Jodha Akbar Episode 90, Sinopsis Jodha Akbar Terbaru

Jodha Akbar Episode 90, Sinopsis Jodha Akbar Terbaru, Kisah Jodha Akbar terbaru, Foto Pemeran Jodha Akbar, Foto Pemain Jodha Akbar

Jodha datang menemui Jalal dan membawa semangkok sesajian “kheer” dari nenek Jodha dan menyuruhnya untuk berbagi dengan Jalal. Namun Jalal mengira bahwa makanan itu hanya untuk dirinya habiskan sendiri. Jalal pun menghabiskannya sendiri. Setelah makanannya habis, Jalal memberikan mangkoknya kepada Jodha. Jodha pun geram melihat tingkah suaminya ini. Melihat Jodha yang terkejut membuat Jalal bertanya kepada Jodha apakah ada yang salah dengan dirinya. Jodha pun langsung mengatakan bahwa sudah menjadi kebiasaan Jalal yang selalu larut pada dunianya sendiri padahal ia sudah mengatakan bahwa mereka harus berbagi sesajian itu, namun Jalal malah menghabiskannya sendiri. Kemudian Jodha mengingatkan bahwa Jalal telah melupakan peraturan yang dibuatnya sendiri, yaitu setiap makanan yang dibuat untuk raja harus dicicipi terlebih dahulu. Namun bukannya membiarkan Jodha mencicipinya terlebih dahulu, Jalal malah langsung memakannya begitu saja. Jalal pun menjawab kheer yang dibuat untuknya sangatlah enak. Dan kenapa ia langsung memakannya karena ia percaya jika Jodha tak akan pernah berniat untuk membunuhnya walaupun Jodha sendiri sebenarnya memiliki kesempatan untuk melakukannya.

Kemudian Jalal pun memuji kelebihan bangsa Amer. Ia mengatakan bahwa 3 hal yang ia kagumi dari orang Amer. Yang pertama, bangsa Amer begitu terlatih dalam hal berperang. Yang kedua, menurut Jalal bangsa Amer bisa menjadi teman yang paling setia atau menjadi musuh yang paling ditakuti. Hal yang ketiga adalah bangsa Amer tidak pernah menyerang orang dari belakang. Kemudian Jalal mengatakan bahwa bangsa Amer sangat pandai melukis, karena dari tadi ia melihat satu lukisan yang tampak sangat hidup. Jalal yakin jika orang yang ada di lukisan pastilah seorang pejuang pemberani. Jodha pun membenarkan pemikiran Jalal. Ia mengatakan bahwa orang yang berada di lukisan itu adalah Prithviral Chauhan, seorang pejuang dari bangsa Rajput yang sangat hebat. Banyak sudah musuh yang ia kalahkan sehingga tidak ada seorang musuhpun yang bisa menang di medan perang melawannya. Namun bangsa Mughal begitu licik. Mereka menyerangnya dari belakang dan disiksa dengan kejam. Dan Prithviral tidak kenal menyerah hingga akhir hayatnya.

Kemudian Jodha mengatakan bahwa saat ini mereka sangat membutuhkan seorang pejuang yang sangat hebat seperti Prithviral Chauhan yang dapat melindungi mereka dari bangsa Mughal. Kemudian Jodha pun tersadar jika saat ini ia sedang berbicara dengan Jalal. Jodha pun meminta maaf pada Jalal karena sesungguhnya dirinya tidak berniat untuk menyakiti hati Jalal. Dirinya terlalu bersemangat menceritakan kehebatan pejuang yang diidolakannya ini hingga ia tidak sadar tentang apa yang dikatakannya. Kemudian Jalal menggoda Jodha dengan mengatakan bahwa hari ini ia telah menemukan bakat Jodha yang lainnya, yaitu dapat menyakiti hati orang lain tanpa memerlukan satupun senjata. Dan semua serangan Jodha selalu tepat mengenai sasaran. Jodha yang sedikit banyak mulai memahami sifat Jalal mengatakan bahwa semua pujian yang dilontarkan Jalal pastilah berujung dengan celaan. Jodha mengatakan bahwa pikiran Jalal selalu berbelit-belit begitupun juga dengan kata-katanya. Jalal pun tersenyum.

Sebelum hari pernikahannya, Sukanya mendapatkan banyak hadiah. Kemudian nenek Jodha meminta Sukanya untuk menebak mana hadiah dari Jodha. Dengan cepat Sukanya dapat langsung mengetahui mana hadiah dari kakaknya tersebut. Sebuah gelang kaca berwarna hijau diyakini Sukanya sebagai hadiah dari Jodha. Karena ia dan Jodha memiliki kenangan akan gelang kaca berwarna hijau. Sukanya pun langsung memeluk Jodha.

Lalu Ratu Hamida dan rombongan datang untuk memberikan hadiah kepada Sukanya. Bahkan Ratu Hamida juga membawakan hadiah dari Jalal untuk semua keponakan Jodha. Keponakan Jodha sangat senang akan hadiah yang diberikan oleh Jalal. Mereka pun langsung mengambil hadiah untuk mereka dan mengatakan bahwa Jalal adalah seorang raja yang baik dan menepati janjinya. Mereka juga memuji Jalal karena cerita yang mereka dengar semalam sangatlah bagus. Jodha pun tersenyum mendengar pengakuan dari para keponakannya ini.

Giliran Maham Anga yang memberikan hadiah untuk Sukanya. Maham Anga juga memberikan hadiah dari Ruqaiya dan Salima serta menyampaikan permintaan maaf mereka karena tidak bisa hadir di acara pernikahan ini. Namun mereka berdua selalu mendoakan kesejahteraan untuk Sukanya. Sukanya pun dengan santun mengucapkan terima kasih kepada mereka dan meminta Maham Anga untuk menyampaikan pesan kepada mereka berdua jika hadiah yang diterimanya ini sangatlah berarti bagi dirinya.

Selain untuk Sukanya, Ratu Hamida juga membawa hadiah untuk adik Sukanya, Shivani. Betapa senangnya Shivani dibawakan hadiah dari Ratu Mughal, dan betapa terkejutnya Ratu Mainavati jika sebenarnya Ratu Hamida sedikit banyak mengetahui tradisi dan kebudayaan mereka. Sebagai balasannya, Ratu Mainavati memberikan hadiah untuk Ratu Hamida. Tak ketinggalan, nenek Jodha memberikan Maham Anga sebuah hadiah. Maham Anga pun menerima hadiah tersebut dengan berat hati.

Kemudian tak disangka, Ratu Hamida juga membawakan Jodha sebuah hadiah, yaitu sari berwarna hijau. Jodha dan anggota keluarganya sangat terkejut melihat hadiah ini, karena sesungguhnya Jodha paling membenci warna hijau. Lalu Ratu Hamida mengatakan bahwa hadiah untuk Jodha ini adalah pilihan Jalal sendiri. Karena Jalal sangat menyukai warna hijau. Setelah Ratu Hamida pergi, Ratu Mainavati mengatakan pada Jodha bahwa ia harus menerima dan menghormati keinginan mertuanya itu.

Rombongan Raja Acal, calon mertua Sukanya akhirnya tiba di Amer. Raja Bharmal pun menyambut mereka dengan hangat dan menunjukkan tempat istirahat untuk mereka.

Maham Anga memanggil Jodha ke kamarnya. Jodha pun memenuhi keinginan Maham Anga. Awalnya Maham Anga memuji sambutan untuk mereka selama berada di Amer. Lalu Maham Anga mengatakan bahwa ia begitu tersanjung menerima hadiah dari nenek Jodha, namun hal ini sekaligus membangkitkan kenangan buruk baginya. Kemudian di hadapan Jodha, Maham Anga membakar gaun yang diberikan oleh nenek Jodha kepadanya. Melihat hal ini Jodha pun merasa geram. Lalu Maham Anga kembali mencoba mengingatkan Jodha atas tindakan serupa yang pernah dilakukan oleh Jodha. Maham Anga ingin Jodha merasakan sakit yang pernah ia rasakan saat di hadapan banyak orang Jodha membakar gaun pengantin pemberian Jalal.

Jodha pun memadamkan api yang membakar gaun pemberian nenek Jodha kepada Maham Anga. Lalu dengan besar hati Jodha mengatakan bahwa tidak salah jika Maham Anga ingin membakar gaun ini, karena yang salah adalah neneknya yang telah memberikan gaun ini kepada orang yang salah. Maham Anga pun tersenyum puas.

Raja Acal yang bertemu Sharifuddin kembali mengingatkannya apakah Sharifuddin masih ingat pada janjinya untuk diberikan benteng Ratanpur sebagai syarat pernikahan anaknya dengan Sukanya. Sharifuddin pun mengatakan bahwa tentu saja ia masih ingat akan janjinya tersebut. Dan sekali lagi Sharifuddin berjanji jika Jalal sendiri lah yang akan memberikan benteng Ratanpur kepada Raja Acal di hari pernikahan anaknya. Raja Acal pun tersenyum puas.

Ternyata ini semua adalah ulah Sharifuddin yang ingin mempermalukan Jalal di depan umum sekaligus ingin membatalkan pernikahan ini. Adham Khan pun tersenyum puas mendengar rencana Sharifuddin ini. Ia pun tidak sabar menanti hal yang akan terjadi nantinya.

Bangsa Rajput saat ini sedang berkumpul melihat Pratap dan Baghwan Das bermain chaufer. Keahlian Pratap bermain chaufer tidak diragukan lagi karena dari tadi ia selalu menang. Kemudian Jalal dan rombongan datang untuk melihat permainan chaufer. Setelah Pratap dan Baghwan Das selesai bermain, salah seorang raja Rajput berniat untuk mempermalukan Jalal dalam permainan chaufer. Ia yakin jika Pratap akan mengalahkan dan mempermalukan Jalal di hadapan orang banyak. Lalu ia pun meminta Raja Bharmal untuk meminta Jalal bertanding chaufer melawan Pratap. Raja Bharmal mencoba menghindari permintaan raja Rajput tersebut. Namun Jalal yang merasa tertantang langsung menerima tantangan tersebut.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Sinopsis Jodha Akbar Terbaru (1)

Sinopsis Jodha Akbar Terbaru (2)

Sinopsis Jodha Akbar Terbaru (3)

Sinopsis Jodha Akbar Terbaru (4)

Sinopsis Jodha Akbar Terbaru (5)

Sinopsis Jodha Akbar Terbaru (6)

Sinopsis Jodha Akbar Terbaru (7)

Sinopsis Jodha Akbar Terbaru (8)

Sinopsis Jodha Akbar Terbaru (9)

Sinopsis Jodha Akbar Terbaru (10)

Sinopsis Jodha Akbar Terbaru (11)

Sinopsis Jodha Akbar Terbaru (12)

Sinopsis Jodha Akbar Terbaru (13)

Sinopsis Jodha Akbar Terbaru (14)

Sinopsis Jodha Akbar Terbaru (15)

Sinopsis Jodha Akbar Terbaru (16)

Sinopsis Jodha Akbar Terbaru (17)

Sinopsis Jodha Akbar Terbaru (18)

Sinopsis Jodha Akbar Terbaru (19)

Sinopsis Jodha Akbar Terbaru (20)

Sinopsis Jodha Akbar Terbaru (21)

Sinopsis Jodha Akbar Terbaru (22)

Sinopsis Jodha Akbar Terbaru (23)

Sinopsis Jodha Akbar Terbaru (24)

Sinopsis Jodha Akbar Terbaru (25)

Sinopsis Jodha Akbar Terbaru (26)

Sinopsis Jodha Akbar Terbaru (27)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*