Jodha Akbar Episode 82, Cerita Cinta Jodha Akbar

Jodha Akbar Episode 82, Cerita Cinta Jodha Akbar, Kisah cinta Jodha Akbar, Sinopsis Jodha Akbar ANTV, Serial Jodha Akbar

Tabib mengatakan bahwa 24 jam kedepan adalah masa kritis Jalal. Ia pun mengatakan bahwa apapun bisa terjadi pada Jalal selama 24 jam ini. Mendengar hal ini semua orang merasa sangat terpukul terutama Ratu Hamida dan Ruqaiya.

Seorang pelayan memberi kabar pada Jodha bahwa obat yang dibuat oleh Jodha menyebabkan Jalal panas tinggi dan Jalal pun menjadi semakin parah. Jodha pun menangis dan menayakan kepada Dewa kenapa semua niat baik yang ia lakukan selalu berakibat fatal buat orang lain. Sesungguhnya ia hanya berniat untuk melindungi hewan yang lemah, namun kenyataannya malah membuat nyawa Jalal sekarang terancam. Ia pun heran kenapa obat yang dibuatnya dapat menyembuhkan semua luka Sujamal, namun kenapa obat itu malah memiliki efek samping yang begitu besar kepada Jalal. Jodha pun hampir putus asa. Lalu datanglah Ratu Hamida yang berniat membawa Jodha ke tempat yang aman. Karena jika Jalal sampai mati maka Jodha lah yang harus menanggung marah dari semua orang. Jodha menolak keinginan Ratu Hamida, karena ia tidak ingin sembunyi. Jodha pun siap menerima apapun konsekuensinya. Namun Ratu Hamida tidak ingin mendengar keras kepalanya Jodha. Ia langsung menarik Jodha dan membawa Jodha ke suatu tempat.

Ratu Salima dan beberapa istri Jalal berkumpul untuk makan malam. Sambil menangis Ratu Salima menyuruh mereka untuk makan sepuasnya malam ini. Karena bisa saja ini adalah malam terakhir bagi mereka untuk makan. Dan jika esok Jalal mati maka mereka harus meneguk racun. Kemudian datanglah Ruqaiya. Ia mengatakan bahwa dirinya adalah ratu utama dan ratu kesayangan Jalal. Oleh karena itu jika Jalal mati maka dirinyalah orang pertama yang akan meminum racun tersebut. Menurutnya jika musuh sampai tahu jika Jalal telah mati maka para musuh Jalal akan melampiaskan kemarahan mereka kepada para ratu Jalal. Dan sebagai ratu yang paling dicintai Jalal, Ruqaiya tidak mau jika musuh Jalal menyakiti dirinya. Maka ia lebih memilih menjadi orang pertama yang meneguk racun agar dapat segera bersama Jalal di alam kubur. Mendengar hal ini membuat Ratu Salima semakin sedih.

Ternyata berbagai macam respon orang dalam memandang kondisi Jalal sekarang. Beberapa ratu di Harem lebih memilih rencana untuk meneguk racun sebagai bukti kesetiaan mereka kepada Jalal. Namun beberapa lagi memilih untuk segera meninggalkan istana sambil membawa banyak perhiasan. Bagi mereka tidak ada gunanya bagi mereka untuk berada di Harem jika Jalal telah meninggal.

Di saat semua orang sedih akan kondisi Jalal, Javeeda menemukan Adham Khan tengah mabuk di kamarnya, seolah-olah Adham Khan tengah merayakan sesuatu . Namun Adham Khan beralibi bahwa dirinya mabuk karena ingin menutupi kesedihannya akan musibah yang sedang ditimpa Jalal.

Adham Khan tak sabar menunggu 24 jam masa kritis Jalal. Baginya 24 jam ini adalah waktu yang sangat lama dan panjang dalam hidupnya. Adham Khan pun khawatir jika sebelum 24 jam tabib Gwailor telah berhasil sampai di Agra. Namun salah seorang kepercayaan Adham Khan mengatakan bahwa Adham Khan tidak perlu khawatir karena dirinya telah memerintah prajurit untuk menghadang tabib tersebut. Kemudian Adham Khan dikejutkan dengan kedatangan Sarifuddin. Lalu sempat terjadi keributan kecil diantara mereka mengenai pembagian kekuasaan. Namun keributan ini berubah menjadi pelukan hangat karena sesungguhnya mereka memiliki pemikiran yang sama untuk memperpanjang masa kritis Jalal dengan menghadang kedatangan tabib dari Gwailor.

Semua orang berdoa akan keselematan Jalal. Begitupun dengan Jodha. Walau ia sekarang berada di tempat persembunyiannya, ia selalu mendoakan Jalal. Di tengah perjalanan Tabib Gwailor dihadang oleh prajurit yang diutus oleh Adham Khan dan Sharifuddin. Kedua pasukan ini salah paham sehingga mereka menyerang satu sama lain. Sewaktu terjadi keributan Tabib dari Gwailor turun dari kudanya, namun sayang botol obat yang mereka bawa pecah dan obat yang mereka buat untuk Jalal berhamburan di tanah. Namun hal itu tidak mengurungkan niat mereka untuk segera pergi ke istana. Selagi para prajurit sibuk menyerang satu sama lain, para tabib pun melarikan diri hingga sampailah mereka di gerbang istana. Para tabib dari Gwailor disambut oleh Afghah Khan. Mereka langsung menceritakan penyebab kedatangan mereka yang terlambat. Afghah Khan segera meminta tabib untuk memeriksa Jalal.

Seorang tabib dari gwailor langsung memeriksa Jalal dan ia pun menanyakan obat apa yang telah diberikan kepada Jalal. Tabib istana pun memberikan obat yang dimaksud. Setelah memeriksanya, Tabib dari Gwailor langsung mengetahui siapa yang telah membuat ramuan obat tersebut. Karena sesungguhnya hanya satu orang yang bisa membuat ramuan obat yang pernah diajarkannya ini. Tabib dari Gwailor pun langsung teringat akan Jodha. Benar saja ia pun langsung bertemu dengan Jodha. Sebelum orang lain bertanya-tanya tabib dari Gwailor pun menceritakan pertemuannya dengan Jodha saat menyembuhkan Raja Bharmal memanggilnya untuk mengobati salah seorang saudara Jodha. Ia pun mengatakan bahwa obat yang telah dibuat Jodha sudah tepat dan tak lama lagi Jalal akan segera pulih. Mengenai demam yang dialami Jalal sekarang hanyalah efek samping dari obat ini. Demam yang tinggi berarti tubuh membunuh semua bakteri yang dihasilkan oleh kuku macan. Mendengar hal ini semua orang menjadi lega. Tabib dari Gwailor pun menyanjung Jodha akan kecerdasan Jodha.

Tak disangka beberapa menit kemudian Jalal pun tersadar. Jalal pun memberikan isyarat untuk meminta minum. Namun Jodha melarangnya dan mengatakan bahwa saat ini Jalal tidak boleh minum. Mendengar hal ini membuat Ruqaiya marah kepada Jodha. Namun Jodha menjelaskan bahwa saat ini Jalal tidak boleh minum terlebih dahulu karena hal ini dapat membahayakan nyawa Jalal. Pernyataan Jodha ini dibenarkan oleh tabib dari Gwailor. Semua orang senang akan keadaan Jalal yang telah membaik. Dan berita membaiknya keadaan Jalal telah tersebar ke seluruh penjuru istana.

Atas rasa terima kasihnya kepad Jalal, Ratu Hamida memberikan kitab suci AlQuran kepada Jodha sebagai hadiah. Jodha pun sangat senang menerimanya dan berjanji akan menjaga kitab suci ini sebaik-baiknya. Lalu Jodha pun mengangkat kedua tangannya untuk berdoa sebagaimana yang dilakukan umat Islam saat berdoa. Melihat hal ini, Ratu Hamida sangat bangga pada Jodha dan ia pun semakin bahagia saat mengetahui bahwa Jalal lah yang mengajarkannya. Kemudia Jodha menceritakan pengalamannya selama di Ajmer Sharif. Jodha pun mengaku bahwa di Ajmer Sharif ia melihat sisi lain dari Jalal. Mitos mengenai Jalal yang tidak memiliki hati telah dipatahkan Jalal selama ia berada di Ajmer Sharif. Ratu Hamida senang mendengar hal ini dan berharap jalan hidup Jalal kedepannya akan semakin lebih baik.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Cerita cinta Jodha Akbar (2)

Cerita cinta Jodha Akbar (3)

Cerita cinta Jodha Akbar (4)

Cerita cinta Jodha Akbar (5)

Cerita cinta Jodha Akbar (6)

Cerita cinta Jodha Akbar (7)

Cerita cinta Jodha Akbar (8)

Cerita cinta Jodha Akbar (9)

 

Cerita cinta Jodha Akbar (10)

Cerita cinta Jodha Akbar (11)

Cerita cinta Jodha Akbar (12)

Cerita cinta Jodha Akbar (13)

Cerita cinta Jodha Akbar (14)

Cerita cinta Jodha Akbar (15)

Cerita cinta Jodha Akbar (16)

Cerita cinta Jodha Akbar (17)

Cerita cinta Jodha Akbar (18)

Cerita cinta Jodha Akbar (19)

Cerita cinta Jodha Akbar (20)

Cerita cinta Jodha Akbar (21)

Cerita cinta Jodha Akbar (22)

Cerita cinta Jodha Akbar (23)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*