PKS VS DARWIS TERE LIYE

partai keadilan sejahteraSiapa sih yang nggak kenal dengan Novel Hapalan Shalat Delisa tulisannya Darwis Tere Liye. Hapalan Shalat Delisa adalah satu novel dari sekian banyak novelnya yang booming di tanah air. Penyukanya tidak hanya dari kalangan remaja saja, namun juga anak-anak dan dewasa.

Namun, saat Darwis Tere Liye menuliskan pandangan politiknya di akun fanspagenya: https://www.facebook.com/darwistereliye, tiba-tiba kritikan bertubi-tubi menembaknya.

Berikut ini salah satu tulisannya:

PKS vs Darwis Tere Liye

 

Sentilan kalimat dari Darwis Tere Liye ini otomatis membuat panas para kader PKS yang notabene justru sebenarnya adalah penikmat terbanyak tulisan-tulisan Tere Liye. Sampai ia berkata seperti ini

Sy siap kehilangan ribuan pembaca, ribuan pembeli buku, ribuan penonton film dgn memposting status ini. kalian siap apa? cukup ya, bandel sekali ini, akan sy ban siapa sj yg berkali2 masih protes. utk kesekian kalinya, kalau kalian muslim, maka pahamilah, kesetiaan kita pada Allah dan Rasul-nya, tidak pernah pada partai,” pesannya.

Coba baca baik2 status sy itu. apa sy menghina? apa sy merendahkan? sy mengingatkan. ini mulai berlebihan, komen2 yg menyerang sy secara personal tidak akan melegakan kalian yg menulis komen, tidak akan memberikan kepuasan membalas, itu justeru menunjukkan karakter asli kalian, dan kalian akan semakin marah saat sy hapus. ayolah, apa susahnya memahami masalah prinsip seperti ini? seberapa tebal tembok di hati kalian?”  http://muslimdaily.net/berita/lokal/penulis-novel-kecam-pks.html

Kritikan kepada seorang Tere Liye kemudian datang dari Jonru Ginting, CEO DapurBuku.com (layanan self publishing) | Founder SekolahMenulisOnline.com & PenulisLepas.com. Diluar dari pembelaannya terhadap PKs, Jonru menilai Tere Liye adalah orang yang tidak bisa menerima kritik dan perbedaan:

Sikap saya berubah 180 derajat bukan karena faktor ketidaksukaan kamu terhadap PKS tersebut. Demi Allah, saya berani bersumpah, bukan karena PKS. Tapi karena:

1. Kamu menyampaikan pendapat dengan gaya yang sama dengan para haters. Para haters yang biasanya asal bicara dan hanya berdasarkan prasangka.

2. Kamu langsung memblokir siapa saja yang tidak sependapat dengan dirimu. Padahal banyak di antara komentator tersebut yang menyampaikan pendapat mereka dengan cara yang baik, sopan serta santun.

3. Kamu juga langsung memblokir orang-orang yang hanya sekadar bertanya, “Mas DTL tentu sudah ikut membantu para korban banjir, kan?”

4. Kamu juga langsung memblokir orang-orang yang hanya memberikan masukan dengan cara yang sopan dan beretika.

5. Bahkan yang hanya bertanya biasa dan bercanda pun, kamu blokir juga.

http://edukasi.kompasiana.com/2014/01/15/surat-cinta-untuk-darwis-tere-liye-627965.html

Walau demikian, ada juga penulis yang membela Tere Liye,

apa salahnya membenci partai dan produknya? partai ada untuk dijegal, bahkan dipersilahkan untuk dibubarkan oleh anak bangsa ini, bila ada yang tidak berkenan, dan punya bukti yang cukup untuk membubarkannya secara konstitusional.

yang tidak kita sepakati berkaitan dengan menyerang dan membenci partai, adalah sikap main hakim sendiri, sikap destruktif dan main fisik, atau melakukan fitnah serta menyebarkan kebohongan berkaitan dengan partai tertentu, karena tindakan itu mencerminkan kejahatan, anti keadilan.

Misalnya ada yang vandal menulis papan plang PKS sebagaimana foto foto di media dengan coretan SAPI.. (walau saya ngakak dibuatnya) itu tidak fair, dan pelakunya layak dipenjarakan, menista institusi kenegaraan, dan partai perserta pemilu di luar koridor debat yang sehat.

Tapi penyebutan hater dari penulis Mr. Jonru itu saya menangkap kesan Plaque.. suatu penyakit, stigma, mendudukan hitam putih pada kondisi pendukung politik, yang buat saya suatu kesalahan berpikir. Apakah hater PKS itu artinya orang jahat? orang baik? nah itulah. http://politik.kompasiana.com/2014/01/16/membela-darwis-tere-liye-dari-serangan-simpatisan-pks-628143.html

Buat kamu yang penasaran, silahkan buka aja linknya ya^^

Loading...

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*