Jodha Akbar Episode 58, Pemain Jodha Akbar

Jodha Akbar Episode 58, Pemain Jodha Akbar, Foto Pemain Jodha Akbar, Kisah Jodha Akbar, Cerita Jodha Akbar

Jodha dan saudaranya dipanggil ke ruang sidang. Afghah Khan mengatakan bahwa ada pembicaraan penting yang ingin dibicarakan Jalal kepada mereka. Baghwan Das menanyakan pada Afghah Khan apa yang akan dibicarakan Jalal. Namun Afghah Khan mengatakan bahwa Jalal sendiri lah yang akan memberitahu mereka. Suasana tegang pun menyelimuti kedatangan Jalal. Kemudian tanpa panjang lebar Jalal menyatakan bahwa atas undangan Jalal, Raja Bharmal diminta datang ke Agra karena Raja Bharmal akan membawa kabar baik. Jalal pun menggertak Jodha dan saudaranya dengan memberikan pilihan apakah harus Raja Bharmal terlebih dahulu memberi tahu kabar bahagia kepada mereka atau Jalal yang terlebih dahulu menceritakan rencana jahat Jodha dan saudaranya kepada Raja Bharmal. Jodha dan saudaranya terkejut. Karena semua diam, maka Jalal yang memutuskan dan Jalal memerintahkan mereka untuk pergi meninggalkan ruang sidang.

Ketika semua saudara Jodha telah meninggalkan ruangan, Jodha masih tak beranjak dari posisinya. Ketika Jalal menyadari Jodha masih berdiri disitu, Jalal berulangkali memerintahkan Jodha untuk meninggalkan ruangan. Namun Jodha tetap berkeras menanyakan apa yang sedang Jalal rencanakan. Jalal hanya menjawab bahwa Jodha akan mengetahuinya 10 hari lagi. Jodha juga menanyakan apa yang akan Jalal lakukan terhadap ayahnya dan Jodha meminta agar Jalal tidak menyakiti ayahnya. Tapi Jalal yang masih diselimuti kemarahan menjawab bahwa sakit rasanya melihat orang yang disayangi disakiti orang lain, apalagi pernikahan Sukanya ini menjadi peristiwa yang penting untuk raja Bharmal mengingat sudah 17 kali lamaran Sukanya ditolak oleh pangeran-pangeran Rajput. Jalal pun mengatakan bahwa sangat lega rasanya melihat Jodha menderita. Jalal pun langsung meninggalkan Jodha.

Raja Bharmal pun datang ke Agra sesuai permintaan Jalal. Raja Bharmal yang datang dengan rasa bahagia disambut Jalal dengan dingin. Baik Jalal maupun Maham Anga tidak membalas salam dari Raja Bharmal. Sebagai ungkapan rasa bahagianya, Raja Bharmal pun memberikan hadiah manisan kepada Jalal. Sebelum mencicipinya, Jalal meminta Raja Bharmal untuk mencicipi manisan tersebut. Betapa terkejutnya Raja Bharmal atas permintaan Jalal ini. Seorang pelayan yang membuat manisan berujar bahwa dialah yang membuat manisan tersebut, maka ia bersedia untuk mencicipinya terlebih dahulu. Setelah manisan tersebut dicicip Jalal pun menerima hadiah manisan dari Raja Bharmal. Lalu Jalal mengatakan bahwa alasan ia tidak langsung mencicipi manisan tersebut karena akhir-akhir ini banyak sekali racun yang beredar di Agra. Maham Anga terkejut kenapa Jalal tidak langsung mengatakan hal yang sebenarnya kepada Raja Bharmal bahwa anak-anak mereka sedang ditahan atas tuduhan sebagai pembunuh calon anak Ruqaiya.

Setelah Raja Bharmal pergi menemui anak-anaknya, Jalal pun menjelaskan kepada Maham Anga kenapa ia tidak langsung memberitahu Raja Bharmal kejadian yang sebenarnya. Jalal beranggapan bahwa Raja Bharmal adalah seorang ayah dan bagi seorang ayah sangatlah menyakitkan jika melihat anak-anaknya menderita. Dan ia yakin tak lama lagi raja Bharmal akan mengetahui hal yang sebenarnya dan pastilah Raja Bharmal akan dipenuhi rasa sesal dan pertanyaan. Hal itu akan menjadi pemandangan yang indah buat Jalal.

Raja Bharmal pun menemui anak-anaknya. Ketika diperjalanan, Raja Bharmal merasakan ada yang aneh, kenapa Jalal dan Maham Anga bahkan Adham Khan tak membalas salam darinya. Ketika di pintu masuk kamar anak-anaknya keamanan juga begitu ketat, bahkan Raja Bharmal tidak diperkenankan membawa pedangnya masuk. Akhirnya Raja Bharmal bertemu dengan putra dan cucunya. Raja Bharmal pun memberi kabar gembira bahwa adik mereka Sukanya akan segera menikah. Kemudian tak lama kemudian Jodha pun menemui ayahnya. Lagi-lagi Raja Bharmal menemukan keganjilan, ia bertanya mengapa Jodha harus meminta izin terlebih dahulu kepada Jalal untuk menemui dirinya. Bahkan ia juga merasa heran kenapa anak-anak mereka harus berada di ruangan tertutup seperti ini. Sesaat semua terdiam, namun Raja Bharmal memaksa mereka untuk berbicara. Akhirnya Baghwan Das menjawab bahwa mereka sedang ditahan atas tuduhan pembunuhan terhadap calon anak Ruqaiya. Mendengar hal ini Raja Bharmal sangat marah, karena Jalal tidak memberitahukan hal ini sebelumnya. Oleh karena itu ia berniat untuk langsung menemui Jalal untuk meminta keadilan.

Kebahagiaan sedang meliputi Sukanya dan seluruh anggota keluarga di Amer. Mereka pun merindukan Jodha. Neneknya mengatakan bahwa pernikahan Sukanya akan semewah pernikahan Jodha. Tiba-tiba datanglah seorang pelayan yang memberitahu bahwa telah datang prajurit Mughal yang membawa kabar kepada mereka. Semua yang ada disana menyangka bahwa prajurit yang datang adalah utusan dari Jodha yang membawa kabar gembira dari Agra.

Tetapi hal ini tidak sesuai harapan mereka saat prajurit Mughal membawa kabar bahwa Jodha dan saudaranya tengah menjalani tahanan rumah atas tuduhan pembunuhan yang mereka lakukan terhadap calon pewaris tahta Mughal. Semua orang terkejut dan tidak percaya akan berita yang mereka dengar. Ibu Jodha yang paling terpukul atas berita ini. Bagaimana ia bisa menikahkan putrinya pada saat anak-anaknya yang lain sedang menderita. Ratu Mainavati tak menyangka jika hal ini akan terjadi pada Jodha. Dengan berbesar hati Sukanya mengerti keadaan yang sedang dialami Jodha. Oleh karena itu ia bersedia untuk membatalkan pernikahannya. Nenek Jodha lagi-lagi menasehati Ratu Mainavati, ia mengatakan bahwa menjadi seorang ratu tidaklah mudah. Semakin kuat tempaan, maka emas akan tambah berkilau. Ia meminta Ratu Mainavati untuk bersabar dan mendoakan Jodha dan saudaranya agar terbebas dari semua tuduhan ini.

Raja Bharmal segera menemui Jalal dan menanyakan kenapa Jalal tidak memberitahukannya terlebih dahulu jika anak-anaknya sedang ditahan. Jalal menjawab bahwa yang dilakukannya agar Raja Bharmal tidak terpukul dan lebih baik jika Raja Bharmal mengetahui sendiri dari anak-anaknya atas kejahatan yang telah mereka lakukan. Raja Bharmal pun menyampaikan rasa dukanya kepada Jalal atas kematian calon anak Jalal, tapi Raja Bharmal juga menanyakan Jalal bahwa menuduh anak-anaknya tanpa menyelidiki dengan benar apakan tindakan yang benar. Mendengar pertanyaan ini Jalal sangat marah. Namun ia masih mengormati Raja Bharmal, walaupun statusnya sekarang adalah ayah dari tersangka pembunuhan.

Sebagai rasa hormat Jalal, Raja Bharmal tetap disambut dengan baik oleh Jalal dan dihidangkan makanan yang terbaik di Agra. Namun Raja Bharmal mengatakan bahwa ia tidak akan makan apapun dan akan berpuasa hari ini. Dan Raja Bharmal menegaskan bahwa Jalal boleh menganggapnya sebagai ayah dari penjahat, tapi bagaimanapun ia adalah ayah mertua dari Jalal. Melihat hal ini Maham Anga tertawa puas karena ia dapat melihat wajah Raja Bharmal yang memucat dan ia mengagumi taktik hebat yang digunakan Jalal.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Pemain Jodha Akbar (1)

Pemain Jodha Akbar (2)

Pemain Jodha Akbar (3)

Pemain Jodha Akbar (4)

Pemain Jodha Akbar (5)

Pemain Jodha Akbar (6)

Pemain Jodha Akbar (7)

Pemain Jodha Akbar (8)

Pemain Jodha Akbar (9)

Pemain Jodha Akbar (10)

Pemain Jodha Akbar (11)

Pemain Jodha Akbar (12)

Pemain Jodha Akbar (13)

Pemain Jodha Akbar (14)

Pemain Jodha Akbar (15)

Pemain Jodha Akbar (16)

Pemain Jodha Akbar (17)

Pemain Jodha Akbar (18)

Pemain Jodha Akbar (19)

Pemain Jodha Akbar (20)

Pemain Jodha Akbar (21)

Pemain Jodha Akbar (22)

Pemain Jodha Akbar (23)

Pemain Jodha Akbar (24)

Pemain Jodha Akbar (25)

Pemain Jodha Akbar (26)

Pemain Jodha Akbar (27)

Pemain Jodha Akbar (28)

Pemain Jodha Akbar (29)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*