Indonesia Trend Forecasting : Satu Langkah Menuju Indonesia Pusat Mode Dunia

Dunia mode Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata, potensi insan kreatif ditambah banyaknya kearifan lokal yang terdapat didalamnya membuat Indonesia berani mendeklarasikan diri menjadi sebagai salah satu Pusat Mode Dunia pada tahun 2025. Langkah pertama transformasi menjadi pusat mode dunia diawali dengan menjadi trendsetter oleh desainer muda Indonesia yang memiliki kemampuan meramalkan perkembangan trend dunia.

FASHION SHOW IFW 2014-14  Berkembangnya dunia mode di Indonesia juga terlihat dari angka sumbangan PDB Sub-sektor mode pada tahun 2013 yang mencapai Rp 181,6 triliun atau 28,3 persen dari sumbangan Sektor Ekonomi Kreatif Indonesia. Melalui riset Trend Forcasting 2015/2016 para desainer Indonesia mencoba menerjemahkan ramalan mode masa depan melalui karya yang ditampilkan pada gelaran fashion show yang diselenggarakan Kamis, 20 Februari 2014.

Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian even Indonesia Fashion Week, pada tahun ini menampilkan karya-karya oleh 15 Desainer Muda dari 12 sekolah dan akademi mode di Indonesia. Hadir dalam acara tersebut Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif, Mari Elka Pangestu sebagai dukungan terhadap dunia fashion yang merupakan salah satu sektor di bidang Ekonomi Kreatif.

Menparekraf menyatakan dukungannya kepada para desainer Indonesia dalam rangka mewujudkan Indonesia sebagai salah satu Pusat Mode Dunia. Pada kesempatan itu Menparekraf juga mengingatkan pentingnya trend forcasting bagi pengembangan mode Indonesia di masa mendatang.

“Jika kita ingin menjadi pusat fashion dunia pada suatu saat nanti yaitu targetnya tahun 2025, maka kita harus menjadi trendsetter bukan mengikuti trend yang ada, jadi kita harus menciptakan trend. Bagaimana kita bisa menciptakan trend kalau kita tidak mempunyai forecast atau ramalan trend kedepan?” ungkap Menparekraf.FASHION SHOW IFW 2014-12

Tahun ini merupakan kali pertama Indonesia melakukan Riset Indonesia Trend Forcasting dengan mengangkat tema besar “Re+Habitat”. Selama 8 bulan para desainer muda Indonesia merefleksikan trend di kota-kota global di dunia dan menerjemahkannya disesuaikan dengan potensi Indonesia sebagai bentuk ramalan trend tahun 2015/2016 yang tercerminkan dalam 4 tema yaitu Alliance, Biomimetics, Adroit, dan Veracious.

Menparekraf mengapresiasi tema besar Indonesia Trend Forcasting 2014/2016, yaitu Re+Habitat yang merupakan refleksi kota-kota global didunia yang menginginkan era baru yang lebih menenangkan, aman stabil dan cerah. Apresiasi Menparekraf diungkapkan kepada para desainer dalam menerjemahkan tema yang diangkat dengan menghubungkan pada kearifan lokal yang dimiliki Indonesia. Dimana empat tema tersebut diterjemahkan ke suatu kota, untuk menggali kearifan lokal yang akan diwujudkan dalam desain kontemporer sesuai dengan trend.

“Rehabitat karena kita mencari ketenangan, keamanan, kestabilan, happines, quality of live. Karena sebetulnya kita memang sedang rehabitat, kita sedang mencari tempat yang baru untuk lebih happy, untuk lebih tenang dan tempat yang lingkungannya terjaga”, ungkap Menparekraf dihadapan para undangan dan media.

Tema Alliance yang mengangkat inspirasi lokal dari kota Solo ditampilkan dalam karya Riska Ulfa (Intersudi), Ilham Nur (IKJ) dan Maria Lydia (Raffles) yang mengusung harmonitas modern dan tradisional. Tema Biomimetics yang terinspirasi kota Banjarmasin ditampilkan oleh Vonny Kirana (ESMOD), Reiza Moushadeq (LPTB Susan Budihardjo) dan Marselina Manalu (Universitas Maranatha). Tema Androit dituangkan dalam karya Christian (LPTB Susan Budihardjo), Ivana Thanos (Phalie Studio), dan Priscilla (Lasalle) menceritakan gqya hidup kota Jakarta. Tema yang terakhir adalah Veracious yang mengangkat semangat meditative dari Kepulauan Raja Ampat, Papua, diintretasikan melalui karya Bunga Natasya dan Hanny Meiwita (Asridi – ISWI ), Iwan Amir (UNJ), Maya Agustin dan William (Bunka School of Fashion), dan Suci Fitria (STDI- Bandung).

Selain menampilkan fashion show “Indonesia Trend Forecasting 2015/2016 Re+Habitat”, Indonesia Fashion Week yang ketiga ini juga menampilkan berbagai peragaan busana karya perancang dalam negeri, lomba rancang busana serta Pameran yang diikuti lebih dari 200 perancang busana lokal maupun internasional. Indonesia Fashion Week 2014 diselenggarakan di Jakarta Convention Center selama 4 hari pada 20-23 Februari 2014. (Puskompublik).

Artikel dari: Kemenparekraf 20-2-2014

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*