JODHA AKBAR EPISODE 102. FOTO PEMAIN JODHA AKBAR

Jodha Akbar Episode 102, Foto Pemain Jodha Akbar, Foto Pemeran Jalal, Sinopsis Jodha Akbar Terbaru, Kisah Terbaru Jodha Akbar

Keesokan harinya, Ruqaiya masih kesal akan sikap Jalal kepadanya. Hosyiar yang tahu kalau majikannya tengah marah malam menabur garam diatas luka Ruqaiya dengan mengatakan bahwa Jalal dengan sengaja telah membuat Ruqaiya menunggu semalaman. Bukannya menemui Ruqaiya, Jalal malah menghabiskan malam dengan berbincang semalam suntuk bersama Jodha. Ruqaiya pun semakin kesal. Ia pun melempar kendi ke arah Hosyiar.

Tiba-tiba Jalal datang menemui Ruqaiya yang sedang mandi. Ia mengambil kendi yang dilempar Ruqaiya tadi dan menyiram air ke tubuh Ruqaiya dengan menggunakan kendi tersebut. Ruqaiya pun terkejut dan menjadi salah tingkah. Jalal yang sangat memahami sifat istrinya lantas berusaha menenangkannya.

Kemudian Jalal mencari tahu alasan Ruqaiya marah pada dirinya. Jalal menanyakan pada Ruqaiya apakah Ruqaiya marah karena Jalal tidak menemui dirinya atau karena melihat Jalal bersama Jodha menghabiskan malam. Mendengar pertanyaan ini Ruqaiya pun langsung marah pada Jalal dengan mengatakan bahwa harusnya malam tadi ia menghabiskan malam bersama Jalal, namun dirinya kesal karena ada seseorang yang telah merampas haknya. Jalal mencoba menjelaskan pada Ruqaiya bahwa tidak ada seorang pun yang merampas hak Ruqaiya atas dirinya, namun dirinya sendirilah yang memutuskan untuk menemui Jodha malam itu. Bukannya semakin tenang, Ruqaiya semakin marah. Lalu Jalal menggoda Ruqaiya dengan mengatakan bahwa Ruqaiya tengah cemburu. Untuk kesekian kalinya Ruqaiya mencoba menyangkal namun Jalal tetap menggoda Ruqaiya.

Mothi Bai membantu menyisir rambut Jodha. Kemudian Mothi menggoda Jodha dengan membahas kejadian semalam antara Jodha dan Jalal yang mengobrol hingga larut malam. Bukannya senang, Jodha malah memarahi Mothi dengan mengatakan bahwa tidak ada omongan penting diantara mereka semalam dan Jodha tidak ingin membahas hal ini lebih lanjut pada Mothi. Namun Mothi masih saja terus menggoda Jodha dengan mengatakan bahwa Jodha tengah menikmati hidupnya dimana sekarang dirinya lebih lembut, memasak makanan untuk sang suami dan bahkan mengobrol semalaman dengan sang suami. Jodha pun semakin marah mendengar kata-kata Mothi. Jodha menjelaskan bahwa semua yang dilakukannya adalah ungkapan rasa terima kasihnya kepada Jalal setelah semua kebaikan yang dilakukan Jalal pada ia dan keluarganya. Agar Mothi tidak kembali menggodanya, Jodha mengajak Mothi untuk memetik bunga di taman.

Jalal sedang memandang ke luar ke arah taman. Kemudian Afghah Khan masuk untuk menemui Jalal. Afghah Khan menceritakan masalah yang saat ini tengah dibuat oleh para pemuka agama. Mereka yang kemarin menyuruh Jodha untuk pindah agama kembali membuat ulah dengan menyebar fitnah tentang Jalal kepada masyarakat. Menurut Afghah Khan, masyarakat sangat percaya akan kata-kata yang diucapkan oleh pemuka agama sehingga akan mengganggu jalannya pemerintahan. Afghah Khan berpendapat bahwa tindakan yang dilakukan oleh pemuka agama ini sudah termasuk pemberontakan terhadap kerajaan dengan mengalaskan ajaran agama. Sambil mendengar penjelasan Afghah Khan, diam-diam Jalal sedang mengamati Jodha yang sedang memetik bunga di taman.

Setelah memetik bunga di taman, tiba-tiba Jodha bertemu dengan Rahim yang sedang duduk sendiri. Jodha pun mendekati Rahim dan menanyakan kenapa ia duduk sendiri disini. Lalu Rahim mengatakan bahwa saat ini ia tengah marah pada Jodha karena Jodha telah melupakan janjinya pada Rahim untuk membacakannya sebuah dongeng. Jodha pun mengakui kesalahannya dan mengatakan bahwa di lain waktu ia akan membacakan Rahim sebuah dongeng. Kemudian Jalal menemui Jodha dan Rahim yang sedang mengobrol berdua.

Setelah Rahim berhasil menagih janji pada Jodha, Rahim pun meninggalkan Jalal dan Jodha untuk bermain. Melihat Rahim yang telah pergi, Jodha pun memutuskan untuk pergi ke kamarnya. Namun baru beberapa langkah ia meninggalkan Jalal kemudian ia merasakan ada yang aneh pada kakinya. Benar saja ternyata gelang kakinya terlepas dari kakinya. Jalal yang menemukan gelang kaki Jodha langsung memungutnya. Tiba-tiba Jalal teringat akan kejadian di Amer dimana ia menemukan gelang kaki Jodha yang persis sama dengan gelang kaki yang ia pegang sekarang.

Melihat Jalal tengah memegang gelang kakinya, Jodha pun menghampiri Jalal dan meminta kembali gelang kakinya. Namun Jalal menawarkan diri untuk memasangkan gelang kaki tersebut pada kaki Jodha. Awalnya Jodha mau namun akhirnya Jodha menolak karena ia teringat akan budaya di Amer yang mana seorang suami dilarang untuk menyentuh kaki istrinya. Lalu Jalal pun berdiri dan mengatakan bahwa ia hanya ingin memastikan apakah gelang kaki ini sama dengan gelang kaki yang ia temukan saat di Amer. Jodha pun bingung dengan pernyataan Jalal. Akhirnya Jalal menceritakan semuanya pada Jodha. Lalu Jodha pun menuduh Jalal yang selama ini telah mencuri gelang kakinya. Jalal pun tersenyum, kemudian mengatakan bahwa ia tidak mencurinya, melainkan menemukannya. Dan sekarang gelang kaki Jodha disimpannya di kamar. Jalal mengatakan bahwa jika Jodha ingin mengambil kembali gelang kakinya, Jodha dapat mengambilnya di kamar. Sebelum Jalal pergi, ia menyerahkan gelang kaki Jodha pada Mothi dan memintanya untuk memasangkannya di kaki Jodha. Setelah Jalal pergi, Mothi pun menggoda Jodha kemudian memasangkannya di kaki Ratu kesayangannya itu.

Ketika Jodha hendak pergi ke kamarnya, tiba-tiba langkahnya terhenti oleh kehadiran Sharifuddin. Sharifuddin mencoba memperingatkan Jodha agar tidak lagi berusaha mempengaruhi Jalal. Bukannya takut, Jodha malah menceritakan persekongkolan antara Sharifuddin dan Adham Khan yang berniat menghentikan pernikahan adiknya dengan berbohong kepada mertua Sukanya dengan mengatasnamakan Jalal. Lalu Jodha menceritakan semua penyelidikan yang telah ia lakukan selama di Amer. Sharifuddin pun terkejut mendengar perkataan Jodha. Ia pun tidak bisa berkata apa-apa selain membiarkan Jodha pergi.

Hari persidangan pun tiba. Kali ini para pemuka agama yang menyebarkan fitnah kepada masyarakat dihadirkan di persidangan. Para pemuka agama mengatakan bahwa Jalal telah menghina agama dan telah gagal menjalankan agama di dalam pemerintahannya. Sebelum menanggapi pernyataan para pemuka agama, Jalal mencoba menanyakan sesuatu kepada para pemuka agama tersebut. Jalal menanyakan apakah dibenarkan jika seseorang memfitnah raja dan mencoba mempengaruhi rakyat untuk menghina raja. Dengan tegas para pemuka agama mengatakan bahwa hal itu tidaklah dibenarkan karena bagaimanapun seorang raja bagaikan utusan Tuhan. Jika seseorang berusaha menghina agama berarti dirinya telah menghina norma agama. Kemudian Jalal melanjutkan pertanyaannya, pantaskah seorang yang menghina raja diberikan hukuman karena telah memberontak raja. Sekali lagi mereka pun setuju dengan pemikiran Jalal. Dan pertanyaan terakhir dari Jalal adalah apakah seorang pemberontak pantas dihukum di depan umum. Mereka juga setuju dengan pendapat Jalal. Setelah puas mendengar jawaban para pemuka agama Jalal pun mendekati para pemuka agama dengan mengatakan bahwa sesungguhnya merekala yang bersalah dalam kasus ini karena telah melakukan pemberontakan dengan berusaha mempengaruhi rakyat untuk menghina dirinya. Lalu Jalal pun memberi mereka hukuman. Karena menurut Jalal, para pemuka agama telah kelewatan karena telah mencampur adukkan masalah politik dengan agama. Awalnya para pemuka agama tidak terima dengan keputusan Jalal, namun mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Jalal memberikan hukuman kepada mereka dengan menyuruh mereka pergi ke Mekah. Jalal berharap selama disana mereka dapat menyadari kesalahan mereka.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Foto Pemain Jodha Akbar (1)

Foto Pemain Jodha Akbar (2)

Foto Pemain Jodha Akbar (3)

Foto Pemain Jodha Akbar (4)

Foto Pemain Jodha Akbar (5)

Foto Pemain Jodha Akbar (6)

Foto Pemain Jodha Akbar (7)

Foto Pemain Jodha Akbar (8)

Foto Pemain Jodha Akbar (9)

Foto Pemain Jodha Akbar (10)

Foto Pemain Jodha Akbar (11)

Foto Pemain Jodha Akbar (12)

Foto Pemain Jodha Akbar (13)

Foto Pemain Jodha Akbar (14)

Foto Pemain Jodha Akbar (15)

Foto Pemain Jodha Akbar (16)

Foto Pemain Jodha Akbar (17)

Foto Pemain Jodha Akbar (18)

Foto Pemain Jodha Akbar (19)

Foto Pemain Jodha Akbar (20)

Foto Pemain Jodha Akbar (21)

Foto Pemain Jodha Akbar (22)

Foto Pemain Jodha Akbar (23)

Foto Pemain Jodha Akbar (24)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*