Jodha Akbar Episode 67, Kisah Jodha Akbar

Jodha Akbar Episode 67, Kisah Jodha Akbar, Pemeran Jodha Akbar, Foto Pemain Jodha Akbar, Sinopsis Jodha Akbar

Mendengar pengakuan Maham Anga jika Jodha menuduh dirinya sebagai pelaku pembunuh calon anak Jalal, membuat Jalal sangat murka kepada Jodha. Karena sesungguhnya Jalal sangat menghormati wanita yang telah mengasuhnya dari kecil. Bagi Jalal tanpa Bairam Khan dan Maham Anga, Jalal tidak bisa menjadi seperti sekarang. Oleh karena itu ia tidak akan terima jika seorang pun menuduh wanita yang telah dianggapnya sebagai ibu sendiri. Ketika Jalal akan menghukum Jodha, Maham Anga berpura-pura menyelamatkan Jodha. Jodha pun semakin muak melihat kelicikan Maham Anga.

Jodha kembali ke kamarnya. Ia pun menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Mothi. Lalu Mothi menanyakan kepada Jodha, kenapa Jodha datang menemui Jalal tanpa membawa bukti yang kuat. Sedangkan Jodha sendiri tahu bahwa Jalal telah buta akan kasih sayangnya kepada Maham Anga. Disamping itu, Jalal juga sangat mempercayai Maham Anga. Lagi-lagi Jodha menghina Jalal dengan mengatakan bahwa Jalal adalah pria yang tidak tahu cara menilai orang lain, seorang pria yang keji, pemarah dan mudah emosi. Itulah sebabnya Jodha sangat membenci Jalal. Ditambah lagi Jodha masih kesal karena Jalal menghukum dirinya dan saudara-saudaranya tanpa alasan. Dan saat ini jelas-jelas pembunuhnya berdiri di depan Jalal namun Jalal malah melindunginya. Jodha pun yakin bahwa sesungguhnya Maham Anga tidak menyayangi Jalal, dan Maham Anga memiliki alasan pribadi kenapa ia masih setia kepada Jalal dan kenapa Maham Anga tega membunuh calon bayi Jalal.

Jalal pun mengatakan bahwa Jodha telah melakukan kesalahan yang sangat besar karena telah menuduh Maham Anga sebagai pelaku pembunuh calon anaknya. Resham akhirnya mengetahui kejadian yang sebenarnya. Ia sangat terkejut saat Maham Anga menceritakan kepada dirinya siapa pelaku sebenarnya. Maham Anga pun menekan Resham agar tidak membocorkan ini kepada siapa pun, bahkan kepada Adham Khan. Karena jika mengatakannya di saat yang tidak tepat maka dapat menjadi sebuah bencana besar dan kali ini tidak ada boleh ada yang tahu. Resham yang ketakutan meminta Maham Anga agar mereka segera pindah ke luar istana. Namun Maham Anga menolak, karena menurutnya mereka harus segera mencari langkah agar rahasia ini tidak bocor. Maham Anga pun senang karena dapat terhindar dari serangan pertama Jodha dan ia berjanji jika ia tidak akan memberikan Jodha kesempatan lagi untuk menyerangnya.

Jalal semakin gelisah untuk secepatnya mencari tahu siapa yang sebenarnya telah membunuh calon anaknya. Menurutnya jika dirinya tidak berhasil menemukan pelaku sebenarnya maka orang akan menganggap bahwa dirinya telah gagal. Lalu Jalal menceritakan kepada Ruqaiya bahwa Jodha telah menuduh Maham Anga sebagai pelaku pembunuh calon bayi mereka. Ruqaiya yang sangat terkejut menanyakan apa alasan Jodha berani menuduh Maham Anga karena ia yakin bahwa Jodha adalah wanita yang pintar dan Jodha tidak akan begitu saja menuduh seseorang tanpa alasan yang kuat.

Ruqaiya yang berusaha mencari tahu kebenaran, mengundang Maham Anga untuk menemaninya bermain catur. Namun Maham Anga menolak dengan mengatakan bahwa ia tidak ingin bermain catur hari ini. Lalu Maham Anga pun terkejut saat Ruqaiya menceritakan bahwa Jalal telah menceritakan bahwa Jodha telah menuduh Maham Anga. Ingin mengetahui pendapat Ruqaiya, Maham Anga pun menemani Ruqaiya bermain catur. Lalu Ruqaiya mengatakan bahwa Maham Anga telah melakukan kesalahan dengan mencegah Jalal menghukum Jodha. Karena jika Maham Anga membiarkan Jalal menghukum Jodha maka Jodha akan segera dikembalikan ke Amer. Tapi Maham Anga beralibi bahwa seorang kaisar harus mampu mengendalikan emosinya dan ia tak peduli jika orang lain menuduh dirinya, karena baginya keselamatan Jalal adalah hal yang utama. Maham Anga pun meninggalkan Ruqaiya begitu saja. Melihat hal ini Ruqaiya tidak percaya jika Maham Anga adalah pembunuh dari calon bayinya, namun Ruqaiya tidak dapat mengacuhkan fakta jika Jodha menuduh Maham Anga sebagai pelaku pembunuhan.

Mothi meminta Jodha untuk tidak lagi terlibat dalam masalah ini. Namun Jodha tetap pada pendiriannya, ia tetap ingin membuktikan kepada Jalal jika pelaku sebenarnya adalah Maham Anga. Jodha tetap yakin bahwa walau sulit jalan yang harus ditempuh, tapi kebenaran suatu saat pasti akan terungkap. Tapi Mothi tetap mengingatkan Jodha bahwa tanpa bukti yang kuat, maka Jalal tidak akan percaya pada kata-kata Jodha. Oleh karena itu Jodha berniat untuk membawa bukti yang sebenarnya dihadapan Jalal.

Jodha menemui Jalal di kamarnya. Sebelum Jodha bicara, Jalal memperingatkan Jodha bahwa jika Jodha masih menuduh Maham Anga sebagai pelaku pembunuhan calon bayi Jalal, maka ia akan menghukum Jodha dengan hukuman yang berat. Tapi Jodha tetap pada pendiriannya, dia tetap berusaha menegakkan kebenaran tanpa takut dihukum. Jodha mengatakan bahwa ia akan membawa bukti yang memberatkan Maham Anga. Jodha meminta Jalal untuk memanggilkan Rahim, karena sesungguhnya Rahim lah yang melihat Maham mencampurkan ekstrak datura dengan safron yang berasal dari Amer. Jalal pun memerintahkan prajurit untuk memanggil Rahim. Jalal tak menyangka jika Jodha akan melibatkan bocah berusia 4 tahun dalam rencananya ini. Rahim pun sampai di depan kamar Jalal tepat disaat Jalal sedang berteriak marah. Dengan rasa takut, Rahim pun masuk mendekati Jalal. Lalu Jodha meminta Rahim mengatakan yang sebenarnya.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Kisah Jodha Akbar (1)

Kisah Jodha Akbar (2)

Kisah Jodha Akbar (3)

Kisah Jodha Akbar (4)

Kisah Jodha Akbar (5)

Kisah Jodha Akbar (6)

Kisah Jodha Akbar (7)

Kisah Jodha Akbar (8)

Kisah Jodha Akbar (9)

Kisah Jodha Akbar (10)

Kisah Jodha Akbar (11)

Kisah Jodha Akbar (12)

Kisah Jodha Akbar (13)

Kisah Jodha Akbar (14)

Kisah Jodha Akbar (15)

Kisah Jodha Akbar (16)

Kisah Jodha Akbar (17)

Kisah Jodha Akbar (18)

Kisah Jodha Akbar (19)

Kisah Jodha Akbar (20)

Foto Pemeran Jodha Akbar (22)

Foto Pemeran Jodha Akbar (23)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*