Rahim Jodha Akbar, Jodha Akbar Episode 50

Rahim Jodha Akbar, Cinta Jodha dan Jalal, Sinopsis Jodha Akbar, Ruqaiya Jodha Akbar, Jodha Akbar Episode 50

Untuk pertama kalinya Jalal dikalahkan bermain pedang oleh seorang Prajurit. Jalal pun mengakui permainan pedang Jodha, namun Jalal menganggap kalau Jodha sangatlah bodoh karena tidak meminta diri Jalal untuk bunuh diri atau berusaha untuk menjauhkan diri dari Jalal sebagai hadiah dari permainan caturnya, tetapi malah menggunakannya untuk membebaskan Mothi Bai. Kemudian pada saat permainan pedang itu pun Jodha tidak mau membunuh Jalal pada saat pedang Jalal terlepas dari tangangnya. Jodha mengatakan bahwa ia tidak akan membunuh orang yang tidak memiliki perasaan.

Ruqaiya yang melihat permainan pedang Jodha dan Jalal merasa cemburu walaupun perasaannya itu ditutupi. Ruqaiya masih memiliki keinginan untuk mempermalukan Jodha setelah sebelumnya ia dikalahkan Jodha dalam permainan catur. Jalal pun merasa kagum akan kepintaran Jodha namun ia sendiri belum memahami emosi Jodha. Ruqaiya pun menggoda Jalal dengan menanyakan apakah ia mulai menyukai Jodha, tapi Jalal menyangkalnya dan mengatakan bahwa ia akan menyiksa Jodha.

Disaat ingin bersembahyang, Jodha kehilangan suling Dewa Krisna. Ternyata si nakal Rahim yang mengambilnya. Lalu rahim pun mulai mengajak Jodha bermain dan Rahim pun menantang Jodha untuk mengejarnya hingga akhirnya tanpa sengaja Rahim terjatuh kedalam kolam, Ratu Jodha pun menolongnya dengan melompat kedalam kolam. Kejadian ini dilihat oleh Maham Anga. Maham Anga pun melaporkan kejadian ini kepada Jalal, dia mengatakan bahwa Jodha telah mengajak Rahim bermain di pinggir kolam dan melompat ke dalam kolam dengan sengaja. Bagaimanapun terdapat larangan bagi para ratu Mughal untuk berenang di depan umum apalagi di depan para prajurit. Jodha yang tidak mau disalahkan menceritakan keadaan yang sebenarnya dan meminta Jalal untuk tidak terlalu percaya penuh kepada Maham Anga walaupun ia telah dianggap sebagai ibunya sendiri. Untuk merebut hati Jalal, Maham Anga pun meminta maaf. Namun Jalal tidak mau menerima permintaan maaf ibu angkatnya tersebut karena baginya tidak pantas seorang ibu meminta maaf kepada anaknya sendiri.

Raja Jalaluddin kagum akan kepiawaian Sarifuddin dalam memimpin Mewal. Sebagai gubernur Mewal, ia dianggap telah berhasil memperluas kerajaan Mughal. Oleh karena itu Jalal menugaskan Sarifuddin untuk memimpin pasukan merebut Mertha. Sebelum pergi ke Mertha, Sarifuddin diperintahkan jalal untuk kembali ke Amer dan mengembalikan harta rampasan dari Amer. Dengan berat hati Sarifudin pun melaksakan perintah jalal. Pada saat yang bersamaan si kecil Rahim memaksa masuk ke ruang rapat, dia mengelabui para penjaga untuk dapat bertemu dengan Jalal. Rahim kesal pada Jalal karena Jalal terlalu sibuk dan tidak punya waktu untuk dirinya. Rahim meminta Jalal untuk menemuinya dan ibu junior sekaligus teman barunya, Jodha. Jalal terkejut dengan pernyataan Rahim yang menyebutkan Jodha sebagai teman barunya. Jalal pun berjanji kepada Rahim untuk menemuinya dan Jodha.

Sarifuddin sangat marah kepada Jalal, karena dia merasa kalau dirinya hanya diperbudak Jalal. Dia telah bersusah payah merebut Amer namun Jalal memerintahkan untuk mengembalikan harta dan pajak rampasan dari Amer. Amarahnya ini dilampiaskannya pada Bakshi Bano, adik Jalal. Dia menampar Bakshi hingga meninggalkan bekas di pipi kiri Bakshi Bano. Sesaat Sarifuddin pun sadar jikalau dia telah melakukan kesalahan yang besar dengan melukai adik sang raja. Dia takut jikalau Bakshi melaporkan dirinya kepada Jalal sehingga Jalal akan marah kepada dirinya. Namun karena Bakshi begitu mencintai Sarifuddin maka ia pun berjanji untuk tidak mengatakan kejadian ini kepada siapa-siapa. Sarifuddin pun merasa senang akan pernyataan Bakshi, sesungguhnya Sarifuddin menikahi Bakshi Bano yang berstatus sebagai janda hanya untuk merebut kekuasan Jalal, yaitu menjadi Raja Mughal.

Jalal pun menepati janjinya kepada Rahim, ia mendatangi Harem. Para ratu begitu bahagia menyambut kedatangan Jalal, namun Jalal tak menghiraukan mereka, tujuannya hanya satu yaitu menemui Rahim. Jodha pun salah sangka ketika selendangnya ditarik dari belakang, dia mengira hal itu dilakukan oleh Jalal, sehingga ia memarahi orang yang menarik selendang itu dan mengatakan bahwa orang tersebut tidak menepati janjinya dengan menarik selendangnya. Namun betapa malunya Jodha begitu ia melihat Jalal jauh berada di belakangnya dan ia pun menyadari bahwa yang menarik selendangnya bukanlah Jalal melainkan Rahim. Lalu Jalal pun mengajak Rahim untuk bermain.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Untitled-1 copy

Untitled-2 copy

Untitled-3 copy

Untitled-4 copy

Untitled-5 copy

Untitled-6 copy

Untitled-7 copy

Untitled-8 copy

Untitled-9 copy

Untitled-10 copy

Untitled-11 copy

Untitled-12 copy

Untitled-13 copy

Untitled-14 copy

Untitled-15 copy

Untitled-16 copy

Untitled-17 copy

Untitled-18 copy

Untitled-19 copy

Untitled-20 copy

Untitled-21 copy

Untitled-22 copy

Untitled-23 copy

Untitled-24 copy

Untitled-25 copy

Untitled-26 copy

Untitled-27 copy

Untitled-28 copy

Untitled-29 copy

Untitled-30 copy

Untitled-31 copy

Untitled-32 copy

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*