Jodha Akbar Episode 87, Foto Jodha Akbar ANTV

Jodha Akbar Episode 87, Foto Jodha Akbar ANTV, Foto Pemain Jodha Akbar, Kisah Cinta Jodha Akbar, Pemeran Jodha Akbar

Jalal dan Pratap akhirnya bertemu untuk yang pertama kali. Pratap langsung menyebutkan nama Jalal. Jalal pun senang karena dirinya begitu terkenal di Rajput. Ia pun menanyakan kepada Pratap bagaiman ia bias mengetahui tentang dirinya. Namun Pratap tidak ingin menjawab pertanyaan Jalal mengenai bagaimana ia bias mengetahui tentang Jalal. Baginya seseorang terkenal bukan hanya tentang hal positifnya namun juga hal negative. Jalal pun menyadari bahwa sesungguhnya ia terkenal di Rajput dengan sisi negatifnya. Suasana disana pun semakin panas ketika mereka berdua menyadari bahwa sesungguhnya mereka berdua adalah adalah musuh satu sama lain. Namun keduanya secara tidak langsung menyepakati bahwa mereka tidak ingin sedang mencari ribut disini. Sehingga mereka berdua pun sama-sama menahan diri untuk tidak saling menyerang.

Melihat kejadian tadi pagi membuat Raja Bharmal menjadi sedikit khawatir. Ia khawatir jika bangsa Rajput yang membenci Jalal menyusun rencana untuk menyerang Jalal. Menurutnya tidak ada benteng di dunia ini yang tidak dapat ditembus oleh pedang, begitupun juga dengan penjagaan di Amer. Menurutnya kesempatan seperti ini mungkin saja dimanfaatkan oleh beberapa orang untuk menyerang Jalal. Namun nenek Jodha berusahan menenangkan Raja Bharmal. Menurutnya tidak mungkin Pratap akan menyerang Jalal di acara pernikahan Sukanya karena jika Pratap sampai melakukan hal ini, maka berarti Pratap akan sangat mengecewakan bibinya. Ibunda Jodha yang semula berniat untuk mempersatukan kembali hubungan antara keluarganya dengan keluarga Pratap juga menjadi sedikit khawatir setelah mendengar cerita dari suaminya. Diam-diam Jodha mendengar pembicaraan antara ibu, ayah, dan neneknya ini. Jodha pun tidak ingin jika sampai terjadi keributan di pernikahan adiknya ini.

Agar hal yang dikhawatirkannya tidak terjadi, Jodha langsung menemui Jalal di kamarnya. Jodha meminta Jalal agar tidak menyerang Pratap demi kelancaran pernikahan adiknya karena Jodha begitu mencintai ayahnya dan ia tidak ingin jika hal ini menjadi beban pikiran sang ayah. Jalal pun memenuhi permintaan Jodha. Ia berjanji tidak akan menyerang Pratap terlebih dahulu asalkan Jodha mau memenuhi dua syarat yang ia ajukan. Syarat pertama adalah jika sampai Pratap menghina agama dan rakyat Jalal, maka Jalal akan melupakan janjinya kepada Jodha. Jodha pun menyanggupi syarat pertama yang diajukan Jalal. Lalu syarat kedua adalah selama berada di Agra, Jodha harus bermalam di kamar Jalal. Mendengar syarat yang kedua Jodha pun langsung meluapkan amarahnya kepada Jalal. Jalal tersenyum melihat respon Jodha sambil mengatakan bahwa jika kedua orang tua mengetahui jika putrinya tidak mau sekamar dengan suaminya sendiri maka hal ini akan membuat orang tua sedih dan dihinggapi banyak pertanyaan. Dengan terpaksa Jodha pun menerima syarat kedua ini. Dengan wajah gembira Jalal langsung duduk disamping Jodha dan meminta Jodha untuk mengobati luka di tangannya yang disebabkan oleh Jodha. Setelah selesai dioleskan obat, Jalal pun kembali berulah dengan mengatakan bahwa kepalanya sangat pusing dan meminta Jodha untuk memijat kepalanya. Sekali lagi dengan terpaksa Jodha memijat kepala Jalal.

Sewaktu sedang memijat kepala Jalal, tanpa sengaja Jodha menemukan luka di punggung Jalal. Jodha pun langsung meminta Jalal untuk membuka pakaiannya. Jalal pun terkejut dan mengatakan bahwa Jodha sedang ingin mengambil kesempatan darinya. Dengan wajah cemberut Jodha mengatakan bahwa ia ingin mengoleskan obat di luka yang ada di punggung Jalal. Jalal pun menuruti perintah Jodha. Ia membuka pakaiannya dan Jodha mengoleskan obat. Sewaktu Jodha masih sibuk mengoleskan obat di luka Jalal, Jalal menggoda Jodha. Jalal mengatakan bahwa kira-kira hewan buas apalagi yang akan ia hadapi. Kemarin ia telah menghadapi seekor ular, seekor harimau, dan apakah nantinya seekor harimau betina yang akan menyerangnya. Jodha yang geram mendengar godaan Jalal langsung meninggalkan Jalal dan menyuruh Jalal untuk mengobati sendiri lukanya.

Sarifuddin mendatangi Adham Khan dengan membawa kabar bahwa semua pemanah yang menyerang Jalal di danau semuanya telah mati dan tidak ada saksi yang dapat memberatkan mereka. Sarifuddin sangat bersyukur akan hal ini. Namun Adham Khan berkata bahwa walaupun ada saksi mata yang hidup maka Adham Khan tidak akan khawatir karena sewaktu menemui pasukan pemanah tersebut, Adham Khan memakai topeng sehingga dirinya yakin jika tidak ada seorang pun yang akan mengenalnya. Lalu yang menjadi permasalahan lainnya adalah penjagaan terhadap Jalal semakin diperketat dan sudah semakin banyak orang disini sehingga kesempatan untuk menyerang Jalal semakin kecil. Tapi Adham Khan malah senang akan keadaan ini. Karena menurutnya jika semakin banyak orang disini maka akan semakin sulit untuk menemukan pelaku yang sebenarnya. Untuk pertama kalinya Sarifuddin sependapat dengan Adham Khan. Namun Adham Khan segera mengakhiri obrolannya dengan Sarifuddin karena ia tidak ingin membicarakan hal ini di Amer karena sesungguhnya ia tidak percaya pada orang-orang di Amer.

Keesokan harinya Jodha berencana untuk pergi ke kuil dewi Amba. Lalu Jodha tanpa sengaja bertemu dengan ibu, nenek dan mertuanya. Lalu Ratu Hamida menanyakan dari mana saja Jodha, sejak pagi tidak dirinya tidak terlihat dimanapun. Jodha menjawab bahwa ia bangun kesiangan karena semalam dirinya tidak bisa tidur hingga larut malam. Mendengar hal ini ibu, nenek, dan mertua Jodha tersenyum. Melihat tingkah ketiga orang tersebut Jodha pun menyangka bahwa mereka pasti sedang salah paham. Lalu Ratu Hamida menenangkan Jodha dengan mengatakan bahwa seorang wanita akan selalu tertidur lebih nyenyak ketika berada di rumah orang tuanya.

Jalal yang sedang bersama Baghwan Das melihat Jodha, ibu, mertua, dan nenek Jodha sedang berbincang. Ia pun menyampiri mereka. Kemudian nenek Jodha menanyakan rencana Jodha untuk pergi ke kuil Dewi Amba. Nenek Jodha menyarankan Jodha untuk membawa serta Jalal untuk berdoa di kuil Dewi Amba. Untuk menjaga perasaan Jalal, Jodha mengatakan bahwa sebaiknya tidak mengajak Jalal karena Jalal berbeda agama dengan dirinya. Tanpa diduga Jalal bersedia pergi ke kuil bersama Jodha. Menurutnya Jodha yang beragama Hindu mau menemaninya ziarah ke Ajmer Sharif dan sekarang tidak ada alasan baginya untuk menolak berdoa di kuil Dewi Amba. Dengan berat hati, Jodha pun membawa serta Jalal ke kuil Dewi Amba.

Setelah berada di depan kuil, Jalal melepaskan sepatunya namun masih membawa serta pedang dan mahkotanya ke dalam kuil. Melihat hal ini Jodha keberatan jika Jalal masih membawa pedangnya masuk ke dalam karena menurutnya jika seseorang benar-benar berniat untuk berdoa maka tidak akan terjadi sesuatu apapun yang buruk akan menimpanya. Jalal pun menuruti permintaan Jodha. Ia pun menitipkan pedang dan mahkotanya pada Afghah Khan. Lalu Jalal dan Jodha masuk ke dalam kuil. Sewaktu berdoa, Jodha menelungkupkan kedua tangannya sambil menunduk. Jalal pun mengikuti apa yang dilakukan Jodha.

Setelah berdoa, Jodha pun terlihat tidak tenang. Sambil melirik ke arah Jalal ia teringat akan sumpahnya untuk membawa dan meletakkan kepala Jalal di kaki Dewi Amba karena telah mengambil perhiasan di patung dewi Amba dan merusak kuil ini. Melihat tingkah Jodha yang aneh ini membuat Jalal bertanya kenapa Jodha terlihat sangat panik, padahal setiap Jodha berdoa dirinya akan selalu tenang. Jodha pun mengatakan bahwa saat ini ia sedang marah pada dirinya karena sesungguhnya Dewi Amba selalu mengabulkan permintaannya namun ia sendiri belum melaksanakan sumpahnya. Jodha menceritakn bahwa dirinya pernah bersumpah untuk membawa dan meletakkan kepala Jalal di kaki Dewi Amba. Namun kenyataannya Jodha ditakdirkan untuk tidak akan pernah memenuhi sumpahnya ini karena bagaimana bisa ia memenggal kepala suaminya sendiri.

Jalal pun menanyakan Jodha apakah Jodha benar-benar ingin meletakkan kepalanya di kaki dewi Amba. Tanpa menunggu jawaban dari Jodha, Jalal pun mendekati patung dewi Amba. Jodha pun bertanya-tanya mengenai apakah yang akan dilakukan Jalal pada patung tersebut. Lalu Jalal berlutut dan meletakkan kepalanya di kaki patung dewi Amba.Kemudian Jalal berdiri dan mengatakan bahwa Jodha tidak perlu memenggal kepalanya untuk memenuhi sumpahnya karena Jalal hanya perlu menundukkan kepalanya di kaki dewi Amba. Jodha pun tidak percaya dengan apa yang dilihatnya

 Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Foto Jodha Akbar ANTV (2)

Foto Jodha Akbar ANTV (3)

Foto Jodha Akbar ANTV (4)

Foto Jodha Akbar ANTV (5)

Foto Jodha Akbar ANTV (6)

Foto Jodha Akbar ANTV (7)

Foto Jodha Akbar ANTV (8)

Foto Jodha Akbar ANTV (9)

Foto Jodha Akbar ANTV (10)

Foto Jodha Akbar ANTV (11)

Foto Jodha Akbar ANTV (12)

Foto Jodha Akbar ANTV (13)

Foto Jodha Akbar ANTV (14)

Foto Jodha Akbar ANTV (17)

Foto Jodha Akbar ANTV (18)

Foto Jodha Akbar ANTV (19)

Foto Jodha Akbar ANTV (20)

Foto Jodha Akbar ANTV (21)

Foto Jodha Akbar ANTV (22)

Foto Jodha Akbar ANTV (23)

Foto Jodha Akbar ANTV (24)

Foto Jodha Akbar ANTV (25)

 

Foto Jodha Akbar ANTV (26)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*