Mendikbud: Mahasiswa Memiliki Potensi dan Kompetensi

mahasiswaSurabaya, Kemdikbud — Saat berkunjung ke kampus Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh melihat para mahasiswa memiliki potensi dan energi luar biasa yang tersimpan dalam diri mereka. Karena itu ia mengatakan, sudah menjadi tugas pemerintah dan masyarakat untuk melakukan konversi energi yang tersimpan dalam diri mahasiswa menjadi satu kekuatan.

“Sehingga dengan kekuatan itulah mereka bisa mengubah, mulai dari nasib dirinya sendiri, keluarganya, dan bangsa.  Saya yakin tidak lama lagi akan muncul tokoh-tokoh termasuk di bidang rekayasa dari politeknik,” ujar Mendikbud di kampus PPNS, Surabaya, Sabtu (22/3/2014).

Mendikbud juga memperhatikan wajah para mahasiswa PPNS. Ia mendapat kesan mereka memiliki masa depan yang cerah. PPNS, katanya, telah menjalankan prinsip-prinsip keramahan sosial. Hal itu terlihat dari sekitar 240 mahasiswa Bidikmisi yang diterima di PPNS. “Meskipun para mahasiswa Bidikmisi berasal dari keluarga yang terbatas dalam hal ekonomi, tetapi mereka punya masa depan yang baik,” ujar Mendikbud.

Selain itu, ia juga melihat para mahasiswa memiliki kompetensi sosial. Terlihat adanya keakraban di antara mahasiswa untuk saling tolong menolong dan bantu membantu, dan tidak ada kesan kesombongan diantara para mahasiswa. Itulah simbol dari mahasiswa yang memiliki kompetensi sosial, atau memiliki kepekaan, kemampuan dalam beradaptasi. “Kalau  itu bisa kita kelola dengan baik , maka PPNS ini dapat menjadi unggulan,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang telah menghapus sekat-sekat yang sifatnya diskriminatif. “Kita tidak mengenal prinsip-prinsip diskriminasi di dalam melaksanakan pendidikan. Oleh karena itu politeknik dosennya bisa sampai guru besar, serta menyelenggarakan program S2 dan S3 asalkan mengikuti persyaratannya,” jelas Mendikbud.

Mendikbud mengharapkan, PPNS yang saat ini sudah menyelenggarakan program Diploma 4 (D4) dapat memaksimalkan sumber daya manusia yang ada, sehingga bisa menyelenggarakan Magister Terapan atau S2, termasuk ke Doktor Terapan. (Seno Hartono/kemdikbud.go.id)

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*