Serial Jodha Akbar, Jodha Akbar Episode 45

Serial Jodha Akbar, Jodha Akbar ANTV, Sinopsis Jodha Akbar, Jodha dan Jalal, Jodha Akbar Episode 45

Ruqaiya pikir ia dapat dengan mudah mengalahkan Jodha dalam pertandingan catur. Namun bukan Jodha namanya kalau dia tidak dapat membanggakan kedua orang tua dan keluarganya. Jodha pun mengingatkan Ruqaiya bahwa ia terlalu tergesa-gesa mengambil keputusan, karena sesunggunya pion raja kepunyaan Ruqaiya lah yang terkepung. Lalu Jodha pun menggerakkan pionnya dan jatuhlah pion raja Ruqaiya sehingga Jodha pun memenangkan pertandingan ini dan secara tidak langsung telah mempermalukan Ruqaiya di hadapan khalayak ramai. Ruqaiya pun kembali ke tempat duduknya dengan wajah pucat menanggung malu.

Kedua orang tua serta keluarga Jodha tersenyum bangga akan kemenangan Jodha. Kemudian anggota dewan pun memberitah titah raja sebagai hadiah kemenangan Jodha. Namun Jodha menolak menerimanya, ia mengatakan bahwa tujuannya memenangkan pertandingan ini bukanlah untuk menerima hadiah berupa titah sang raja, tapi ia hanya ingin membanggakan ayah, ibu, serta keluarganya yang berasal dari Amer. Dengan angkuhnya Jodha pun kembali ke tempat duduk tanpa menghiraukan hadiah dari kemenangannya. Jalal yang melihat hal itu hanya bisa diam sambil memendam amarah.

Ruqaiya kembali ke kamarnya dengan perasaan yang masih sangat kesal. Ruqaiya pun menghisap hooka kegemarannya untuk menenangkan dirinya. Bukannya menenangkan, Hosyiar pelayan setia Ruqaiya malah mengucapkan kata-kata yang membuat Ruqaiya semakin kesal, hingga Ruqaiya melemparkan penghisap hooka tepat di dahi Hosyiar. Hosyiar menjerit kesakitan dan Ruqaiya pun memperingatkan dirinya agar tidak menaburkan garam di atas luka karena itu akan sangat pedih terasa.

Kemudian Jalal datang menemui Ruqaiya di kamarnya, Jalal pun berusaha menenangkan Ruqaiya. Ruqaiya mengadu bahwa dirinya sangat kesal akan kekalahannya tadi. Begitupun dengan Jalal, ia merasa begitu malu karena Jodha berhasil menunjukkan egonya di depan orang banyak. Oleh karena itu Jalal berjanji pada Ruqaiya akan terus mencari cara untuk menyakiti Jodha dan melukai harga diri Jodha. Jalal pun memperingatkan Ruqaiya untuk tidak meremehkan kekuatan lawan.

Pada saat hari pengaduan rakyat, terdapat sebuah keluarga Hindu yang dipaksa masuk agama Islam. Keluarga yang terdiri atas suami, istri, dan seorang anak lelaki menolak untuk masuk agama Islam. Sehingga sang suami meminta keadilan kepada Jalal. Sang suami menanyakan apa salah mereka kepada Jalal. Selama ini mereka telah mentaati semua peraturan kerajaan, telah membayar pajak, dan bahkan tidak berbuat dosa. Hanya karena mereka tidak mau pindah keyakinan apakah pantas jika mereka dihukum. Mendengar hal itu Jalal sangat marah kepada si suami. Jalal pun memberikan hukuman penjara kepadanya. Sang istri tidak terima dengan keputusan Jalal. Ia pun mengajukan protes atas hukuman yang ditetapkan kepada suaminya. Karena merasa terhina, Jalal pun serta merta memasukkan sang istri bersama sang suami di dalam penjara. Melihat hal ini Jodha merasa geram dan menganggap Jalal tidak adill dan tidak memiliki hati. Tanpa menyelesaikan sidang, Jodha langsung menuju kamarnya untuk berdoa. Jodha sangat menyesal dan menanyakan kepada dewa kenapa harus Jalal yang ditakdirkan menjadi suaminya. Jodha pun menyalahkan takdir.

Lalu tinggallah seorang anak lelaki yang kedua orang tuanya telah dipenjara oleh Jalal. Si anak menanyakan kepada Jalal kemana dia harus pergi. Lalu Jalal menyuruhnya untuk pulang. Si anak pun kembali bertanya kemana ia harus pulang karena tempatnya untuk pulang sudah tidak ada. Si anak mengatakan bahwa ia tidak memiliki siapa-siapa di dunia ini. Jika kedua orang tuanya dipenjara maka dengan siapa ia akan hidup. Melihat hal ini, jalal yang pernah mengalami masa dimana dia kehilangan ayah dan ibu merasa iba. Ia pun terkenang akan kebaikan Bairam Khan yang telah menyelamatkan dirinya. Akhirnya Jalal berniat untuk tidak memisahkan anak tersebut dari kedua orang tuanya, Jalal pun melepaskan pasangan suami istri yang telah dipenjaranya tersebut. Alasan Jalal melepaskannya karena baginya tiada guna harta dan tahta jikalau seorang anak hidup tanpa kasih sayang dan kebersamaan dengan kedua orang tua. Keputusan Jalal ini lagi-lagi ditentang oleh Adam Khan.

Orang tua Jodha akhirnya meninggalkan Agra. Jodha yang sedang berada di kamar bersama dengan Mothi berurai air mata. Ia sangat sedih dengan rencana kepergian ibunya kembali ke Amer. Untuk menutupi kesedihannya itu, Jodha pun menggunakan masker. Ibunda Jodha yang sangat mengetahui isi hati Jodha berpura-pura tidak mengetahui kesedihan yang sedang dirasakan putri kesayangannya tersebut. Sebelum kembali ke Amer, Ratu Mainavati meninggalkan pesan pada Jodha bahwa menjadi seorang ratu tidaklah mudah. Jodha harus menerima dan menjalankan takdirnya sebagai seorang ratu Agra dan seorang ratu juga harus menjalankan perintah sang Kaisar.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Serial Jodha Akbar (1)

Serial Jodha Akbar (2)

Serial Jodha Akbar (3)

Serial Jodha Akbar (4)

Serial Jodha Akbar (5)

Serial Jodha Akbar (6)

Serial Jodha Akbar (7)

Serial Jodha Akbar (8)

Serial Jodha Akbar (9)

Serial Jodha Akbar (10)

Serial Jodha Akbar (11)

Serial Jodha Akbar (12)

Serial Jodha Akbar (13)

Serial Jodha Akbar (14)

Serial Jodha Akbar (15)

Serial Jodha Akbar (16)

Serial Jodha Akbar (17)

Serial Jodha Akbar (18)

Serial Jodha Akbar (19)

Serial Jodha Akbar (20)

Serial Jodha Akbar (21)

Serial Jodha Akbar (22)

Serial Jodha Akbar (23)

Baca Terus Majalah Online

2

 

 

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*