USTAD GUNTUR BUMI PRAKTEK DUKUN?

Pria bernama Hans Suta menuduh ustad Guntur Bumi melakukan praktik perdukunan. Hans yang mengantarkan neneknya berobat awal Februari lalu mengaku sudah rugi puluhan juta tapi sang nenek belum juga sembuh. Pihak sang ustad pun angkat bicara. Melalui pengacaranya, Ramdan Alamsyah, UGB membantah tudingan Hans. Bagaimana versi UGB?USTAD GUNTUR BUMI

“Dia datang minta diobati, bayar administrasi, satu orang Rp 500 ribu, kalau dua jadi Rp 1 juta, ya udah diobatin. Ada hadist, kalau sembuh itu salah satu hal yang bisa mengangkat penyakit adalah sedekah,” kata Ramdan kepada detikHOT, Senin (24/2/2014).

Biasanya yang bagus hewan kurban, bisa sapi, kambing, atau kerbau. Dia bilang nggak punya duit, ya jangan. Itu nggak apa-apa. Tapi pihaknya dia tetep menginginkan sedekah, terus dia bilang ‘kita punya gelang, cincin, bisa nggak disalurin?’ Ya bisa-bisa aja, nanti ditimbang, nanti diperkirakan ke harga kambing berapa,” beber Ramdan lagi.
Dari keterangan ini, Hans sebelumnya mengaku memang menjual perhiasan ibunya untuk kesembuhan neneknya. Tapi pada praktik pengobatannya, Hans merasa ada yang aneh.

Menurut Hans, pengobatan sang ustad dibumbui hal-hal mistik yang membuat keluarganya takut. Keadaan makin diperparah karena Hans merasa dikejar-kejar pihak UGB untuk melunasi biaya pengobatan yang telah disetujui dalam bentuk sedekah hewan kurban.

Tapi Ramdan membantah kliennya mengejar keluarga Hans. “Kalau nguber-nguber ke rumah itu nggak ada, bohong. Itu fitnah. Tanggal 13 Februari mereka minta balikin. Tanggal 14 Februari dini hari kita balikin. Besokannya si Hans malah laporin ke MUI. Yang laporin ini si Hans. Hans ini nggak bener, cari-cari masalah,” urai Ramdan.
“Saya tahu, saya udah ketemu sama pengacaranya. Hans punya tujuan lain di balik laporan itu. Pengacara sendiri yang bilang gitu. Itu pengakuan pengacaranya Hans, Hudi Yusuf,” tambah Ramdan mengklaim.
Ramdan juga mengklaim pihaknya dengan pihak Hans sudah islah atau berdamai. Maka dari itu, Ramdan dan pihaknya heran mengapa Hans masih meributkan masalah yang dianggap sudah kelar.

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*