Jodha Akbar Episode 92, Foto Pemain Jodha Akbar

Jodha Akbar Episode 92, Foto Pemain Jodha Akbar, Foto Pemeran Jodha Akbar, Kisah Jodha Akbar Terbaru, Kisah cinta Jodha Akbar

Raja Bharmal sangat bersyukur melihat keadaan Jalal yang baik-baik saja setelah insiden yang sangat menakutkan tadi. Afghah Khan memberitahu Jalal penyebab Hawai mengamuk karena ia telah diberikan obat bius sebelumnya, sehingga Afghah Khan meminta Jalal untuk lebih berhati-hati. Jalal mengatakan bahwa ia telah menyadari hal ini sebelumnya. Ia sadar akan posisinya sebagai seorang raja, pasti banyak orang yang mencoba untuk melukai dirinya. Jalal mengakui rencana pintar dari si pelaku yang mengetahui bahwa Hawai adalah hewan kesayangannya dan jika sampai Hawai mengamuk maka Jalal pasti akan segera menghentikannya dan menyebabkan nyawa Jalal terancam. Jalal tidak mau merasa takut menghadapi hal sepele ini, baginya jika ia menunjukkan rasa takutnya maka si pelaku pasti akan senang. Namun jika jika Jalal menunjukkan hal sebaliknya maka Jalal yakin jika si pelaku sesungguhnya telah kalah. Dan sebagai raja ia tidak ingin merasa gentar hanya dengan insiden sekecil ini. Ia pun tetap ingin melakukan niat awalnya yaitu menghadiri pernikahan Sukanya. Mendengar hal ini Raja Bharmal semakin kagum akan kebijaksanaan seorang Jalal. Bagi Raja Bharmal, walaupun Jalal lebih muda dari dirinya namun ia banyak belajar dari Jalal. Raja Bharmal berjanji akan membantu Jalal dengan menemukan pelakunya. Namun Jalal tidak mempermasalahkan siapa pelakunya, yang ia khawatirkan sekarang adalah kondisi Hawai, gajah kesayangannya.

Maham Anga mencoba mempengaruhi Ratu Hamida untuk meninggalkan Amer demi keselamatan Jalal. Namun Ratu Hamida menolak, ia berkata bahwa insiden Hawai mengamuk bukan berarti bangsa Amer yang melakukannya, bisa saja orang Mughal sendiri lah yang melakukannya. Melihat beberapa insiden penyerangan terhadap Jalal di Agra, Ratu Hamida tidak dapat menutup mata jika kemungkinan orang Mughal sendirilah yang menginginkan kematian Jalal. Ditambah lagi hanya sedikit orang yang mengetahui jika Hawai adalah hewan kesayangan Jalal. Ratu Hamida meminta Maham Anga untuk tidak gegabah mengambil keputusan. Karena ia sendiri pun yakin jika Jalal pasti berpikiran yang sama dengan dirinya. Dan Ratu Hamida pun percaya penuh akan keputusan yang akan diambil Jalal nanti.

Raja Bharmal memerintahkan pasukannya untuk segera menemukan pelakunya dan membawanya ke hadapan Jalal. Dirinya begitu malu karena insiden ini terjadi di Amer. Di lain tempat, Adham Khan dan Sharifuddin tengah bertengkar. Sharifuddin terus saja menyalahkan tindakan Adham Khan yang selalu berujung kegagalan. Sharifuddin berpendapat jika Adham Khan selalu tidak sabar dalam mengambil keputusan dan semua kegagalan ini dapat membahayakan mereka. Dua kali insiden penyerangan terhadap Jalal selalu gagal. Sharifuddin yakin jika Jalal akan lebih waspada dan upaya mereka untuk membunuh Jalal akan semakin sedikit. Namun Adham Khan tidak mau disalahkan begitu saja. Ia juga menyalahkan Sharifuddin yang ingin menggulingkan tahta yang diduduki Jalal namun tidak berbuat apa-apa. Tapi Sharifuddin tetap bersikeras jika ia sedang menunggu saat yang tepat untuk membunuh Jalal.

Ibunda Jodha sangat menyayangkan insiden Hawai mengamuk. Ia yakin jika Hawai telah diberi obat bius sehingga Hawai menjadi liar dan menyerang Jalal. Ibunya khawatir jika Jalal tidak mengatasi kondisi ini maka hal ini akan berdampak pada jalannya perayaan pernikahan putrinya Sukanya. Ia pun meminta Jodha untuk membicarakan hal ini pada Jalal.

Dokter hewan telah memeriksa kondisi Hawai. Ia mengatakan bahwa dirinya telah membuat ramuan untuk Hawai dan kondisi Hawai akan baik-baik saja. Jalal pun meminta ramuan itu padanya. Jalal mengatakan bahwa ia sendiri lah yang akan memberikan ramuan itu pada Hawai, karena ia merasa sangat bertanggung jawab pada kondisi Hawai. Ia beranggapan jika Hawai bisa terluka sekarang itu karena dirinya.

Afgah Khan menemui Jalal. Ia meminta maaf kepada Jalal karena sampai saat ini ia tidak menemukan petunjuk mengenai siapa pelaku sebenarnya. Jalal pun sadar jika sangat sulit menemukan pelaku yang sebenarnya. Menurutnya saat ini terdapat 1000 orang Rajput ditambah 5000 prajurit Mughal dan bisa siapa saja yang berniat membunuhnya, bahkan Afghah Khan. Afghah Khan terkejut mendengar pernyataan Jalal ini. Namun Jalal menenangkan Afghah Khan bahwa saat ini ia tidak sedang menuduh Afghah Khan namun jika tidak mempercayai Afghah Khan sepenuhnya. Bahkan Jalal pun tidak percaya pada bayangannya sendiri.

Kemudian Jodha datang menemui Jalal dan memintanya untuk pergi dari sini. Jodha mengatakan bahwa saat ini nyawa Jalal sedang terancam mengingat dua insiden serius yang hampir membunuh Jalal. Ia tak ingin jika sampai terjadi sesuatu yang buruk pada Jalal sehingga menyebabkan batalnya pernikahan Sukanya. Di lain itu, Jodha khawatir jika keluarga mereka akan disalahkan karena hal ini dan bangsa Amer berada dalam bahaya. Mendengar hal ini, Jalal pun kecewa. Awalnya Jalal mengira bahwa Jodha meminta dirinya untuk pergi dikarenaka Jodha khawatir padanya, namun ternyata Jalal salah. Kemudian Jalal mengatakan bahwa bahwa ia memiliki banyak musuh, namun hanya sedikit yang berani secara terang-terangan mengatakan hal itu. Dan Jalal menganggap bahwa Jodha lah salah satu musuh terbesarnya karena telah berani secara terang-terangan menunjukkan kebenciannya. Kemudian Jalal membuka jubah raja nya dan memakaikannya pada Jodha. Lalu Jalal pun memberikan pedang dan mahkotanya kepada Jodha. Jodha pun bingung akan tindakan Jalal ini. Namun Jalal tetap bersikeras dan mengatakan bahwa Jodha harus merasakan posisinya sebagai seorang kaisar.

Setelah Jodha memakai jubah, mahkota dan memegang pedang kaisar, Jalal menanyakan apa yang Jodha rasakan sekarang. Bagaimana rasanya memegang pedang yang kuat. Kemudian Jalal mengatakan bahwa jika saat ini ia meninggalkan Amer, maka rakyatnya pasti akan beranggapan bahwa Jalal adalah seorang raja yang pengecut. Namun jika ia tetap berada di Amer maka nyawanya sendirilah yang sedang berada dalam bahaya. Dan menurut Jalal hanya seseorang yang memakai mahkota lah yang dapat mengambil keputusan ini dan kelemahan sebagai seorang raja adalah ia tidak mengetahui mana teman dan mana musuh.

Kemudian bukannya menenangkan, Jodha malah mengatakan bahwa saat ini ia tidak sedang mengkhawatirkan Jalal, namun sedang mengasihani Jalal. Menurutnya buat apa kekuasaan jika Jalal tidak dapat mempercayai teman dan keluarganya, bahkan kepada bayangannya sendiri. Kemudian Jodha menambahkan bahwa pada saat ini Jalal pasti sangat sedih karena tidak ada seorang pun yang menyayanginya.

Sebelum Jodha pergi, Jalal mengingatkan Jodha agar tidak lagi mengulangi kesalahan dengan mengasihani dirinya. Jalal berkata bahwa kenapa ia memiliki banyak musuh karena dirinya sekarang adalah seorang kaisar. Dan kaisar sendiri harus kuat seperti singa. Jalal juga mengatakan bahwa dirinya tidak memilih untuk hidup seperti ini. Namun takdirlah yang menentukan dia harus hidup seperti ini.

Malam henna pun datang. Hanya boleh wanita yang menghadiri acara ini. Sewaktu tangan Sukanya dihiasi henna, ia terus saja menggoda Jodha dengan mengatakan bahwa semakin hari Jodha semakin bercahaya karena suaminya kelihatan begitu peduli pada Jodha. Lalu saudara ipar Jodha juga memuji Jalal. Selain memiliki wajah yang tampan, pandai berperang, muka yang selalu bersinar, Jalal juga sangat sayang pada anak-anak. Jodha pun keberatan jika mereka sedari tadi mereka terus saja memuji Jalal. Jodha mencoba mengalihkan pembicaraan dengan membahas tentang calon suami Sukanya.

Saat mereka sedang asyik bercerita, datanglah keponakan-keponakan Jodha yang meminta dilukiskan henna. Mereka ingin didahulukan, karena pada saat pernikahan Jodha, mereka yang terakhir dilukis henna. Jodha pun memenuhi keinginan mereka. Kemudian para gadis kecil itu berharap jika Jalal juga akan hadir. Namun Jodha segera menjelaskan bahwa perayaan ini hanya wanita yang diizinkan untuk masuk.

Setelah tangan mereka dilukis dengan henna. Para gadis kecil itu mencari Jalal dan menanyakan bagaimana lukisan henna mereka. Jalal pun memuji jika semua desain henna mereka sangat cantik. Kemudia mereka mengatakan bahwa keindahan desain ini belum seberapa jika dibandingkan desain henna bibi mereka Jodha. Mereka juga mengatakan bahwa malam ini Jodha juga akan melakukan ntriya dan mereka yakin jika Jodha akan kelihatan sangat cantik. Lalu tiba-tiba mereka mereka menyesal karena telah membongkarkan rahasia ini, mereka pun takut jika mereka akan terkena masalah nantinya. Jalal yang masih mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi langsung membubarkan pasukan. Kemudian Jalal menanyakan apa itu ntriya dan dimana Jodha akan melakukan hal itu. Kemudian para gadis kecil menjelaskan bahwa saat ini sedang berlangsung upacara henna dan hanya wanita yang diperbolehkan masuk. Lalu mereka pun menunjuk tempat diadakannya acara berlangsung. Dan sebelum mereka pergi, mereka pun mengingatkan Jalal bahwa laki-laki tidak diperbolehkan masuk. Mendengar hal ini, rasa penasaran Jalal pun muncul. Ia tidak ingin melewatkan kesempatan melihat istrinya menari di upacara henna malam ini.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Foto Pemain Jodha Akbar (1)

Foto Pemain Jodha Akbar (2)

Foto Pemain Jodha Akbar (3)

Foto Pemain Jodha Akbar (4)

Foto Pemain Jodha Akbar (5)

Foto Pemain Jodha Akbar (6)

Foto Pemain Jodha Akbar (7)

Foto Pemain Jodha Akbar (8)

Foto Pemain Jodha Akbar (9)

Foto Pemain Jodha Akbar (10)

Foto Pemain Jodha Akbar (11)

Foto Pemain Jodha Akbar (12)

Foto Pemain Jodha Akbar (13)

Foto Pemain Jodha Akbar (14)

Foto Pemain Jodha Akbar (15)

Foto Pemain Jodha Akbar (16)

Foto Pemain Jodha Akbar (17)

Foto Pemain Jodha Akbar (18)

Foto Pemain Jodha Akbar (19)

Foto Pemain Jodha Akbar (20)

Foto Pemain Jodha Akbar (21)

Foto Pemain Jodha Akbar (22)

Foto Pemain Jodha Akbar (23)

Foto Pemain Jodha Akbar (24)

Foto Pemain Jodha Akbar (25)

Foto Pemain Jodha Akbar (26)

Foto Pemain Jodha Akbar (27)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*