Jodha Akbar Episode 84, Kisah Jodha Akbar ANTV

Jodha Akbar Episode 84, Kisah Jodha Akbar ANTV, Kisah Cinta Jodha Akbar, Ruqaiya Jodha Akbar

Ruqaiya yang telah mendengar bahwa Jalal berhasil mencarikan calon suami untuk Sukanya langsung menemui Jalal. Ia ingin menanyakan langsung kepada Jalal. Ruqaiya menanyakan kenapa Jalal mencarikan calon suami untuk Ruqaiya, kemudian apa yang Jalal pikirkan saat Raja Bharmal mengundangnya, dan pertanyaan terakhir apakah Jalal akan menghadiri acara pernikahan tersebut. Lalu Jalal pun menjawab pertanyaan Ruqaiya satu persatu. Jalal menjelaskan bahwa tujuannya mencarikan calon suami untuk Sukanya dari bangsa Rajput adalah demi kepentingan politik. Karena menurut Jalal akan lebih mudah baginya untuk menaklukkan seluruh India dengan cara pernikahan politik, dan sudah banyak raja-raja terdahulu yang mempraktekkannya. Lalu ketika Raja Bharmal membawa kabar rencana pernikahan Sukanya, Jalal dapat melihat kebahagiaan di mata Raja Bharmal dan untuk berbagi kebahagiaan ini Raja Bharmal mengundang Jalal dan Jodha serta semua anggota keluarga Jalal di Agra. Oleh karena itulah Jalal akan menerima undangan Raja Bharmal untuk menghadiri pernikahan Sukanya di Amer.

Lalu Jalal melihat Ruqaiya membawa obat yang dibuat oleh Jodha. Ruqaiya pun memuji obat yang dibuat oleh Jodha. Mendengar hal ini Jalal mengatakan bahwa sulit sekali mengerti jalan pikiran wanita. Di satu sisi mereka saling bertengkar namun disisi lain mereka memuji satu sama lain. Bagi Jalal lebih mudah bagi dirinya untuk mengerti permasalahan politik dibandingkan isi pikiran wanita. Ruqaiya membalas perkataan Jalal. Menurutnya lebih mudah untuk mengerti isi pikiran dari teman kecilnya. Ruqaiya melanjutkan bahwa Jalal tidak akan pergi ke Amer karena ia tidak akan mengizinkan Jalal pergi ke Amer.

Di sidang dewan, Jalal mengucapkan terima kasih kepada Raja Bharmal atas undangan pernikahan Sukanya. Jalal pun berjanji akan menghadiri pernikahan Sukanya di Amer. Mendengar hal ini Raja Bharmal sangat bahagia. Jalal pun memerintahkan kepada ibunya untuk mempersiapkan hadiah untuk pernikahan Sukanya. Raja Bhamal lalu meminta izin pulang ke Amer karena banyak hal yang harus ia persiapkan.

Adham Khan, Maham Anga, dan Afghah Khan membahas kembali keputusan Jalal untuk menghadiri pernikahan Sukanya di Amer. Maham Anga merasa heran kenapa Jalal memberikan perhatian yang begitu besar kepada Jodha dan keluarganya mengingat banyak sekali musibah yang menimpa Jalal akibat ulah Jodha. Belum lagi di acara pernikahan Sukanya nanti pasti banyak sekali bangsa Rajput yang datang, dan bisa-bisa mereka akan menyerang Jalal disana. Afghah Khan sependapat dengan Maham Anga, ia pun berjanji akan mencoba menanyakan kembali kepada Jalal mengenai keputusannya ini. Di saat percakapan sedang berlangsung, tiba-tiba datanglah Jalal. Maham Anga pun langsung mengutarakan pemikirannya bahwa sebaiknya Jalal tidak hadir di pernikahan Sukanya karena bisa saja bangsa Rajput yang menjadi musuh Jalal akan menyerang Jalal disana. Namun Jalal tetap pada pendiriannya, ia masih tetap akan pergi ke pernikahan Sukanya. Menurut Jalal, musuhnya banyak tidak hanya di Rajput saja dan jika ia tidak datang maka musuh-musuhnya akan menganggap Jalal sebagai orang yang lemah. Afghah Khan sependapat dengan Jalal. Ia pun bersedia untuk mengawal Jalal kemanapun Jalal pergi dan akan mempersiapkan pasukan dalam jumlah yang cukup banyak demi menjamin keselamatan Jalal. Jalal bahagia mendengar hal ini. Sebelum ia pergi, ia meminta orang-orang terdekatnya untuk bisa hadir menemani dirinya ke Amer.

Setelah Jalal pergi, Maham Anga memarahi Afghah Khan dan menanyakan kenapa Afghah Khan setuju akan keinginan Jalal. Afghah Khan berpendapat bahwa sudah menjadi kewajibannya untuk memenuhi keingian sekaligus perintah Jalal tersebut. Mendengar hal ini Maham Anga menjadi semakin kesal.

Jalal melihat bekas lukanya di cermin. Sambil bergumam Jalal mengatakan bahwa ini adalah luka yang aneh, walaupun dirinya telah sembuh mengapa bekas lukanya masih tetap ada. Kemudian datanglah seorang prajurit yang mengatakan bahwa Jodha meminta izin untuk menemui Jalal. Setelah Jalal mengizinkan Jodha masuk, Jodha pun langsung menanyakan alasan kenapa Jalal bersedia hadir di pernikahan Sukanya dan kenapa banyak sekali prajurit yang dikerahkan untuk mengawal Jalal. Namun Jalal tidak langsung menjawabnya, ia mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan kapan lukanya benar-benar sembuh dan sepertinya luka yang disebabkan oleh gigitan macan betina akan lambat sembuh. Melihat Jalal yang mengalihkan pembicaraan membuat Jodha kesal. Melihat Jodha yang telah kesal barulah Jalal menjelaskan alasannya kenapa ia membawa banyak sekali prajurit ke Amer. Jalal sangat yakin jika ayah dan keluarga Jodha akan melindungi dirinya selama berada di Amer, tapi Jalal sadar bahwa ia memiliki banyak sekali musuh dan ketika musuh sadar berapa banyak pasukan yang dibawa Jalal maka musuhnya akan berpikir dua kali untuk menyerangnya. Jalal menggoda Jodha apakah ia tidak mau berterima kasih kepada Jalal karena telah membantu mencarikan calon suami untuk adiknya Sukanya. Jalal juga menambahkan kenapa Jodha tetap saja marah kepada Jalal meskipun dirinya melakukan kebaikan. Namun dengan ketus Jodha mengatakan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan Jalal pasti ada maksud. Jalal pun tersenyum kecil. Ia membenarkan perkataan Jodha bahwa dirinya memiliki maksud tertentu dari rencana pernikahan Sukanya ini. Mendengar hal ini Jodha pun geram. Sekali lagi Jalal menggoda Jodha bahwa Jodha harus meminta kakaknya untuk menyiapkan keamanan untuk Jalal terutama dari serangan macan betina. Jalal juga mengatakan bahwa amarah Jodha bagaikan ledakan meriam, lidah Jodha setajam pisau, dan pandangan Jodha sangat mematikan bagaikan bisa ular. Jika Jalal diserang dengan ketiga hal tersebut maka Jalal memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat menyelamatkan dirinya.

Maham Anga menemui Ruqaiya dan mengatakan bahwa Jalal telah mengumumkan kesediaannya untuk datang ke Amer. Mendengar hal ini Ruqaiya terkejut. Maham Anga kembali mencoba memperingatkan Ruqaiya bahwa sesungguhnya Jalal melakukan ini semua demi Jodha dan keluarganya. Ia memprediksi bahwa suatu hari Jodha akan berhasil merebut hati Jalal dan bahkan merebut kedudukan Ruqaiya sebagai ratu utama. Hari ini sudah terbukti bahwa Jalal tidak mendengarkan kata-kata Ruqaiya yang melarang Jalal pergi ke Amer. Maham Anga meminta Ruqaiya agar menghentikan niat Jalal untuk pergi ke Amer.

Adham Khan kembali bertemu Sharifuddin. Sharifuddin senang karena tak lama lagi rencanya akan berhasil. Menurutnya serangan yang akan ia lakukan akan dituduhkan ke Amer sehingga nantinya Jalal akan menyalahkan Amer. Sarifuddin merasa lega dan memastikan bahwa ia akan segera mengambil harta rampasan yang pernah ia kembalikan ke Amer dan rencana balas dendamnya kepada Amer akan berhasil. Adham pun tertawa lega.

Di suatu sore ketika matahari terbenam Jalal melihat ke arah tembok dan menikmati keindahan matahari terbenam. Ruqaiya pun datang dan sekali lagi menanyakan keputusan Jalal yang akan datang ke Amer memenuhi undangan Raja Bharmal. Lalu Jalal mengatakan bahwa dirinya telah jatuh cinta kepada Jodha. Mendengar hal ini raut muka Ruqaiya langsung berubah pucat. Tiba-tiba Jalal pun tertawa dan mengatakan bahwa baru kali ini Jalal melihat Ruqaiya sangat khawatir. Ia mengatakan bahwa lelucon seperti ini ternyata dapat membuat Ruqaiya menjadi sangat khawatir. Jalal kembali menegaskan bahwa tujuannya ke Amer adalah demi tujuan politik agar rakyat Amer menghormati Jalal sebagai raja mereka. Selain itu Jalal juga yakin jika bangsa Amer adalah bangsa yang sangat setia kepada pemimpinnya sehingga tidak ada orang yang akan berani mencoba mencelakainya. Ruqaiya lega mendengar hal ini dan senang karena Jalal tidak memiliki hati. Ruqaiya meminta Jalal untuk cepat pulang karena dirinya tidak akan ikut ke Amer karena dirinya tidak akan pernah merasa betah jika berada di tengah-tengah keluarga Jodha.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Kisah Jodha Akbar ANTV (1)

Kisah Jodha Akbar ANTV (2)

Kisah Jodha Akbar ANTV (3)

Kisah Jodha Akbar ANTV (4)

Kisah Jodha Akbar ANTV (5)

Kisah Jodha Akbar ANTV (6)

Kisah Jodha Akbar ANTV (7)

Kisah Jodha Akbar ANTV (8)

Kisah Jodha Akbar ANTV (9)

Kisah Jodha Akbar ANTV (10)

Kisah Jodha Akbar ANTV (11)

Kisah Jodha Akbar ANTV (12)

Kisah Jodha Akbar ANTV (13)

Kisah Jodha Akbar ANTV (14)

Kisah Jodha Akbar ANTV (15)

Kisah Jodha Akbar ANTV (16)

Kisah Jodha Akbar ANTV (17)

Kisah Jodha Akbar ANTV (18)

Kisah Jodha Akbar ANTV (19)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*