Jodha Akbar Episode 56, Kisah Jodha Akbar

Jodha Akbar Episode 56, Kisah Jodha Akbar, Pemeran Jodha Akbar, Pemain Jodha Akbar, Foto Pemain Jodha Akbar

Dengan wajah penuh amarah, Jalal pun mendatangi kamar Jodha. Dalam perjalanannya menuju kamar Jodha, Jalal selalu terbayang akan kebencian dirinya terhadap Jodha.

Jodha beserta pelayan setianya yang sedang tertidur tiba-tiba terbangun dan heran mengapa Jalal mendatangi kamar di Jodha di malam selarut ini. Jalal pun langsung menerobos masuk kedalam dan langsung menghampiri Jodha yang tengah terkejut. Jodha yang belum mengetahui kejadian sebenarnya langsung dituduh begitu saja oleh Jalal. Jalal pun mengarahkan pedangnya ke leher Jodha sambil berteriak kasar. Ia bertanya kepada Jodha apakah Jodha bisa tidur nyenyak setelah dirinya menghancurkan mimpi Jalal. Apakah Jodha begitu membenci Jalal sehingga berbuat demikian untuk balas dendam. Kalau Jodha sangat membencinya cukup dilampiaskan pada dirinya saja, jangan sampai bersekutu dengan saudara-saudaranya untuk membunuh calon bayi yang tidak berdosa. Jodha yang tidak tahu apa-apa menanyakan apa salahnya. Tetapi Jalal tetap tidak memberikannya kesempatan berbicara, Jalal terus menuduhnya dan menghujatnya dengan kata-kata kasar bahkan menghempaskan badan Jodha ke dinding. Bahkan Jodha tidak diberi kesempatan untuk membela diri. Jalal mengancam Jodha bahwa malam ini adalah malam terakhir Jodha sebagai wanita bebas dan besok ia akan mengumumkan pengumuman untuk dirinya dan saudara-saudaranya. Sekali lagi Jalal menghempaskan badan Jodha ke lantai. Jodha tak kuasa menahan tangis. Ia pun sedih akan perlakuan kasar ini.

Maham Anga menunjukkan rasa sedihnya di depan Resham. Resham sangat terkejut tak menyangka bila Jodha dan saudaranya tega melakukan demikian. Maham Anga meyakinkan Resham bahwa tanaman Datura berasal dari luar Mughal dan ia sangat yakin bahwa terdapat persekongkolan yang ingin menjatuhkan Jalal bahkan mencegah Ruqaiya menjadi Mariam Uz-Zamani karena rasa benci Jodha kepada Ruqaiya. Dan siapa lagi kalau bukan Jodha dan saudaranya yang melakukannya. Oleh karena itu mereka sependapat jika pelakunya mesti mendapatkan hukuman yang sangat berat. Sekali lagi Maham Anga meyakinkan Resham bahwa ia tidak pernah membenci calon anak raja.

Berita mengenai kematian calon anak Jalal sudah sampai ke seluruh anggota keluarga. Ibunda Jalal dan bibi Ruqaiya sangat sedih mendengar berita ini. Mereka tidak menyangka jika Tuhan akan mengambil calon bayi Jalal secepat ini, mereka pun mendoakan agar Ruqaiya diberi kekuatan. Afghah Khan dan istrinya tidak percaya jika Jodha dan saudaranya tega melakukan ini semu. Afgah Khan berpendapat Jika memang Jodha dan saudarany benar pelakunya maka hal ini bukan saja masalah keluarga namun juga masalah politik karena mereka telah melakukan pemberontakan terhadap kerajaan.

Bakshi Bano juga tidak percaya akan berita yang mereka dengar. Begitu juga dengan Sarifuddin. Bahkan ia mengatakan bahwa telah berulang kali Jalal diperingatkan agar tidak mendekati bangsa Amer dan tidak bermurah hati pada Amer. Namun Jalal tidak mendengarkan Sarifuddin maka hasilnya inilah yang terjadi, Amer menikam Jalal dari belakang.

Jalal memerintahkan prajurit untuk menangkap Jodha dan saudaranya. Ketika Sarifuddin menjemput Baghwan Das dan saudaranya, mereka tidak terima akan tuduhan Sarifuddin. Namun Sarifuddin menyuruh mereka untuk menjelaskan semuanya di persidangan. Jodha tengah bertanya-tanya kenapa Jalal melakukan ini tanpa mendengar penjelasan terlebih dahulu bahkan langsung menuduh ia dan saudaranya sebagai pelaku pembunuhan terhadap calon bayinya. Tiba-tiba Jodha dikejutkan dengan kedatangan dua prajurit yang diperintahkan Jalal untuk menangkap dirinya dan membawanya ke persidangan.

Ibunda Jalal berusaha untuk menenangkan Ruqaiya. Ia mengatakan bahwa Tuhan memberikan cobaan namun juga memberikan kekuatan untuk bertahan. Tetapi Ruqaiya masih merasa sedih kenapa Jodha bersekongkol dengan saudaranya untuk membunuh calon bayinya. Tiba-tiba Jalal datang dan memberitahu bahwa semua yang berkonspirasi dalam pembunuhan ini sudah ditahan dan Jalal berjanji bahwa mereka akan mendapatkan hukuman yang lebih buruk dari kematian. Mendengar hal ini Ratu Hamida mengingatkan Jalal agar berpikir dengan matang sebelum membuat keputusan dan tidak mengambil keputusan dalam keadaan marah. Karena Ratu Hamida yakin bahwa Jodha dan saudaranya bukan pelaku pembunuhan calon anak Jalal. Jalal yang masih kesal malah membentak sang ibu dengan mengatakan bahwa semua bukti sudah mengarah ke Jodha. Selain Ratu Hamida, Ratu Salima pun menemui Jalal untuk mengungkapkan rasa berduka citanya kepada Jalal. Ia juga mengingatkan Jalal bahwa Jodha sangat menyayangi anak-anak maka tidak mungkin jika Jodha pelakunya, oleh karena itu ia memberi nasehat pada Jalal agar berlaku adil dalam menangani kasus ini.

Suasana tegang menyelimuti jalannya persidangan. Anggota Dewan memaparkan bahwa telah terbukti jika Safron dari Amer mengandung ekstrak racun Datura yang menyebabkan Ruqaiya keguguran. Oleh karena itu ia meminta Jalal untuk melanjutkan sidang ini. Namun Jalal langsung mengambil keputusan bahwa Jodha dan saudaranyalah yang bersalah dan tidak perlu bukti apa-apa lagi. Tanpa mendengarkan pembelaan dari tersangka, Jalal langsung memutuskan untuk membakar Jodha dan saudaranya hidup-hidup agar mereka merasakan panasnya hati yang dirasakan Jalal saat ini.

Tiba-tiba Man Singh memotong pembicaraan Jalal. Man Singh meminta sebaiknya Jalal mendengar penjelasan terlebih dahulu dari tersangka baru membuat keputusan karena ia yakin bahwa bibinya tidak bersalah. Mendengar hal ini Jalal pun sangat marah, ia tidak suka jika ada orang yang memotong pembicaraannya dan ia berpendapat bahwa jika ada seseorang yang mendukung penjahat maka orang tersebut juga penjahat. Man Singh dengan tegas mengatakan bahwa bangsa Rajput tidak takut akan kematian tapi mereka tidak akan pernah berkhianat. Man Singh pun bersedia ikut bergabung dengan ayah dan bibinya jika memang mendukung mereka adalah suatu kejahatan. Dan Man Singh tetap tidak percaya jika ayah dan bibinya berkonspirasi untuk membunuh calon anak Jalal.

Jalal yang tengah dibakar emosi tetap tidak mau mendengar nasehat siapapun, dan ia pun tidak mau mendengar pembelaan Jodha dan saudaranya. Menurutnya mata dibalas mata dan nyawa harus dibalas dengan nyawa. Dan kasus ini belumlah berakhir jika Jodha dan saudaranya mati.

Ratu Hamida yang tak ingin Jalal berbuat kesalahan, terpaksa menyela perkataan Jalal. Ratu Hamida berpendapat bahwa ada seseorang yang ingin menjebak Jodha dan saudaranya mengingat beberapa kasus yang sudah lewat.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Pemeran Jodha Akbar (1)

Pemeran Jodha Akbar (2)

Pemeran Jodha Akbar (3)

Pemeran Jodha Akbar (4)

Pemeran Jodha Akbar (5)

Pemeran Jodha Akbar (6)

Pemeran Jodha Akbar (7)

Pemeran Jodha Akbar (8)

Pemeran Jodha Akbar (9)

Pemeran Jodha Akbar (10)

Pemeran Jodha Akbar (11)

Pemeran Jodha Akbar (12)

Pemeran Jodha Akbar (13)

Pemeran Jodha Akbar (14)

Pemeran Jodha Akbar (15)

Pemeran Jodha Akbar (16)

Pemeran Jodha Akbar (17)

Pemeran Jodha Akbar (18)

Pemeran Jodha Akbar (19)

Pemeran Jodha Akbar (20)

Pemeran Jodha Akbar (21)

Pemeran Jodha Akbar (22)

Pemeran Jodha Akbar (23)

Pemeran Jodha Akbar (24)

Pemeran Jodha Akbar (25)

Pemeran Jodha Akbar (26)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*