Pengaruh Zoonosis pada Sektor Pariwisata Berdampak Penurunan Wisatawan

Pariwisata di Indonesia memiliki dampak multisektor pada bidang lainnya termasuk perekonomian, namun pariwisata juga merupakan bidang yang perkembangannya dipengaruhi oleh banyak bidang lainnya antara lain infrastruktur, keamanan bahkan kesehatan. Menurut Perhitungan Bank Pembangunan Asia, pada tahun 2006 Indonesia pernah mengalami kerugian hingga 5 Triliun dikarenakan adanya travel warning yang dilakukan beberapa negara di dunia terkait dengan adanya virus flu burung yang mengakibatkan korban meninggal.

zoonosis Penularan infeksi yang terjadi dari hewan ke manusia dan sebaliknya atau yang biasa disebut Zoonosis kini menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam pariwisata. Dampak wabah zoonosis bagi sektor pariwisata di Indonesia berakibat multi dimensional termasuk pada penurunan minat wisatawan ke Indonesia karena ancaman terhadap gangguan kesehatan, keselamatan dan ketenteraman wisatawan.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam mengendalikan penyebaran zoonosis di Indonesia selama beberapa tahun belakangan ini, seperti dalam laporan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyar Republik Indonesia mengenai Laporan Penendalian Zoonosis 2013. Dalam laporan tersebut di jelaskan beberapa zoonosis yang terjadi di Indonesia adalah flu burung, rabies, antraks, leptospirosis dan brulesllosis yang sudah dapat dikendalikan dan terjadi penurunan perkembangan dan penyebaran.

Menkokesra juga menjelaskan bahwa Zoonosis sangat strategis untuk ditangani secara lintas sektor, mengingat potensi dampaknya yang meliputi banyak aspek termasuk ekonomi nasional yang secara tidak langsung mempengaruhi program pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan. Terdapat beberapa kementerian dan lembaga yang merupakan bagian dari anggota Komisi Nasional menyusun program serta mengalokasikan anggaran pengendalian zoonosis sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Disampaikan pula Roadmap Indonesia bebas rabies, flu burung dan brusellosis merupakan dokumen strategis sebagai acuan pelaksanaan pengendalian zoonosis disamping Renstranas pengendalian zoonosis terpadu 2012-2017.

Beberapa upaya yang dilakukan dalam pengendalian zoonosis secara lintas sektor adalah dengan meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan sikap tanggap tentang zoonosis, memperkuat kebijakan dan melaksanakan sosialiasi tentang pengendalian zoonosis di sektor pariwisata. Selain itu dilaksanakan pula koordinasi lintas sektor di tingkat pemerintah pusat dan pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota melalui komisi pengendalian zoonosis dan berbagai upaya lain yang sifatnya berkesinambungan.

Laporan Menteri Koordinator BIdang Kesejahteraan Rakyat Terkait Pengendalian Zoonosis 2013

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*