Ketertarikan Tinggi, Terjadi Penumpukan Pendaftaran Peserta BPJS Kesehatan

peserta bpjs sangat antusiasJakarta – Animo masyarakat untuk mendaftar menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Kesehatan cukup tinggi. Ini terlihat dari jumlah peserta mandiri yang terus meningkat dan hingga kemarin, Rabu (15/1) mencapai 162.201 orang, atau rata-rata setiap hari sebanyak 12.000 orang yang mendaftar. Namun, antusiasme masyarakat ini kurang didukung dengan akses tempat pendaftaran, sehingga terjadi penumpukan. Saat ini tempat pendaftaran difokuskan pada kantor cabang BPJS Kesehatan yang jauh dari pemukiman warga, sehingga untuk menjangkaunya, warga harus mengeluarkan banyak waktu, tenaga, dan biaya.

“Misalnya, di Jakarta Timur, semua orang harus ke Rawamangun, sehingga peserta menumpuk di sana. Kalau pun ada bank BNI, BRI, dan Bank Mandiri sebagai tempat pendaftaran, itu masih uji coba,” kata Timboel Siregar, Koordinator Advokasi BPJS Watch, di Jakarta, Kamis (16/1).

Menurut Timboel, permasalahan tempat pendaftaran banyak dikeluhkan rakyat karena hanya ada di lokasi-lokasi tertentu. Seharusnya pendaftaran BPJS Kesehatan dilakukan di puskesmas atau rumah sakit, sehingga rakyat lebih mudah mengakses dan tidak terjadi penumpukan.

Secara terpisah, Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan Fajri Adinur menjelaskan, animo masyarakat untuk mendaftar saat ini semakin meningkat. Selain 162.201 peserta mandiri terdiri dari masyarakat yang bukan pekerja penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP), ada juga 3.512.248 peserta Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dari 32 kabupaten/kota yang terintegrasi ke dalam BPJS Kesehatan.

Di samping jumlah itu, ada sebanyak 116.122.065 (116 juta lebih) peserta peralihan dari Askes Sosial, Jamkesmas, TNI/Polri, JPK Jamsostek, Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang telah masuk dalam data base BPJS Kesehatan.

“Animo masyarakat terutama meningkat di kota-kota besar. Sejauh ini semuanya masih WNI, sedangkan WNA belum ada,” kata Fajri Adinur dalam konferensi pers dua mingguan pelaksanaan BPJS Kesehatan, di Jakarta, Rabu (15/1).

Untuk meningkatkan pelayanan, BPJS Kesehatan terus melakukan evaluasi di setiap kantor cabangnya. Badan ini memiliki 104 kanator cabang, 390 lebih kantor operasional kabupaten/kota yang dikoordinasikan oleh 12 devisi regional di Indonesia.

BPJS Kesehatan mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir menjadi peserta BPJS Kesehatan. Semua penduduk Indonesia memang wajib menjadi peserta dan membayar iuran dengan besaran yang sudah ditetapkan.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan, khusus bagi peserta penyakit kronis, BPJS Kesehatan bersama Kementerian Kesehatan melakukan evaluasi bersama dengan tim nasional casemix center, organisasi profesi, dan rumah sakit untuk membuat surat edaran ke seluruh fasilitas kesehatan. Khususnya lagi kepada rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJ Kesehatan.

Khusus untuk pelayanan obat bagi penderita penyakit kronis dibuatkan kebijakan lain, di antaranya penderita dapat mengikuti program pengelolaan penyakit kronis (prolanis) BPJS Kesehatan melalui pelayanan rujuk balik. Pemberian obat pun dapat dilayani di fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk kebutuhan 1 bulan.

BPJS Kesehatan juga mengembangkan program rujuk balik yang semula hanya Diabetes Melitus dan Hipertensi akan ditambah dengan beberapa penyakit lain, seperti jantung, asma, dan epilepsi. BPJS Kesehatan akan berkoordinasi dengan organisasi profesi untuk menyusun tatalaksana dan obat program rujuk balik tambahan tersebut.

Sedangkan pemberian obat khusus bagi peserta dengan penyakit berbiaya tinggi, misalnya penderita talasemia dan hemophilia tidak hanya dapat dilakukan di faskes tersier, tetapi di faskes sekunder. Ini dilakukan dengan pertimbangan kondisi khusus, yaitu kemampuan faskes sekunder tersebut dan kondisi geografis yang tidak memungkinkan pasien dirujuk ke faskes tersier.

http://www.beritasatu.com/kesehatan/160857-ketertarikan-tinggi-terjadi-penumpukan-pendaftaran-peserta-bpjs-kesehatan.html

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*