Jodha Akbar Episode 83, Rahim Jodha Akbar

Jodha Akbar Episode 83, Rahim Jodha Akbar, Pemeran Jodha Akbar, Foto Pemain Jodha Akbar, Kisah cinta Jodha Akbar

Untuk merayakan kesembuhan Jalal, Ratu Hamida memerintahkan kepada Afghah Khan untuk memberikan sedekah kepada rakyat sebagai wujud rasa syukurnya. Ratu Hamida mengajak Jodha untuk melihat pembagian sedekah. Semua orang yang menerima sedekah mendoakan kesehatan dan kesembuhan Jalal. Melihat hal ini, Jodha pun merasa bahwa ia harus berbuat sesuatu. Ia pun memanggil pelayan dan menyerahkan seluruh perhiasan yang dipakainya untuk dibagikan kepada rakyat. Lalu Ratu Hamida mengatakan bahwa Tuhan telah mengabulkan doa Jodha. Namun Jodha mengatakan bahwa sesungguhnya Jalal sembuh dikarenakan doa dari rakyat banyak bukan karena doanya. Karena sesungguhnya dirinya tidak sedang mendoakan keselamatan seorang raja, namun dia mendoakan seseorang yang sangat dicintai oleh ibunya, seseorang yang telah menyelamatkan Jodha dari serangan macan, seorang manusia yang memiliki hati. Dan kebetulan saja orang yang didoakan Jodha tersebut berkedudukan sebagai seorang raja. Ratu Hamida pun semakin bangga atas kedewasaan Jodha.

Maham Anga yang juga sedang memperhatikan jalannya pembagian sedekah dari jarak jauh tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan Ruqaiya. Dengan bangga Ruqaiya mengatakan bahwa seluruh istana tengah bahagia dan tengah mendoakan kesehatan dan keselematan Jalal. Maham Anga lantas menanyakan siapakah yang telah didoakan Ruqaiya, Jalal sebagai suaminya atau Jalal sebagai teman masa kecilnya. Ternyata diluar dugaan, Ruqaiya lebih mementingkan kedudukan Jalal sebagai seorang raja dibandingkan kedudukan Jalal sebagai seorang suami atau teman masa kecilnya. Mendengar hal ini Maham Anga berpendapat bahwa sampai kapanpun Ruqaiya akan dihormati sebagai seorang ratu kerajaan Mughal namun Ruqaiya tidak dapat menjadi istri yang baik untuk Jalal.

Ketika Jodha berniat untuk mengantarkan buah-buahan kepada Jalal, tiba-tiba datanglah si kecil Rahim. Rahim meminta Jodha untuk menceritakan sebuah cerita. Namun Jodha membujuk Rahim dan mengatakan bahwa Jodha akan menceritakan sebuah cerita kepada Rahim nanti malam sewaktu Rahim akan tidur. Namun Rahim menolak, ia minta agar Jodha menceritakannya sekarang. Rahim mengancam akan memberitahu Jalal jika Jodha tidak mau melaksanakan permintaannya. Ancaman kecil dari si lucu Rahim ini pun membuat Jodha tertawa kecil. Jodha pun meminta Rahim agar tidak marah dan menuruti permintaan Rahim. Jodha menceritakan sebuah cerita mengenai pertarungan seorang raja melawan seekor macan. Rahim mendengarkan cerita Jodha dengan seksama. Selesai bercerita Rahim memaksa Jodha untuk memberikan buah-buahan kepadanya. Karena Rahim ingin menunjukkan betapa kuat dirinya seperti seorang raja yang bisa mengangkat sekeranjang buah-buahan. Rahim pun berniat untuk membawa buah-buahan itu kepada Jalal. Jodha pun hanya bisa tersenyum melihat tingkah lucu Rahim.

Dengan membawa sekeranjang buah-buahan, Rahim menuju kamar Jalal dan memberitahukan Jalal bahwa supaya cepat sembuh Jalal harus makan buah-buahan yang telah ia bawa. Lalu Rahim melihat banyak luka di tubuh Jalal, Rahim pun menghitung jumlah luka tersebut. Melihat Rahim yang sudah bisa menghitung membuat Jalal semakin bangga pada Rahim. Ruqaiya mengatakan bahwa Ratu Salima telah mendidik Rahim dengan sangat baik. Selain itu Ratu Salima sudah begitu baik karena telah menyuruh Rahim membawa sekeranjang buah-buahan untuk Jalal. Namun dugaan Ruqaiya ternyata salah. Rahim mengatakan bahwa bukan ibunya yang menyuruh dirinya untuk membawa buah-buahan untuk Jalal, melainkan Jodha yang mengirimnya. Lalu sebelum pergi, Rahim pun menyuapkan sebuah apel kepada Jalal.

Kemudian Jalal menanyakan kepada Ruqaiya, apakah dirinya menghargai pemberian dari Jodha ini. Ruqaiya mengatakan bahwa ia masih kesal dengan tindakan Jodha yang membuat Jalal hampir kehilangan nyawanya. Ruqaiya juga mengatakan bahwa dirinya telah menampar Jodha sebagai hukuman bagi dirinya yang telah melukai Jalal. Namun Jalal tidak sependapat dengan Ruqaiya. Ia mengatakan bahwa sesungguhnya Jodha telah berbuat kesalahan yang begitu fatal namun Ruqaiya hanya memberikan hukuman yang ringan padanya. Jalal mengulangi perkataannya bahwa seharusnya Jodha harus mendapatkan hukuman yang lebih berat lagi. Mendengar hal ini Ruqaiya pun tersenyum puas.

Adham Khan belum mengetahui bahwa Jalal telah berhasil melewati masa krisisnya. Saat ia sedang mabuk, tiba-tiba Sarifuddin datang dan membawa kabar yang membuat Adham Khan sangat marah. Ternyata saat akan menghalangi perjalanan tabib dari Gwailor, terjadi salah paham antara pasukan Adham Khan dan pasukan Sarifuddin sehingga merekapun saling serang. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah yang menyembuhkan Jalal adalah Jodha bukan tabib dari Gwailor. Sebelum tabib Gwailor datang, Jodha memberikan obat yang sangat manjur sehingga dapat menyembuhkan Jalal. Akibatnya Adham Khan dan Sarifuddin kembali gagal untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dari Jalal. Adham Khan pun segera ingin mengambil tindakan. Namun Sarifuddin memintanya untuk bersabar dan untuk tidak gegabah, karena sepertinya Sarifuddin telah merencanakann sesuatu.

Ruqaiya mendatangi Jodha dan mengungkit kembali mengenai tamparan yang pernah ia layangkan di pipi Jodha. Untuk mengejek Jodha, Ruqaiya mengoleskan obat di bekas tamparannya di pipi Jodha. Ruqaiya pun mengatakan bahwa sudah menjadi kebiasaan Jodha untuk melukai seseorang kemudian mengobati luka orang tersebut. Dengan nada sinis, Ruqaiya berharap agar bekas tamparan di pipi Jodha dapat segera sembuh dengan ramuan obat yang telah ia buat sendiri.

Resham berusaha untuk mencari tahu apa yang sedang dipikirkan Maham Anga. Saat ini Maham Anga merasa heran kenapa Jodha bisa dilepaskan begitu saja setelah ia menyebabkan nyawa Jalal terancam. Hanya karena Jodha menyembuhkan luka Jalal maka Jodha dimaafkan begitu saja. Maham Anga juga merasa ada yang aneh setelah kepulangan Jalal dan Jodha dari Ajmer Sharif. Ia takut jika suatu saat Jodha menjadi penghalang besar baginya . Ia juga takut jika suatu saat Jodha menggantikan kedudukan Ruqaiya. Perubahan yang sedang terjadi sekarang tampaknya tidak berpihak pada Maham Anga.

Raja Bharmal datang ke Agra. Mengetahui kedatangan ayahnya ke Agra membuat Jodha bertanya-tanya ada apa gerangan yang membuat ayahnya ke Agra. Jodha pun berniat untuk menemui ayahnya. Raja Bharmal disambut dengan baik oleh Jalal. Walau kondisinya belum sembuh betul namun ia mau menerima kehadiran Raja Bharmal. Melihat keadaan Jalal, membuat Raja Bharmal sedikit khawatir. Tapi bagaimanapun ia ingin berterima kasih kepada Jalal dan ingin membagikan kabar bahagia kepada Jalal. Raja Bharmal mengatakan bahwa pernikahan Sukanya telah ditentukan dan ini semua berkat bantuan Jalal, mengingat telah banyak pangeran Rajput yang menolak lamaran Sukanya. Raja Bharmal pun berniat untuk mengundang Jalal dan Jodha serta seluruh keluarga besar Jalal untuk menghadiri pernikahan Sukanya. Dari kejauhan Jodha mendengar sendiri apa yang telah dikatakan ayahnya. Ia pun bahagia jika adiknya akan segera menikah walau ini semua berkat bantuan Jalal.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Rahim Jodha Akbar (1)

Rahim Jodha Akbar (2)

Rahim Jodha Akbar (3)

 

Rahim Jodha Akbar (4)

Rahim Jodha Akbar (5)

Rahim Jodha Akbar (6)

Rahim Jodha Akbar (7)

Rahim Jodha Akbar (8)

Rahim Jodha Akbar (9)

Rahim Jodha Akbar (10)

Rahim Jodha Akbar (11)

Rahim Jodha Akbar (12)

Rahim Jodha Akbar (13)

Rahim Jodha Akbar (14)

Rahim Jodha Akbar (15)

Rahim Jodha Akbar (16)

Rahim Jodha Akbar (17)

Rahim Jodha Akbar (18)

Rahim Jodha Akbar (19)

Rahim Jodha Akbar (20)

Rahim Jodha Akbar (21)

Rahim Jodha Akbar (22)

Rahim Jodha Akbar (23)

Rahim Jodha Akbar (24)

Rahim Jodha Akbar (25)

Rahim Jodha Akbar (26)

Rahim Jodha Akbar (27)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*