Jodha Akbar Episode 79, Cerita Cinta Jodha Akbar

Jodha Akbar Episode 79, Cerita Cinta Jodha Akbar, Kisah cinta Jodha Akbar, Jodha dan Jalal, Foto Pemeran Jodha Akbar

Jalal pun menggoda Jodha dengan berbicara kepada ular yang ditangkapnya. Jalal berkata kepada ular tersebut bahwa karena dialah Jalal dimarahi istrinya bahkan dituduh tidak menghormati istrinya. Walau Jalal tak berhak untuk menyentuh istrinya sendiri tapi kenapa sang ular berani-beraninya menyentuh Jodha. Jalal melanjutkan bahwa untung saja ia menyelamatkan ular itu tepat waktu, karena kalau tidak ia akan terkena amarahan Jodha yang menyakitkan dan amarah tersebut bisa menyebabkan penderitaan disepanjang hidupnya. Kemudian Jalal membuang ular tersebut. Jalal lalu menjelaskan kepada Jodha bahwa ia tidak berniat menyentuh Jodha, ia hanya berniat untuk menyelamatkan nyawa sang ular. Mendengar hal ini Jodha pun langsung mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Jalal. Namun sekali lagi Jalal berusaha menggoda Jodha dengan mengatakan bahwa untung saja ia menyelamatkan nyawa sang ular, jika tidak maka semua orang akan menyalahkan Jodha. Jodha pun tersenyum dan tertawa kecil mendengar lelucon Jalal. Melihat Jodha tersenyum, Jalal mempersilahkan Jodha untuk tertawa untuk leluconnya itu. Kemudia Jalal pun melanjutkan tidurnya dan meminta Jodha untuk tidak khawatir bahwa dirinya tidak akan sedikitpun menyentuh Jodha.

Pagi-pagi sekali Jalal menemui tahanan yang mencoba membunuh Jodha. Jalal mengatakan bahwa ia telah mengetahui rencana pria tersebut, namun karena tidak ingin menodai perjalalannya ke Ajmer Sharif, maka ia berniat untuk tidak membunuh pria tersebut. Ketika matahari mulai tinggi, Jalal dan rombongan kembali melanjutkan perjalanan ke Ajmer Sharif. Ketika di tengah jalan rombongan Jalal bertemu dengan beberapa musafir. Jalal memerintahkan pasukannya untuk berhenti sejenak. Lalu Jalal turun dari kudanya dan langsung menanyakan kepada musafir tersebut kenapa ia memiliki banyak sekali pakaian dan perhiasan. Salah seorang musafir mengatakan bahwa di wilayah mereka telah terjadi bencana alam yang hebat, sehingga banyak desa yang rusak serta penduduknya kehilangan mata pencaharian. Akibatnya banyak warga mereka yang kelaparan dan kehilangan tempat tinggal. Sehingga mereka berjalan dari desa ke desa untuk meminta dan mengumpulkan bantuan untuk membantu warganya yang sedang ditimpa musibah. Mendengar hal ini Jodha merasa iba, ia pun langsung mendekati para musafir dan berniat untuk memberikan gelangnya. Namun Jalal melarang Jodha untuk melepaskan gelangnya dan Jalal pun meminta Jodha untuk segera kembali ke tandunya. Jodha pun kembali ke tandunya dengan bergumam dalam hati bahwa Jalal tidak pantas menjadi seorang raja karena disaat rakyatnya menderita Jalal tidak melakukan apa-apa bahkan Jalal telah melarang dirinya untuk memberikan bantuan. Jalal memang orang yang tidak memiliki hati gumamnya. Betapa terkejutnya Jodha ketika ia telah sampai di tandunya dan melihat Jalal melepaskan semua perhiasannya sambil mengatakan alasan kenapa ia melarang Jodha untuk melepaskan perhiasannya. Pertama adalah karena tidak pantas jika orang lain melihat ratu tanpa perhiasan di badannya, kemudian alasan kedua adalah perhiasan seorang raja lebih mahal dan bernilai dibandingkan perhiasan seorang ratu. Hal yang lebih mengejutkan lagi adalah Jalal melepaskan mahkota rajanya lalu ia berikan kepada musafir tersebut. Awalnya musafir menolak pemberian mahkota raja dari Jalal karena harga mahkota tersebut sangatlah mahal. Namun Jalal tetap memberikan mahkota tersebut, karena baginya perjalanannya ke Ajmer Sharif adalah sebagai peziarah bukan sebagai raja. Jalal pun berjanji untuk membantu pengumpulan dana untuk korban bencana. Karena menurutnya sudah menjadi kewajiban seorang raja untuk menjamin kesejahteraan rakyatnya. Para musafir sangat berterima kasih kepada Jalal, sebagai gantinya seorang musafir memakaikan sorban di kepala Jalal. Karena menurutnya seorang raja harus memakai mahkota kemanapun ia pergi walaupun itu hanyalah sebuah sorban.

Akhirnya Jalal dan rombongan sampai di Ajmer Sharif. Mereka disambut dengan hangat oleh para sufi disana. Apalagi ketika melihat Jalal datang kesana sebagai seorang peziarah biasa bukan sebagai seorang raja. Jalal dan Jodha pun memulai ritual ibadah disana. Jalal mengajarkan Jodha bagaimana berdoa menurut agama Islam, yaitu dengan mengangkat kedua tangan dan menegakkan kepala. Namun Jalal tidak keberatan jika Jodha ingin berdoa dengan caranya sendiri. Jodha sependapat dengan Jalal. Di depan makam Gareb Nawaz ini Jodha ingin berdoa dengan cara Islam. Karena sesungguhnya Jodha telah lama mendengar kisah hidup Gareb Nawaz yang membawa kedamaian. Mendengar pemahaman Jodha akan cerita hidup Gareb Nawaz membuat seorang pemuka agama menjadi terkesima dengan kepintaran Jodha. Pemuka agama itu pun yakin jika Allah akan mengabulkan semua doa Jodha. Jalal dan Jodha pun berdoa dengan khusuk di depan makam Gareb Nawaz.

Kemudian seorang sufi mendoakan Jodha dan Jalal akan hidup bahagia selamanya dan cinta kasih diantara mereka akan membawa Mughal semakin berjaya. Sufi tersebut juga berdoa agar Jodha dan Jalal diberikan keturunan sehingga kedepannya Mughal mendapat ahli waris. Mereka hanya terdiam mendengar doa sufi tersebut. Mereka tidak menyangka jika semua doa sufi itu akan dikabulkan Allah dan perjalanan ke Ajmer Sharif ini bukanlah akhir, namun awal dari perjalanan hidup mereka.

Saat mengikat benang suci, di dalam hati Jodha mengatakan bahwa Jalal telah merebut banyak hal dari dirinya. Oleh karena itu ia meminta agar Jalal diberi petunjuk ke jalan yang benar. Seolah mendengar permohonan Jodha, Jalal menanyakan kepada Jodha tentang apa yang didoakannya. Jodha menjawab bahwa ia tidak boleh mengatakan doanya, karena jika tidak maka doanya tersebut tidak akan terkabul. Lantas Jalal mengatakan isi doanya bahwa ia sesungguhnya ia telah merebut banyak hal dari Jodha dan ia ingin Allah mengabulkan semua permintaan Jodha.

Selesai berdoa, Jalal dan Jodha menikmati puji-pujian terhadap Allah. Semua yang hadir terhanyut dengan lantunan pujian tersebut. Terutama Jalal, ia begitu damai mendengarnya hingga ia pun ikut menari. Jodha baru pertama kali ini melihat sisi lain dari Jalal. Ia tidak menyangka jika Jalal yang selama ini dianggap tidak memiliki hati ternyata menyimpan sisi agamis yang begitu kental ketika berhubungan dengan Allah. Tanpa disadarinya, Jodha pun terhipnotis dengan sisi lain dari Jalal ini.

Keesokan harinya sebelum pulang ke istana, Jalal berniat untuk berburu di hutan bersama Jodha. Afgah Khan mengingatkan Jalal bahwa ia dan prajurit akan mengikuti Jalal dari belakang. Namun Jalal menolak karena ia hanya ingin berburu berdua saja bersama Jalal. Sambil mempersiapkan senjatanya, Jalal menceritakan rencananya kepada Jodha. Jodha tidak setuju, karena baginya berburu sama saja dengan menyakiti hewan dan ia tidak tega melihat hewan tersakiti. Namun Jodha tidak dapat berbuat banyak, ia terpaksa mengikuti Jalal berburu. Pada saat berburu, Jodha terus saja menunjukkan muka masam dan menunjukkan ketidaksenangannya mengikuti kegiatan Jalal yang satu ini. Tanpa mereka sadari ternyata mereka telah sampai di tengah hutan. Insting berburu Jalal pun langsung bekerja. Ia merasakan kedatangan hewan yang sangat buas disekitar mereka.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Cerita Cinta Jodha Akbar (1)

Cerita Cinta Jodha Akbar (2)

Cerita Cinta Jodha Akbar (3)

Cerita Cinta Jodha Akbar (4)

Cerita Cinta Jodha Akbar (5)

Cerita Cinta Jodha Akbar (6)

Cerita Cinta Jodha Akbar (7)

Cerita Cinta Jodha Akbar (8)

Cerita Cinta Jodha Akbar (9)

Cerita Cinta Jodha Akbar (10)

Cerita Cinta Jodha Akbar (11)

Cerita Cinta Jodha Akbar (12)

Cerita Cinta Jodha Akbar (13)

Cerita Cinta Jodha Akbar (14)

Cerita Cinta Jodha Akbar (15)

Cerita Cinta Jodha Akbar (16)

Cerita Cinta Jodha Akbar (17)

Cerita Cinta Jodha Akbar (18)

Cerita Cinta Jodha Akbar (19)

Cerita Cinta Jodha Akbar (20)

Cerita Cinta Jodha Akbar (21)

Cerita Cinta Jodha Akbar (22)

Cerita Cinta Jodha Akbar (23)

Cerita Cinta Jodha Akbar (24)

 

Cerita Cinta Jodha Akbar (25)

Cerita Cinta Jodha Akbar (26)

Baca Terus Majalah Online

2

 

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*