbar  ANTV (5)

Kisah Jodha Akbar  ANTV (6)

Kisah Jodha Akbar  ANTV (7)

Kisah Jodha Akbar  ANTV (8)

Kisah Jodha Akbar  ANTV (9)

Kisah Jodha Akbar  ANTV (28)

Kisah Jodha Akbar  ANTV (27)

Kisah Jodha Akbar  ANTV (26)

Kisah Jodha Akbar  ANTV (25)

Kisah Jodha Akbar  ANTV (24)

Kisah Jodha Akbar  ANTV (23)

Kisah Jodha Akbar  ANTV (22)

Kisah Jodha Akbar  ANTV (21)

Kisah Jodha Akbar  ANTV (20)

Kisah Jodha Akbar  ANTV (19)

Kisah Jodha Akbar  ANTV (18)

Kisah Jodha Akbar  ANTV (17)

Kisah Jodha Akbar  ANTV (16)

Kisah Jodha Akbar  ANTV (15)

Kisah Jodha Akbar  ANTV (14)

Kisah Jodha Akbar  ANTV (13)

Kisah Jodha Akbar  ANTV (12)

Kisah Jodha Akbar  ANTV (11)

Kisah Jodha Akbar  ANTV (10)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*