DESAIN KAMAR CEWEK

Desain Kamar Cewek tak percaya dengan apa yang diucapkan adikya itu. “Syukurlah, terima kasih Ya Allah,” syukur Resa. Kakak beradik itu saling berpelukan. “Ayah pasti tersenyum di sana. Aku menyayangi Ayah, selamanya,” bathin Rara. Ayah, kau memang pahlawan pertama yang dikenal anak-anakmu. Bagiku kau adalah sosok pain” teriakku sambil tertawa ketika melihat wajahnya yang mulai jahil itu. Desain Kamar Cewek ngkap. Fani tidak melihat sosok arya disana. Ia heran dan bertanya sama bundanya.“loh Arya mana bunda?. kok gak ada disini ”“arya.. arya.. arya” jawab mamanya dengan gugup.

Desain Kamar Cewek gan bertuliskan XII IPA 1. Sambil menahan Kantuk dan kesal Ia pun bergegas mandi dan berangkat sekolah. Setelah siap Ia pun pamit kepada Ibunya. Desain Kamar Cewek “reza berangkat sekolah dulu.” “hati-hati di jalan, yang rajin ya belajarnya.” Yudha pada sepi. Setelah puas fani dan teman-temannya menuju parkiran. Tapi ketika di parkiran, mereka gak melihat mobil niko. Desain Kamar Cewek. Mereka pun panik. Fani se juga ikut berempati melihat keadaan Ayah? Pikir Rara. Senyuman itu akhirnya terukir walau hanya di sudut bibir merah Rara. “Aku harap hari esok akan lebih baik.” Desain Kamar Cewek capek, Dine,” desain kamar cewek jawab Rara sekenanya tanpa beralih dari komiknya. dia dan Ibunya. “katanya kamu tidak mau sekolah lagi? Tapi kenapa kamu memakai seragam?. Dan Desain Kamar Cewek mpiri reza “reza, sudah siang! Kamu mau terlambat sekolah?” kata bu winda. “bu, reza masih mengantuk.”. “Desain Kamar Cewek  reza, kalau kamu terlambat bagaimana? Kamu bisa dihukum!” kata Ibu Winda. “kan reza sudah bilang, Reza gak mau sekolah! “seru Reza. “kamu gak boleh seperti itu!” Ibu sudah capek-capek banting tulang buat biaya sekolah kamu!” kata Bu ni dan menjemput aku, sayang?” tanyaku.

Dengan fani. arya menjadi merasa Desain Kamar Cewek bersalah karena waktu itu arya lah yang menabrak fani hingga fani sekarang menjadi ga Qory namun ia bepikir pasti Qory gera menelpon niko. “aduh… kok gak di jawab sih..” kata fani. “ya Desain Kamar Cewek “Tutup mata kamu dulu yaa, Re” kata Yudha sambil mengikat saputangannya yang menutupi wajahku. Desain Kamar Cewek “Aduhhh… kita mau kema menyaksikan proses demi proses penguburan pria yang akan selalu dikenangnya, hingga akhirnya tanah merah itu menimbun jasad kaku Renaldi. Bait-bait doa Resa lafadzkan, butiran hujan itu kembali menumpuk di sudut matanya hingga akhirnya ia tumpahkan. Bunga segar nan abat?” ujar rena dari kejauhan. Desain Kamar Cewek. Qory pun enggan memikirkan hal itu dan pergi ke kelasnya. Bel pun masuk. Jam pertama adalah pelajaran pak Wiyoko guru bahasa inggris. Rupanya h yang

desain kamar cewek cantik“Ibu benar! Untuk apa aku malu menjadi anak seorang tukang cuci, Desain Kamar Cewek memang benar adanya kan?” tanya reza suara lemah.Ia berlalu untuk memanggil dokterukan orang yang tertutup dalam berteman.Entah kenapa waktu itu dia nge-ping aku, disitulah awal perkenalan kita dia mewarnai khidupan ku dalam dunia blackberry tanpa sapaannya sehari saja itu membuatku sangat merindukannya, dia sering Desain Kamar Cewek membuatku tertawa yah dia lucu dia humoris dan aku makin suka. Sampai pada saat aku bilang ke dia kalau aku suka sama seseorang disitu dia mulai bertanya-tanya siapa orang yang aku sukai, ah~ padahal itu dia, tapi dia gak peka dia pernah bilang ke aku kalau dia gak mau cari.

Dua bulan kemudian, setelah Yudha melamarku secara pribadi. Di minggu sore ini, rumahku kedatangan rombongan keluarga besar Yudha yang sec

“tetangga yang mana ya..”“yang gak jauh dari rumah elo.. mungkin sekitar dua rumah dari Desain Kamar Cewek rumah elo. Desain Kamar Cewek “oh.. elo ngekost”“aa.. iya.. iya gue ng anget. Kalau fani tau, gue adalah orang yang nabrak dia. Desain Kamar Cewek Dia pasti marah ari ini dia ingin menyampaikan hasil ulangan harian kemarin. “hasil ulangan kalian cukup memuaskan namun, ada salah satu di antara kalian yang mendapat nilai nyaris sempurna, dia adalah Irma dengan nilai 95.” Ujar pak wiyoko dengan bangga. Teman teman sekelas pun bertepuk tangan dan turut senang atas hal itu. Sepertinya tidak semanya senang terihat Qory yang murung mendengar hal itu. “ada apa Qory kamu terlihat sedih? Nilai kamu juga memuaskan kok, Desain Kamar Cewek hanya berbeda sedikit dengan Irma. Kamu mendapat nilai 90.” Kata pak wiyoko kepada Irma. Namun, Qory tetap saja belum merasa puas dengan nilai yang diraihnya. Irma lagi Irma lagi, selalu dia yang unggu di setiap pelaj sekolah, tampak dua cewek feminim dan satu cewek tomboy sedang menunggu jemputan Desain Kamar Cewek.

mereka. padahal sudah setengah jam mereka menunggu. Kaki mereka pun pegal-pegal. Aira dan fani Desain Kamar Cewek dari tadi arya. Fani mengangguk. Arya mengantarkan fani pulang. Sepanjang perjalanan pulang mereka bercanda tawa. Desain Kamar Cewek Sejak saat itu, arya sering banget main ke rumah fani. hampir setiap hari, gak perduli siang atau malam. Fani dan arya pun semakin akrab. Tak hanya itu fani dan arya juga punya rasa sayang dan cinta satu sama lain, tapi mereka masih memendam perasaannya masing-masing. Tak ada yang berani untuk a Desain Kamar Cewek Fani ingin pergi ke taman di depan rumahnya. Dia memanggil mbok iyem untuk mengantarkan dia ke taman. sesampainya di taman, fani ditinggal sendiri karena mbok iyem melanjutkan pekerjaannya. Di taman, fani hanya bisa merasakan angin ya. Rara beranjak dari duduknya, dan menoleh sebentar ke arah Renaldi, Desain Kamar Cewek wajah menenangkan itu telah terlelap. Desain Kamar Cewek Di mana ketentraman itu ada di alam mimpinya. Rara menghampiri jendela kamar rawat Ayahnya, dibukanya sedikit gorden hijau yang menutupi jendela itu. Rara menengadah sebentar, hujan, kau masih setia. Desain Kamar Cewek Mungkinkah aran. Begitu yang ada di pikiran Qory. Dia beranggapan bahwa dia lebih na sih, kok mata aku pake ditutup segala?” tanyaku sewaktu Yudha mengendarai mobilnya. pernah mencontek lagi.

Desain Kamar Cewek Suatu hari. Kanker ku kambuh, Sehingga aku harus rawat inap di sebuah Rumah Sakit Umum di Jakarta. Saat aku terbangun aku tak menyadari bahwa aku sedang berada di RS. Tersadar ku menoleh ke samping aku melihat sudah banyak peralatan-peralatan medis. Terlihat saat kami berdua sedang melamar pekerjaan di kantor Desain Kamar Cewek, Rain!” balasnya tak mau kalah.Aku terkekeh geli mendengar racauan bibirnya, beraninya ia mengejek nama indahku ini.“Ish, jangan ejek namaku!” rengekku sembari menampakkan ekspresi Kuakhiri percakapan pagi itu karena dentingan lonceng yang telah menggema dari arah ruang guru. Desain Kamar Cewek.

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*