BAJU TIDUR PEREMPUAN

Baju Tidur Perempuan dengan apa yang terjadi di luar sana. Kedua kakinya melangkah menghampiri jendela kamarnya. Dan… sreekkk… Rara terjerembab ke sesuatu tempat, tempat asing di dalam penglihatannya. Baju Tidur Perempuan  “pernikahan kami, juga membeli al keluar dari kantor untuk menjemput Yudha di bandara, kataku dalam hati.  Baju Tidur Perempuan Setelah pekerjaanku selesai, aku langsung mengendarai mobilku menuju bandara. Setelah menunggu dua jam lamanya, akhirnya pesawat yang ditumpangi Yudha tiba. Aku pun segera menghampiri kekasih yang sangat aku cintai itu.

BAJU TIDUR PEREMPUAN Baju Tidur Perempuan “Hai… Sayang” teriakku sambil malambaikan tangan ini.“Hai… Re” kata Yudha sambil tersenyum dan memelukku dengan erat. Baju Tidur Perempuan Aku dan Yudha berpelukan, Yudha mencium keningku. Aku tersenyum melihat perhatiaannya yang sangat tulus padaku. Tidak lama kemudian kami berdua berjalan meninggalkan bandara. “Sayang… Kok kalau aku perhatikan, sekarang badan kamu agak kurusan deh?” kamu kecapaian ya? tanyaku sambil mengendarai mobil. Baju Tidur Perempuan “Masa… sih” kata Yudha.“Iyah…, aduh kamu jangan kecapain dong?” at-alat rumah tangga untuk memenuhi ruangan di apartemen kami. Siang ini Yudha menjemputku di rumah, rencananya hari ini aku dan dia Baju Tidur Perempuan mau pergi membeli ranjang untuk diletakan di kamar. Aku memilih sebuah ranjang besi yang berkelambu putih. Hmmm… aku membayangkan, pasti suasana kamar kami nanti akan menjadi romantis. Baju Tidur Perempuan Aku memandang Yudha yang tampaknya setuju dengan ranjang pilihanku. Setelah membeli ranjang, aku dan Yudha bergotong ronyong mendekor apartemen mungil kami berdua, yang berada di lantai 16 itu hingga tengah malam. Baju Tidur Perempuan Hari-hari cepat berlalu, tinggal sebulan lagi hari pernikahan kami tiba. Yudha masih begitu sibuk dengan pekerjaannya, bahkan ia mengambil pekerjaan di luar kota. Aku melirikan mata ke arah jam yang berada di tangan kiriku. Sudah pukul empat sore, hmmm… aku harus cepat-cepat Rain, Baju Tidur Perempuan  ini sudah menjadi jalan terbaik untuknya. Mungkin keputusan Tuhan lebih baik dalam memanggilnya, Baju Tidur Perempuan karena sudah sepuluh tahun belakangan ia menderita. Kamu tahu, Leukimia telah merenggut banyak keceriaan Reyna. Ia sempat hilang dalam jurang kebisuan dan selalu ingin menyendiri, tapi semenjak kamu hadir dalam hidupnya, ia menjadi berubah 360 derajat. Senyum dan keceriaannyapun telah kembali menghiasi wajahnya, terima kasih karena telah mau menjadi sahabat baiknya selama ini. Baju Tidur Perempuan Dan ini, ini surat yang Reyna titipkan untukmu.” Tutur orangtua satu-satunya Reyna, Ibu Gita padaku.baju tidur perempuan cantik

Baju Tidur Perempuan Aku terdiam dalam kebisuan, bahkan aku tidak memperdulikan beberapa perawat diikuti oleh Ibu Reyna telah membawa tubuh dinginnya untuk segera dimandikan. Mungkin inilah alasananya begitu menyukai berbagai macam buku yang berisikan penyakit-penyakit mematikan aku cintai di sore itu. Baju Tidur Perempuan Segera aku membereskan berkas-berkas yang berserakan di meja kantorku. Setelah selesai menyusun tumpukan kertas itu hingga rapi, aku bercermin untuk memastikan wajahku masih terlihat cantik dan segar. Baju Tidur Perempuan Tidak lama kemudian aku pun berlari keluar dari lorong kantorku menuju lift, yang akan membawaku turun untuk bert tercengah betul-betul oh dia cinta pertamaku dia yang membuat aku bisa ngerasain bahagia senang penasaran bahkan sedih. Baju Tidur Perempuan Hari ini arya pergi ke rumah fani. fani senang arya datang ke rumahnya. Bahkan keluarga fani senang dengan kedatangan arya karena arya mau berteman dengan fani yang buta. Di rumah fani, arya menjadi pengganti guru fani. arya mengajarkan banyak hal kepada fani. setelah mereka belajar bersama. Baju Tidur Perempuan Arya mengajak fani jalan-jalan. Arya meminta izin dengan kedua orangtua fani. Baju Tidur Perempuan Arya mengajak fani pergi ke cafe yang tak jauh dari rumah fani. arya memesan kopi susu dan fani memesan kopi pahit. di cafe mereka saling bercerita. “elo gak salah pilih kopi pahit. bukannya cewek itu senang Baju Tidur Perempuan minum coklat panas, teh atau jus” “ya kopi pahit itu melambangkan kehidupan gue yang suram. oh iya, elo kok mau berteman sama gue. teman-teman gue, sahabat bahkan pacar gue sendiri aja pada ngejauhin gue” “siapa sih yang gak mau berteman sama gadis baik dan cantik kayak elo”“loh kok gitu. Baju Tidur Perempuan Elo gak malu ya berteman ah enggak kok, gue cuma bercanda. toh akibat kejadian ini gue jadi sadar bahwa sahabat gue selama ini bukan sahabat yang baik” kata fani lagi. pe kanker

Baju Tidur Perempuan Membeli Setelah itu aku dan dia mulai berjauhan entahlah sakit yang ku rasa benar-benar sakit. Hatiku sakit hancur. Aku memutuskan untuk pergi dari dia ya seutuhnya, walau di hati ku gak pernah ada orang yang bisa menghapus semuanya tentangnya 3 minggu? Sampai sekarang aku bahkan tidak ingin mencoba melupakannya dan sekarang sudah 8 bulan, aku menunggunya, menunggunya untuk kembali ekos disana. Mau gak gue ajak elo jalan-jalan di sekiakan marah dan tambah kesal kepadanya. Baju Tidur Perempuan Bus pun melaju. Saat melawati pemukiman padat yang tergolong sempit bus berhenti dan Irma turun dari bus itu. Qory baru menyadari bahwa ternyata ada Irma di dalam bus itu. Qory Baju Tidur Perempuan. Di sabtu sore ini aku dan Yudha berjanji untuk bertemu di sebuah taman kota. Aku melihat Yudha sudah datang terlebih dahulu, ia duduk menungguku di bangku taman. Yudha terlihat begitu tampan dan rapi. Aku menghampiri Yudha yang sedang tersenyum manis melihat kedatanganku. Sengaja kami bertemu di hari ini, karena mulai besok kami Baju Tidur Perempuan berdua sudah harus mengikuti acara pingitan selama seminggu, sebelum hari pernikahan kami di laksanakan, di minggu depan. Kami mengobrol, bercanda dan tertawa sepanjang sore, dan di malam harinya Yudha mengajakku menonton film yang sangat tar taman”

Baju Tidur Perempuan  “mau sih tapi elo gak ada niat jahat sama gue “sumpah!! gue gak ada niat jahat sama elo. Gue cuma ingin ngajak elo jalan dari pada elo diam di segala perbuatannya selama ini. “ternyata benar apa yang dikatakan rena, Baju Tidur Perempuan Irma lebih tekun, sabar dan pintar daripada aku.” Kata Qory. Keesokan harinya ia di sekolah menemui Irma. “Irma kamu mau enggak ajarin aku sa Seminggu berlalu dia chat aku seperti biasanya kita? Tidak pernah putus dalam komunikasi, emu dengan pujaan hatiku tersayang. Setelah lulus kuliah, aku bertemu kembali dengan Baju Tidur Perempuan.

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*