KORUPSI DI PARTAI DEMOKRAT, SIAPA MENYUSUL?

korupsi anasMasih ingat dengan iklan katakan tidak pada korupsi yang sering ditayangkan pada saat kampanye beberapa tahun yang lalu? Partai Demokrat sangat identik dengan iklannya yang mendengungkan perlawanan terhadap korupsi. Kata-kata dalam iklan itu, “Katakan tidak pada korupsi” pun menjadi familiar di publik.

Sekian tahun berselang, tagline yang dibanggakan menjadi bumerang. Sejumlah kader tersandung kasus korupsi, bahkan dari mereka yang pernah membintangi iklan ini dan dengan lantang berkata, “Katakan tidak pada korupsi!”.

  • Pertama adalah Mantan Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum atas dugaan korupsi mega proyek hambalang. Pada iklan itu, Anas menggerakkan kedua tangannya seolah menangkis “rayuan” korupsi. Kata-kata dalam iklan itu pun cukup lugas, “Gelengkan kepala dan katakan ‘Tidak’. Abaikan rayuannya dan katakan ‘Tidak'”.
  • Kedua, Andi Mallarangeng dalam kasus yang sama, dugaan korupsi proyek Hambalang.
  • Angelina Sondakh, yang turut membintangi iklan “Katakan tidak pada korupsi” pun tersandung kasus hukum terkait kasus suap proyek perguruan tinggi di Kementerian Pendidikan Nasional.

Menanggapi itu pengamat komunikasi politik Universitas Indonesia Tjipta Lesmana mengatakan, iklan itu menunjukan tidak adanya konsistensi antara apa yang dikatakan dan perbuatan. Partai Demokrat yang bersumpah memerangi korupsi ternyata hanya slogan untuk kampanye 2009. Dalam kenyataannya, beberapa politisi Demokrat melakukan korupsi yang menyebabkan suara partai tersebut anjok hingga menyentuh angka 7%. Menurut Tjipta, iklan pencitraan tidak dapat dipercaya karena akan selalu seperti itu, apalagi bertepatan dengan momen kampanye politik. Mereka hanya jualan kecap dan merasa paling baik. Untuk itu, masyarakat harus kritis dan tidak mudah percaya dengan iklan politik.

katakan tidak pada korupsi

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*