Pengembangan Kemampuan Petugas Penyelenggara Penyuluhan Sosial

Pusat Penyuluhan Sosial merupakan unsur penunjang Kementerian Sosial yang mempunyai tugas dan fungsi melaksanakan penyuluhan sosial dengan tujuan perubahan prilaku dari khalayak sasaran sehingga mereka tau, mau dan mampu melakukan perubahan kesejahteraan sosial.  Untuk itu penyuluhan sosial diperlukan untuk mengawali program-program Kementerian Sosial yang akan digulirkan ketengah masyarakat agar bantuan baik yang sifatnya menumbuhkan nilai partisipasi dan prakarsa masyarakat maupun penyiapan terhadap masyarakat calon penerima dapat tepat sasaran dan tersosialisasikan dengan baik di masyarakat.

Namun kondisi saat ini tidak semua program Kementerian Sosial didahului oleh kegiatan penyuluhan sosial, hal ini disebabkan karena kurangnya kualitas maupun kuantitas dari tenaga penyuluh sosial. Penyuluhan sosial sebagai gerak dasar dan gerak awal merupakan salah satu penentu dari keberhasilan program penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Dengan dasar tersebut maka Pusat Penyuluhan Sosial melaksanakan kegiatan Pengembangan Kemampuan Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial dengan tujuan memberikan ruang bagi penyuluh sosial untuk mengembangkan aspek kompetensi dan meningkatkan kesempatan akses informasi dan inovasi sehingga dapat berkreasi dalam berbagai media.
Tujuan lain yaitu meningkatkan etos kerja, mampu merencanakan, merancang dan mengaplikasikan  cara-cara melaksanakan penyuluhan sosial  yang efektif, efisien dan berkualitas secara terencana, terpadu dan terkoordinasi yang dilaksanakan melalui program kegiatan guna penanganan permasalahan sosial, dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial bagi masyarakat.

Kegiatan Pengembangan Kemampuan Petugas Penyelenggara Penyuluhan Sosial dilaksanakan selama 4 (empat) hari dari tanggal 5 s.d 8 Maret di Hotel Grand Inna Kuta Bali yang diikuti oleh 50 peserta termasuk panitia. Hadir pada kesempatan ini Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial sebagai narasumber dan membuka acara secara resmi, disamping itu beberapa narasumber lain dari unsur Pejabat Eselon II di Kementerian Sosial RI. Selain mendapatkan materi dari para narasumber, peserta juga melakukan study banding ke Dinas Pertanian Kota Denpasar untuk meinggali berbagai ilmu terkait dengan pengembangan penyuluhan pertanian. Untuk pengembangan sikologis dan ketahanan fisik peserta juga diikutkan outbond yang juga sebagai sarana mempererat keakraban.
Hasil yang diharapklan dari pertemuan ini tentunya akan menambah wawasan dan terciptanya etos kerja serta meningkatnya kualitas kerja dari penyelenggara penyuluhan sosial, hal ini sangat diperlukan untuk seorang penyuluh sosial dalam meningkatkan kemampuannya.
Unsur lain juga harus dimiliki oleh penyelenggara penyuluhan sosial, seperti yang disampaikan Sekretaris Jenderal pada sambutan pembukaan acara
1.    Body Of Valeu : Peraturan atau nilai-nilai
2.    Body Off Knowledge : Pengetahuan yang luas
3.    Body of Skill : Ketrampilan untuk menunjang tugasnya

(Misnawati)

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*