Jodha Akbar Episode 78, Foto Jodha dan Jalal

Jodha Akbar Episode 78, Foto Jodha dan Jalal, Kumpulan Foto Jodha Akbar, Kisah Cinta Jodha Akbar, Sinopsis Jodha Akbar ANTV

Dari kejauhan Ratu Hamida melihat Jodha dan Jalal sedang bersama. Ternyata sudah sejak lama Ratu Hamida menginginkan agar hubungan Jodha dan Jalal semakin dekat, bukan hanya berdekatan fisik, namun juga hati mereka dapat saling memahami satu sama lain. Semenjak Jodha dan Jalal menikah, Ratu Hamida sangat menginginkan agar suatu hari mereka dapat pergi berdoa bersama ke Ajmer Sharif. Dan berkat izin Allah, Jodha dan Jalal pun diberi kesempatan untuk pergi kesana.

Jodha yang masih memendam amarah kepada Jalal berniat untuk meninggalkan Jalal. Tak disangka saat berjalan di depan Jalal tiba-tiba Jodha terpeleset dan untunglah dengan cepat Jalal meraih tangan Jodha dan memopang tubuh Jodha yang hampir jatuh. Sekali lagi kedua mata mereka saling bertemu. Jalal mencoba mengingatkan Jodha agar berhati-hati dalam melangkah agar tidak jatuh. Mendengar hal ini Jodha langsung melepaskan genggaman tangan Jalal dan menjawab perkataan Jalal dengan sinis. Jodha pun masih dengan jelas menunjukkan tatapan penuh amarah ke arah Jalal. Melihat hal ini Ratu Hamida yakin jika pertengkaran kecil mereka ini akan selalu diingat sepanjang masa dan kisah cinta mereka akan selalu dikenang dalam sejarah.

Adham Khan kembali diperintahkan Jalal untuk pergi ke Malwa. Sebelum pergi ke Malwa, Adham Khan menghasut para panglima perang (Maham Khan dan Shabuddin) untuk melakukan pemberontakan terhadap Jalal. Karena menurut Adham Khan mereka selama ini telah setia kepada Jalal, namun sampai hari ini Jalal masih menganggap mereka sebagai budak. Oleh karena itu Adham Khan mengajak mereka untuk menyusun rencana membunuh Jalal dalam perjalanannya menuju Ajmer Sharif. Mengingat jalan menuju Ajmer Sharif tidaklah mudah untuk dilalui karena banyak sekali hutan, binatang buas, perampok dan bahkan wabah penyakit. Oleh karena itu Adham Khan berpendapat bahwa jika mereka menyerang Jalal disana maka tidak ada orang yang akan mencurigai mereka. Namun Shabuddin tidak sependapat dengan Adham Khan, karena menurutnya jika Jalal terbunuh maka seluruh musuh Mughal akan terang-terangan menyerang Mughal dan ia yakin jika Afghah Khan dan Pir Muhammad (komandan perang yang sangat setia kepada Jalal) tidak akan tunduk pada mereka. Oleh karena itu Shabuddin berpendapat jika mereka harus lebih bersabar dan menunggu waktu yang tepat.

Disaat perbincangan mereka sedang alot, tiba-tiba datanglah Maham Anga. Adham Khan langsung mengalihkan pembicaraan dan menyuruh Maham Khan dan Shabuddin untuk pergi. Maham Anga menjadi curiga kepada Adham Khan. Namun Adham Khan hanya memberitahu jika kehadiran Maham Khan dan Shabuddin adalah untuk membahas rencana melawan pemberontak di Malwa. Adham Khan juga meminta ibunya ini untuk mempercayainya dan tidak menghalanginya. Namun Maham Anga masih curiga dan penasaran atas apa yang direncanakan Adham Khan.

Ruqaiya mengajak istri-istri Jalal yang lain untuk bermain catur. Kali ini Ruqaiya menantang Ratu Salima untuk bermain catur. Pada saat permainan berlangsung, ada seorang istri Jalal yang tidak sengaja berbicara mengenai rencana kepergian Jodha dan Jalal ke Ajmer Sharif. Ruqaiya yang mendengar hal ini tiba-tiba menjadi resah. Ia teringat akan peringatan Maham Anga kemarin yang mengatakan bahwa Ruqaiya sangat bodoh telah membebaskan Jodha dari kematian dan sekarang Jodha telah mengambil haknya dengan pergi bersama Jalal ke Ajmer Sharif. Sekarang telah jelas bahwa Jodha telah mengalahkan Ruqaiya di kehidupan nyata. Untuk menutupi keresahannya, Ruqaiya kembali ke permainan caturnya. Namun sayangnya, Ruqaiya telah salah memindahkan pion ny sehingga raja nya terancam. Namun bukan Ruqaiya namanya jika ia tidak bisa mengendalikan gerakan pion ny. Ruqaiya pun berhasil men-skak mat pion raja milik Ratu Salima. Di akhir pertandingan Ruqaiya mengingatkan bahwa tidak ada seorang ratu pun yang dapat mengambil rajanya dan hanya ia yang dapat mengendalikan raja. Dengan angkuh Ruqaiya pun langsung meninggalkan Ratu Salima dan yang lainnya.

Kepergian Jalal dan rombongan ke Ajmer Sharif diantar di depan gerbang oleh Ratu Hamida. Ratu Hamida berpesan kepada Jalal untuk menjaga Jodha dengan sebaik-baiknya mengingat ini adalah perjalanan pertama mereka setelah menikah. Tidak ada yang menyangka ternyata perjalanan pertama mereka ke Ajmer Sharif inilah yang akan merubah jalan kehidupan mereka kedepannya. Walau mereka tidak ingin berdekatan namun kenyataannya mereka harus pergi bersama.

Menjelang malam, Jalal dan rombongan memutuskan untuk beristirahat dengan mendirikan tenda. Lagi-lagi Jodha mengkhawatirkan hal yang tidak penting. Ia tidak ingin jika ia dan Jalal harus bermalam di tenda yang sama. Namun seorang pelayan mengatakan bahwa Jalal tidak akan melakukan hal tersebut, pasti Jalal telah mempersiapkan tenda khusus untuk Jodha. Jodha pun tidak percaya pada omongan si pelayan dan ia merasa heran kenapa si pelayan selalu membela Jalal sedangkan ia sendiri belum melihat belas kasih di dalam diri Jalal. Untuk menghilangkan keresahannya, Jodha pun memutuskan untuk menanyakan langsung kepada Jalal.

Saat Jalal memulai pembicaraan, tanpa basa-basi Jodha langsung mengatakan bahwa ia tidak ingin tidur di dalam satu tenda bersama Jalal dan ia pun mengingatkan Jalal bahwa ia tidak mengijinkan Jalal untuk berbuat yang tidak-tidak pada dirinya. Mendengar hal ini Jalal tertawa. Ia pun menjelaskan bahwa ia pun tidak ingin tidur bersama Jodha. Lalu Jalal menunjukkan tenda Jodha.

Pada saat berada di dalam tenda, Jalal melihat seorang pria yang tidak dikenal sedang mencoba menyelinap masuk kedalam tendanya. Jalal pun menyuruh prajurit untuk menangkap pria tersebut. Mendengar keributan yang terjadi Jodha pun keluar dari tendanya. Jalal menginterogasi pria tersebut. Ternyata pria tersebut berasal dari Rajput. Kedatangannya adalah untuk balas dendam kepada Jalal, dikarenakan Raja Bharmal dan Jodha telah berkhianat. Sewaktu melihat Jodha, pria itu pun langsung menghina Jodha dan ayahnya. Mendengar hal ini membuat Jalal merasa geram. Ia tak terima jika istri dan mertuanya dihina oleh orang lain. Jalal pun memutuskan untuk menghukum pria tersebut. Namun Jodha mengahalanginya, karena baginya tidak pantas jika dalam perjalanan ini Jalal malah menghukum bahkan membunuh orang lain.

Setelah kejadian ini, Afghah Khan menyarankan Jalal dan Jodha untuk tidur dalam satu tenda yang sama. Karena menurutnya saat ini nyawa Jodha dan Jalal sedang terancam. Jalal pun menuruti nasihat Afghah Khan. Benar saja, sewaktu Jalal memasuki tenda Jodha, ia disambut Jodha dengan muka masam. Jodha masih menganggap bahwa Jalal adalah seseorang yang tidak pernah menepati janjinya. Jodha pun memasang jarak dengan Jalal dengan menurunkan tirai pembatas agar Jalal tidak mendekati dirinya.

Jodha mengatakan kepada Jalal jika dirinya tidak bisa tidur karena ada orang asing di dalam tendanya. Jalal pun menjawab bahwa jika Jodha tidak bisa tidur maka sebaiknya Jodha saja yang berjaga malam ini dan ia pun langsung pergi tidur. Melihat hal ini Jodha pun tertidur dengan rasa was-was. Di saat sedang tertidur pulas, tiba-tiba Jalal merasakan ada gerakan yang aneh. Jalal pun langsung menuju tempat tidur Jodha dan langsung menarik selimut Jodha. Jodha yang terkejut melihat Jalal menarik selimut beserta selendangnya langsung berburuk sangka kepada Jalal. Namun Jalal tidak menjawab omongan Jodha. Ia langsung mengembalikan selendang Jodha. Ternyata di balik selendang tersebut terdapat seekor ular. Jodha yang menyadari hal tersebut langsung terdiam.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Foto Jodha dan Jalal (1)

Foto Jodha dan Jalal (2)

Foto Jodha dan Jalal (3)

Foto Jodha dan Jalal (4)

Foto Jodha dan Jalal (5)

Foto Jodha dan Jalal (6)

Foto Jodha dan Jalal (7)

Foto Jodha dan Jalal (8)

Foto Jodha dan Jalal (9)

Foto Jodha dan Jalal (10)

 

Foto Jodha dan Jalal (11)

Foto Jodha dan Jalal (12)

Foto Jodha dan Jalal (13)

Foto Jodha dan Jalal (14)

Foto Jodha dan Jalal (15)

Foto Jodha dan Jalal (16)

Foto Jodha dan Jalal (17)

Foto Jodha dan Jalal (18)

Foto Jodha dan Jalal (19)

Foto Jodha dan Jalal (20)

Foto Jodha dan Jalal (21)

Foto Jodha dan Jalal (22)

Foto Jodha dan Jalal (23)

Foto Jodha dan Jalal (24)

Foto Jodha dan Jalal (25)

Foto Jodha dan Jalal (26)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*