Jodha Akbar Episode 89, Kisah Jodha Akbar ANTV

Jodha Akbar Episode 89, Kisah Jodha Akbar ANTV, Cerita Jodha Akbar ANTV, Kisah Jodha Akbar Terbaru, Foto Pemain Jodha Akbar

Kedua kakak ipar Sukanya menggoda Sukanya dengan mengatakan bahwa waktu Sukanya tinggal di Amer hanya tinggal beberapa hari lagi. Sebentar lagi Sukanya akan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah mertua. Lalu Jodha pun datang, Jodha menceritakan bahwa ia telah memenuhi sumpahnya kepada Dewi Amba. Kedua kakak ipar kemudian mencoba untuk menggoda Jodha dengan mengatakan bahwa sebagai seorang wanita yang sudah menikah maka Jodha pasti sudah banyak mengetahui tentang kehidupan berumah tangga sehingga sudah sewajarnya jika Sukanya menanyakan hal ini. Sebelum Jodha sempat berkata, datanglah seorang pelayan yang membawa perintah jika Ratu Mainavati sedang mencari kedua kakak ipar Jodha dan Sukanya.

Sekarang hanya tinggal Jodha dan Sukanya yang berdua di kamar. Tiba-tiba Jodha merasa khawatir melihat Sukanya yang begitu gugup. Lalu Sukanya mencurahkan isi hatinya kepada Jodha. Ia mengatakan bahwa dirinya sangat gugup menghadapi pernikahan ini. Ia sendiri belum pernah bertemu dengan calon suaminya sebelumnya sehingga ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan dan bicarakan setelah menikah nanti. Sukanya juga menanyakan apa yang harus ia perbuat jika nanti setelah menikah suaminya berniat untuk mendekatinya. Semua hal ini ditanyakan kepada Jodha karena menurutnya Jodha akan mampu menjawab semua pertanyaannya karena Jodha yang lebih dahulu menikah. Mendengar pertanyaan adiknya ini Jodha langsung tertawa. Sukanya merasa heran kenapa Jodha menertawakannya. Kemudian Jodha membawa adiknya berdiri di depan cermin. Jodha mengatakan bahwa apa yang sedang mereka lihat di cermin adalah seorang wanita yang polos sehingga semua pria yang melihatnya akan langsung jatuh cinta padanya begitupun juga dengan keluarga sang pria. Jodha yakin jika adiknya ini akan langsung diterima oleh keluarga suaminya dan adiknya akan belajar lebih banyak nantinya dari keluarga barunya tersebut.

Sukanya mengatakan bahwa sesungguhnya Jodha lebih cantik daripada dirinya sehingga Sukanya pun yakin jika Jalal jatuh cinta pada Jodha pada pandangan pertama. Mendengar perkataan sang adik, tiba-tiba Jodha menampakkan wajah muram dan mencoba mengalihkan pembicaraan. Sukanya yang menyadari jika sang kakak menghindari pertanyaannya kembali mengatakan bahwa pastilah Jalal sangat mencintai kakaknya tersebut. Buktinya Jalal rela menemani Jodha ke kuil walaupun Jalal berbeda agama dengan mereka. Kemudian Sukanya kembali menanyakan apa yang harus ia lakukan agar suaminya nanti akan bertambah sayang padanya. Jodha semakin gusar, lalu ia mengatakan bahwa ia tidak bisa menjawab semua pertanyaan Sukanya mengenai pernikahan. Sukanya pun akhirnya mengetahui keadaan rumah tangga sang kakak yang sebenarnya. Jodha mengatakan bahwa hubungan antara dirinya dan Jalal adalah sebuah hubungan yang rumit ditambah lagi banyak sekali perbedaan diantara mereka. Namun Sukanya mencoba menenangkan Jodha dan mengatakan bahwa sesungguhnya kakaknya itu adalah seorang yang baik dan ia yakin jika suatu hari nanti mereka bertemu, Jodha pasti sudah bisa menjawab semua pertanyaannya mengenai pernikahan. Lalu Jodha yang melihat kedewasaan di dalam diri adiknya ini meminta Sukanya untuk tidak mengatakan hal ini kepada orang lain. Sukanya pun berjanji untuk tidak mengatakannya kepada siapa pun.

Jalal melihat keadaan gajah kesayangannya. Jalal menceritakan kepada Baghwan Das bahwa dirinya mendapatkan gajah ini ketika dirinya masih remaja sehingga ia memiliki ikatan batin dengan hewan yang sangat setia ini. Ternyata Adham Khan tengah memantau Jalal dari jauh. Melihat hal ini, Adham Khan memiliki suatu rencana yang jahat terhadap Jalal.

Pepatah mengatakan bahwa orang hebat memiliki pemikiran yang sama. Ternyata musuh terbesar Jalal, Pratap juga sangat menyayangi hewan. Walau Jalal dan Pratap dari latar belakang yang berbeda, agama yang berbeda, guru yang berbeda, bahkan sifat yang berbeda, namun mereka sama-sama memiliki minat yang sangat tinggi terhadap hewan.

Di malam hari ketika Jalal hendak tidur, datanglah Jodha yang menanyakan apakah Jalal sudah memikirkan dampak dari kepergiannya ke kuil hari ini. Apa yang nanti Jalal akan katakan jika sampai rakyat Mughal mengetahui hal ini. Jalal pun meminta Jodha untuk tidak cemas karena tidak akan seorang pun yang akan mempertanyakannya. Tiba-tiba saat mereka masih berbincang, Jodha merasakan ada seseorang yang menyelinap masuk ke kamar mereka. Jodha pun langsung mendekati Jalal dan mengambil pisau Jalal. Jodha meminta Jalal untuk diam karena ia sedang mencurigai sesuatu diluar. Lalu Jodha meminta Jalal untuk memeriksa keluar dan menanyakan siapa yang sedang berada di luar. Jalal yang telah menemukan pelakunya mengatakan bahwa terdapat segerombolan pasukan yang saat ini sedang menyerangnya. Jodha yang khawatir langsung keluar untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Jalal.

Betapa terkejutnya Jodha saat melihat keponakan-keponakannya sedang merayu Jalal untuk diberikan lagi banyak hadiah seperti yang pernah Jalal berikan kepada mereka saat pernikahan Jalal dan Jodha. Kemudian salah seorang gadis kecil mengatakan bahwa kedatangannya hanya untuk menemui Jalal, yang pernah didengarnya sebagai seorang pria yang pemberani dan sangat tampan. Mendengar hal ini Jalal pun tersenyum, begitupun dengan Jodha. Lalu mereka mengajak gadis-gadis kecil itu untuk masuk ke kamar. Kemudian dengan manja, keponakan-keponakan Jodha langsung mengerumuni Jalal yang duduk di atas tempat tidur. Jalal pun menceritakan kepada mereka sebuah kisah seorang putri yang pemarah. Para gadis kecil pun antusias mendengar cerita Jalal, termasuk Jodha. Karena Jodha menyadari jika yang diceritakan Jalal adalah dirinya maka Jodha pun tertawa. Mendengar Jodha tertawa membuat Jalal tersenyum dan kemudian melanjutkan ceritanya hingga para gadis kecil pun tertidur lelap. Lalu datanglah Ratu Mainavati yang sedang mencari cucu-cucunya. Betapa terkejutnya ia saat menemukan cucu-cucu nya sedang tertidur di tempat tidur Jalal. Ratu Mainavati meminta maaf telah mengganggu istirahat Jalal dan ia berniat untuk memindahkan cucu-cucunya itu ke kamar mereka masing-masing. Jalal yang sangat sayang pada anak kecil melarang Ratu Mainavati untuk membangunkan mereka. Jalal mengatakan bahwa ia tidak ingin mengganggu mimpi indah gadis-gadis kecil itu dan dirinya sendiri juga tidak keberatan jika mereka tidur disini.

Keesokan harinya, Jalal mencoba mengajari Man Singh memanah. Kemudian Jalal pun melepaskan anak panah dan tepat mengenai sasaran. Tiba-tiba Jalal mendengar sekelompok orang sedang bertepuk tangan. Dan ternyata keponakan-keponakan Jodha sedang memperhatikannya. Kemudian Jalal pun meminta mereka untuk mendekat. Salah seorang keponakan Jodha langsung memuji bahwa semakin hari Jalal semakin tampan. Jalal pun tersenyum dan berterima kasih atas pujian ini. Lalu para gadis kecil itu meminta Jalal untuk mengajarinya memanah. Jalal pun memenuhi permintaan mereka. Jalal mengajari mereka dengan penuh sabar. Melihat hal ini, Baghwan Das menyadari kelembutan dan kebaikan di dalam diri Jalal. Man Singh sependapat dengan ayahnya, ia mengatakan bahwa terkadang orang terlalu melebih-lebihkan tentang Jalal padahal mereka sendiri belum terlalu mengenal Jalal.

Jodha yang melihat Jalal sedang mengajari keponakannya langsung menemui mereka. Jodha pun langsung menegur Jalal dan mengatakan bahwa para gadis kecil ini belum cukup umur untuk diajari seni memanah dan mereka bisa terlukan karena hal ini. Namun Baghwan Das dan Man Singh malah membocorkan rahasia mengenai kenakalan-kenakalan Jodha di waktu kecil. Mendengar hal ini Jodha pun langsung memarahi Man Singh. Kemudian Man Singh langsung mendekati Jalal dan membisikkan bahwa memang sudah sifat bibinya yang suka mendominasi. Jalal yang mendengarnya langsung tersenyum dan mengatakan bahwa ia sudah lama mengetahuinya.

Lalu seorang gadis kecil mengalihkan pembicaraan mereka dan mengatakan bahwa bibi mereka Jodha sangat ahli dalam memanah. Jalal yang belum pernah melihat Jodha memanah, meminta Jodha untuk memperlihatkan keahliannya memanah. Baghwan Das pun memerintahkan Jodha untuk melakukannya. Kemudian Jalal meminta para gadis kecil untuk menjauh dari tempat latihan dan memberikan Jodha sebuah anak panah. Namun Jodha tidak mengambil anak panah yang diberikan Jalal, ia mengambil langsung tiga anak panah dari meja. Kemudian ketiga anak panah itu dilepaskannya dari busur dan ternyata ketiganya langsung tepat sasaran. Jalal pun semakin takjub pada Jodha, selain pintar bermain catur, pedang, dan sekarang baru lah ia menyadari jika Jodha juga pintar akan memanah.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Kisah Jodha Akbar ANTV (1)

Kisah Jodha Akbar ANTV (2)

Kisah Jodha Akbar ANTV (3)

Kisah Jodha Akbar ANTV (4)

Kisah Jodha Akbar ANTV (5)

Kisah Jodha Akbar ANTV (6)

Kisah Jodha Akbar ANTV (7)

Kisah Jodha Akbar ANTV (8)

Kisah Jodha Akbar ANTV (9)

Kisah Jodha Akbar ANTV (10)

Kisah Jodha Akbar ANTV (11)

Kisah Jodha Akbar ANTV (12)

Kisah Jodha Akbar ANTV (13)

Kisah Jodha Akbar ANTV (14)

Kisah Jodha Akbar ANTV (15)

Kisah Jodha Akbar ANTV (16)

Kisah Jodha Akbar ANTV (17)

Kisah Jodha Akbar ANTV (18)

Kisah Jodha Akbar ANTV (19)

Kisah Jodha Akbar ANTV (20)

Kisah Jodha Akbar ANTV (21)

Kisah Jodha Akbar ANTV (22)

Kisah Jodha Akbar ANTV (23)

Kisah Jodha Akbar ANTV (24)

Kisah Jodha Akbar ANTV (25)

Kisah Jodha Akbar ANTV (26)

Kisah Jodha Akbar ANTV (27)

Kisah Jodha Akbar ANTV (28)

Kisah Jodha Akbar ANTV (29)

Kisah Jodha Akbar ANTV (30)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*