Jodha Akbar Episode 73, Sinopsis Jodha Akbar ANTV

Jodha Akbar Episode 73, Sinopsis Jodha Akbar ANTV, Kisah Jodha dan Jalal, Kisah Jodha Akbar ANTV, Ruqaiya Jodha Akbar

Jodha memenuhi panggilan Ratu Hamida, ia pun mendatangi Ratu Hamida ke kamarnya. Jodha menanyakan apa yang sedang mertuanya ini lakukan. Lalu Ratu Hamida menjawab bahwa ia sedang belajar menyulam. Walaupun ia tak mahir menggunakan jarum, tapi ia berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk orang yang dikasihinya di acara Meena Bazar. Ratu Hamida menanyakan apakah Jodha telah mengetahui tradisi Meena Baazar yang telah berlangsung di Agra selama puluhan tahun tersebut. Jodha pun menjawab bahwa ia telah mengetahui tradisi ini. Yang dirinya tahu adalah tradisi ini dilakukan oleh seluruh warga Harem untuk menyenangkan hati raja sehingga mereka berlomba-lomba untuk menyajikan sesuatu yang dapat menarik perhatian raja. Ratu Hamida kemudian menjelaskan bahwa tujuan utama dari Meena Bazar bukanlah itu. Tradisi ini terjadi karena ratu yang berada di istana tidak begitu paham keadaan diluar istana, sehingga pada hari tersebut semua wanita baik ratu maupun pelayan pergi ke luar istana dan berkumpul bersama-sama dengan raja seharian. Di hari ini semua wanita berbagi kebahagiaan dan kesedihan bersama. Selain itu mereka juga dapat saling bertukar barang-barang yang mereka jual. Ratu Hamida mengatakan bahwa sulit untuk memahami tradisi ini tanpa menjadi bagian dari acara ini. Karena Jodha sudah berada lama di Agra, Ratu Hamida meminta Jodha untuk ikut berpartisipasi dalam acara Meena Bazar. Dan Ratu Hamida yakin jika Jodha pernah sekali mengikuti acara ini maka Jodha akan ketagihan mengikuti acara ini di tahun depan. Mendengar hal ini Jodha merasa sedih, karena ibunda Jalal belum mengetahui rencana kepulangannya ke Amer beberapa hari lagi. Jodha ingin memberitahu hal ini kepada Ratu Hamida, namun ia sudah berjanji kepada Jalal bahwa ia tidak akan mengatakan hal ini kepada siapapun. Karena Ratu Hamida sudah memohon dirinya untuk datang, maka Jodha pun menyanggupinya.

Di saat Jodha berbicara dengan salah seorang pelayannya, Jodha melihat ada sari warna yang tertumpah di pakaian pelayannya tersebut. Lalu ia pun memiliki ide untuk perayaan Meena Bazar esok. Ia pun memerintahkan pelayannya untuk mempersiapkan segala sesuatu yang ia perlukan. Hosyiar yang berada di belakang mereka berusaha untuk mencuri dengar, namun sayangnya Hosyiar tidak bisa mencuri tahu tentang apa yang akan direncanakan Jodha.

Semua wanita di Harem berlomba-lomba untuk mengambil hati Jalal dengan mempersiapkan barang-barang yang unik. Karena Ruqaiya senantiasa memenangkan acara Meena Bazar ini maka para wanita di Harem berusaha untuk mencari tahu barang apa yang akan ditampilkan Ruqaiya melalui Hosyiar. Namun sayangnya Hosyiar tidak mau menceritakan rencana Ruqaiya kepada mereka. Dan hal ini membuat mereka semakin penasaran. Ditambah lagi Jalal telah menikahi Jodha, mereka yakin bahwa akan semakin sulit untuk mereka memenangkan hati Jalal di Meena Bazar.

Acara Meena Bazar pun dimulai. Semua wanita yang tinggal di istana membuka kios di pasar. Jodha yang baru pertama kali mengikuti acara ini merasa sangat senang mendapat pengalaman baru seperti ini. Walau di Amer banyak sekali pasar, namun tidak ada pasar yang seperti ini dimana banyak sekali barang langka yang dapat mereka temukan. Jalal dan pasukannya datang ke acara ini. Beberapa wanita berusaha membujuk Jalal untuk mendatangi kios mereka, namun sayangnya perhatian Jalal langsung tertuju ke kios Ruqaiya. Jalal menemui Ruqaiya di kiosnya dan menanyakan barang langka apa yang ia jual di Meena Bazar ini. Ruqaiya pun menjawab bahwa ia menjual selendang buatan pengrajin hindustan. Jalal pun mengagumi keindahan selendang-selendang yang dijual Ruqaiya. Lalu Jalal ingin membeli tiga selendang terbaik untuk tiga ratu istimewanya. Ruqaiya memilihkan tiga selendang untuk Jalal dengan warna yang berbeda, yaitu warna merah muda, hijau, dan putih. Jalal puas dengan pilihan Ruqaiya. Sebagai salah satu ratu istimewanya, Jalal pun memberikan selendang merah muda kepada Ruqaiya. Dengan wajah tersipu-sipu Ruqaiya menerima hadiah dari Jalal. Baginya apapun pemberian Jalal merupakan benda yang tak ternilai harganya apalagi bisa menjadi ratu yang istimewa untuk Jalal.

Maham Anga dan Resham pun ikut dalam perayaan ini. Mereka tertarik akan salah satu kios yang paling ramai pengunjungnya. Maham Anga menduga bahwa kios itu pasti kepunyaan Ruqaiya. Namun Resham mengatakan bahwa kios tersebut bukanlah kepunyaan Ruqaiya melainkan kepunyaan Javeeda, menantu Maham Anga. Tiba-tiba Maham Anga pun memiliki firasat yang buruk. Benar saja ketika Maham Anga mendekati kios Javeeda betapa terkejutnya dirinya melihat barang yang dijual Javeeda. Ia melihat banyak sekali lukisan dirinya. Melihat hal ini Maham Anga hampir pingsan tak percaya dengan tingkah menantunya ini. Maham Anga yang tak bisa marah kepada Javeeda berusaha untuk membujuk Javeeda menutup kiosnya. Akhirnya Javeeda bersedia menutup kiosnya.

Jalal sampai di kios Ratu Salima. Ratu Salima mengoleskan salah satu parfum yang ia jual ke tangan Jalal. Ternyata Jalal sangat menyukai wanginya. Jalal bertanya mengapa Ratu Salima begitu tahu wangi yang disukai dirinya. Ratu Salima pun menjawab bahwa sudah sepantasnya jika seorang istri mengetahui apa yang disukai suaminya. Sebagai salah satu ratu istimewanya dan imbalan atas parfum yang diberikannya, Jalal memberikan Salima selendang yang berwarna hijau.

Sampailah Jalal di kios Jodha yang menjual sari warna. Jalal pun tak menyangka jika akhirnya Jodha mau mengikuti acara ini. Lalu Jalal menanyakan mengapa Jodha menjual sari warna di pasar ini. Dengan nada sinis Jodha menjawab bahwa ia tidak dapat menjelaskan arti warna pada orang yang tidak memiliki hati. Namun Jalal memaksanya. Jodha pun akhirnya menjelaskan bahwa warna sangatlah penting dalam satu kehidupan dan warna merupakan elemen dari alam semesta. Jika dua warna dicampurkan maka warna baru akan tercipta namun jika dua warna dicampur dengan tidak benar maka akan menghasilkan noda. Lalu untuk mempermalukan Jalal, Jodha langsung mengambil selendang putih kepunyaan Jalal. Tanpa berpikir panjang lagi, Jodha menaruh sari warna merah muda di selendang tersebut. Jodha mengatakan bahwa warna putih yang semula berarti perdamaian akan berubah arti setelah ia menaruh sari warna diatasnya. Jalal hanya tersenyum kecil melihat tingkah Jodha ini. Lalu Jodha pun melanjutkan kata-katanya. Jodha mengatakan bahwa warna sangat erat kaitannya dengan perasaan, dan karena besok adalah hari Holi untuk umat Hindu maka tujuan Jodha menjual sari warna ini adalah untuk mengungkapkan perasaannya. Dengan nada mengejek Jodha mengatakan bahwa Jalal yang tidak memiliki perasaan tidak akan mengerti hal ini sehingga ia pun tidak akan memahami perasaan Jodha. Namun ternyata Jodha salah, Jalal sangat tertarik dengan kiosnya sehingga Jalal berniat untuk membeli semua sari warna yang Jodha jual. Kemudia Jalal pun berkomentar mengenai pendapat Jodha mengenai warna barusan. Jalal mengatakan walau Jodha mengetahui banyak soal warna namun Jodha tidak mengetahui arti dari warna itu sendiri. Lalu ia menceritakan bahwa sesungguhnya Jalal berniat untuk memberikan selendang putih itu kepada Jodha sebagai wujud perdamaiannya kepada Jodha, tapi sayangnya telah berubah arti saat Jodha menaruh sari warna diatas selendang tersebut. Jalal juga mengatakan walau diriny tidak memiliki perasaan, namun ia mengetahui bahwa Holi adalah perayaan warna bukanlah perayaan Mughal. Dan karena ingin menghormati permintaan sang tamu maka Jalal mengijinkan Jodha untuk merayakan Holi di Agra selama tidak mengganggu orang yang tinggal di istana. Jalal yang membeli semua sari warna dari Jodha ternyata menghadiahkan semua sari warna itu kepada Jodha agar dirinya dapat merayakan Holi. Mendengar hal ini Jodha pun merasa malu, namun dengan rapi ia sembunyikan rasa malunya tersebut.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (1)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (2)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (3)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (4)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (5)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (6)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (7)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (8)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (9)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (10)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (11)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (12)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (13)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (14)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (15)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (16)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (17)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (18)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (19)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (20)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (21)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (22)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (23)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (24)

Sinopsis Jodha Akbar ANTV (25)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*