Jodha Akbar Episode 98, Kisah Cinta Jodha Akbar

Jodha Akbar Episode 98, Kisah Cinta Jodha Akbar, Jodha Akbar ANTV, Foto Pemain Jodha Akbar, Cerita Jodha Akbar Terbaru

Jalal teringat pada janjinya pada Jodha yang tidak akan membuat keributan pada acara pernikahan Sukanya. Lalu Jalal menemui Sukanya yang masih berada di dalam tandu pengantin. Jalal mengatakan bahwa seorang pengantin harus mendapatkan hadiah setelah ia menikah. Jalal memberikan hadiah kepada Pangeran Dhwajendra yaitu dengan memaafkan ayahnya, Raja Acal atas penghinaan yang telah dilakukannya kepada Jalal. Lalu hal yang sangat mengejutkan adalah Jalal memberikan hadiah berupa benteng Ratanpur kepada Sukanya. Selain itu Jalal juga menjanjikan keamanan benteng Ratanpur dan kerajaan Dhavalgarh. Jalal memberikan sebuah gulungan yang merupakan tanda bukti kepemilikan Sukanya akan benteng Ratanpur. Mendengar hal ini Maham Anga, Adham Khan dan Sharifuddin sangat kesal dan tidak setuju dengan keputusan Jalal. Namun mereka tidak dapat berbuat banyak. Namun hal sebaliknya, Jodha dan keluarganya merasa sangat tersanjung dengan hal yang dilakukan Jalal kepada Sukanya.

Jodha menemui Jalal dan menanyakan kenapa Jalal kembali merebut benteng Ratanpur dari tangan Raja Achal padahal ia sendirilah yang kemarin telah memberikannya kepada Raja Achal. Lalu Jalal menjelaskan bahwa jika seseorang mendapatkan seusatu maka hal tersebut harus direbut dengan cara kerja keras. Selain itu, Jalal juga ingin memperingatkan Raja Achal dengan siapa sesungguhnya ia sedang berhadapan. Lalu yang masih membuat Jodha heran adalah kenapa lantas Jalal bersedia memberikan benteng Ratanpur tersebut kepada adiknya Sukanya. Jalal menjawab bahwa hal itu dilakukannya untuk semakin mempererat hubungan antara Mughal dan Amer. Jalal berharap bahwa tindakannya ini akan membuat keluarga Amer dan Jodha lebih peduli pada dirinya dan keluarganya. Dan Jalal mengatakan bahwa yang ia beri benteng Ratanpur itu bukanlah seorang putri dari Amer, melainkan adik dari Ratu Dinasti Mughal.

Ketika Jodha puas bertanya pada Jalal, ia meninggalkan Jalal sendirian di kamarnya. Setelah Jodha pergi, Jalal bertanya pada dirinya sendiri, mengapa ia peduli akan anggapan Jodha terhadap dirinya. Jalal pun merasakan ada sesuatu yang aneh pada dirinya.

Jalal dan rombongan kembali ke Agra dan meninggalkan Amer. Pada saat itu orng belum memiliki prakiraan cuaca, sehingga mereka tidak mengetahui kapan perubahan musim. Tanpa disangka, pada saat mereka dalam perjalanan, datanglah badai dan angin kencang. Karena menghawatirkan kondisi keluarganya, Jalal memerintahkan Afghah Khan untuk mendirikan tenda agar mereka bisa beristirahat. Selain itu Jalal juga memerintahkan Afghah Khan untuk memastikan persediaan tungku dan kayu bakar yang cukup agar mereka tidak kedinginan.

Walau sudah menggunakan mantel, Jodha masih merasa kedinginan. Lalu datanglah Jalal dengan keisengannya. Jalal mendekati Jodha. Jodha merasa takut melihat Jalal yang mendekati dirinya. Tiba-tiba Jalal tersenyum dan menarik tali dibelakang Jodha. Ia mengatakan bahwa Jodha lupa menurunkan tirai. Jodha yang merasa lelah langsung menarik selimutnya dan tertidur. Jalal yang tidak bisa tidur tiba-tiba melihat Jodha yang sedang tertidur lelap. Ia pun mendekatinya dan menikmati wajah istrinya yang tertidur. Lalu Jalal duduk disamping Jodha. Dengan ragu-ragu Jalal ingin membelai wajah istrinya, namun ia tak sanggup melakukannya. Tanpa disangka Jodha berbalik menghadap Jalal hingga mukanya menimpa tangan Jalal. Dan Jodha pun terbangun dan terkejut melihat Jalal disampingnya. Jodha langsung marah kepada Jalal. Ia menuduh Jalal telah melanggar janjinya dengan berusaha mendekati dirinya tanpa persetujuannya dan menurut Jodha, Jalal sangat jahat karena telah berani mengambil kesempatan dalam keadaan ini. Jodha pun langsung keluar dari tenda Jalal. Jalal berusaha menghalangi Jodha, namun Jodha tetap keras kepala dan terus menerobos keluar.

Jodha memutuskan untuk tidur di bawah pohon walaupun saat ini sedang terjadi badai. Jodha rela berada disana semalaman asalkan tidak berada dekat dengan Jalal. Jalal masih berusaha untuk membujuk Jodha namun Jodha tetap pada pendiriannya. Jalal pun tidak bisa berbuat banyak. Ia pun menantang Jodha untuk melihat seberapa tahan Jodha berada disana. Ia pun meninggalkan Jodha disana sendiri. Jodha pun merasa sangat kedinginan hingga ia pun jatuh pingsan. Jalal yang terus masih khawatir keadaan Jodha kemudian kembali menemui Jodha. Betapa terkejutnya ia saat menemukan Jodha yang sudah pingsan dengan tubuh yang sangat dingin dan kaku. Tanpa pikir panjang, Jalal pun langsung membawa Jodha ke tendanya.

Di dalam tenda, semua keluarga Jalal berkumpul karena mengkhawatirkan keadaan Jodha saat ini. Sang tabib istana dipanggil untuk memeriksa keaadan Jodha. Tabib pun berusaha untuk membuat Jodha siuman sambil membuat tubuh Jodha kembali hangat. Lalu sang tabib meminta kepada Jalal untuk hanya berbicara berdua dengannya. Maham Anga penasaran kenapa sang tabib hanya meminta berbicara berdua dengan Jalal. Maham Anga pun meminta sang tabib untuk langsung berbicara saja di depan mereka karena saat ini mereka juga sedang mengkhawatirkan keadaan Jodha. Namun tabib tetap mengatakan bahwa ada sesuatu pribadi yang ingin ia bicarakan berdua dengan Jalal. Jalal pun memerintahkan semua orang untuk keluar. Lalu Jalal yang penasaran meminta tabib untuk langsung berbicara.

Diam-diam Mothi dan Resham mendengar perbincangan antara tabib dan Jalal. Lalu tabib pun mengatakan bahwa saat ini Jodha sedang mengalami hipotermia, dimana jantungnya lambat bergerak, peredaran darahnya lambat dan bahkan ia tidak bergerak. Tabib mengatakan bahwa ia telah berusaha semampunya untuk menyelamatkan Jodha. Obat-obatan yang ia berikan tidak berefek pada Jodha. Namun ia mengatakan bahwa hanya ada satu cara untuk menyelamatkan Jodha saat ini yaitu Jodha harus sadarkan diri agar detak jantungnya kembali normal. Dan menurutnya hanya suami yang bisa melakukannya. Tabib mengatakan bahwa Jalal pasti telah mengerti maksudnya, yaitu Jalal harus bercinta dengan Jodha saat ini juga.

Jalal pun menjadi dilema. Sambil memandangi Jodha, dirinya bertanya dalam hati apakah ia harus melanggar janjinya dengan mendekati Jodha demi menyelamatkan nyawa istrinya atau tetap memegang janjinya untuk tidak mendekati Jodha tanpa persetujuannya.

Lalu di tenda yang berbeda, Resham menceritakan kepada Maham Anga mengenai perbincangan Jalal dan tabib istana. Ia menceritakan bahwa untuk menyelamatkan Jodha, Jalal harus bercinta dengan Jodha. Maham Anga pun tertawa puas, ia mengatakan bahwa nasib Jodha begitu buruk. Mendengar ibunya yang tertawa lepas, Adham Khan pun masuk ke tenda ibunya dan menanyakan kenapa ibunya belum tidur. Lalu ibunya menjelaskan pada Adham Khan bahwa tidak lama lagi Jodha akan kehilangan sesuatu yang sangat berharga dari dirinya. Dan menurut Maham Anga, setelah Jalal puas dengan Jodha maka Jalal akan meninggalkannya begitu saja. Setelah itu Maham Anga memastikan bahwa Jodha akan pergi dari kehidupan mereka selama-lamanya.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Kisah Cinta Jodha Akbar (1)

Kisah Cinta Jodha Akbar (2)

Kisah Cinta Jodha Akbar (3)

Kisah Cinta Jodha Akbar (4)

Kisah Cinta Jodha Akbar (5)

Kisah Cinta Jodha Akbar (6)

Kisah Cinta Jodha Akbar (7)

Kisah Cinta Jodha Akbar (8)

Kisah Cinta Jodha Akbar (9)

Kisah Cinta Jodha Akbar (10)

Kisah Cinta Jodha Akbar (11)

Kisah Cinta Jodha Akbar (12)

Kisah Cinta Jodha Akbar (13)

Kisah Cinta Jodha Akbar (14)

Kisah Cinta Jodha Akbar (15)

Kisah Cinta Jodha Akbar (16)

Kisah Cinta Jodha Akbar (17)

Kisah Cinta Jodha Akbar (18)

Kisah Cinta Jodha Akbar (19)

Kisah Cinta Jodha Akbar (20)

Kisah Cinta Jodha Akbar (21)

Kisah Cinta Jodha Akbar (22)

Kisah Cinta Jodha Akbar (23)

Kisah Cinta Jodha Akbar (24)

Kisah Cinta Jodha Akbar (25)

Kisah Cinta Jodha Akbar (26)

Kisah Cinta Jodha Akbar (27)

Kisah Cinta Jodha Akbar (28)

Kisah Cinta Jodha Akbar (29)

Kisah Cinta Jodha Akbar (30)

Kisah Cinta Jodha Akbar (31)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*