Ruqaiya Jodha Akbar, Jodha Akbar Episode 44

Ruqaiya Jodha Akbar, Rahim Jodha Akbar, Pemain Jodha Akbar, Foto Jodha Akbar, Jodha Akbar Episode 44

Jodha pun mengambil bendera Amer yang dilempar oleh Adham Khan. Lalu Jodha mendatangi Adham Khan dan mengatakan bahwa tidak sepantasny jika Adham Khan berbuat demikian karena mereka hanya penari dan bendera yang digunakan hanyalah properti untuk pertunjukan. Mereka tidak bermaksud untuk melecehkan Mughal. Namun Adham Khan tetap pada pendiriannya bahwa tidak boleh ada bendera yang berkibar di Agra selain bendera Mughal. Untuk menengahi hal ini Jalal pun meminta penjelasan kepada para penari kenapa mereka membawa bendera Amer. Para penari menjelaskan bahwa mereka mengadakan pertunjukan ke seluruh negeri dengan menggunakan bendera dari berbagai macam negeri di Hindustan. Dan ketika mereka sampai di Agra mereka mendengar bahwa Raja mereka yang berasal Amer sedang berkunjung ke Agra dan mereka sangat senang dengan berita ini sehingga mereka berniat untuk menghibur Raja Bharmal. Lalu Jalal meminta Jodha untuk meninggalkan mereka karena wanita tidak boleh ikut campur dalam masalah ini.

Setelah mendengar penjelasan dari para penari, Jalal pun membebaskan mereka. Mendengar hal ini Adham Khan merasa sangat terhina, ia sangat marah dengan keputusan Jalal. Adham Khan protes kepada Jalal yang telah membebaskan para penari. Jalal mengingatkan bahwa ia adalah raja dan dia lah yang berhak membuat keputusan bukan Adham Khan. Adham Khan pun semakin marah kepada Jalal, karena menurutnya siapa yang menangkap maka ia lah yang memberikan hukuman. Adham Khan merasa bahwa ia yang berhak menentukan hukuman bagi para tawanannya bukan Jalal.

Sebelum perayaan dimulai, Ratu Mainavati datang menemui Jodha. Ia sangat ingin menghiasi putri cantiknya tersebut karena sudah lama sekali ia tidak menghiasi Jodha. Terakhir pada saat Jodha akan menikah. Kemudian Ratu Hamida tiba-tiba datang ke kamar Jodha. Dengan santun Jodha pun menyambut kedatangan ibu mertuanya tersebut. Jodha menceritakan kepada Ratu Hamida bahwa ibunya akan menghiasi dirinya untuk menghadiri perayaan. Namun tak disangka Ratu Hamida melarang ibunda Jodha untuk menghiasi Jodha. Mendengar hal ini, Ratu Mainavati pun kecewa dan kemurungan tampak di raut wajahnya. Namun kekecewaan itu berganti dengan senyum bahagia saat Ratu Hamida mengatakan bahwa ia sendirilah yang akan menghias Jodha, karena sudah menjadi kewajibannya sebagai ibu mertua untuk menghiasi menantunya. Ratu Hamida pun menyuruh Jodha untuk duduk dan ia pun menghiasi Jodha secantik mungkin. Melihat hal ini Ratu Mainavati sangat bahagia. Keraguannya jika Jodha tidak bahagia di Agra berganti dengan keyakinan bahwa Jodha akan bahagia tinggal disini selama Ratu Hamida beraada disamping anaknya tersebut.

Pada saat perayaan, Jalal menyambut keluarga Jodha dengan sangat baik. Jalal menghadirkan penari-penari Amer yang tadi pagi ditahan oleh Adham Khan. Semua yang melihat tarian ini sangat senang terutama Raja Bharmal. Tapi tidak dengan Jodha, ia merasa heran kenapa Jalal sampai mau melakukannya. Selama tarian berlangsung Jalal sesekali menatap ke arah Jodha sambil bertanya-tanya apakah yang sedang dipikirkan istrinya tersebut. Setelah tarian selesai, Raja Bharmal pun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Jalal karena telah memberikan penyambutan yang luar biasa megahnya. Namun tidak hanya sampai disitu, perayaan belum selesai karena Jalal akan mengadakan lomba permainan catur dan sebagai hadiahnya ia akan mengabulkan semua permintaan sang pemenang. Untuk menepati janjinya kepada Ruqaiya tempo hari, maka Jalal meminta Ratu Ruqaiya untuk bertanding dan bebas memilih lawan mainnya. Ruqaiya pun menunjuk Jodha sebagai lawan mainnya.

Jodha menerima tantangan Ruqaiya untuk melawannya bermain catur. Suasana tegang pun terasa, terutama kedua orang tua Jodha. Namun di dalam hati mereka, Jodha tidak akan mengecewakan mereka. Pertandingan pun dimulai, pion demi pion pun dilangkahkan, hingga sampai dimana Ruqaiya mengunci pion raja Jodha. Dengan wajah penuh percay diri Ruqaiya pun berdiri merayakan kemenangannya dan hendak bergegas meninggalkan Jodha.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Ruqaiya Jodha Akbar (1)

Ruqaiya Jodha Akbar (2)

Ruqaiya Jodha Akbar (3)

Ruqaiya Jodha Akbar (4)

Ruqaiya Jodha Akbar (5)

Ruqaiya Jodha Akbar (6)

Ruqaiya Jodha Akbar (7)

Ruqaiya Jodha Akbar (8)

Ruqaiya Jodha Akbar (9)

Ruqaiya Jodha Akbar (10)

Ruqaiya Jodha Akbar (11)

Ruqaiya Jodha Akbar (13)

Ruqaiya Jodha Akbar (14)

Ruqaiya Jodha Akbar (15)

Ruqaiya Jodha Akbar (16)

Ruqaiya Jodha Akbar (17)

Ruqaiya Jodha Akbar (18)

Ruqaiya Jodha Akbar (19)

Ruqaiya Jodha Akbar (20)

Ruqaiya Jodha Akbar (21)

Ruqaiya Jodha Akbar (22)

Ruqaiya Jodha Akbar (23)

Ruqaiya Jodha Akbar (24)

Baca Terus Majalah Online

2

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*