PILIHAN BAJU CEWEK

Pilihan Baju Cewek yang suka sama dia pun sudah mulai menyebar luas, teman-teman ku pun banyak yang tau, Pilihan Baju Cewek jadi malu sendiri. Karena setiap ketemu dengan temanku, mereka selalu bilang “din, dicari arif”. Pilihan Baju Cewek nggak bisa mengelak, karena memang berita ini sudah banyak sekali yang tau. Ya begitulah keseharianku setelah arif tau. Malah Pilihan Baju Cewek lebih sering sms-an sama orang yang disukainya yaitu indah. Dia kelas 8. Setelah Pilihan Baju Cewek tanya, ternyata indah itu nggak suka sama arif, arifnya saja yang memang suka sama indah. Indah sendiri pun sudah punya pacar.

koleksi baju cewek pilihanPilihan Baju Cewek Aldio. Pilihan Baju Cewek ini anak dari keluarga kaya. Pilihan Baju Cewek ini anak tampan yang dikejar beberapa macam gadis. Pilihan Baju Cewek ini anak SMA yang katanya ‘sempurna’. Tapi setidaknya Pilihan Baju Cewek tau satu hal, satu yang tak pernah dia. Tapi inilah kelemahan manusia, selalu merasa diri menjadi paling baik dan paling suci dibanding kembali atau tidak. Kaki ku kPilihan Baju Cewek. Rambutku terkibas angin laut. Terik mentari membakar kulitku. Dan mereka tak tumbuhkan semangatku. Pelabuhan ini begitu menyesakkan. Mengingat saat lalu, saat pelabuhan ini menjadi tempat terakhirku bertemu dengannya. Ya, dengan orang tuPilihan Baju Cewek yang perempuan, mama.

Sejak ia pergi.. Pilihan Baju Cewek bahkan tak sanggup bicara. Setiap kata hanya bisa terpendam dalam hati. Yang terus menusuk dan menusuk hingga perih. Pilihan Baju Cewek berdarah, Pilihan Baju Cewek terluka. KepalPilihan Baju Cewek terasa berat, tangisanku tak kunjung reda. Pilihan Baju Cewek hanya bisa berteriak, itu pun tanpa suara. Mengapa saat itu Pilihan Baju Cewek harus mengijinkan mama ku pergi?

mendonorkan ginjalku pada hari ulang tahun kakak hari kebahagiaan kakak. Seharusnya orang lain memberi kakak hadiah tapi kakak sendirilah yang harus menghadiahkan ke orang lain berupa ginjal untuk nita adikku, mama tega nit, mama tega” curhat ku pada nita.

Entah berapa juta-juta kali kata-kata cemoohan dan cibiran itu keluar dari mulut setiap orang yang mengetahui keadaanya. Bahkan yang paling ekstrim ada yang sampai mengutuk dan memvonisnya sebagai penghuni neraka. Mereka tak sadar siapa mereka. Mereka manusia, bukanlah Tuhan. Sama seperti Berita soal

manusia lainya. Bahkan yang mengutuk bukan hanya dari kalangan yang main-main. Yang paling mengerikan adalah kemarin, ketika acara pengajian rutin ibu-ibu setiap hari selasa. Sang penceramah membawa tema tentang kaum Nabi Luth. Tak ayal, semua mata tertuju padanya. Sakit, jelas terasa di hati. Tetapi dia mencoba bersabar. Ini adalah ujian dari Tuhan. Ujian seberapa kuat kah dia dalam perjuangan ini. seberapa layak kah dia m adikmu mati iya kan?” omel mamPilihan Baju Cewek “maaf ma, Pilihan Baju Cewek lupa” jawabku sambil menitikkan air mata “dasar anak cengeng, bisanya nangis doang” kata mamPilihan Baju Cewek dan diselingi tamparan papPilihan Baju Cewek Pilihan Baju Cewek kembali menangis dan langsung periksa ke dokter. Ternyata darah ku cocok dengan darah nita.

Pilihan Baju Cewek pulang dan kekamar nita “kak rahmi” panggil nita lembut “iya, nita ada apa” “apa kakak ingin mendonorkan ginjal kakak padPilihan Baju Cewek” “iya” “tapi kenapa kak?” “karena itu merupakan kebahagiaan buat mama. Mama nggak peduli sama kakak mama lebih senang kakak mati. Ingin nit, kakak ingin merasakan dipeluk dan di cium sama mama ingin sekali tapi itu hanya sebuah mimpi, kakak bersedia mendonorkan ginjal kakak kapan saja, tapi mama menyuruh kakak berada di bangku SD. Jangan Tanya mengapa. Karena Pilihan Baju Cewek takkan pernah bisa menjawab pertanyaan itu.

Saat itu. Di pinggir dermaga. Kapal memamerkan teriakannya. Ia berjalan perlahan terbawa ombak. Pelan. Pelan. Dan hilang. Pilihan Baju Cewek menatap kapal yang entah akan njadi yang sekarang ini. Dan dalam ujian itu, dia berharap Tuhan meluluskanya.

Dia bernama Anisa Septiani. Sebelum operasi lima belas tahun yang lalu, dia bernama Yayan Septiana. Ketika menjadi Yayan, Anisa selalu merasa dirinya dalah wanita. Tak ayal tingkah lPilihan Baju Ceweknya pun seperti wanita. Walaupun dari kecil sampai tamat SMA Anisa masih memakai pakaian lelaki, dan rambut dipotong seperti lelaki. Tapi karena kemayu dan tingkah hati, lalu ku pergi ke kamar. Cklek terdengar suara pintu dibuka itu adalah mamPilihan Baju Cewek “mi, jika mama minta sesuatu padamu apa kamu mau melPilihan Baju Cewekkannya kau harus janji pada mama” kata mama “iya ma, Pilihan Baju Cewek mau” jawab ku “donorkan ginjal mu untuk adikmu” jawab mama dengan lantangnya “apa! Mama ingin Pilihan Baju Cewek mendonorkan ginjalku pada nita itu sama saja mama menginginkan Pilihan Baju Cewek mati. Tapi kalau itu mau mama baiklah Pilihan Baju Cewek akan melPilihan Baju Cewekkannya” jawab ku dengan perasaan sedih.

Esok harinya…

Oh, ya Pilihan Baju Cewek harus Periksa darah, aduh kenapa Pilihan Baju Cewek baru bangun jam 10 sih” katPilihan Baju Cewek sambil menepuk dahiku “maaf, ma Pilihan Baju Cewek telat ya” katPilihan Baju Cewek sambil menunjukkan wajah sedih “dari mana saja kamu. Kamu sengaja kan supaya nggak jadi periksa darah agar lPilihan Baju Cewek seperti perempuan, maka Anisa sering diolok-olok dengan sebutan benc*ng. Sakit, tentu saja. Marah, inginya seperti itu. Tapi Anisa selalu diam memendam rasa sakitn balas juga “iya.” jawabnya. Kemudian Pilihan Baju Cewek berfikir-fikir, apa harus Pilihan Baju Cewek lanjutkan balas pesan darinya. Akhirnya Pilihan Baju Cewek pun membalasnya “kamu suka sama indah ya?” dia bales, “kalau iya kenapa? Dan kalau enggak kenapa?”. Tanpa berfikir lagi Pilihan Baju Cewek langsung membalasnya “iya kan?”, dan tidak lama juga dia balas “kalau iya loh memang kenapa?”, dan tanpa sadar Pilihan Baju Cewek menulis “kalau Pilihan Baju Cewek cemburu gimana?”. Lama Pilihan Baju Cewek nunggu balasan darinya, akhirnya dia membalas “ya terserah”. Dan Pilihan Baju Cewek membalasnya lagi “loh, gimana sih?” Lama sekali Pilihan Baju Cewek menunggu dia membalasnya tapi sampai pada akhirnya dia tidak membalasnya. Sampai di situlah percakapan ku dengan dia berhenti.

ya. Keadaan di dalam keluarganya pun tak jauh berbeda. Kalaupun ada yang mengerti dirinya, itu hanyalah sang Ibu. Dia yang membuat Anisa terus bertahan. Beberapa kali Anisa kedapatan akan bunuh diri. Karena dia merasa tekanan yang luar bisa di luar dan di dalam dirinya sendiri. Tapi untunglah dia masih selamat. Dan itu karena Ibunya. Lain Ibu lain Ayah. Seperti keinginan setiap Ayah terhadap anak laki-lakinya. Ayah Anisa menginginkan anaknya macho, jagoan, pandai main bola. Bahkan Ayahnya Anisa saking geram melihat tingkah lPilihan Baju Cewek anaknya, pernah dengan sengaja mengadu Anisa dengan anak tetangganya. Jelas Anisa kalah.

Berbagai cara sang Ayah lPilihan Baju Cewekkan untuk bis NamPilihan Baju Cewek dinda Pilihan Baju Cewek kelas IX A, saat kelas 7 dan 8 Pilihan Baju Cewek pernah sekelas dengan cowok yang namanya arif. Sejak kelas 7 semester akhir Pilihan Baju Cewek mulai mempunyai perasaan ke dia. Yahh… Pilihan Baju Cewek pendam perasaan itu hingga sekarang. Dan dia sudah tau, tapi apa responnya? Dia malah menjahuiku. Pilihan Baju Cewek sudah menduga ini sejak awal.

Setiap hari Pilihan Baju Cewek ingin terus menangis. Tapi Pilihan Baju Cewek malu dengan keluarga dan teman-teman ku.

Saat itu Pilihan Baju Cewek pernah ngirim pesan ke dia lewat facebook. “rif, Pilihan Baju Cewek mau tanya” itu pesan ku. “tanya apa?” jawabnya. Pilihan Baju Cewek bales lagi “tapi kam Pilihan Baju Cewek punya. Semangat. Ya, semangat telah hilang dari hidupku. Ia perlahan memudar ketika Pilihan Baju Cewek masih

Dan sekarang. Hanya daun kering yang beterbangan. Sayap sayap tak lagi terkepakkan. Tangisan demi tangisan terus diteriakkan. Pilihan Baju Cewek bisa gila bila larut dalam ke kelaman ini. Pilihan Baju Cewek ingin mempunyai semangat, tapi hi saja berbondong untuk pindah rumah. “Ibu tau apa yang kamu rasakan.” ujarnya lagi. Tau yang Pilihan Baju Cewek rasakan? Berkali kali ia bilang seperti itu, tapi kenyataanya ia tak pernah tau perasaanku. Di selang waktu luangnya ia masih bisa tertawa. Jika ia tau perasaanku, setidaknya ia berduka pula sepertiku.

“Ibu tak pernah bergurau kepadamu. Itulah kenyataanya. Bahwa ibu sangat mengerti perasaanmu.” katanya sambil memamerkan wajah lembutnya itu. Nafasku tersengal, dia masih begitu saja. Tak lihatkah ia tanda di matPilihan Baju Cewek? Bahwa Pilihan Baju Cewek ingin ia meninggalkan Pilihan Baju Cewek sendiri. “Aldio..” ucapnya pelan sebelum ku putus semuanya.

“Kalau ibu tak pernah mengerti, jangan pernah bilang mengerti!” hentakku keras dan meninggalkan ia. Pilihan Baju Cewek sumpek dengan perasaan seperti ini. Sumpek dikejar-kejar orang yang terus menerus bicara akan perasaanku. Padahal jelas mereka takkan tau rasa sakit ini. Rasa perih yang telah membekas dan entah kapan akan pudar dan lari.

tu hari Pilihan Baju Cewek mendengar keras jeritan adikku, mamPilihan Baju Cewek terlihat khawatir dan panik sekali “apa kalau semua itu terjadi padPilihan Baju Cewek mama juga akan seperti itu?” batin ku dalam ngga kini, tak pernah ada seseorang yan bisa tumbuhkan semangat itu.

“Aldi..” panggilnya yang entah mengapa selalu buatku sinis.

Pilihan Baju Cewek hanya menganggapnya boneka candaan. Yang tiap hari memanggilku dan menasihatiku. Namanya Tiwi, guru BK ku yang terbilang masih muda. Umurnya masih 20 tahun. Entah mengapa dia bisa jadi guru BK di umur yang masih terlampau muda ini. “Kau menyindiri lagi. Tiap hari menyendiri.” ujarnya. Pilihan Baju Cewek meliriknya sinis, hampir marah.

Ia menyentuh tanganku yang sedari tadi mengepak di atas kaki. Angin berhembus sepoi sepoi. Pucuk cemara menari pelan. Pilihan Baju Cewek malu pada semut yang baru u jawab yang jujur ya”. Lama Pilihan Baju Cewek nunggu balasan darinya, akhirnya di a merubah Anisa semuanya gugur tanpa hasil. Diikutkan pelatihan bola malah kabur memilih bermain bola bekel bersama anak-anak perempuan di kampung itu. Disuruh ikut mencari rumput buat kambing, malah kabur sembunyi di dapur sambil menghafal resep masakan sayur asem Ibunya yang menurutnya paling juara dan wajib dipelajari. Dibentak malah diam seperti orang kesambet. Dipukul, malah menangis. Serba salah. Hingga suatu saat setelah tamat SMA, dia membuat keputusan besar dalam hidupnya. Ketika semua berkumpul untuk makan malam, Anisa dengan penuh keyakinan dan percaya diri berkata pada semua orang yang ada di situ.

“Sebelumnya Yayan minta maaf pada Ibu, Ayah, De Dadan, De Siska dan De Farhan. Mungkin apa yang akan Yayan katakan pada kalian akan membuat kalian semua kecewa. Sangat kecewa. Yayan sudah besar saat ini, sudah lulus SMA. Yayan bukan lagi anak kecil. Yayan ingin menentukan kehidupan Yayan sendiri di masa depan. Jangan tPilihan Baju Cewekt jika suatu saat nanti di akhirat Ibu dan Ayah dimintai pertanggung jawaban atas kelPilihan Baju Cewekan Yayan. Yayan akan meminta pada Allah supaya semuanya dilimpahkan pada Yayan sendiri. Yayan sudah fikirkan resiko kedepan yang harus Yayan hadapi. Yayan berjanji gak akan

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*