Jodha Akbar Episode 59, Cerita Jodha Akbar

Jodha Akbar Episode 59, Cerita Jodha Akbar, Sinopsis Jodha Akbar, Foto Pemain Jodha Akbar, Ruqaiya Jodha Akbar

Setelah sidang dewan, Maham Anga menemui Jalal sebagai ibu angkatnya. Ia menanyakan kepada Jalal kenapa Jalal masih berbaik hati pada Raja Bharmal. Karena menurut Maham Anga, Raja Bharmal juga bertanggung jawab atas kejadian ini. Tanpa bantuan Raja Bharmal maka kejahatan ini tidak mungkin terjadi. Oleh karena itu Maham Anga meminta Jalal untuk menangkap Raja Bharmal saat ini juga. Dan ini akan menjadi contoh bagi siapa saja yang berkhianat pada kerajaan Mughal. Lalu Raja Bharmal pun ditangkap oleh Jalal dan mendapat hukuman yang sangat berat. Melihat hal ini Jodha meminta keadilan pada Jalal, namun Jalal malah membentaknya.Jodha pun terbangun. Syukurlah itu hanya sebuah mimpi buruk. Tapi Jodha tetap khawatir akan keadaan ayahnya. Lantas ia pun menemui prajurit dan menanyakan keberadaan dan keadaan ayahnya. Namun prajurit menolak untuk memberitahu Jodha tanpa seizin Jalal. Jodha pun semakin resah.

Keesokan harinya, Ruqaiya meminta semua penghuni Harem untuk berkumpul, termasuk Maham Anga dan Resham. Semua orang bertanya-tanya apakah yang ingin dibicarakan Ruqaiya, lalu mereka menanyakan kepada Maham Anga. Maham Anga yang juga tidak mengetahui tujuan Ruqaiya memanggil mereka berpura-pura mengetahui segalanya dan mengatakan bahwa ada sesuatu yang penting yang ingin dibicarakan Ruqaiya kepada mereka. Akhirnya Ruqaiya pun datang. Tanpa panjang lebar Ruqaiya mengatakan bahwa kematian calon anaknya sama dengan kematian penerus tahta Mughal. Dengan ditahannya Jodha bukan berarti yang tinggal di Harem bebas dari tuduhan. Ruqaiya tidak akan mempercayai siapapun sampai ia menemukan bukti yang kuat dan saksi mata yang bisa dipercaya. Semua orang yang ada di istana adalah tersangka. Hosyiar, Resham, bahkan Maham Anga juga adalah tersangka. Maham Anga yang licik meminta ijin untuk mencari barang bukti untuk menemukan penjahat sebenarnya. Oleh karena itu ia memerintahkan semua orang untuk mencari barang bukti.

Saat sidang rakyat, hadirlah seorang pria tua yang berasal dari Parokh yang berprofesi sebagai petani. Perampok di daerah Saket telah menyerang desanya. Pria tua ini meminta keadilan pada Jalal karena rumahnya telah dirampok dan ia tidak memiliki apa-apa sekarang. Bahkan putra satu-satunya dibunuh dengan kejam oleh perampok tersebut. Pria tua ini mengatakan bahwa penguasa di daerah mereka adalah Raja Bhawani Singh tidak menyelamatkan mereka, bahkan Raja Bhawani Singh dan puteranya Pangeran Ratan Singh memberikan tempat pada para perampok sehingga Sujanpur menjadi sarang para perampok. Tiba-tiba Jalal teringat bahwa Ratan Singh adalah calon suami Sukanya. Lantas dengan senyum kemenangan Jalal pun menjanjikan keadilan untuk pria tua tersebut. Ia berjanji bahwa pembunuh putranya akan dihukum.

Di dalam tahanan Jodha masih khawatir akan keadaan ayahnya. Namun ia dikejutkan dengan kedatangan Jalal. Jalal mengatakan pada Jodha bahwa ia sangat senang melihat musuhnya meneteskan air mata, dan setelah mendengar kabar yang dibawanya ia sangat yakin jika Jodha akan meneteskan air matanya dengan deras. Jodha menanyakan apakah berita ini tentang ayahnya. Namun Jalal berkata bahwa ayahnya sedang menikmati penyambutan dari Jalal. Walaupun raja Bharmal disambut istimewa, ia sangat yakin jika Raja Bharmal tak sepenuhnya menikmatinya disaat anak-anaknya ditahan.

Lalu Jalal memberitahu kabar yang sangat menyakitkan buat Jodha. Jalal mengatakan bahwa ia akan pergi ke Sujanpur tetapi bukan untuk menghadiri pernikahan Sukanya namun untuk menghancurkan kerajaan tersebut. Mendengar hal ini emosi Jodha makin meledak, ia mengatakan bahwa Jalal dapat menghukumnya tapi tidak bisa balas dendam kepada adiknya Sukanya. Jalal menjawab bahwa ia melakukan hal ini bukan karena alasan pribadi namun karena alasan politik. Raja Bhawani Singh dan Pangeran Ratan Singh telah melindungi perampok sehingga mereka dianggap sebagai pemberontak. Dan hukuman yang layak bagi seorang pemberontak adalah hukuman mati. Sungguh kebetulan yang aneh bukan dimana semua pengkhianat berhubungan dengan Jodha. Jodha tak terima akan tindakan Jalal ini. Ia meminta Jalal untuk menghukumnya saja. Tapi sekali lagi Jalal menegaskan bahwa sampai kapanpun ia akan menyiksa Jodha sehingga pada saatnya Jodha akan meminta Jalal untuk membunuhnya. Dan ia berjanji akan membuat kehidupan Jodha lebih buruk dari kematian.

Maham Anga memarahi semua orang yang ada di Harem karena tidak menemukan barang bukti apapun yang menunjukkan pelakunya. Karena kesal Maham Anga mencari sendiri barang bukti tersebut.

Jalal memanggil Raja Bharmal dan anak-anaknya ke sidang dewan untuk memberitahu mereka bahwa Jalal akan menyerang Sujanpur. Raja Bharmal menentang keputusan Jalal ini. Namun Jalal mengatakan bahwa Raja Bhawani Singh dan Pangeran Ratan Singh telah melindungi perampok dan ini sama saja dengan melakukan pemberontakan terhadap Mughal. Para perampok telah menyiksa rakyatnya di daerah Parokh. Oleh karena itu Jalal meminta Raja Bharmal untuk mengirim pasukannya untuk membantu Jalal berperang. Awalnya Raja Bharmal menolak mengingat Ratan Singh adalah calon suami putrinya. Namun Jalal mengingatkan Raja Bharmal bahwa ia adalah suami putrinya Jodha dan Raja Bharmal belum menunjukkan kesetiannya kepada Jalal. Raja Bharmal pun menjadi dilema.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

cerita Jodha Akbar (1)

cerita Jodha Akbar (2)

cerita Jodha Akbar (3)

cerita Jodha Akbar (4)

cerita Jodha Akbar (5)

cerita Jodha Akbar (6)

cerita Jodha Akbar (7)

cerita Jodha Akbar (8)

cerita Jodha Akbar (9)

cerita Jodha Akbar (10)

cerita Jodha Akbar (11)

cerita Jodha Akbar (12)

cerita Jodha Akbar (13)

cerita Jodha Akbar (14)

cerita Jodha Akbar (15)

cerita Jodha Akbar (16)

cerita Jodha Akbar (17)

cerita Jodha Akbar (18)

cerita Jodha Akbar (19)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*