Jodha Akbar Episode 91, Kisah Jodha Akbar Terbaru

Jodha Akbar Episode 91, Kisah Jodha Akbar ANTV, Foto Pemain Jodha Akbar, Pemeran Jodha Akbar, Sinopsis Jodha Akbar Terbaru

Pada permainan chaufer, dadu dikuasai oleh Pratap. Namun Jalal mengatakan bahwa bila dadu dikuasai oleh seseorang bukan berarti orang tersebut yang akan menang, karena tidak tidak berpihak pada siapapun. Permainan pun terus berlangsung dan semakin kesini permainan antara Jalal dan Pratap semakin tegang. Hingga Raja Bharmal berinisiatif untuk menghentikan permainan ini agar tidak terjadi keributan. Baghwan Das menuruti perintah ayahnya ini. Ia pun menyuruh adiknya untuk mengatakan sesuatu kepada seorang prajurit. Tak lama kemudian datanglah seorang prajurit Amer yang menyampaikan pesan dari Ratu Mainavati bahwa upacara akan segera dimulai dan semua orang diminta untuk berkumpul di ruang tamu. Raja Bharmal lega mendengar hal ini. Ia pun meminta Pratap dan Jalal untuk mengakhiri permainan ini dengan hasil seri. Jalal dan Pratap pun setuju dengan Raja Bharmal. Namun sebelum benar-benar mengakhiri pertandingan ini, Jalal dan Pratap sepakat untuk melanjutkan permainan seri ini di lain waktu agar mereka kelak mengetahui siapa pemenang yang sebenarnya.

Bakshi Bano mempersiapkan banyak hadiah untuk Sukanya. Lalu Sarifuddin pun masuk dan menanyakan kenapa banyak sekali Bakshi memberikan hadiah untuk Sukanya. Bukannya marah Sarifuddin malah menyuruh Bakshi untuk menambahkan lagi hadiah untuk Sukanya. Bakshi pun senang ternyata suaminya mendukung dirinya. Lalu ia menanyakan kenapa Sarifuddin tidak marah jika ia memberikan Sukanya banyak hadiah dan kenapa sewaktu pernikahan Jodha Sarifuddin memarahinya ketika ia berniat untuk memberikan hadiah pada Jodha. Tiba-tiba Sarifuddin marah akan pertanyaan Bakshi ini dan mengatakan bahwa sebagai seorang istri, Bakshi tidak berhak menanyakan apapun kepada suaminya sendiri. Sharifuddin kemudian mengatakan bahwa tidak akan ada perayaan apapun dan semua hadiah yang mereka beri akan mereka ambil lagi. Tiba-tiba Jodha masuk dan mendengar perkataan Sharifuddin ini. Jodha pun menanyakan maksud perkataan Sharifuddin. Dengan gugup Sharifuddin mengatakan bahwa saat ini ia sedang mengajari Bakshi Bano, jika mereka memberikan hadiah pernikahan untuk seorang gadis, maka mereka Allah akan memberikan kembali pahala 10x lipat dari yang merka beri. Jodha pun tersenyum mendengar alasan saudara iparnya ini. Kemudian Jodha pun menanyakan ada keperluan apa Bakshi memanggilnya kesini. Kemudian Bakshi pun mengatakan bahwa ia ingin menunjukkan hadiah-hadiah yang akan ia berikan kepada Sukanya. Jodha pun tersenyum dan mengatakan bahwa Bakshi tidak perlu repot-repot lagi menyiapkan banyak hadiah karena Ratu Hamida telah memberikan banyak hadiah kepada Sukanya. Sharifuddin memotong perkataan Jodha dan berpura-pura baik dengan mengatakan bahwa sudah sepantasnya jika mereka memberikan Sukanya banyak hadiah. Jodha pun berterima kasih kepada kebaikan Bakhsi dan Sharifuddin. Lalu Jodha meninggalkan mereka berdua di kamar.

Setelah Jodha keluar, Bakshi kembali menanyakan maksud Sharifuddin dengan maksud pernyataannya yang mengatakan bahwa mereka akan mengambil kembali hadiah mereka. Sharifuddin sedikit kesal akan sikap Bakshi ini. Namun ia tetap menjawab pertanyaan Bakshi, bahwa pernikahan Sukanya ini tidak akan terjadi dan mereka akan mengambil hadiah mereka kembali. Bakshi semakin bingung dengan perkataan suaminya ini. Sharifuddin kembali mengatakan bahwa ini adalah gerakan politik dan Bakshi tidak akan memahaminya. Ia pun meninggalkan Bakhsi Bano sendirian di kamar.

Penjaga Hawai sedang mempersiapkan makanan terbaik untuk Hawai, gajah kesayangan Jalal. Kemudian datanglah seorang prajurit Mughal yang mendekati penjaga gajah tersebut. Ia menanyakan dimana Hawai, si penjaga pun memberitahukan keberadaan Hawai. Tanpa menungu waktu yang lebih lama, prajurit itu pun mengeluarkan obat bius dari dalam pakaiannya dan mencampurkan obat bius itu pada makanan Hawai. Sewaktu akan memberikan makan, prajurit itu diserang oleh Hawai hingga si prajurit berniat untuk menghentikan tindakannya ini. Namun dari kejauhan Adham Khan memberikan kode agar prajurit terus melaksanakan perintantahnya atau ia akan mati. Takut akan ancaman Adham Khan, si prajurit mencoba kembali memberikan makanan pada Hawai. Dan kali ini ia berhasil. Hawai mau memakan makanan yang diberikan oleh prajurit itu.

Upacara akan segera dimulai. Betapa terkejutnya Ratu Mainavati yang menemukan Jalal sedang berdiri di bawah tangga. Ratu Mainavati pun menanyakan kenapa menantunya ini tidak masuk ke ruang upacara dan masih berdiri di bawah tangga. Jalal menjelaskan bahwa ia sedang menunggu Jodha untuk bersama-sama masuk ke dalam ruangan upacara. Ratu Mainavati pun tersenyum dan mengatakan bahwa Jodha belum selesai berdandan, karena bagi seorang wanita cermin adalah sahabat sejatinya. Jalal pun tersenyum mendengarnya dan mengatakan bahwa ia tidak bisa menghukum cermin karena membuatnya menunggu. Lalu Ratu Mainavati berniat untuk memanggil Jodha untuk segera turun. Sebelum niat itu terlaksana, Jodha ternyata sudah menuruni tangga. Menyadari kehadiran Jodha, Jalal pun diam-diam mengagumi kecantikan sang istri ditambah lagi Jodha memakai gaun berwarna hijau yang ia pilihkan sebagai hadiah untuk Jodha.

Setelah Jodha turun, Ratu Mainavati mengatakan pada Jodha bahwa Jalal telah menunggunya dari tadi disini. Melihat Jodha memakai gaun berwarna hijau membuat Sukanya memiliki kesempatan untuk menggoda Jodha. Sebelum Jodha sempat berkata-kata, Jalal mengatakan pada Sukanya bahwa Jodha memakai gaun berwarna hijau untuk demi dirinya. Jalal menambahkan bahwa ia sangat menyukai warna hijau apalagi jika gaun tersebut dipakai oleh Jodha. Ibu dan saudara-saudara perempuan Jodha tersenyum mendengar perkataan Jalal. Jodha pun terpaksa tersenyum di hadapan mereka. Agar Jalal tidak berkata yang aneh-aneh lagi, Jodha pun bertanya pada Jalal akankah mereka segera masuk. Jalal pun setuju dengan ide Jodha dan menyuruh mereka untuk pergi terlebih dahulu.

Sebelum upacara dimulai, Adham Khan menceritakan bahwa saat ini ia sedang merencanakan suatu kekacauan untuk Jalal. Sharifuddin yang tahu sifat Adham Khan langsung panik mendengarnya. Namun Adham Khan tidak mau menceritakannya kepada Sharifuddin dan membiarkan Sharifuddin bertanya-tanya.

Jalal kembali menggoda tukang masak Amer dengan pura-pura mengancamnya jika ia tidak menghidangkan masakan yang lebih lezat dari biasanya maka Jalal akan menghukumnya. Ternyata Pratap melihat tindakan Jalal ini. Pratap lalu mengatakan bahwa sudah menjadi sifat bangsa Mughal untuk selalu membuat keributan.

Upacara pun dimulai. Jalal menikmati jalannya upacara. Namun kebahagiaan ini harus terhenti ketika Jalal mengetahui jika gajah kesayangannya sedang mengamuk. Adham Khan sengaja mengarahkan Hawai ke ruangan tempat upacara. Hingga Hawai pun semakin mengamuk di tengah keramaina. Prajurit sudah berjaga-jaga. Bukannya menjauhi, Jalal malah mendekati Hawai yang sedang mengamuk. Berkali-kali Jalal mencoba memanggil nama Hawai dan menyuruhnya berhenti namun tidak berhasil. Jalal juga melarang semua prajuritny untuk melukai Hawai. Jalal tidak pantang menyerang. Ia masih terus saja mencoba menenangkan gajah kesayangannya ini walau tubuhnya berkali-kali harus terjatuh ke tanah. Semua orang yang melihatnya merasa khawatir. Jalal kemudian mengelus belalai Hawai dan naik ke atas tubuh Hawai dan mengelus-elus Hawai hingga akhirnya Hawai pun tenang. Jalal bertanya-tanya apa yang menyebabkan Hawai bisa seperti ini dan siapa yang dengan keji telah berusaha melukai hewan kesayangannya ini. Pratap yang melihat hal ini dalam hati memuji kehebatan Jalal. Ia pun mengakui Jalal sebagai musuh yang tangguh.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Kisah Jodha Akbar terbaru (1)

Kisah Jodha Akbar terbaru (2)

Kisah Jodha Akbar terbaru (3)

Kisah Jodha Akbar terbaru (4)

Kisah Jodha Akbar terbaru (5)

Kisah Jodha Akbar terbaru (6)

Kisah Jodha Akbar terbaru (7)

Kisah Jodha Akbar terbaru (8)

Kisah Jodha Akbar terbaru (9)

Kisah Jodha Akbar terbaru (10)

Kisah Jodha Akbar terbaru (11)

Kisah Jodha Akbar terbaru (12)

Kisah Jodha Akbar terbaru (13)

Kisah Jodha Akbar terbaru (14)

Kisah Jodha Akbar terbaru (15)

Kisah Jodha Akbar terbaru (16)

Kisah Jodha Akbar terbaru (17)

Kisah Jodha Akbar terbaru (18)

Kisah Jodha Akbar terbaru (19)

Kisah Jodha Akbar terbaru (20)

Kisah Jodha Akbar terbaru (21)

Kisah Jodha Akbar terbaru (22)

Kisah Jodha Akbar terbaru (23)

Kisah Jodha Akbar terbaru (24)

Kisah Jodha Akbar terbaru (25)

Kisah Jodha Akbar terbaru (26)

Kisah Jodha Akbar terbaru (27)

Baca Terus Majalah Online

2

 

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*