Jodha Akbar Episode 88, Foto Pemain Jodha Akbar

Jodha Akbar Episode 88, Foto Pemain Jodha Akbar, Pemeran Jodha Akbar ANTV, Kisah Jodha Akbar ANTV, Kisah Jodha Akbar terbaru

 

Seorang pendeta sependapat dengan Jalal. Menurutnya jika seseorang telah menundukkan kepalanya berarti sama halnya dengan telah memotong leher orang tersebut. Jalal mengatakan bahwa dengan dirinya menundukkan kepala di patung kaki dewi Amba, berarti Jalal telah melunasi sumpah Jodha kepada Dewi Amba dan Jodha tidak perlu bersedih lagi. Jodha hanya bisa diam.

Lalu pendeta meminta Jodha untuk melaksanakan ‘aarthi’, karena menurutnya sudah lama sekali Jodha tidak menyanyikan hymne di kuil ini. Jodha pun menuruti permintaan pendeta dan menyanyikan hymne untuk dewi Amba. Jalal memperhatikan dari belakang.

Resham datang ke kamar Maham Anga,yang kebetulan saat itu Adham Khan juga sedang berada disana. Resham menyampaikan kabar yang sangat mengejutkan Maham Anga dan Adham Khan, yaitu kabar mengenai kepergian Jalal ke kuil dewi Amba bersama dengan Jodha. Mendengar hal ini Maham Anga sangat shock, sampai-sampai ia tak bisa mempercayai mengenai kabar yang barusan didengarnya. Dan yang lebih mengejutkan lagi, Afghah Khan yang menemani Jalal dan Jodha pergi ke kuil. Lalu Adham Khan pun menyangka jika saat ini Afghah Khan tengah berusaha untuk menjilat Jalal agar dirinya dapat menggantikan posisi ibunya sebagai perdana menteri. Dan mereka yakin jika dalang dibalik ini semua adalah Jodha. Karena Jodha telah mempengaruhi Jalal agar mau menemaninya ke kuil. Maham Anga juga yakin jika karena hal ini maka Jalal akan mendapat masalah karena hal ini.

Jalal mengatakan bahwa dirinya telah memenuhi sumpah Jodha, tapi kenapa Jodha masih terlihat tidak bahagia. Kenapa sampai Jodha begitu membencinya hingga ia bersumpah untuk memenggal kepala Jalal dan menaruhnya di kaki patung dewi Amba. Jodha yang masih marah kepada Jalal mengatakan hal yang sangat mengejutkan Jalal, yaitu Jalal dan pasukannya pernah menjarah kuil ini tepat di depan matanya dan bahkan pada saat itu Mothi juga diculik oleh tentara Mughal. Dan ketika Jalal mengumumkan peperangan dengan bangsa Amer, pasukan Jalal merusak kuil ini lebih parah lagi dan mereka juga membunuh prajurit Amer dan membakar mayat mereka. Jodha pun mempertanyakan apakah salah mereka sehingga Jalal melakukan tindakan sekeji itu.

Lalu Jodha menghentikan pembicaraannya ketika pendeta datang dan mengatakan bahwa dirinya membawa sesembahan suci untuk Raja Bharmal dan Ratu Mainavati. Jodha pun berterima kasih kepada pendeta sambil memberikan sedikit amal. Lalu sebagai balasannya pendeta mendoakan agar Jodha selalu diberkati Dewa dan dikarunia banyak anak. Kemudian giliran Jalal yang diberkati pendeta. Jalal didoakan agar dirinya selalu Berjaya, diberikan umur yang panjang, dan suatu saat dapat mencetak sejarah.

Jalal yang telah kembali ke kerajaan Amer, langsung berbicara kepada Afghah Khan. Ia bertanya kepada Afghah Khan kenapa informasi yang ia terima dengan kenyataannya terkadang tidak sama. Jalal yakin bahwa selama ini telah terjadi penyimpangan informasi. Afgah Khan menjelaska bahwa hal ini mungkin saja bisa terjadi di setiap kerajaan. Namun menurut Jalal hal ini tidaklah benar karena semuanya menyangkut nama baik Jalal. Hari ini ia telah membuktikan bahwa ia tidak pernah memberikan perintah untuk menghancurkan kuil di Amer, namun kenyataannya kuil tersebut dijarah oleh prajuritnya sendiri. Jalal mengatakan bahwa sudah sewajarnya jika kerajaan yang menang mendapatkan harta dari kerajaan yang dikalahkan, namun tidak dibenarkan jika rakyat dari kerajaan yang kalah harus dirampok bahkan dijarah semua harta benda mereka. Dan hal ini menyimpang dari semua yang ditetapkan Jalal. Sebagai imbasnya semua rakyat dari kerajaan yang kalah sangat membenci Jalal. Oleh karena itu Jalal menyuruh Afghah Khan menemukan alasan kenapa sampai kuil tersebut hancur dan menyelidiki kasus ini dengan seksama. Afghah Khan pun berjanji untuk dengan segera mengungkap kasus ini dan kedepannya semua informasi yang masuk ke Jalal tidak ada yang menyimpang. Namun karena saat ini mereka sedang berada di Amer, maka Afghah Khan meminta Jalal untuk tidak terlalu mengkhawatirkan hal ini. Tapi menurut Jalal karena saat ini dia berada di Amer maka mungkin kedepannya akan menemukan hal-hal yang akan lebih membuka matanya.

Maham Anga menemui Jodha di kamarnya. Maham Anga pun langsung menyerang Jodha dengan pertanyaan yang memojokkan Jodha. Ia bertanya kenapa Jodha mengajak Jalal ke kuil. Mengapa Jodha begitu tidak tahu diri, apakah Jodha ingin mengejek agama Jalal. Jodha berusaha menjelaskan namun langsung dipotong oleh Maham Anga yang juga menanyakan apakah Jodha tidak tahu konsekuensi yang nantinya akan terjadi jika para pemuka agama di Agra sampai tahu kalau kaisar mereka yang beragama Islam datang dan berdoa di kuil Hindu. Jodha kemudian memberikan segelas air kepada Maham Anga agar ia sedikit lebih tenang. Bukannya tenang, Maham Anga malah semakin marah. Ia melempar gelas yang tadi diberi Jodha dan mengatakan bahwa Jodha lah yang harus bertanggung jawab atas kemurkaannya ini. Jodha yang sudah habis kesabaran lalu mengatakan bahwa sesungguhnya Maham Anga lebih memahami sifat Jalal disbanding dirinya. Jalal hanya akan melakukan sesuatu jika itu sesuai keinginannya dan di tidak akan pernah melakukan sesuatu hal jika ia tidak ingin melakukannya walaupun dipaksa sekalipun. Menurut Jodha harusnya Maham Anga sendirilah yang seharusnya menjawab pertanyaannya sendiri. Maham Anga selalu menuntut Jodha untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri dan sekarang Jodha telah memenuhi kewajibannya itu dengan tidak mempertanyakan keputusan yang sudah diambil Jalal.

Jodha menantang Maham Anga untuk menanyakan sendiri dengan pertanyaan yang sama ia lontarkan kepada Jodha. Jodha juga melanjutkan bahwa biar Jalal sendiri yang nantinya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Jodha pun memanggil pelayan dan memintanya untuk mengantarkan Maham Anga ke kamar Jalal karena mungkin Maham Anga belum hapal letak-letak ruangan di Amer. Dengan Angkuh Maham Anga menjawab bahwa ia akan menemukan Jalal dimanapun Jalal berada karena Jalal adalah anaknya, dan bahkan ia tidak membutuhkan Tuhan untuk menemukan Jalal. Dan sebelum Maham Anga keluar dari kamar Jodha, Maham Anga mengatakan bahwa ia sangat merasa terhina dengan perlakuan Jodha yang secara tidak langsung telah mengusir dirinya dari kamar di depan seorang pelayan. Maham Anga memperingatkan Jodha bahwa dirinya tidak suka dipermalukan dan dia berjanji akan membalas perlakuan Jodha ini.

Maham Anga bergegas menuju kamar Jalal. Namun sayangnya seorag prajurit Amer yang sedang berjaga di depan pintu kamar Jalal melarangnya untuk masuk menemui Jalal kecuali jika dirinya dipanggil oleh Jalal. Maham Anga kesal akan perlakuan prajurit ini kepadanya. Namun si prajurit mengatakan bahwa dirinya hanya melaksanakan perintah Raja Bharmal bukan bermaksud untuk tidak menghormatinya. Lalu seorang panglima Mughal mendengar keributan kecil ini. Ia pun marah dengan tindakan prajurit ini dan mengatakan betapa berani dirinya menghentikan seorang wanita yang merupakan seorang perdana menteri Mughal sekaligus telah dianggap Jalal sebagai ibunya sendiri. Namun Maham Anga dengan berpura-pura lapang dada bersedia diperiksa sebelum masuk ke kamar Jalal.

Setelah diperiksa, Maham Anga masuk ke kamar Jalal. Saat itu Man Singh dan Baghwan Das sedang berada di kamar Jalal. Mengetahui kehadiran Maham Anga mereka pun langsung keluar dari kamar Jalal. Melihat wajah ibu angkatnya yang begitu kesal, Jalal pun menanyakannya kepada Maham Anga. Lalu Maham Anga menceritakan hal yang telah dialaminya dengan penjaga di depan pintu. Mendengar hal ini Jalal pun langsung berniat untuk menegur si prajurit. Namun lagi-lagi Maham Anga berpura-pura baik hati di depan Jalal dengan berusaha menghentikan Jalal dan mengatakan bahwa si prajurit tidak melakukan kesalahan apa-apa dan ia hanya melaksanakan tugas. Jalal pun menuruti ibu angkatnya itu.

Kemudian Maham Anga menanyakan kondisi Jalal. Dan berpura-pura peduli dengan keadaan Jalal sekarang. Lalu Maham Anga langsung menanyakan kenapa Jalal telah melakukan kesalahan besar dengan membuat orang bertanya-tanya mengenai keimanan Jalal sekarang. Pertama Jalal telah memperbolehkan Jodha untuk tidak pindah agama setelah mereka menikah. Kemudian sekarang Jalal membantu ayah Jodha mencarikan jodoh untuk Sukanya dan ditambah lagi ia pergi menemani Jodha ke kuil. Maham Anga khawatir bagaimana nanti reaksi masyarakat mengetahui hal ini. Jalal pun mencoba menenangkan Maham Anga. Ia menjelaskan bahwa dirinya pergi ke kuil atas permintaan nenek Jodha. Sebagaimana ibunya dulu yang meminta Jodha untuk menemaninya ke Ajmer Sharif. Jodha telah melaksanakan tugasnya dengan bersedia menemaninya ke Ajmer Sharif dan sekarang ia pun harus membalas kebaikan Jodha dengan menemaninya pergi ke kuil. Jalal berharap agar Maham Anga mempercayai setiap keputusan yang ia ambil. Ia pergi ke kuil bukan berarti ia telah melepaskan keimanannya kepada Allah. Bagi Jalal agama adalah penguat hidupnya dan ia tidak akan pernah melepaskan keimanannya dan berpindah ke agama lain. Selain itu, Jalal juga menjelaskan maksudnya untuk mencarikan jodoh untuk Sukanya adalah untuk alasan politik. Bagi Jalal yang terpenting bukan hanya menguasai tanah mereka, namun Jalal juga ingin menguasai hati mereka sehingga mereka dapat menerima Jalal sebagai raja mereka.

Maham Anga pun setuju dengan pendapat Jalal ini. Dan sebagai perdana menteri, dirinya tidak akan menentang kebijakan yang diambil oleh Jalal. Dan sebagai seorang ibu Maham Anga berharap agar Jalal menjadi raja yang hebat yang selalu dikenang sejarah dengan berhasil mempersatukan Hindustan.

 Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Foto pemain Jodha Akbar (1)

 

Foto pemain Jodha Akbar (3)

Foto pemain Jodha Akbar (4)

Foto pemain Jodha Akbar (5)

Foto pemain Jodha Akbar (6)

Foto pemain Jodha Akbar (7)

Foto pemain Jodha Akbar (8)

Foto pemain Jodha Akbar (9)

Foto pemain Jodha Akbar (12)

Foto pemain Jodha Akbar (13)

Foto pemain Jodha Akbar (14)

Foto pemain Jodha Akbar (15)

Foto pemain Jodha Akbar (16)

 

Foto pemain Jodha Akbar (18)

Foto pemain Jodha Akbar (19)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*