Jodha Akbar Episode 65, Jodha dan Jalal

Jodha Akbar Episode 65, Jodha dan Jalal, Rahim Jodha Akbar, Foto Pemain Jodha Akbar, Pemeran Jodha Akbar

Maham Anga yang gugup menanyakan bagaimana sebuah cawan kecil dapat menjadi barang bukti. Jalal menjelaskan bahwa cawan ini bukanlah cawan biasa, tapi cawan yang mengandung ekstrak racun datura yang menyebabkan janin di dalam kandungan Ruqaiya mati. Dan Jalal pun yakin bahwa cawan ini dapat menuntun Jalal menuju pelaku pembunuhan sebenarnya. Sekali lagi Maham Anga mencoba mengorek informasi dimanakah Jalal menemukan cawan itu dan apakah Jalal telah mengetahui pelakunya. Namun Jalal merahasiakannya dari Maham Anga dan meminta Maham Anga untuk beristirahat. Lalu muncullah tanda tanya besar di dalam diri Maham Anga, apakah Jalal telah mengetahui yang sebenarnya.

Saat Jodha sedang sembahyang, Jalal masuk ke dalam kamarnya. Jalal pun melepaskan sepatunya ketika akan masuk ke kuil tempat Jodha sembahyang. Dengan sabar Jalal menunggu Jodha sampai ia menyelesaikan puja nya. Selesai sembahyang, Jodha memberikan berkat kepada Jalal. Lalu Jodha menanyakan maksud kedatangan Jalal ke kamarnya. Jalal menunjukkan sebuat cawan kecil di hadapan Jodha, Jalal mengatakan bahwa cawan inilah yang menjadi bukti bahwa Jodha dan kakak-kakaknya tidak bersalah. Jalal menanyakan apakah Jodha mengetahui cawan tersebut. Dengan dingin Jodha menjawab bahwa ia tidak mengetahui apa-apa mengenai cawan tersebut. Sekali lagi Jalal menanyakan apakah saudara-saudara Jodha mengetahui hal ini. Tiba-tiba Jodha tersulut emosi, ia mengatakan bahwa Jalal dapat menanyakan langsung kepada mereka karena mereka saat ini masih di Agra. Jodha pun langsung menyerang Jalal dengan mengungkit-ungkit perbuatan Jalal yang dengan semena-mena telah menghukum mereka tanpa memberi mereka kesempatan untuk menjelaskan. Jalal mencoba untuk menenangkan Jodha dengan mengatakan bahwa kedatangannya kesitu bukan untuk mengajak Jodha bertengkar namun untuk menyelidiki lebih dalam kasus ini. Bukannya tenang, emosi Jodha malah makin memuncak. Di hadapan Jalal, Jodha melempar sebuah vas ke lantai hingga pecah berkeping-keping. Jodha mengatakan bahwa sebuah harga diri dan hubungan bagaikan sebuah kaca, jika sudah pecah maka tidak akan bisa diperbaiki dan kalaupun vas yang pecah bisa diperbaiki namun bekasnya tidak akan hilang. Begitulah kepercayaan Jodha terhadap Jalal, Jodha menegaskan bahwa Jalal tidak akan pernah mampu mengembalikan kepercayaan Jodha terhadap Jalal.

Pada saat Ratu Hamida, Jiji Anga, dan bibi Ruqaiya mendiskusikan mengenai pembuatan buku mengenai kisah hidup Raja Humayun, tiba-tiba Maham Anga yang terlibat perbincangan di dalamnya merasa tertarik akan kisah tentang Yang Mulia Bekasi menyamar sebagai Raja Humayun selama 17 hari agar musuh tidak mengetahui kalau Raja Humayun sebenarnya telah mati. Maham Anga pun mengajukan beberapa pertanyaan hingga dirinya mendapat jawaban yang membuat dirinya puas. Sebelum pembahasan selesai, Maham Anga meminta izin kepada Ratu Hamida, Jiji Anga, dan bibi Ruqaiya untuk keluar. Melihat hal ini, Jiji Anga merasa curiga terhadap Maham Anga, ia yakin bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Maham Anga karena ia tahu benar sifat Maham Anga.

Baghwan Das yang menganggap bahwa situasi di Agra telah kembali seperti semula meminta ayahnya untuk segera kembali ke Amer. Namun Raja Bharmal menolak dengan alasan bahwa walaupun keadaan telah kembali seperti sebelumnya, namun Baghwan Das dan adik-adiknya telah dipermalukan di depan umum sehingga Raja Bharmal tidak tenang sebelum reputasi mereka kembali baik. Namun saudara Jodha yang lain sependapat dengan Baghwan Das yang mengatakan bahwa Raja Bharmal harus segera kembali ke Amer sebelum berita kematian Ratan Singh menyebar luas di seluruh Rajput. Di saat itu juga Raja Bharmal sangat bangga akan keberanian cucunya, Man Sing yang telah berani membela bibi dan paman-pamanya ketika ketidakadilan dilayangkan kepada mereka. Sekali lagi Baghwan Das meyakinkan ayahnya bahwa beliau harus segera pulang ke Amer dan Baghwan Das berjanji akan segera menyusul ayahnya kembali ke Amer segera setelah Jalal mengumumkan pelakunya dan reputasi mereka kembali baik seperti sediakala.

Ketika Jodha sedang memberi makan burung-burung, datanglah Ratu Salima. Mereka pun membicarakan mengenai cawan yang ditemukan oleh Jalal sebagai bukti pembunuhan terhadap calon anaknya. Dari perbincangan mereka, Jodha dan Ratu Salima sepakat bahwa pelaku sebenarnya adalah orang yang sangat pintar karena sudah mengecoh dan melibatkan mereka semua. Mereka juga yakin bahwa walau itu hanyalah sebuah cawan kecil, namun benda tersebut dapat menuntun mereka ke pelaku sebenarnya. Dan Jalal akan menyelidiki kasus ini secara tuntas dan hati-hati.

Ketika sedang bermain, Rahim mengejar burung yang masuk ke kamar Jalal. Alangkah terkejutnya Rahim melihat Jalal yang sedang berdiri sambil memegang sebuah cawan kecil. Rahim pun segera pergi dari kamar Jalal. Tiba-tiba Jodha dikejutkan dengan kedatangan Rahim yang memeluknya dari belakang. Jodha cemas saat melihat wajah Rahim yang pucat dan ketakutan. Jodha menanyakan kepada Rahim apa yang sedang terjadi. Rahim langsung menjawab bahwa Raja akan menghukumnya dan memenjarakannya karena ia telah mencuri sesuatu. Jodha pun dibuat bingung akan pernyataan Rahim. Sebelum menceritakan yang sebenarnya, Rahim meminta Jodha untuk berjanji bahwa setelah ia menceritakan yang sebenarnya dirinya tidak akan dipenjara dan cerita ini tidak boleh diketahui oleh siapapun. Jodha pun memberi bulu burung merak di kepala patung Dewa Krisna sebagai bukti janjinya kepada Rahim. Akhirnya Rahim pun menceritakan bahwa saat ia sedang bersumbunyi dari ibunya, Ratu Salima, ia melihat Maham Anga mengeluarkan sebuah cawan dan kemudian isi cawan tersebut dicampurkannya dengan safron. Saat Ratu Salima datang, Maham Anga terkejut sehingga cawan tersebut jatuh dari tangannya. Pada saat itulah Rahim keluar dari persembunyiannya dan mengambil cawan yang terjatuh tersebut. Rahim mengatakan bahwa tadi ia melihat Raja memegang cawan tersebut, ia sangat takut apakah Raja akan menghukumnya karena telah mencuri cawan milik Maham Anga. Karena sesungguhnya ia hanya ingin bermain dengan cawan tersebut, bukan untuk mencurinya. Betapa terkejutnya Jodha setelah mendengar pengakuan Rahim ini, Ia pun langsung memeluk Rahim.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Jodha dan Jalal (1)

Jodha dan Jalal (2)

Jodha dan Jalal (3)

Jodha dan Jalal (4)

Jodha dan Jalal (5)

Jodha dan Jalal (6)

Jodha dan Jalal (7)

Jodha dan Jalal (8)

Jodha dan Jalal (9)

Jodha dan Jalal (10)

Jodha dan Jalal (11)

Jodha dan Jalal (12)

Jodha dan Jalal (13)

Jodha dan Jalal (14)

Jodha dan Jalal (15)

Jodha dan Jalal (16)

Jodha dan Jalal (17)

Jodha dan Jalal (18)

Jodha dan Jalal (19)

Jodha dan Jalal (20)

Jodha dan Jalal (21)

Jodha dan Jalal (22)

Jodha dan Jalal (23)

Jodha dan Jalal (24)

Jodha dan Jalal (25)

Jodha dan Jalal (26)

Jodha dan Jalal (27)

Jodha dan Jalal (28)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*