Pernikahan Jodha dan Jalal, Jodha Akbar Episode 38

Pernikahan Jodha dan Jalal, Kisah Jodha Akbar, Foto Pemain Jodha Akbar, Foto Jodha Akbar, Jodha Akbar Episode 38

Setelah resmi menikah, saatnya Jodha harus meninggalkan Amer dan berpisah dengan keluarganya disana. Suasana haru pun sangat terasa. Semua anggota keluarga Amer merasakan sedih yang mendalam akan kepergian Jodha. Tiba-tiba semua dikejutkan saat Jalal meminta kepada Raja Bharmal untuk membawa serta Mansingh ke Agra agar menjadi penjaga Jodha. Mansingh sendiri tidak keberatan untuk ikut bersama Jodha asalkan ayahnya Baghwan Das mengizinkannya. Baghwan Das pun mengizinkan anaknya untuk ikut bersama Jodha ke Agra. Raja Bharmal pun meminta Jalal untuk membimbing Mansingh karena Raja Bharmal yakin jika Mansingh dapat menjadi seorang prajurit sejati dibawah bimbingan Jalal. Tandu pengantin yang membawa Jodha pun diangkat oleh kakak-kakak Jodha, termasuk Sujamal. Akhirnya Sujamal menunaikan janjinya untuk mengangkat tandu pengantin Jodha di hari pernikahannya.

Di malam pernikahan, prajurit Jalal berniat untuk mengadakan perayaan pernikahan di tenda penginapan mereka. Jalal tidak setuju dengan ide mereka. Tapi para prajurit terus mendesak Jalal dan akhirnya ia pun setuju. Jalal yang teringat akan suara indah Jodha meminta Maham Anga untuk memanggilkan Jodha untuk bernyanyi di perayaan. Setelah beberapa saat menunggu, Maham Anga kembali dengan seorang diri. Kedatangan Maham Anga yang seorang diri mengundang tanya bagi setiap orang terutama Jalal. Maham Anga pun menjelaskan jika Jodha menolak untuk hadir dan menyanyi di depan orang banyak. Jalal yang mendengar hal ini pun langsung marah dan menuju tenda Jodha. Sesampainya disana, ia melihat Jodha sedang tertidur. Beberapa saat Jalal menikmati wajah cantik Jodha. Namun tak disangka ternyata Jodha belum tertidur. Mendengar ada seseorang yang menyelinap ke tendanya, ia pun mengambil pisau yang diselipkan dibawah bantalnya. Kemudian ia pun mengarahkan pisaunya ke orang yang menyelinap masuk tersebut. Jalal pun tak kalah gesit dari Jodha, ia menangkap pisau Jodha hingga tangannya terluka. Jodha terkejut untuk beberapa saat. Jalal langsung mengutarakan maksud kedatangannya dan menanyakan kenapa Jodha menolak perintahnya untuk bernyanyi di hari perayaan. Jodha pun menjawab perkataan Jalal dengan sengit. Ia mengatakan bahwa tidak sepantasnya jika seorang suami memaksa istri untuk bernyanyi di depan umum karena sama saja telah melecehkan harga diri sang istri.

Di tempat yang berbeda, Sujamal berhasil ditangkap oleh pasukan Pratap. Sujamal pun dihadapkan di tengah-tengah sidang. Pratap yang menganggap Sujamal sebagai penghianat terus memojokkannya. Lalu Pratap pun menyuruh prajuritnya untuk menghancurkan lantai tempat Sujamal berdiri. Pratap ingin menunjukkan bahwa hubungan keluarga jika sudah dikhianati akan tetap meninggalkan sakit hati yang mendalam dan tidak bisa dimaafkan. Sama seperti lantai yang telah hancur, walaupun diperbaiki akan tetap meninggalkan bekas.

Keesokan paginya, Jalal dan Jodha pun sarapan. Itu merupakan pertama kalinya mereka makan pertama bersama. Jalal yang tangan kanannya terluka akibat pedang Jodha tetap berusaha mengambil makanan. Karena tak tega melihat Jalal kesulitan mengambil makanan, dengan terpaksa Jalal pun menyuapi Jalal. Jodha pun melayani Jalal hingga selesai makan. Di dalam hati Jalal berteriak senang, namun sebaliknya rasa kesal yang menghinggapi hati Jodha ketika ia mengetahui bahwa Jalal telah mempermainkannya dengan berpura-pura terluka.

Berita mengenai Jalal yang telah menikahi seorang wanita Hindu telah sampai ke Agra. Ada pro dan kontra terhadap tindakan Jalal ini. Salah seorang yang sangat bahagia mengenai pernikahan ini adalah Ratu Hamida Bano, ibunda Jalal. Ia sangat bersyukur sekali dengan pernikahan ini, dan ia pun teringat ramalan seorang peramal yang mengatakan bahwa suatu saat kehidupan Jalal akan diwarnai dengan kedatangan seorang wanita Hindu. Namun hal yang sama tidak dirasakan oleh Ruqaiya. Ruqaiya tidak peduli dengan pernikahan Jalal ini karena ia tetap yakin bahwa sampai kapanpun ia adalah ratu kesayangan Jalal dan tidak akan ada orang yang dapat menggantikan posisinya.

Rombongan Jalal pun tiba di istana Agra. Mereka disambut dengan penuh suka cita. Maham Anga pun memperkenalkan Ratu Hamida kepada Jodha dan menyuruh Jodha untuk memberi salam kepada ibunda Jalal tersebut. Jodha pun melakukannya dengan penuh santun. Lalu Ratu Hamida membuka selendang yang menutupi wajah Jodha, betapa kagumnya sang ratu atas kecantikan sang menantu. Ratu Hamida pun membuat penyambutan kecil-kecilan dengan mendatangkan penyanyi-penyayi Hindu untuk menyambut kedatangan Jodha. Melihat hal ini, Maham Anga pun dirundung rasa kesal. Namun rasa itu ditahan olehnya dan berniat untuk mengantar Jodha mengenalkan Harem (istana wanita di Agra) dan mengajak Jodha berkeliling. Tapi hal ini langsung dicegah oleh Ratu Hamida, ia melarang Maham Anga untuk mengantar Jodha karena ia sendirilah yang ingin mengantar menantunya itu berkeliling Harem. Mendengar hal itu rasa kesal Maham Anga pun bertambah. Ia pun teringat pada peramal Hindu yang mengatakan bahwa suatu saat keegoisan Maham Anga akan runtuh oleh Ratu Hindu. Tapi Maham Anga tidak bisa berbuat banyak, ia pun menuruti keinginan Ratu Hamida.

Ratu Hamida mengantar Jodha berkeliling di Harem. Ratu Hamida menjelaskan bahwa Harem adalah istana wanita di Agra yang hanya dihuni oleh wanita, laki-laki tidak boleh masuk kesana kecuali Jalal. Harem sendiri berisikan para istri-istri Jalal, budak-budak wanita, maupun wanita hadiah perang. Setelah berkeliling Ratu Hamida pun pamit dan berharap agar Jodha dapat segera beradaptasi dan merasa betah tinggal di Agra. Sesaat keributan kecil pun terjadi diantara istri-istri Jalal. Tapi mereka pun berhenti saat salah seorang mengingatkan bahwa mereka tidak boleh berbuat keributan jika tidak ingin membuat Ruqaiya marah. Jodha pun penasaran siapa itu Ruqaiya.

Baca>> Episode Lengkap Jodha Akbar

Pernikahan Jodha dan Jalal (1)

Pernikahan Jodha dan Jalal (2)

Pernikahan Jodha dan Jalal (3)

Pernikahan Jodha dan Jalal (4)

Pernikahan Jodha dan Jalal (5)

Pernikahan Jodha dan Jalal (6)

Pernikahan Jodha dan Jalal (7)

Pernikahan Jodha dan Jalal (8)

Pernikahan Jodha dan Jalal (9)

Pernikahan Jodha dan Jalal (10)

Pernikahan Jodha dan Jalal (11)

Pernikahan Jodha dan Jalal (12)

Pernikahan Jodha dan Jalal (13)

Pernikahan Jodha dan Jalal (14)

Pernikahan Jodha dan Jalal (15)

Pernikahan Jodha dan Jalal (16)

Pernikahan Jodha dan Jalal (17)

Pernikahan Jodha dan Jalal (18)

Pernikahan Jodha dan Jalal (19)

Pernikahan Jodha dan Jalal (20)

Pernikahan Jodha dan Jalal (21)

Pernikahan Jodha dan Jalal (22)

Pernikahan Jodha dan Jalal (23)

Pernikahan Jodha dan Jalal (24)

Pernikahan Jodha dan Jalal (25)

Pernikahan Jodha dan Jalal (26)

 

 

Pernikahan Jodha dan Jalal (27)

Pernikahan Jodha dan Jalal (28)

Pernikahan Jodha dan Jalal (29)

Baca Terus Majalah Online

2

 

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*