Jodha Akbar Episode 95, Kisah Jodha Akbar ANTV

Jodha Akbar Episode 95, Kisah Jodha Akbar ANTV, Foto Pemain Jodha Akbar, Cerita Jodha Akbar Terbaru, Sinopsis Jodha Akbar ANTV

Maham Anga menyampaikan pesan Jalal kepada Ratu Hamida dan seluruh anggota keluarga Agra. Ratu Hamida tidak terima keputusan Jalal ini. Sehingga ia sendiri yang mencoba untuk berbicara kepada Jalal. Ratu Hamida pun segera menemui Jalal. Ia mencoba untuk membujuk Jalal. Ratu Hamida mengingatkan Jalal bahwa sebuah benteng tidak dapat dibandingkan nilainya dengan hubungan keluarga. Ratu Hamida meminta Jalal memikirkan ini kembali. Menurutnya jika pernikahan ini batal maka ia tak yakin jika kedepannya Sukanya akan mendapatkan jodoh yang lebih baik lagi. Namun Jalal tetap pada pendiriannya. Ia berjanji akan mencarikan kembali jodoh untuk Sukanya dan besok Jalal tetap berniat untuk pulang ke Agra.

Jodha yang sedang menyamar sebagai seorang pelayan hendak menuju kamar Sharifuddin. Namun di dalam perjalanan neneknya menemukannya. Betapa terkejutnya nenek Jodha jika pelayan yang sedang menyamar itu adalah cucunya Jodha. Lalu neneknya menanyakan apa maksudnya Jodha berpakaian seperti ini. Jodha pun menjelaskan kepada neneknya bahwa saat ini ia sedang berusaha agar pernikahan Sukanya tidak batal. Ia sedang mengumpulkan bukti dan mencari kebenaran. Namun neneknya mengingatkan bahwa bukanlah tugas Jodha untuk mencari bukti, melainkan tugas Raja Bharmal dan BaghwanDas. Namun Jodha berusaha meyakinkan neneknya jika ayah dan kakaknya tidak akan mendapatkan bukti apapun karena dalang di balik ini semua adalah saudara iparnya, Sharifuddin. Jodha mengatakan bahwa jika sebelum pernikahan Sukanya dibatalkan maka ia akan mengungkapkan hal yang sebenarnya dengan memata-matai Sharifuddin. Ia meminta neneknya untuk tidak mencegahnya, karena saat ini ia memiliki peran ganda, sebagai seorang kakak dan seorang Ratu Mughal. Nenek Jodha pun tidak dapat menghentikan niat dari cucunya ini. Sang nenek hanya meminta cucunya itu untuk berhati-hati dan ia hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Jodha.

Jodha pun sampai di depan kamar Sharifuddin. Ternyata Adham Khan juga berada disana. Adham Khan dan Sharifuddin ternyata tengah merayakan sesuatu. Adham Khan dan Sharifuddin tidak mengetahui penyamaran Jodha. Tiba-tiba niat iseng Adham Khan pun muncul. Ia memanggil pelayan yang berada di depan kamar dan menyuruhnya untuk menuangkan minuman. Kemudian Adham Khan berusaha untuk menggoda si pelayan dengan berusaha menyentuh tangan si pelayan. Jodha terkejut akan sikap agresif Adham Khan, namun untunglah Sharifuddin menghalangi Adham Khan berbuat lebih jauh. Jodha pun bernapas lega, ia langsung keluar dari kamar dan menunggu di depan kamar sambil mencuri dengar pembicaraan antara Syarifuddin dan Adham Khan.

Akhirnya Jodha mengetahui kebenaran bahwa Sharifuddinlah yang berbohong pada semua orang dengan menjanjikan benteng Ratanpur kepada Raja Acal. Selain itu Jodha pun mengetahui bahwa tujuan Sharifuddin melakukan ini adalah untuk memperenggang hubungan antara Jodha dan Jalal. Adham Khan dan Sharifuddin pun tertawa puas bahwa rencana ini berjalan lancer dan tak lama lagi Jodha dan Jalal akan bertengkar hebat. Tiba-tiba Adham Khan mencurigai pelayan yang berdiri di depan pintu. Ternyata nenek Jodha sedari tadi telah mengintai Jodha dari jauh. Sebelum penyamaran Jodha terungkap, nenek Jodha menyelamatkannya dari kecurigaan Adham Khan.

Lalu Jodha menceritakan yang sebenarnya kepada neneknya. Ia mengatakan bahwa Sharifuddin lah yang telah berbohong dengan menjanjikan benteng Ratanpur kepada Raja Acal. Namun Jodha meminta neneknya untuk tidak menceritakan hal ini kepada siapapun karena menurutnya jika saat ini keluarganya sampai tahu jika Sharifuddin lah yang telah berbohong maka hal ini akan merugikan mereka sendiri. Jodha juga telah bertekad bahwa pernikahan Sukanya tidak boleh dibatalkan walau ia harus bertengkar hebat dengan Jalal.

Jodha pun menemui Jalal di kamarnya. Jodha kembali mengungkit masalah benteng Ratanpur. Awalnya Jalal tidak ingin membahas hal ini, namun Jodha tetap memaksa Jalal untuk mendengarkan hal yang sebenarnya. Jodha mengatakan bahwa dalam kasus ini, Raja Acal dan Pangeran Dhwajendra tidak berbohong, Sharifuddin lah yang telah berbohong. Jalal pun kecewa, setelah bangsa Rajput yang menuduh saudara iparnya itu berbohong, sekarang Jodha juga ikut-ikutan menuduh Sharifuddin berbohong. Jalal mengatakan bahwa sebagai seorang istri, harusnya Jodha berada disampingnya bukan malah membela orang yang belum memiliki hubungan apa-apa dengan keluarganya. Jodha tidak gentar, ia mengatakan bahwa ia tidak memihak kepada siapapun. Ia hanya memihak kepada kebenaran. Kemudian Jodha meminta Jalal untuk  menghadirkan Bakshi Bano yang dapat membuktikan bahwa semua perkataannya benar. Setelah Bakshi Bano hadir, Jalal pun menanyakan apakah benar bahwa Sharifuddin telah bersekongkol untuk menggagalkan pernikahan Sukanya. Bukannya mengatakan yang sebenarnya, Bakhsi Bano malah mengatakan bahwa Jodha telah salah paham kepada Sharifuddin. Ia mengatakan bahwa Sharifuddin adalah suami yang baik, bahkan Sharifuddin juga membantu dirinya memilihkan hadiah untuk Sukanya. Jodha pun kecewa kepada Bakshi karena takut mengungkapkan yang sebenarnya.

Mengetahui pernikahannya yang kemungkinan besar akan batal membuat Sukanya sangat bersedih. Ia duduk di depan cermin sambil menangis. Menyadari kehadiran Jodha, Sukanya pun cepat-cepat menghapus air matanya. Dengan nada kesal, Jodha pun menceritakan yang sebenarnya. Ia mengatakan bahwa Sharifuddin lah yang harus bertanggung jawab atas kericuhan ini. Jodha juga mengatakan kekecewaannya kepada Jalal karena tidak pernah mau percaya pada kata-katanya. Lalu Sukanya pun memotong pembicaraan Jodha. Ia mengatakan bahwa ia tidak mau jika karena masalah pernikahannya membuat Jodha dan suaminya bertengkar. Menurut Sukanya dirinya yang belum memiliki ikatan apapun tidak boleh menghancurkan hubungan yang sudah terbentuk. Jika dirinya yang gagal menikah itu hanyalah satu kegagalan, namun jika hubungan antara Jodha dan suaminya menjadi retak karena rencana pernikahannya, maka ia akan menjadi lebih tepukul lagi. Sukanya juga mengingatkan Jodha bahwa di keluarga Jalal terdapat beberapa orang yang tidak menyukai Jodha. Jika sampai Jodha dan Jalal bertengkar maka orang-orang tersebut akan berbahagia dan mereka akan memiliki banyak kesempatan untuk memisahkan Jodha dan suaminya. Dan jika hal itu sampai terjadi maka tak dapat dielakkan lagi, Jodha akan mendapat lebih banyak lagi penghinaan dari kerabat Jalal dan kehidupan Jodha akan semakin menyeramkan seperti di neraka. Sekali lagi Sukanya mengatakan bahwa ia tidak ingin jika Jodha menderita karena dirinya. Jodha pun terharu mendengar perkataan sang adik, dan kini ia pun tidak tahu harus berbuat apa-apa lagi.

Jodha yang masih kesal mengusir semua pelayan yang berjaga di kamarnya. Tiba-tiba Bakhsi Bano datang. Ia meminta maaf kepada Jodha karena telah berbohong kepadanya dan Jalal. Bakshi menjelaskan bahwa jika ia mengatakan yang sebenarnya maka nyawa suaminya akan terancam dan ia tidak ingin menjadi janda sekali lagi. Ia memohon kepada Jodha agar tidak mengatakan yang sebenarnya kepada Jalal dan juga meminta Jodha untuk tidak mengorbankan keutuhan rumah tangganya dengan Jalal. Jodha pun menjadi dilema dan tidak harus berbuat apa. Jika Jodha menuruti permintaan Bakshi Bano maka kehidupan saudara iparnya ini akan selamat namun sebaliknya, kehidupan masa depan adiknya Sukanya akan hancur jika Sukanya batal menikah dengan Pangeran Dhwajendra.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Kisah Jodha Akbar ANTV (1)

Kisah Jodha Akbar ANTV (2)

Kisah Jodha Akbar ANTV (3)

Kisah Jodha Akbar ANTV (9)

Kisah Jodha Akbar ANTV (10)

Kisah Jodha Akbar ANTV (11)

Kisah Jodha Akbar ANTV (12)

Kisah Jodha Akbar ANTV (13)

Kisah Jodha Akbar ANTV (14)

Kisah Jodha Akbar ANTV (15)

Kisah Jodha Akbar ANTV (16)

Kisah Jodha Akbar ANTV (17)

Kisah Jodha Akbar ANTV (18)

Kisah Jodha Akbar ANTV (19)

Kisah Jodha Akbar ANTV (20)

Kisah Jodha Akbar ANTV (21)

Kisah Jodha Akbar ANTV (22)

Kisah Jodha Akbar ANTV (23)

Kisah Jodha Akbar ANTV (24)

Kisah Jodha Akbar ANTV (25)

 

Baca Terus Majalah Online

2

 

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*