PERJANJIAN YANG DILANGGAR

Suasana diluar istana tampak kacau balau. Vampir-vampir bersayap beterbangan di sekeliling istana. Panah-panah api beterbangan di atas langit istana. Tak banyak yang bisa dilakukan jika bangsa manusia jika harus berhadapan dengan bangsa vampir. Mati, itulah satu-satu jawabannya.

burning-castle-1“Edward, engkau harus membawa anak kita pergi dari sini!” kata Lestat.

“Bangsa vampir sebentar lagi akan tiba di sini. Aku tidak mau putriku dan dirimu berada di sini saat mereka datang. Aku tidak akan mati oleh mereka. Aku berani pastikan itu.”

“Nanti kau pasti akan menyusulku kan?” Tanya Edward lagi.

“Pasti, aku akan menyusulmu, tapi segera bawa Liana jauh-jauh, hingga aroma darahnya tidak tercium lagi oleh ArEl.” Teriak Lestat.

Edward berlari turun ke terowongan rahasia dan tidak terlihat lagi.

Lestat menunggu dengan kesedihan di puncak menara. Tiba-tiba muncul gumpalan asap hitam didepannya. Gumpalan itu semakin lama semakin banyak hingga muncullah sesosok tubuh manusia di depannya.

“Lestat, aku kemari untuk menagih janjimu padaku.” teriak Ar El.

“Anak itu tidak ada padaku, Ar El. Bahkan jika ada, aku tidak akan pernah menyerahkan darahnya padamu.”

“Owh… begitu ya? Setelah semua yang aku lakukan padamu? Jika aku mau maka istana mu ini akan hancur dalam sekejap saja.” Jawab Ar El

“Hancurkan, namun engkau tidak akan pernah mendapatkan anakku, karena dia sekarang sudah ada di istana Vagnir.” jawab Lestat.

Ar El mendadak mendelik marah, matanya memerah, ia mencengkeram leher Lestat sekali hingga tidak bisa bernafas. Taringnya menyeringai tajam. Ar El terbang keluar dari istana itu sambil memegang leher Lestat. Ia mengambil satu tarikan nafas dalam, kemudian menghembuskannya kuat-kuat ke arah istana. Dalam sekejap, seluruh istana megah Lestat merah merana dilalap dahsyat oleh api.

 Lestat kemudian dibawa Ar El terbang menuju istana terkutuknya baru kemudian melepaskan cekikannya kepada Lestat.

¬†“Bunuh aku Ar El, bunuh aku!” teriak Lestat.

“Engkau lebih pantas menjadi budakku. Engkau mempunyai hutang kepadaku, bahkan hidupmu sekarang adalah milikku.” jawab Ar El.

“Saat ini engkau akan menjadi budakku. Nyawamu adalah milikku dan hanya aku yang berhak mengambilnya, ingat perjanjian itu!” kata Ar El lagi.

Kini Lestat harus terkurung sendirian di istana Ar El. Lestat tidak tahu bagaimana lolos dari istana ini, bahkan ia tidak tahu berada dimana dia sekarang. Bayangan Edward dan Liana selalu muncul di pandangannya.

Baca Judul Sebelumnya: Lestat, manusia yang terbuang

cerita dari novel karangan “AdeJD’ dan tidak ada hubungannya dengan sinetron GGS loh

Loading...

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*