BAJU WANITA BUKA HARGA

Baju wanita  buka harga tersenyum kecil “Iya, tapi kan, aku, nggak ada rasa sama Rama..” gerutu Baju wanita  buka harga sembari menunduk  “Iya sih, tapi aku heran deh, kok kamu bisa nggak ada rasa sama orang se baik Rama sih?” desis Yang dilirik hanya diam, memandang ke depan dan mengangkat bahu. Seperti biasa, suasana kantin ramai. Baju wanita  buka harga, Farel  wanita buka baju hargadan Baju wanita  buka harga duduk di meja pojok sambil menikmati segelas choco float dan semangkuk waffle karamel. “Hei… boleh gabung?” desis laki-laki tinggi dan karismatik itu sambil membawa kentang goreng balado sembari tersenyum “Eh hai Ram! gabung aja… sini…” desis Baju wanita  buka harga sembari bergeser tempat duduk in minta dariku. Menja Baju wanita  buka harga melirik Tidak! Mana mungkin firasatku berbohong?! Pasti kamu tidak pergi begitu saja, iya kan? Kamu pasti kembali, suatu saat nanti padaku. Aku benar-benar kacau sekarang, wajahku basah karena air mata. Tapi, kapan kamu kembali lagi? Haruskah aku menunggumu lagi seperti semalam? Jujur, aku tidak suka menunggu. Aku tidak ingin. Haha, nggak papa, tu kan bener, Rama itu ada rasa sama kamu Din…” desis

“Jangan jadi keras kepala. Baju wanita  buka harga Takdir tidak akan pernah bisa menjauh.” Firasatku muncul lagi. Mungkinkah kamu datang kembali? Mungkinkah itu?! Tapi dimana kamu?! Tapi, sungguh. Aku bisa melihatmu sekarang. Aku segera berlari kecil ke arahmu, kamu duduk di tepi kasur, membelakangiku. Oh sungguh, kenapa aku tidak melihatnya tadi? Tapi, tunggu. Kenapa bahumu bergetar dan naik turun? Kamu pasti sedang bercanda. Ehm, mana mungkin kamu menangis. Bukankah seharusnya aku yang menangis karena terlalu lama menunggumu?

amu. Kamu kan laki-laki.

uh dari Baju wanita  buka harga. Kemudian keesokan harinya saya mengembalikan formulir tersebut kepada pihak sekolah dan langsung disuruh ikut test masuk hari sabtunya. Dan pada sabtu saya mengikuti test di SMKK Mater Amabilis dan pada hari senin orangtua saitu. Aku hanya bisa menunggu seseorang untuk menjemputku di tengah derasnya guyuran air hujan, dan kamulah yang terpilih. Kamu yang berhasil menemukanku, dan selanjutnya melindungiku dengan segenap jiwamu. Tapi, tunggu. Aku melupakan sesuatu. Biar aku koreksi sekali lagi. Selain pembawa berkah, hujan juga pembawa petaka.

BAJU WANITA BUKA HARGA Terimakasih. Kamu meghalangi air hujan itu Baju wanita  buka harga dengan payung yang kamu bawa. Payung itu berwarna kuning dengan gambar bunga-bunga kecil di sekeliling bundarannya. Kamu berdiri tepat di hadapanku dalam diam, menatapku begitu lama dengan pandangan yang membingungkan. Kamu tahu bagaimana perasaanku waktu itu? Sungguh, aku tidak pernah bohong, aku girang bukan main waktu itu. Dengan lantangnya firasatku berkata, yang masih asyik menyalin PR fisika “Eh Lin, loe udah denger berita kagak?”

“Berita apaan?” tanya Baju wanita  buka harga tanpa mengalihkan pandangannya dari buku “Katanya kelas kita kedatangan anak baru!” kata Baju wanita  buka harga mengebu ngebu ya disuruh ke sekolah untuk membicarakan registrasi. Dan akhirnya saya pun masuk dan bersekolah di SMK Mater Amabilis Surabaya hingga sekarang. Kembali kecita-citaku, sudah saya ceritakan tadi bahwa cita-cita saya adalah menjadi koki dan membanggakan kedua orangtua saya. Saya akan berjuang l Baju wanita  buka harga ebih keras lagi dan belajar lebih tekun lagi. Dengan demikian saya bisa mencapai cita-cita saya, cita-cita saya yang ini memang benar-benar bulat. Disaat saya besar nanti . Aku merasa kaget dan langsung keluar dari kerumunan perempuan-perempuan itu yang mungkin bisa dibilang fans dari kak Reza. Aku kembali ke kelas dengan perasaan bingung. Hingga bel

Baju wanita  buka harga “Dia itu takdir. Dan sejauh apapun kamu menolak, takdir itu akan selalu mengejarmu hingga dapat.” Aku tidak jadi pergi, lagipula keadaanku tidak memungkinkan untuk pergi dari rumahmu yang asing bagiku. Sampai di rumahmu itu, kamu membaringkanku di atas kasur yang berukuran besar dengan bantal-bantal empuk yang tertata rapi. Duh, aku benar-benar tidak “Apaan sih loe, sapa juga yang naksir Tegar. Loe tuh yang naksir Baju wanita  buka harga?”

“Yee buktinya kan ada di buku diary loe itu pake ngeles segala lagi. Kalau gue kan gak ada bukti kalau pernah suka Baju wanita  buka harga” “Eh emang gue gak tau loe suka deketin Baju wanita  buka harga gitu!” “Enggak, sotoy banget sih loe!”  enak karena membuat kamarmu jadi basah gara-gara aku. Tapi lagi-lagi kamu lebih mempentingkan aku ketimbang kamarmu.

Baju wanita  buka harga Kamu memanggil seseorang. Aku tidak tahu siapa itu. Kemudian, aku berbicara padanya sebentar, dan keluar dari kamar meninggalkanku dengan peremupuan yang baru saja di panggil olehmu. Perempuan itu kelihatannya lebih muda dari padaku. Dia tersenyum ramah, tapi terlihat samar di mataku. Kemudian perempuan itu berkata dengan lembut,

“Kakak menyuruhku untuk menggantikan bajumu agar tidak kedinginan. Tenanglah, lagi pula aku punya banyak baju ganti. Jadi kamu tidak perlu khawatir, Baju wanita  buka harga dan aku tidak akan melakukan apapun. Trust me.” Katanya diselingi senyum yang merekah manis. Tidak seberapa lama, perempuan itu sudah mengambil baju, entah dari mana asalnya. Dia menutupi seluruh badanku dengan selimut tebal, lalu tangannya perlahan menyusup ke dalam selimut itu, dan mulai melucuti pakaianku. Tidak, aku tidak akan cerita banyak tentang ini padpulang berbunyi.

Pada saat aku menunggu TAXI Baju wanita  buka harga di depan gerbang sekolah banyak teman bahkan kakak kelas yang membully aku karena foto yang berada di mading tadi siang. Lalu ada 3 perempuan cantik (menurutku) menghampiri ku “nama kamu Sasa ya” tanya seorang cewek yang berada di tengah Baju wanita  buka harga “iya kak ucap ku” menggoreskan sedikit senyuman “kenalin kita THE S*XY GIRL, kita adalah cewek yang di takuti oleh siswa siswi di sini” ucap perempuan yang berada di seblah kanan “nama ku Tata, Resa dan Diah” ucap perempuan sebelah kiri sambil memperkenalkan saya akan meneruskan usaha orangtua saya, Baju wanita  buka harga sebelum itu saya harus belajar menjadi koki yang handal. Setelah lulus SMK ini saya akan kuliah kulineri di Tristar Culinery Institute. Dan setelah lulus kuliah saya akan mengikuti master chef. Dan nanti di rumah makan orangtuaku akan terpajang foto + ijazah atau surat yang menyatakan Hendra surya putra lulus dengan nilai terbaik. Dan juga lulus OJT (On the Job Training) dengan kehadiran 100%. Dan itu semua cita-citaku.

Baju wanita  buka harga Sekarang saya akan menceritakan masa lalu saya saat berada di SD dan SMP agar cerpen ini menjadi 1000 kata lebih. Pada saaat saya SD saya bersekolah di SD Setia Budhi Gresik, tepatnya di jl. Dr Setia Budhi. Di sana hanya ada 1 kelas dari masing-masing angkatan, misalnya kelas 1 hanya 1 kelas, kelas 2 hanya 1 kelas dan seterusnya. Jujur disana saya bosan karena setiap tahun hanya bertemu dengan teman yang itu-itu saja, dan jika sudah mengenal teman yang itu-itu saja guru-guru pun telah mengenal murid 1 per 1. Begitu juga ketua kelas dan perangkat kelas lainnya, di setiap tahun yang dicalonkan oleh wali kelas adalah murid yang pernah Baju wanita  buka harga menjadi perangkat kelas sebelumnya, jadi murid yang lain tidak diberi kjodoh, tapi kenyataannya di tengah jalan mereka berpisah. Itulah alasannya, mengapa aku menyebut takdir, dan firasat.

Ah, mari kita lanjutkan. Sampai mana tadi? Ah ya, hujan. Baju wanita  buka harga Kamu pernah dengar, bahwa hujan adalah pembawa berkah? Berkah apapun itu. Itu memang benar, karena hujan pembawa cinta. Karena hujan adalah perantara kita untuk bertemu. Ingat tidak, kita belum saling kenal waktu esempatan untuk menjadi perangkat kelas, dan karena guru-guru telah mengenal murid 1 per 1 guru jadi memilih-milih dan tidak adil, bagi murid ya lagi-lagi aku tidak merasakannya.

Sadarlah aku tentang takdir, Baju wanita  buka harga dan firasat yang menuntunku. Iya. Takdir memang tidak bisa di tolak, dan firasat terlalu sulit untuk dikelabui. Karena takdir itu memiliki alasan yang pasti, alasan yang sebelumnya tidak aku ketahui. Alasan bahwa, saat itulah waktunya aku pergi dari bumi ini. Dan juga, alasan untuk bertemu dengan orang sepertimu.

ma gue gara gara gue pernah baca buku diary di depan kelas. Jadi ketahuan deh kalau Baju wanita  buka harga naksir si Tegar!”

“Serius loe? Parah deh! Terus terus Tegar ganteng gak?” tanya Baju wanita  buka harga antusias “Boro boro ganteng, emang sih dia ketua kelas tapi ya ampun badannya gendut banget!” Deon tertawa terbahak bahak

“Oke” Tak berapa lama kemudian Baju wanita  buka harga yang sudah selesai menyelesaikan tugasnya menghampiri Baju wanita  buka harga anan, kamu mendekapku dengan sangat erat.

Waktu itu adalah pertama kalinya aku berkunjung ke rumahmu. Ya, kamu memang membawaku ke rumahmu. Sungguh, aku tidak menduganya sama sekali. Awalnya aku takut, tapi lagi-lagi firasat itu berkata lagi mempengaruhi otakku, ng pintar murid tersebut dan disayang, sedangkan murid yang kurang pandai dikeduakan. Di SD ku dulu juga tidak ada yang namanya OSIS. Begitulah masa SD ku meski 6 tahun di SD tetap saja ceritanya hanya sesingkat itu.

Beberapa minggu berlalu menyenangkan, hubungan Baju wanita  buka harga dan Rama sangat baik. Siang ini, kantin tidak terlalu ramai, hanya beberapa orang saja yang ada disini, termasuk Baju wanita  buka harga, Baju wanita  buka harga, Farel dan Rama. “Baju wanita  buka harga, nih aku bawa in makanan, dimakan ya…” desis Rama menyodorkan sekotak tepak warna warni

“Cie!! Rama cie perhatian bangWinwin dia cepet akrab, ini yang buat aku sedih. Apa mungkin Baju wanita  buka harga juga naksir Winwin. Kalau iya, mestinya aku seneng dengan kebahagiaan Winwin sahabatku. Tapi kenapa hati ini begitu sedih? Kenapa? Winwin nggak pernah tau gimana perasaanku. Karena aku selalu ikut tersenyum dan bahagia setiap kali dia menceritakan Baju wanita  buka harga. Padahal… Hatiku menangis. Hiks, kenapa aku jadi begitu cengeng.

sekarang. Tapi, kenapa kamu sama sekali tidak menoleh padaku? Aku ada di sampingmu! Aku ada di sampingmu! Sungguh. Menolehlah. Tataplah aku. Aku ada disini, bukan di atas kasur itu.

AKU BILANG DENGARKAN AKU, OKEY?! Apa yang terjadi sesungguhnya? Kenapa kamu terus menangis dan tidak mendengarkanku?! Kenapa…

 

 

 

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*