Jodha Akbar Episode 74, Kisah Cinta Jodha Akbar

Jodha Akbar Episode 74, Kisah Cinta Jodha Akbar, Sinopsis Jodha Akbar ANTV, Jodha dan Jalal, Foto Pemain Jodha Akbar

Ruqaiya yang telah mengetahui bahwa Jalal membeli semua sari warna Jodha segera menanyakan tujuan Jalal. Jalal pun mengatakan bahwa ia ingin membuktikan pada Jodha bahwa ia memiliki semua yang ada pada Jodha dan Jalal juga ingin agar Jodha merasa senang di hari-hari terakhirnya di Agra. Oleh karena itu Jalal mengijinkan Jodha untuk merayakan Holi di Harem. Lalu Ruqaiya pun tertawa sambil mengatakan bahwa saat ini Jodha adalah satu-satunya wanita yang hidup tanpa warna karena Ruqaiya tahu bahwa tujuan Jalal sebenarnya dengan membeli seluruh sari warna Jodha adalah untuk melunturkan seluruh rona wajah Jodha dan Ruqaiya senang akan hal itu. Kemudian Ruqaiya pun memberikan Jalal sebuah syal yang sangat indah.

Setelah kepergian Jalal, Maham Anga mendekati Ruqaiya dengan mengungkit-ungkit bahwa seluruh barang dagangan Jodha telah laku sedangkan barang dagangannya masih banyak yang belum terjual. Namun Ruqaiya tidak menganggap omongan Maham Anga karena saat ini ia sangat senang Jodha dipermalukan Jalal dan ia yakin bahwa kedepannya kehidupan Jodha akan sengsara. Ruqaiya pun meninggalkan Maham Anga begitu saja.

Ratu Hamida sangat bangga pada Jodha karena Jodha berhasil menjual seluruh barang dagangannya di Meena Bazar kemarin. Lalu Jodha menjelaskan bahwa tujuannya menjual sari warna adalah untuk mengajarkan pada Jalal arti warna dan kehidupan. Ratu Hamida yakin bahwa Jodha pasti telah berhasil mengajari Jalal mengenai sari warna dan ia berharap semoga Jodha menikmati hari Holi. Jodha terkejut atas ungkapan Ratu Hamida. Jodha tak menyangka jika Ratu Hamida mengetahui perayaan Holi. Lalu Ratu Hamida mengatakan bahwa ia pernah mengikuti festival Hindu ini saat ia dan Jalal ditampung oleh keluarga Hindu. Sehingga Ratu Hamida mengetahui banyak tentang agama, tradisi dan kebudayaan Hindu. Jodha semakin senang mendengar hal ini. Ia mengatakan bahwa perayaan Holi sangatlah penting baginya karena selain dapat membawa kebahagiaan, Holi juga membangkitkan kenangan masa kecilnya. Jodha pun meminta izin kepada Ratu Hamida untuk merayakan Holi di Agra. Ratu Hamida mengizinkan Jodha merayakan Holi di Agra. Disamping karena Jalal telah mengizinkannya, Ratu Hamida juga sangat menghormati kebudayaan Hindu. Atas ungkapan bahagianya Jodha memberikan Ratu Hamida sebuah kenang-kenangan. Tapi Ratu Hamida menanyakan apakah Jodha mau pergi jauh sehingga memberikannya sebuah kenang-kenangan. Jodha menenangkan Ratu Hamida dengan mengatakan bahwa tidak butuh alasan khusus jika seorang anak ingin memberikan sesuatu kepada orang tuanya. Dengan senang hati Ratu Hamida pun menerima hadiah dari Jodha.

Maham Anga memarahi semua pelayan Hindu yang ingin merayakan Holi di Harem. Maham Anga memperingatkan bahwa hanya karena terdapat seorang Ratu Hindu di Agra, bukan berarti peraturan disini akan berubah. Maham Anga melarang semua pelayan yang ingin merayakan Holi karena mereka disini hanya untuk bekerja kepada Mughal bukan untuk mengadakan perayaan. Maham Anga menyuruh mereka untuk bekerja seperti biasa.

Kiriman sari warna dari Jalal telah sampai ke kamar Jodha. Melihat sari warna yang begitu banyak mengingatkan Jodha akan kampung halamannya. Lalu Jodha pun keluar kamar dan bertemu dengan pelayan-pelayan Hindu. Jodha ingin merayakan Holi pertamanya di Harem bersama-sama dengan para pelayan. Salah seorang pelayan mengatakan bahwa mereka juga ingin merayakan hari Holi bersama Jodha namun Maham Anga melarang mereka. Lalu Jodha mengatakan bahwa mereka tidak perlu takut karena Jalal dan ibunya telah mengizinkan Jodha untuk merayakan Holi di Harem. Semua pelayan merasa bersyukur karena Dewa telah mengirimkan Jodha ke Harem. Mereka pun memulai perayaan Holi. Di saat Jodha ingin menaburkan sari warna ke salah seorang pelayannya yang bersembunyi, tanpa sengaja sari warna tersebut terlempar ke arah Maham Anga. Wajah dan pakaian Maham Anga pun penuh dengan sari warna. Jodha langsung meminta maaf kepada Maham Anga dan mengatakan bahwa ia tidak sengaja melemparnya. Tanpa berkata apa-apa Maham Anga langsung pergi meninggalkan Jodha. Tiba-tiba suasana pun berubah mencekam. Salah seorang pelayan mengatakan bahwa diamnya Maham Anga berarti sebentar lagi sebuah badai besar akan datang. Mendengar hal ini Jodha menjadi cemas. Dan bingung harus melakukan apa.

Maham Anga melihat dirinya di cermin, dirinya tidak mau mengganti pakaiannya. Ia pun menyuruh Resham menyampaikan pesan kepada Jalal bahwa Jodha dengan sengaja telah melempar sari warna ke wajahnya. Dengan tergesa-gesa Jalal mendatangi Jalal yang sedang berbincang dengan salah seorang pemuka agama. Melihat kedatang Resham Jalal pun penasaran dengan yang telah terjadi. Lalu Resham menceritakan bahwa Jodha telah melempar sari warna ke wajah dan pakaian Maham Anga dengan sengaja. Mendengar hal ini pemuka agama berpendapat bahwa jika seseorang melemparkan sari warna ke wajah orang lain maka ini merupakan suatu penghinaan dan dianggap sebagai kejahatan yang serius. Jalal pun langsung menemui Maham Anga yang masih berdiri di depan cermin. Lalu Maham Anga mengungkit kesalahan Jodha dan mengatakan bahwa Jodha telah menghina dirinya dan agamanya dengan melempar sari warna ke wajah dan pakaiannya. Jodha juga telah menodai sumpah Maham Anga, karena ia pernah bersumpah bahwa setelah kematian suaminya maka ia hanya akan memakai pakaian berwarna putih. Jalal yang terbakar emosi langsung berniat menemui Jodha.

Perihal Maham Anga yang dilempari Jodha dengan sari warna telah sampai ke telinga ibunda Jalal. Jiji Anga berpendapat bahwa perilaku Jodha ini selain telah melanggar tradisi juga telah melanggar agama yang mereka anut. Namun ibunda Jalal memiliki pemikiran yang berbeda, ia yakin jika Jodha tidak sengaja melakukannya. Bibi Ruqaiya mengatakan bahwa sengaja atau tidak sengaja yang pasti Jodha telah melanggar tradisi dan agama yang mereka anut. Sekali lagi Ratu Hamida menyayangkan kejadian ini, karena sekali lagi Jodha dan Jalal akan bertengkar dan hubungan mereka akan merenggang. Dia memohon agar Allah memberikan Jodha kekuatan menghadapi ini.

Di kamar Jodha, semua pelayan menyesali yang telah terjadi. Mereka sadar bahwa tidak seharusnya mereka meminta Jodha merayakan Holi di Harem hingga menyebabkan bencana ini timbul. Mereka menyesal karena mereka Jodha mendapat masalah sebesar ini. Lalu mereka dikejutkan dengan kedatangan Jalal. Sesampainya di kamar Jodha, Jalal langsung mengamuk dengan melemparkan semua sari warna hingga kamar Jodha menjadi sangat berantakan. Jalal juga langsung memarahi Jodha dengan menanyakan mengapa ia mengejek agama dan tradisi yang ia anut sedangkan Jalal sangat menghormati Jodha beserta agama dan tradisinya. Jalal pun mengatakan bahwa Jodha tidak berhak untuk bahagia karena tujuan utamanya semata-mata untuk mempermalukan Jalal. Jodha berusaha membela diri dengan mengatakan bahwa ia tak sengaja melakukannya dan ia pun sangat menyesali kejadian ini. Jodha siap menerima hukuman apapun. Jalal mengatakan bahwa hukuman terbaik untuk Jodha adalah memulangkannya segera ke Amer karena ia telah mengirim surat untuk mengirimkan orang menjemput Jodha dan jika memang orang yang menjemput Jodha belum datang maka Jalal berjanji akan mempersiapkan kepulangan Jodha esok pagi.

Jodha yang tengah melamun dikejutkan dengan kedatangan Maham Anga. Jodha pun langsung meminta maaf kepada Maham Anga dan mengatakan bahwa ia siap menerima hukuman apapun. Maham Anga pun senang mendengar perkataan Jodha. Lalu ia pun membawa kabar yang mengejutkan Jodha yaitu Ratu Mainavati baru tiba di Agra dan ibunda Jodha sendirilah yang di depan umum akan mengumumkan hukuman yang akan diterima Jodha. Maham Anga juga mengatakan bahwa Jalal meminta Ratu Mainavati datang ke Agra untuk menjemput Jodha.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

kisah cinta Jodha Akbar (1)

kisah cinta Jodha Akbar (2)

kisah cinta Jodha Akbar (3)

kisah cinta Jodha Akbar (4)

kisah cinta Jodha Akbar (5)

kisah cinta Jodha Akbar (6)

kisah cinta Jodha Akbar (7)

kisah cinta Jodha Akbar (8)

kisah cinta Jodha Akbar (9)

kisah cinta Jodha Akbar (10)

kisah cinta Jodha Akbar (11)

kisah cinta Jodha Akbar (12)

kisah cinta Jodha Akbar (13)

kisah cinta Jodha Akbar (14)

kisah cinta Jodha Akbar (15)

kisah cinta Jodha Akbar (16)

kisah cinta Jodha Akbar (17)

kisah cinta Jodha Akbar (18)

kisah cinta Jodha Akbar (19)

kisah cinta Jodha Akbar (20)

kisah cinta Jodha Akbar (21)

kisah cinta Jodha Akbar (22)

kisah cinta Jodha Akbar (23)

kisah cinta Jodha Akbar (24)

kisah cinta Jodha Akbar (25)

kisah cinta Jodha Akbar (26)

kisah cinta Jodha Akbar (27)

kisah cinta Jodha Akbar (28)

kisah cinta Jodha Akbar (29)

kisah cinta Jodha Akbar (30)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*